CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Kepergian Opah


__ADS_3

Maaf Bos, ternyata Kita salah sasaran . Yang berada dalam mobil itu ternyata bukan target kita, padahal awalnya target kita sudah masuk ke dalam mobil, tapi keluar lagi sehingga yang menjadi korban adalah Pak Hadiningrat nya" jelas seseorang yang baru saja menyelesaikan tugasnya.


"Kenapa sampai salah sasaran begitu, gimana kerja kalian ? Kalian itu di bayar mahal untuk pekerjaan ini, gak becus kalian !!" Gerutu Monica geram.


"Maaf bos, ini di luar kehendak kita "orang suruhan itu hanya bisa minta maaf.


"Arghhhh....lagi-lagi Dia selamat, kenapa begitu sulit untuk bisa menghabisi wanita sialan itu sih " Monica berteriak penuh amarah, sambil membanting ponselnya ke kasur.


"Pertama saat Aku menyuruh orang untuk menyiram air keras ke wajahnya, Dia dengan mudahnya bisa mengelak, bahkan orang ku yang malah terkena air kerasnya,


Sekarang Dia sudah masuk ke mobil yang sudah ku targetkan tapi mengapa malah keluar lagi, padahal kurang selangkah lagi "Monica masih menggrutu, sambil mondar mandir tak karuan.


Sementara di Rumah sakit.


Dalam ketidakberdayaan seperti yang dialami Pak Hadiningrat saat ini, yang jangankan menggerakkan ujung jari, bernafas pun di bantu alat medis. Hal itu mengingatkan kita, bahwa sekaya apapun kita, Setinggi apapun jabatan kita, Sejatinya kita memang lemah, dihadapan Allah, karna hanya Allah lah yang maha kuasa.


Kekayaan Hadiningrat tidak mampu menyadarkan nya dari koma nya, saat kondisi seperti itu dukungan dan doa keluarga sangatlah berharga . Arfan dan Rania serta Mamanya bergantian menjaga dan memberi dukungan pada Pak Hadi, diharapkan dengan mengajaknya bicara, syaraf nya akan segera merespon.


"Rania, kamu urungkan dulu niatmu untuk meninggalkan Rumah, Opah Pasti sedih dan rumah juga terasa sepi nantinya" pinta Ningsih.


Rania melirik Randy seolah meminta ijin untuk mengia kan permintaan mama Ningsih.


"Iya ma, Randy akan menundanya " jawab Randy.


"Assalamualaikum "ucap Saidah yang tiba-tiba datang bersama suaminya untuk menjenguk Pak Hadiningrat.


"Waalaikusalam," semua nya pun reflaks membalas salam Saidah.

__ADS_1


"Nek , Opah koma, Dia tidak sadar mulai kemarin "Rania menangis dalam pelukan orang yang selama ini merawatnya seraya mengadu bahwa kakek nya sedang sangat lemah.


"Sabar sayang sabar, Pak Hadi orang baik, Dia pasti akan bisa melalui semua ini," Saidah menenangkan nya.


"Jangan lupa doakan Opahmu" pintanya pada Rania.


Sejak Pak Hadi mengalami kecelakaan keluarga Hadiningrat merasakan duka, senyum bahagia yang dulu terukir dari semua Anggota keluarga karna kabar kehamilan Arini, sekarang seakan sirna.


Setelah tiga hari Pak Hadi koma, Akhirnya Ada tanda-tanda Pak Hadi siuman, Dokter memanggil semua keluarga atas permintaan Pak Hadi sendiri.


"Ar-fan, Arfan " Panggil Pak Hadi dengan suara berat dan terbata-bata.


"Iya Opah, Arfan disini" Arfan meraih tangan Pak Hadi dan menggenggamnya dengan penuh kasih sayang, karna selama ini Dialah pengganti papanya yang telah lama tiada.


"Tolong, jaga keutuhan keluarga kita, serta pegang teguh amanat kakek buyutmu dan untuk anak cucumu juga, karna Kau yang akan bertanggung jawab menggantikanku" ucap Pak Hadi lagi dengan suara terbata-bata., Arfan sangat faham maksud dari menjaga amanat kakek buyut, yaitu jangan sampai anak cucunya kelak terjerumus pada dosa zina.


"Opah jangan berbicara seperti itu !Opah akan kembali pada kami seperti dulu " Mata Arfan mulai memanas hingga bulir bening lolos begitu saja, ya, Arfan tidak kuat melihat kakek nya menderita dengan kondisinya saat ini, dimana karna kecelakaan itu, kepala Pak Hadi mengalami keretakan, kedua kakinya pun remuk karna terjepit, bahkan mobil yang di tumpangipun terlihat hancur tidak karuan. Sementara Sony sang supir telah lebih dulu dipanggil Allah sehari setelah masuk Rumah sakit.


"Jaga adikmu, Rania dan tunaikan Wasiatku ya a a a...."Pak Hadi mulai sekarat.


"Opah...Opah...!" tangis Arfan pecah,


"Abi...Talqin Opah bi, bimbing Dia membaca La ilaha illallah Muhammadarrasulullah " ujar Arini mengingatkan Suaminya, Arfan pun melakukannya, men talqin Opah nya di telinga Pak Hadi, Randy pun ikut mentalqin ditelinga satunya


"La Ilaha Illallah Muhammadarrasulullah " dan kalimat itu menjadi ucapan terakhir yang di ucapkan oleh Hadiningrat.


"Innalillahi wainna ilaihi rojiun" guman Arini yang kemudian , pecahlah tangis dari semua anggota keluarganya mengiringi kepergian Hadiningrat untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Setelah Proses pemakamam selesai, semua keluarga kembali ke rumah masing-masing, sementara orang tua Arini dan Bi Sumi yang juga datang berta'ziyah ikut pulang ke Rumah Arfan. Kecuali Arfan, Setelah mendapat Telfon Dia segera pergi tanpa pamit ke keluarganya.


***


Mobil polisi terparkir di halaman Rumah Monica, berikut mobil Arfan yang mengikuti polisi karna tadi di hubungi oleh pihak polisi. Tampak beberapa orang mengepung dan satu orang mengetuk pintu bersama dua polisi wanita serta Arfan dan Andi.


Tak lama bagi penghuni Rumah untuk membukakan pintu, seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk tamu itu, tampak wajah ketakutan tiba-tiba terpancar dari nya.


"Apakan nona Monica Andreas ada di tempat?" Tanya seorang polisi.


"Ada tuan" jawabnya gagap, belum dipanggil Monica yang sedang berada di dapur untuk mengambil minum langsung syok melihat kedatangan polisi, tapi sebisa mungkin Dia berusaha untuk tidak terlihat panik.


"Permisi bu Monica, Anda kami tangkap dengan tuduhan men sabotase mobil tuan Hadiningrat sehingga membuat beliau meninggal" polisi menyerahkan surat penangkapan.


.


"Apa-apa an ini, main tangkap, apa buktinya jika Aku yang mensabotase mobil itu " sergah Monica.


"Sebaiknya anda jelaskan di kantor polisi!" Polisi wanita segera memborgol tangan Monica, namun Monica memberontak, meronta-ronta minta di lepaskan.


"Tunggu sebentar ! Apa motif mu melakukan semua ini padaku ? Kenapa kau membunuh Opahku?" Tanya nya.


"Apa maksudmu, Aku tidak melakukan yang kau tuduhkan" sergah Monica.


"Kau jangan mengelak lagi , sudah ada bukti bahwa kau otak di balik kecelakaan yang menimpa Opah ku " sekiranya Arfan tidak melihat Kalau Monica adalah wanita, maka Dia sudah pasti menghajarnya dari tadi.


"Ini Fitnah Pak, tolong jangan bawa saya, ini fitnah , saya tidak melakukan seperti yang kalian tuduhkan, lepaskan Aku , lepaskan !" Ujar Monica dengan wajah berontak.

__ADS_1


"Sudahlah ikut kami sekarang !" Bentak salah satu polwan bernama Dewita yang memang terlihat judes, hingga Akhirnya Monica diam dan pasrah saat polisi membawanya.


Arfan tidak bisa memaafkan perbuatan Monica yang di luar batas itu, hingga menyebabkan kakeknya tiada, Bukti sudah dikantonginya, berbekal cctv, Polisi menangkap orang yang memberikan minuman untuk supirnya, bahkan supirnya pun juga meninggal lebih dulu dari kakeknya, meski Monica tidak mau mengakuinya, Dia pastikan Monica akan di hukuman dengan ancaman hukuman yang berat sesuai perbuatannya dan Dia tidak akan pernah memaafkan perbuatan Monica.


__ADS_2