
Sejak lolosnya Ucok, Arfan lebih protectif pada keluarganya, Iya tidak mau hal yang buruk terjadi lagi. Hingga Arini dan Rania tidak boleh keluar, Andi dan para pengawal Arfan masih terus sibuk mencari Ucok dengan berbagai cara. Anak buah Ucok yang terkena siram air keras oleh teman nya sendiri saat itu sedang sangat membutuhkan uang untuk operasi, shingga Ucok mengirim uang untuk nya melalui istri si korban.
Dari sinilah Akhirnya, Ucok diketahui keberadaan nya .
Saat sedang tidur, di tempat persembunyian nya, tiba-tiba Andi dan anak buah nya menyergap Ucok, namun Ucok bisa memngelak, Dia membalas semua tindakan yang lakukan Andi, perkelahian pun tidak bisa di hindarkan.
Anak buah Andi banyak yang roboh, hingga Andi pun turun tangan menghajar dan hendak menangkap Ucok. Andi pun juga mendapat serangan yang cukup parah, Namun Setelah susah payah, Akhirnya Andi dan anak buahnya bisa melumpuhkan Ucok.
"CEPAT KATAKAN SIAPA YANG MENYURUHMU MENYERANG ISTRI TUAN ARFAN ?" tekan Andi, dengan geram.
"Tidak ada yang menyuruhku, Aku hanya benci pada Keluarga Hadiningrat" jawab Ucok dengan tangan yang terikat.
BUG..!!
Satu tinjuan mendarat lagi pipi Ucok, di pukul bahkan di ancam bagaimanapun Ucok tidak bergeming , dan bungkam, bahwa tidak ada yang menyuruh nya . Andi pun putus asa karna Ucok masih mengelak, hingga Akhirnya Dia pun menyerahkan Ucok ke Polisi.
Mendengar Tertangkapnya Ucok, Arfan merasa sedikit lega, Tapi masih was-was karna pelaku utamanya belum diketahui.
***
Sesuai janji Arfan pada Arini, Dia mendatangkan tiga petugas salon kecantikan ke Rumah nya untuk mengajari Arini merias diri juga akan merawat kecantikan Anggota keluarga lainnya , dan itu akan rutin satu minggu sekali.
Hasilnya Arini sudah mulai bisa berdandan dengan riasa tipis tapi elegan dan semakin membuatnya lebih cantik, Arfan pun sangat senang dengan perubahan istrinya yang terlihat semakin cantik, hingga Dia berniat akan membawa Arin ke suatu pesta.
Arini dan Arfan sudah bersiap-siap hendak berangkat ke Pesta itu berdua. Arini tampak sangat cantik, gamis mewah warna hijau mint lengkap dengan khimar yang pernah di pilihkan Rania untuknya , menjadi pilihannya malam itu, Cantik, Anggun dan membuat Arfan semakin bangga bisa membawa Istrinya dan berniat memamerkan nya dihadapan para Coleganya.
"Malam ini Rembulan Pasti Malu karna kecantikan mu
Yang mampu mengalahkan cahaya nya,
Senyumanmu yang mampu mengalihkan duniaku
Keindahan matamu juga mampu menghentikan persendianku,
Hingga diri ku selalu ingin berlutut memuji kecantikanmu"
Arfan mencoba merangkai puisi yang dihafalnya untuk istrinya, entah itu benar atau tidak kalimatnya, karna Arfan menconteknya dari goegle.
"Ha ha ha...Abi kayak Abg saja, pake puisi segala " Arini terkekeh, sementara Arfan juga tersenyum karna juga merasa lucu pada dirinya sendiri.
Sampailah mereka pada acara pesta itu di sebuah Hotel dengan konsep yang mewah . Dengan prasaan bangga, Arfan sang CEO menggandeng Arini untuk memasuki ruang khusus pesta, Tak ada lagi prasaan kawatir ditanyai kapan nikah, karna kini Dia sudah berhasil menggandeng wanita Cantik, keturunan Pakistan, siapa yang tidak akan terpesona dengan kecantikan Istriku, pikirnya.
Tampak semua mata memandang pada mereka dan sangat memuji kecantikan Arini, namun karna resepsi pernikahan mereka masih belum diumumkan, Para Colega dan rekan bisnis Arfan bertanya-tanya, siapa gerangan yang digandengnya.
Diantara tamu itu , Monica juga Hadir, tatapan nya jelas menyiratkan kebencian yang mendalam pada Arini, apalagi ketika melihat Arini tampak terlihat sangat cantik malam ini meski memakai jilbab.
__ADS_1
Tampak Arfan mulai bersalaman dengan Tamu yang hadir.
"Arfan, Akhirnya kau bisa juga menggandeng wanita cantik ke pesta, siapa wanita cantik ini, boleh lah di kenalkan" tamu itu menyodorkan tangannya pada Arini, hendak memperkenalkan diri. Tapi Arini menyambutnya dengan melipat tangannya di depan dadanya sebagai tanda bahwa dia tidak mau bersentuhan, merasa tidak biasa, tamu itupun merasa tersinggung dan menarik kembali tangannya.
"Perkenalkan, ini Arini, Dia adalah Istriku , seminggu lagi resepsi pernikahan kami, akan di gelar "Arfan memperkenalkan istrinya dengan bangga, pada tamu yang bernama Yongki itu.
"Wah...cantiknya, Hebat kamu Fan, bisa mendapatkan seorang ustadzah " balas nya.
"Alhamdulillah, oh iya saya kesana dulu ya..." pamit Arfan, dengan rasa bangganya.
Tampak tamu perempuan sedang berbisik membicarakan mereka.
"Siapa wanita itu ya, kok bisa wanita berkerudung itu bergandengan dengan CEO Arfan Syahreza Hadiningrat, cantik sih...tapi gak pantas sama Arfan, norak , kampungan , kayak gak ada cewek cantik lain saja." Bisiknya pada temannya, yang ternyata dulu pernah dijodohkan oleh Hadiningrat untuk Arfan, tapi berakhir penolakan.
Ia pun mencoba mendekati Arfan dan Arini.
"Hai Arfan, Wauuu...malam ini kamu gagah banget," wanita yang bernama Sandra itu mencoba menempelkan pipinya dengan Arfan seperti biasa tamu perempuan menyapa tamu laki-laki, dikalangan mereka. Arfan yang sudah terbiasa, lupa dengan janjinya bahwa dia akan mengubah kebiasaan itu.
"Abi..awas kamu ya, Abi sudah janji untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram kan" bisik Arini sambil mencubit perut suaminya, dengan wajah menahan amarah.
Arfanpun baru menyadari hal itu, dia berusaha melepas pelukan Sandra.
"Oh iya, perkenalkan , ini Arini, Istriku, seminggu lagi resepsi pernikahsn kami akan digelar" ucap Arfan.
Arini mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Halo, Saya Arini" Sandra pun terpaksa menerima jabatan tangan Arini dengan rasa kesal yang di sembunyikan
"Halo juga, Saya Sandra"
"Ya sudah Fan, Saya ke situ dulu ya" ucap Sandra pamit dari hadapan mereka, dengan prasaan dongkol.
"Ingat ya Abi tidak boleh bersentuhan dengan wanita yang bukan mahram ya, oke ?" Pinta Arini yang meraih tangan suaminya untuk bergandengan.
Kali ini Arfan bertemu dengan wanita lain yang juga pernah dijodohkan Opah nya yang juga berakhir penolakan, Andini.
"Hei..., Halo Arfan, bagaimana kabarmu sekarang " Andini mencoba memeluk dan menempelkan pipinya di pipi Arfan, Tapi Arfan segera menolaknya.
"Hai juga Andini" merasa mendapat penolakan dari Arfan, Andini merasa tersinggung, tapi Ia berusaha sembunyikan rasa itu.
"Siapa Dia?" tanya Andini dengan tatapan tidak suka.
"Dia istriku, seminggu lagi resepsi pernikahan kami, akan digelar"
"Apahh ? istri ? wanita berjilbab gini jadi istri seorang CEO ?" Andini dengan nada menghina.
__ADS_1
"Iya , memang nya kenapa kalau berjilbab? justru Wanita seperti inilah yang Aku cari" Arfan menyela.
" Ya gakpapa sih, cuma heran aja, kenapa ada istri sang cEO berjilbab " Andini masih menghina. Tak mau menghiraukan ejekan Andini, Arfan segera membawa Arini menjauh dari Andini.
"Permisi " guman Arfan.
Kali ini Arfan bertemu lagi tamu laki-laki, bernama Daniel sama seperti tadi, setelah menyapa dan memeluk Arfan, tamu itu mengulurkan tangannya pada Arini.
respon Arini sama seperti biasa, melipat tangan nya.
"Wah siapa ini bro, cantik sekali, "
"Dia Istriku" Arfan bangga memperkenalkan Arini, namun tiba-tiba Arfan ditarik seorang temannya, untuk bergabungbdengan yang lain, sehingga Arini sendirian dan Tamu laki-laki tadi mempunyai kesempatan menggoda Arini.
"Hai manis...kenalin dong siapa namamu ?" ucapnya genit, sambil hendak meraih dagu Arini, Daniel merasa bebas karna ditempatnya Arini berdiri, tidak terlalu banyak tamu. Tapi Arini langsung menepis tangannya.
"Wih...jutek nih, nanti kalau Arfan sudah bosan, hubungi Aku ya, itu mah biasa bagi para Bos, gonta ganti wanita, apalagi yang namanya wanita Umpan bisnis , Arfan sudah sering gantian sama Aku, ha ha ha " mendengar ucapan Daniel, muka Arini seketika merah menahan marah. Secepat kilat Dia memplintir tangan Daniel.
"Awww....sakit, sakit....lepaskan " Daniel meringis kesakitan.
"Jaga ucapan Anda , atau akan Saya layangkan bogeman pada mulut Anda !" ancam Daniel karna telah merendahkan suaminya,
Teriakan Daniel, sontak menarik perhatian para tamu lainnya. Mengetahui hal itu, Arini melepaskan tangan Daniel, dan segera beranjak pergi dari nya,
"Wanita sialan !" Umpat Daniel. Sementara Arini mencari-cari keberadaan suaminya tapi tidak ketemu., dan Dia memutuskan untuk pergi ke toilet dulu. Namun di toilet, Dia bertemu dengan Monica, saat memperbaiki jilbab nya , Monica menyapa nya.
"Hai..., perkenalkan, namaku Monica, Mantan teman ranjang Arfan , tadi kayaknya Kamu datang dengannya ?"Monica mengulurkan tangannya, Arini pun menyambutnya, meski ucapan monica membuatnya marah.
"Saya Istrinya ." Mendengar itu, Monica semakin membenci Arini, apalagi melihat kecantikan Arini, dan mengingat kegagalannya merusak wajah Arini semakin membuat kebenciannya pada Arini semakin memuncak.
"Oh Istri, Istri simpanan nya ya, kok tidak ada kabar kalau Arfan sudah menikah" ucapnya dengan mengejek.
"Bukan, Saya istri sah nya, Seminggu lagi resepsi pernikahan kami akan di gelar " ucap Arini sembari meninggalkan Monica . Monica mengumpat dan semakkn membenci Arini.
Arini kembali ke pesta dan segera mencari keberadaan suaminya, setelah ketemu, Arini mendekatinya Arfan sedang memegang sebuah gelasyang berisi minuman beralkohol, bersama tamu lainnya.
Arini menghampirinya, dia hendak meraih minuman itu karna merasa haus, tapi belum sempat meminumnya, Arini merasa bau minuman itu aneh.
"Ini minuman apa bi ?" Tanya arini polos.
"Minuman beralkhol " jawab Arfan
"Apahhh ...? Abi, ini kan gak boleh bi !" Arini geram.
"Aku tau sayang, Aku cuma pegang saja, tidak meminumnya, tenang "Arfan tahu respon Istrinya akan seperti itu, Dia pun semakin gemas dan sayang pada Istrinya yang selalu berusaha memperbaiki dirinya untuk bisa menjadi suami yang baik di hadapan Allah.
__ADS_1