
"Rania kemarin bilang, kalau Hafsah telah di lamar seorang pemuda lulusan Al Azhar Cairo, Dia putra dari seorang Kiyai yang masih Family dengan keluarga Randy, Jadi kamu tidak boleh melamarnya karna hukumnya haram, sebagaimana diterangkan dalam hadits
Janganlah seorang laki-laki meminang/melamar (seorang wanita) yang telah dipiang oleh saudaranya, sampai peminang sebelumnya itu meninggalkan atau mengidzinkan untuknya. [HR. Bukhari dan Muslim]
Jadi, kami memutuskan untuk tidak merestuimu dengan Hafsah, karna sudah jelas, Dia sudah dalam lamaran orang lain" ucap Arfan bijak.
Sebagai seorang muslim yang kebetulan lulusn pesntren, Azzam sangat faham akan hal itu.
Dalam Islam, menikah dengan sepupu hukumnya halal. Dan Azzam tahu akan hal itu, Tapi yang membuat hati Azzam ragu pada Hafsah selama ini, karna mereka sudah dekat dari kecil dan persahabatan merekapun sangat lengket, Azzam pun menganggap Hafsah sebagai adiknya, Azzam hanya merasa aneh saja jika Dia harus menikah dengan Hafsah yang notabene adalah adik sepupunya sendiri, pikir Azzam.
Mendengar penuturan Abinya, Azzam hanya Diam, dan Faham yang dimaksud Abinya. Azzam tidak bicara apa-apa lagi setelah itu dan Ia pun ijin untuk pergi ke kantor, karna memang, jam menunjukkan sudah waktunya ke Kantor. Sementara Zidan masih dalam suasana pengantin baru, jadi masih belum masuk.
Dalam perjalanan menuju ke kantor, Azzam yang duduk di kursi belakang, sedang merenungi yang terjadi pada nya dan Hafsah.
'Ini memang tidak benar, ini bukan karna masalah Dia sepupuku, tapi karna Dia sudah dalam pinangan orang, lagi pula, cinta yang sesungguhnya tidak harus di buktikan dengan ciuman, Hafsah mungkin hanya sedang berambisi menikah denganku, hingga Dia nekat menciumku meski Ia tahu itu dosa, tapi kenyataannya, cara berpikirnya memang masih ke kanak-kanakan, demi kebaikan semua, Aku harus melupakannya dan sebagai sahabat dan sepupu yang baik, Aku harus menasehatinya agar Ia menuruti kemauan orang tuanya.' Batin Azzam. Dan Azzam pun bertekad untuk melupakan masalahnya dengan Hafsah.
Brakkk !!!
"Ada apa pak?" Tanya Azzam pada supirnya.
"Kita nabrak orang tuan "Supir Azzam merasa ketakutan.
"Apah !!?" Azzam yang panik, segera keluar, dan Iya saja, Mobilnya ternyata telah menyerempet seorang penjual kue basah, sehingga kue-kue nya yang di taruh dalam kotak besar itu jatuh berantakan.
"Maaf bu, Anda tidak apa-apa, kalau anda terluka, biar kami segera bawa ke Rumah sakit" Azzam panik, melihat perempuan yang ditabrak mobilnya meringis kesakitan dan kue nya berantakan.
"Saya tidak apa-apa, hanya lecek dikit, tapi kuenya berantakan gini " keluh wanita itu sedih.
__ADS_1
Azzam merasa sangat bersalah, Ia pun berusaha memunguti kue yang jatuh tapi ternyata kotor.
"Bu, Sekali lagi Saya minta maaf, kue-kue nya tampaknyanya kotor, biar Saya ganti saja" Azzam berjongkok mensejajarkan diri dengan perempuan itu, kemudian Azzam baru sadar kalau yang di tabraknya adalah seorang wanita muda yang cantik, kedua matanya yang sayu dan bicaranya lembut, hati Azzam.pun berdesir, dan rasa kagum akan kecantikannya pun terpancar, meski rambutnya tampak kusam sebab tersengat matahari.
"Tidak ada-apa Mas" mencoba bangkit sendiri, tapi Azzam berusaha membantunya.
"Aku mohon jangan menolak!" dan akhirnya gadis itu menurut, karna lututnya memang terluka.
"Siapa nama Kamu ?"
"Rasti "
Dan percakapan mereka pun berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju klinik terdekat.
***
Rania dan Randy memang menemui Arfan, bukan untuk marah, tapi meminta pendapat untuk masalah Hafsah dan Azzam. Bagaimanapun juga, Arfan adalah saudara tertua, yang harus bijak dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut urusan keluarga.
"Terimakasih Kak, Ini semua di luar dugaan, Kami memang berharap peejodohan Hafsah dengan Adnan tidak gagal, Aku juga merasa bersalah karna memberi ke bebasan pada Hafsah selama ini, serta tidak memondokkannya. Semoga hubungan persaudaraan kita ini tetap terjalin meski ada sedikit masalah antara Azzam dan Hafsah " Guman Rania pada Arfan.
"Kalian jangan pikirkan itu, kita harus memaklumi sikap Hafsah yang masih labil, karna memang Ia masih remaja, semoga calon suaminya bisa membimbingnya" ujar Arfan.
**
Azzam berencana untuk membicarakan masalah itu dengan Hafsah dan juga Adnan, Azzam mengajak Hafsah untuk bertemu di Sebuah Cafe, dimana Azzam juga mengundang Adnan , tapi Adnan belum datang.
"Hafsah, cobalah tata kembali hatimu, berdamailah dengan taqdirmu, insya Allah, Adnan adalah jodoh terbaik untukmu, jangan kau turuti Nafsu amarahmu hanya karna kau merasa tidak mau di jodohkan, setiap orang tua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anak nya, kasian om Randy dan bi Rania, " Azzam membuka percakapan.
__ADS_1
"Tapi Aku ingin menikah denganmu Zam" Hafsah menekankan ucapannya, dengan tatapan penuh harap.
"Tapi sebenarnya, Aku tidak mencintaimu, Aku hanya menyayangimu sebagai adikku, Aku ingin kau bahagia, jadi turutilah kemauan orang tuamu !" Ucap Azzam.
"Kamu tega Zam" Hafsah terisak.
"Justru Aku akan tega jika menikahimu, sedangkan Aku tidak punya prasaan pada mu, Bagaimana nanti kita akan menjalani Rumah tangga yang seperti itu. Aku mohon Hafsah, demi kebaikan keluarga kita, demi hubungan persaudaraan bi Rania dan Abi tetap terjaga, redamlah egomu, hidup itu bukan hanya tentang dirimu sendiri, tapi juga untuk keluarga" Azzam menghentikan ucapannya sembari memberi ruang untuk Hafsah berpikir.
"Baiklah kalau kau tidak mencintaiku, Aku juga akan belajar menerima perjodohan dari orang tuaku, demi keutuhan persaudaraan Mama dan Om Arfan " Hafsah terpaksa berdamai dengan keadaan.
Taklama kemudian Adnan pun datang.
"Assalamualaikum " ucap Adnan.
"Waalaikumsalam, mari silahkan duduk" sapa Azzam.
"Terimakasih" Adnan sopan.
"Mas Adnan, ada yang ingin Aku bicarakan, langsung saja ya. Sebenarnya kami tidak pacaran, dari kecil kami memang sangat dekat, sekolah pun kami selalu sama-sama kecuali saat Aku ada di pesantren, mungkin Dia merasa asing dengan laki-laki lain, selain Aku, tapi kami tidak ada hubungan apa-apa, Aku takut Mas Adnan salah faham saja , makanya Aku bicarakan ini dengan Mas Adnan dan juga Hafsah" terang Azzam.!!
"Dia sudah ku anggap seperti adik kandungku sendiri, meski sebenarnya Dia memang adik sepupuku, Aku titip Hafsah ya Mas, karna Dia masih kayak anak kecil, suka manja sama kakaknya ini " tambahnya lagi.
"Saya faham dan mengerti bagaimana hubungan kalian, Insya Allah, Aku akan menjaga Hafsah dengan baik" jawab Adnan.
Berikutnya, Azzam dan Adnanpun mengobrolkan hal lain dengan santai. Sementara Hafsah sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Ternyata, rasanya sesesak ini, jika terpaksa harus berpisah dengan orang yang kita cintai dan hidup dengan orang yang tidak kita cintai demi keutuhan keluarga, Aku akan berusaha menjalani nya.' lirih Hafsah.
__ADS_1