
Sesuai rencana, setelah shalat maghrib, Arfan memboyong Arini ke Rumahnya, sebelum pulang, Arini memberikan sebagian Mahar nya pada orang tuanya sebesar 500 juta, awalnya orang tuanya menolak, tapi karna dipaksa, Akhirnya mereka menerimanya dengan bujukan Arini untuk tambahan kuliah Ahmed, Adiknya.
"Maaf ya bu, Ayah, Arini hanya bisa ngasih 500 juta, itu terserah kalian, mau buat cabang warung makan atau untuk kuliah Ahmed, itu terserah kalian. sisa maharnya, Arini ingin mewujudkan mimpi , membangun Masjid atau Tpq atau pesantren " ucap Arini.
"Ini justru sangat kebanyakan Rin, dari dulu kau itu memang anak yang slalu berbakti pada orang tua, dan tak pernah lupa memberikan apapun yang membuat kita bahagia, bahkan untuk sekedar membeli bedak saja kamu selalu eman, lebih baik uang nya untuk kita, katamu.
Semoga rumah tanggamu sakinah mawaddah dan warahmah ya sayang...jangan lupa, setelah menikah, kamu harus dandan untuk suami mu, ingat loh ya...jangan bantah pesan ibu " Halimah menangis saat memberi wejangan panjang untuk putrinya yang kini telah diambil alih oleh suaminya .
"Ibu ini, masih sempet-sempet nya nyuruh Arini dandan " Arini pun menangis dalam pelukan Ibunya, ssedangkan doa dari Ayahnya sudah terwakilkan oleh Ibunya, Dia hanya memeluk Arini sebentar, kemudian menagis tanpa suara.
"Jaga dia baik-baik nak, sejak kecil Aku tidak pernah memukulnya, jadi jangan sampai menyakitinya" pesan Ali khan pada Menantunya.
"Ayah lupa ya, kalau anak Ayah itu jago karate, mana berani Aku memukul atau menyakitinya, bisa-bisa Aku dihajar duluan " Arfan menjawab dengan candaan, suasana haru itu pun berubah menjadi tawa.
Semua sudah siap di mobil, kali ini Andi yang menjadi supir,
"Aku kasihan pada Sony yang masih jomblo, jika harus menyupir pengantin baru, takut baper" sloroh Andi pada Arfan yang sudah berada di bangku belakang bersama Arini.
Awalnya Arfan ingin bercumbu di depan Andi, tapi Arini menolak.
"Kenapa, lagian cuma Andi kok "Arfan melirik Andi yang berada di balik kemudi.
"Maaf Tuan Abi, dalam ajaran Islam, itu tidak di benarkan ,seperti juga memamerkan keromantisan di sosmed, meskipun dengan pasangan halal kita sekalipun, alasannya, antara lain, karna dikawatirkan terkena 'ain, juga dikawatirkan orang yang melihat kita itu timbul penyakit hati, iri, dengki , atau cemburu, juga karna dikawatirnya takut orang lain membayangkan diri mereka sendiri yang bercumbu dengan salah satu antara kita, juga bisa saja membangkitkan gairah orang yang melihat kita bercumbu, bagaimana pun juga, kemesraan itu sebaiknya jangan di pamerkan , baik di sosmed atau dimana pun, cukup di dalam kamar saja " Arini menceramahi suaminya.
__ADS_1
"Wah....nyonya Arini sama persis kayak Aisyah, bini saya, sering menceramahi Saya dalam segala hal, maklum , dia lulusan pesantren, tapi meski crewet, Aku merasa beruntung mempunyai Istri seperti dia" Sahut Andi sambil fokus menyetir.
"Nyahut aja lu...dasar bucin, suami takut istri, " Arfan menimpali.
"Oh iya.. istrimu lulusan pesantren ? wah kapan-kapan bisa dong kita ngobrol bareng, Aku sedang ada niatan mau membangun tpq atau pesantren atau masjid gitu, pokoknya yang tak lepas dari jalan untuk bisa mengamalkan ilmuku," Arini kegirangan
"oh iya Bi...Aku minta ijin , suatu saat nanti Aku ingin membangun tpq, atau pesantren, atau masjid gitu, pake sisa uang maharku, Awalnya Aku kebingungan, mau diapakan uang sebanyak itu, tapi setelah Abi bilang untuk membeli Surga saja, maka Aku punya ide untuk mewujudkan impianku.".guman Arini pada Arfan, yang kini menjadi suaminya.
"Apapun impianmu, Akan Aku dukung, kalau kurang tinggal bilang ya, biar Aku tambah," jawab Arfan dengan penuh kemesraan, mencium tangan Arini, tapi tiba-tiba, Andi berdehem
"Hem...hem....kayaknya ada yang lagi bucin nih, ingat loh Tuan, tiket gratis ke Paris nya ya " ucap Andi sambil bersiul, Ia mengingatkan tuannya tentang Janji Arfan dulu untuk membelikannya tiket gratis ke Paris jika dia jadi Bucin.
"Yang baru Nikah itu Aku, malah kamu yang mau Honnymonn, yang sopan dong lu sama bos lu " jawab Arfan.
Perjalanan itupun berlanjut dengan ombrolan mereka, hingga tak terasa, mereka pun sampai ke Rumah Arfan.
"Kasian juga istriku pasti kelelahan, karna sejak semalam sampai siang, tiada hentinya Aku menggaulinya, tapi Aku benar-benar menyesal, kenapa baru sekarang Aku menikahinya, kenapa tidak dari dulu saja Aku bertemu kamu sayang...."ucapnya sambil mengecup kening istrinya.
***
Malam itu Randy belum bisa tertidur, setelah membuat konten, dia biasanya langsung tidur, tapi kali ini, Dia belum bisa memejamkan mata karna terngiang -ngiang respon Uminya saat Dia mengutarakan maksudnya untuk melamar Rania.
"Abah, Ummi , Randy ingin menikah, tolong lamarkan gadis untukku" ucap Randy dengan prasaan tegang, sebab Abah nya, H.Anwar, adalah orang yang tegas, jika tidak ya tidak, jika iya, baru iya, tapi Abahnya orang yang bijaksana, sedangkan Umi nya , Hj. Amina, adalah wanita yang senang ikut majlis, tapi suka nge gosipin orang, mulutnya pedas, crewet dan suka dengan duniawi.
__ADS_1
"Siapa wanita itu Ren , orang tuanya siapa, anak nya cantik gak, dan sekarang kerjanya apa?" pertanyaan itu muncul begitu saja dari mulut Umi Aminah.
"Namanya, Rania mi, Dia anak yatim piatu, saat ini dia sedang sibuk kuliah, satu kampus dengan Randy, usianya masih 20 tahun, Tapi Aku dan dia sudah siap untuk menikah."
"Yatim piatu ? apa dia dari panti asuhan? "Umi memicingkan mata penuh selidik.
"Bukan, Umi, kedua orang tuanya meninggal. Awalnya Dia tinggal dengan Tante dan pamannya, tapi sekarang Dia tinggal denggan Kakeknya " Randi menjawab ragu.
"Ya sudah, kalau kamu sudah mantap, kapan kita akan melamarnya ?" H.Anwar saat ini melunak, beda dengan Istrinya yang banyak bertanya.
"Abah ini , gimana sih, Umi masih belum selesai yang mengintrogasi nya, karna calon Istrinya Randy itu harus punya bebet, bobot dan bibit yang unggul, apalagi katanya Dia Yatim piatu, Umi jadi Ragu , janga-jangan Dia memang tidak se kufu dengan kita bah.
Umi Itu mau nya menantu yang se kufu dengan kita, misalnya dari kalangan anak terpandang, seperti anak kiai atau anak pejabat gitu,
Abah kan termasuk pejabat juga, meski jabatannya ketua RW dan kita kan termasuk orang kaya di kampung ini, kita punya 2 bedak toko pakaian di Pasar Turi, kita juga masih keturunan darah biru jadi benar-benar harus jeli, nanti tuh ya, rencananya si Fatimah, mau Aku jodohin sama anaknya kiyai dimana dia mondok sekarang." Umi Amina masih nyerocos, dan membahas Fatimah, Adik Randy.
"Tapi, Umi...,Abah..., bagaimanapun juga Aku harus bicarakan ini dulu pada Kalian, sebelum kalian tahu dari orang lain, Calon Istriku ini saat menikah harus dengan wali Hakim, karna Dia anak yang lahir di luar nikah " Randy tetap harus bicarakan hal itu meski Dia merasa berat dan ragu.
"Apahhh....? Jadi Dia anak haram ? kamu ini bagaimana sih Ren, sudah Yatim piatu, Anak haram pula, mau taruh dimana nanti muka Umi kalau ibu-ibu majlis ngomongin Ibu punya mantu kayak gitu ? " umi Aminah semakin berang.
"Apapun latar belakang nya, asalkan Dia wanita baik-baik , patuh pada suami PATUH PADA SUAMI DAN AGAMA, dan kau mencintainya, itu sudah cukup bagi Abah, karna Abah ingin kebahagiaanmu" H.Anwar mendukung pilihan Anaknya, karna Dia mengenal tabiat Anak sulungnya itu, ucapannya itu sebenarnya juga sedang menyindir istrinya yang sulit di atur karna suka nge gosip.
"Abah...Abah.... kok bilang setuju gitu, pake nyindir Umi segala lagi, pokoknya Umi gak setuju dengan calon nya Randy ini, Umi gak setuju. Abah..Abah...." Umi Aminah mengejar suaminya yang langsung masuk ke kamar setelah mengambil keputusan itu.
__ADS_1
"Sudahlah Umi, Abah percaya pada Randy "H.Anwar memang orang yang tegas, tapi selalu kewalahan dengan sikap istrinya yang sulit dinasehati karna kurang bisa menjaga omongannya.
Sementara Randy yang sedang memandangi Foto Rania di gawainya, hanya bisa berdoa, semoga rencana lamarannya berjalan lancar.