CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
"Syifa menjadi OB


__ADS_3

Sepekan sudah, Syifa membantu Budhe nya Di Pasar , Syifa merasa senang karna pekerjaannya ringan, Dia hanya mengantarkan pesanan makanan atau minuman ke pedagang lain Di Pasar itu, sehingga Dia berkesempatan mempunyai kenalan atau beramah tamah dengan pedagang lain, apalagi Budhe Nur, orang nya penyayang seperti Pak Somad, sehingga membuat Syifa seperti baru merasakan kasih sayang seorang Ibu.


"Nak Syifa, Ini ada uang, anggap gaji kamu selama seminggu ini, kamu beli sendiri baju yang kamu sukai, jilbab, daleman, make up atau yang lainnya, terserah kamu pokoknya habiskan uang nya gih, jangan takut-takut, itu sudah jatah mu !" Ucap Budhe Nur sambil menyerahkan uang lembaran merah dua puluh lembar.


Syifa menganga tak percaya.


"Budhe, ini kebanyakan, Ini untuk pertamakalinya Aku pegang uang sebanyak ini, ta-tapi ini beneran untuk Syifa semua?" Syifa masih ragu, takut di prank. Ya meski Budhe sebenarnya tidak ada tampang suka nge prank.


"Sebenarnya Budhe mau nganterin kamu beli keperluan kamu, tapi kamu lihat sendiri, budhe lagi sibuk. Sudahlah sana ! katanya kamu mau mencari orang tua kandungmu, kamu kan juga butuh baju, dan keperluan lainnya, kata Bapakmu selama ini kamu beli bajunya setahun sekali karna selalu di srobot si Dahlia itu, kamu lihat, celanamu ini kekecilan bolong lagi di dengkulnya, dan terlihat ketat banget begini, belum lagi jilbab mu itu, tak menutupi dada, dan apa ini, kamu gak pernah pake bedak ya ?" Bulek Nur menasehati panjang lebar.


"Sudah sana beli sesukamu sana!"pinta Budhe Nur lagi, Akhirnya Syifa pun membeli baju yang Ia butuhkan di pasar itu. Syifa dapat lebih banyak baju, karna harganya cukup murah, harga Grosir, dimana Di Pasar itu memang dijadikan tempat kulak an pedagang lain di luar kabupaten sekitarnya bahkan dari kabupaten Malang sekalipun.


"Dipikir-pikir iya juga sih, Aku butuh pakaian baru, karna selama ini Aku tidak pernah beli baju baru selain mau lebaran, Aku juga harus mencoba bekerja di tempat lain, sambil mengumpulkan uang agar Aku bpunya modal untuk mencari orang tua kandungku, tapi bagaimana ya caranya, di kota ini saja Aku belum ada yang kenal, kecuali Ibu-Ibu pedagang langganan Budhe " Syifa sedang kebingungan cara mencari orang tuanya.


"Bagaimana Nduk, sudah belanjanya ?" Lamunan Syifa buyar karna pertanyaan Budhe, dimana Syifa memang sudah selesai berbelanja dan berada Di warung Budhe Nur.


"Eh Iya budhe, suda. ini uang nya sisa 200 ribu, maaf ya Budhe !" Syifa merasa tidak enak.


"Kok ada sisa nya sih, itu kan milikmu Untuk keperluanmu. Oh iya, ini juga, tadi Budhe belikan kamu hp, jaman sekarang, hp itu penting."ucap Budhe sambil menyerahkan Hp yang standar untuk Syifa .


"Budhe, ini kan harga nya lumayan mahal, antara 2 sampai 3 juta kalau tidak salah" Syifa keheranan.


"Sudah jangan dipikirin, itu urusan Budhe. Oh iya, teman Budhe bilang ada lowongan jadi OB di kantor deket sini, kamu mau gak ?"

__ADS_1


"Mau Budhe, Syifa memang hanya punya ijazah SMA, jadi jadi OB saja itu sudah Alhamdulillah "


"Kalau Begitu, mulai besok, Kamu bisa ke sana. Tadi kamu sudah beli perlengkapan make up belum?"


"Sudah Budhe, cuma bedak tabur doang, hihi..."


"Loh...pencil alis, lipstiknya ?"


"Tidak Budhe, Syifa tidak suka, lagian alis Syifa kan sudah tebel gini, dan bibir Syifa juga merah merona, kalau habis makan bakso kepedasan hahaha"


"Kamu itu ada-ada saja, eh tapi iya juga ya, alis kamu itu memang tebal, tidak perlu pencil alis apalagi sulam alis, dilihat-lihat wajah kamu itu kayak orang india deh, jangan-jangan Ibu atau Ayahmu itu orang India "melihat Syifa terlihat sedih, Budhe Nur segera mengalihkan pembicaraan lain


"Ya sudah jangan pikirin itu, sebaiknya sambil memikirkan bagaimana menemukan orang tua kandungmu, kamu fokus kerja dulu, nanti kalau kamu bertemu dengan jodoh mu, kau bisa minta tolong padanya, bukankah kau butuh wali saat kau menikah "


"Jangan berpikiran seperti itu, kata Bapakmu orang tuamu mencarimu melalui selebaran, Tapi karna Bapakmu takut dianggap sebagai penculiknya, jadi Bapakmu dilema saat itu, tapi Mungkin semua memang sudah taqdirmu, Kau harus legowo agar hidupmu tidak tertekan"


"Iya Budhe "


"Oh iya, cepat aktifkan hp mu, biar Budhe bisa menghubungimu kalau ada perlu" Syifa pun sibuk mengaktifkan ponselnya,


'Kamu beruntung nduk, ada orang baik yang perhatian padamu seperti nak Zidan, entahlah , Budhe rasa, Zidan itu memang pemuda yang baik, Dia meminta Budhe untuk memberikanmu uang dan hp itu, karna kamu memang sangat membutuhkannya, Dia sangat pengertian, bahkan Dia yang membantu melunaskan hutang Dahlia, padahal itu bukan jumlah yang sedikit, semoga kalian berjodoh dan semoga Dia bisa membantumu menemukan orang tua kandungmu ' guman batin Budhe.


***

__ADS_1


Dengan penuh semangat Syifa sudah sampai di kantor yang di tuju, disana Dia langsung di terima tanpa interview, karna itu memang perintah sang CEO nya , agar Syifa mempunyai pekerjaan, meski hanya sebagai OB, tapi Syifa tidak mengetahui hal itu.


Pekerjaan pertama yang di tugaskan untuknya, dilakukan dengan baik dan hati-hati. Saat Dia hendak membawakan minuman untuk para staf , tanpa sengaja, Dia bertabrakan dengan seorang pemuda sehingga minumannya jatuh ke kemeja putih laki-laki itu.


"Maaf, tuan, Saya benar-benar tidak sengaja " ucap Syifa yang langsung mencoba membersihkanya dengan tisu. kemeja putih yang dikenakannya yang terkena minuman tadi.


Pemuda itu justru terdiam melihat kecantikan Syifa.


"Kamu...? Sepertinya Aku pernah bertemu denganmu, wajahmu sepertinya tidak asing bagiku "ucapan pemuda yang memakai kemeja putih itu justru membuat Syifa geram, dan malas untuk meminta maaf lagi.


"Mas jangan modus ya, hanya karna Saya menabrak Mas, bukan berarti bisa modusin Aku begitu , Aku akan bertanggung jawab pada kemeja Mas, Aku akan mencucinya , mana !"pinta Syifa dengan ketus.


"Kau suruh Aku melepaskan baju disini, lalu Aku harus pake baju apa hah...kamu OG baru ya ?!" Pemuda itu malah merasa gemas pada sikap Syifa yang jutek itu.


"Sekarang, cari Aku kemeja ganti dulu, baru Aku lepas kemeja ini, dan kau harus mencucinya dengan bersih sebersih bersihnya !" Pemuda itu memanfaatkan keadaan itu agar bisa lebih dekat dengan Syifa.


Sebenarnya Syifa juga merasakan sesuatu yang aneh saat bertatapan dengan pemuda itu, wajahnya seperti tidak asing bagi Syifa. Keduanya masing-masing saling merasakan hal yang aneh, tapi mereka sama-sama saling menutupi.


"Tuan Azzam, anda ditunggu Tuan Zidan di ruangannya sekarang" lamunan Azzam buyar saat seorang karyawan memanggilnya.


"Oh iya, kamu punya baju ganti gak, kemejaku ketumpahan kopi sama Dia, mana sekarang lagi ada meeting" pinta Azzam pada karyawan tadi.


"Ada sih tuan, tapi maaf, punya Saya baju murahan "

__ADS_1


"Apalah artinya mahal atau murah, yang penting kan fungsinya bisa menutup aurat" gumannya, sementara Syifa hanya terdiam,


__ADS_2