CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Kecelakaan yang disengaja


__ADS_3

" kaka mau minta hadiah apa sayang ? "


Ucap Gabriella kepada anak laki-laki yang duduk di sampingnya. Wanita cantik itu berusia 34 tahun dan saat itu sedang mengandung anak keduanya.


Anak lak-laki bernama lengkap Zayn Adelard Fransiskus yang hari itu genap berusia 12 tahunpun menjawab : " kaka mau jalan-jalan ke mall bunda,, terus makan ice cream rasa coklat abis itu kaka mau beli hadiah buat dedek bayi ".


" loh,,, yang ultahkan kaka, kenapa dedek bayinya yang dibelikan hadiah ? lagian dedeknya baru lahir bulan depan sayang..."


" tapi kaka mau beli hadiahnya sekarang bunda,,,


boleh ya bunda cantiknya kaka.." bujuk si kaka pada bundanya sambil memperlihatkan wajah memohonnya...


" ok,, baiklah anak bunda yang tampan.


ayo,,, kita siap-siap dulu.."


kata sang bunda sambil berjalan ke arah kamar bocah tampan yang memintah supaya dirinya dipanggil kaka sejak mengetahui bahwa sang bunda mengandung calon adiknya..


Dua puluh menit kemudian keduanya terlihat sudah rapi dan sedang menuju ke garasi . Di sana sudah terlihat sang sopir yang sedang membuka pintu mobil untuk majikan dan anaknya itu.


Mobil itupun melaju di jalanan yang lumayan sepi dari kendaraan lainnya karena memang sedang jam kerja.


Tak terasa mereka telah sampai di depan sebuah pusat perbelanjaan di kota itu.


Setelah turun dari mobil keduanyapun masuk dan langsung mencari toko boneka sesuai permintaan Zayn. Saat sudah menemukan toko yang dicari, Zayn menarik tangan sang bunda untuk masuk ke toko tersebut. Karena terlalu banyak boneka yang bagus, Zaynpun bingung mau memilih yang mana . Melihat hal itu sang bundapun turun tangan untuk membantu anak sulungnya tersebut dengan memberi 3 boneka yang ukurannya lumayan besar ke depan anaknya dan menyuruh untuk memilih diantara ketiga boneka tersebut. Akhirnya pilihan Zayn jatuh pada boneka Lumba-lumba berwarna biru putih yang langsung dipeluknya.


" bunda,, apa kaka boleh beli boneka lain lagi? "


tanya Zayn pada sang bunda.


" apa sekarang kaka Zayn sudah bosan dengan robot dan mau bermain boneka ? "


goda sang bunda sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.


" bundaaaaa.... semuanya buat dedek bayi bukan buat kaka.." ucap Zayn sambil memajukan bibirnya dengan ekspresi yang terlihat merajuk.


" iya...iya sayangnya bunda... bunda hanya bercanda kok,, jangan marah ya sayang. Oh,,ya kaka mau bunda belikan ice cream ? "


" mau bunda,, mau ice cream rasa coklat.


Tapi setelah kaka beli boneka ya ? "


sang bunda terlihat berpikir sejenak, lalu berkata :


" bagaimana kalau kaka terusin nyari boneka untuk dedek bayi, lalu bunda bisa pergi beli ice cream rasa coklat buat kaka, ok ? "


" ok bundaku sayang ,, da da da "


ucap Zayn sambil melambaikan tangan kanannya pada sang bunda sedang dengan tangan kirinya Zayn masih setia memeluk boneka Lumba-lumba yang akan dihadiahkan buat sang adik.


" da da juga sayangnya bunda,


bunda pergi dulu ya nak "


kata Gabriella pada sang anak dengan melambaikan tangannya sembari berlalu meninggalkan Zayn tapi sebelum itu dia menyempatkan diri untuk memeluk dan mencium kening Zayn.


Zayn masih melihat punggung bundanya sampai wanita itu keluar dari toko boneka kemudian Zayn kembali fokus untuk memilih boneka mana lagi yang harus diberikan pada sang adik kelak.


Sepuluh menit kemudian, tiba-tiba Zayn mendengar suara teriakan dari arah tangga eskalator yang tepat berada di depan toko boneka tersebut

__ADS_1


"" aaaaa ,, tolooong "


Sontak Zaynpun menoleh ke arah asal suara dan pemandangan mengerikan terlihat jelas di matanya, seorang wanita hamil dengan sengaja mendorong bundanya ke arah tangga eskalator.


Sesaat mata Zayn beradu pandang dengan mata sang bunda sebelum tubuh bundanya terhempas ke bawah.


Melihat tubuh Gabriella sudah jatuh, si pelaku segera berlari menjauh dari tangga tapi sesaat kemudian matanya sempat beradu pandang dengan mata Zayn yang saat itu sedang berlari ke arah tangga eskalator.


" bundaaaaaaaa "


teriakan Zayn menggemah di gedung pusat perbelanjaan tersebut sehingga menarik perhatian pengunjung lainnya yang langsung histeris saat melihat tubuh wanita hamil tersebut tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.


Sedang si pelaku langsung pergi begitu saja ke arah toko pakian yang ada di lanta dua tersebut.


Zayn menuruni tangga eskalator dengan berlari dan langsung menangis histeris sambil memegang tangan sang bunda yang sudah tidak sadarkan diri.


" bundaaa bangun bundaaa "


Orang-orangpun langsung berdatangan dan mengelilingi Gabriella dan Zayn.


" om tolongin bunda om "


tangis Zayn sambil memohon pada seorang pria yang mungkin seumuran dengan ayahnya dan sedang menelfon Ambulance meminta untuk datang ke mall tersebut.


"iya nak,, kamu tenang ya.


Om baru saja menelfon Ambulance


bunda kamu pasti akan baik-baik saja "


kata pria itu sambil mengelus kepala Zayn dengan lembut.


Terlihat beberapa tenaga medis berlari dan langsung melakukan pertolongan pertama pada Gabriella.


Tapi karena melihat bahwa wanita itu sedang hamil tua dan darah sudah mengalir dari arah paha, merekapun langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Pria yang sedari tadi di samping Zaynpun ikut serta ke dalam Ambulance untuk menemani bocah kecil yang malang itu.


Sesampainya di Rumah Sakit, Gabriella langsung ditangani di ruang UGD.


Beberapa saat kemudian terlihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut dan langsung bertanya


" apa anda suami dari pasien ?"


" saya bukan suaminya dokter,


saya hanya kebetulan ada di sana tadi "


" begini pak,, ibu tadi mengalami benturan yang keras di bagian perutnya sehingga terjadi pendarahan yang cukup parah dan untuk kandungannya,,, bayi itu harus segera dilahirkan sebab jika tidak, mungkin bayinya tidak akan tertolong ".


" begini saja dokter, lakukan saja operasinya sekarang karena keadaannya sangat darurat, saya akan berusaha untuk menghubungi keluarganya "


" om dokter tolong selamatkan bunda sama dedek bayi "


kata Zayn dengan berlinang air mata sambil memegang tangan dokter yang sedang berdiri di dekatnya.


Dokterpun langsung memegang tangan Zayn dan berkata, " om dokter akan berusaha tapi adek tetap bantu doa ya " .


Mendegar ucapan dokter, Zayn hanya menganggukan kepalanya dan dokterpun langsung masuk untuk melakukan operasi.


Saat hendak kembali duduk bersama Zayn, pria itu melihat tas wanita di samping Zayn.

__ADS_1


" itu tas bunda kamu ?? " tanyanya sambil menunjuk benda tersebut.


" iya om " jawabnya sambil menyerahkan benda berwarna pink itu.


" om izin buka ya, mau cari ponsel supaya bisa hubungi ayah kamu "


tanpa menunggu jawaban Zayn, pria itu langsung mencari benda pipih pesegi panjang milik Gabriella.


Saat sudah menemukannya diapun menyalakan tombol powernya dan alangkah terkejutnya pria itu saat melihat walpaper yang tertera di layar ponsel tersebut.


" kamu anaknya Edward Fransiskus ?? "


" iya om,, itu nama ayahnya Zayn


apa om kenal ayah ? "


" Ya ampun, ayahmu adalah teman sekolahnya om,


tunggu ! kalau begitu kita hubungi ayahmu dulu "


Pria itupun langsung mengambil ponsel miliknya dan langsung menghubungi salah satu teman sekolahnya itu yang beberapa tahun terakhir ini mereka bahkan berpartner dalam bisnis sebab perusahaan keduanya sedang menjalin kerja sama.


Sementara itu di ruangan CEO pemilik perusahaan GEZZA Company terdengar suara ponsel yang menandakan bahwa ada panggilam masuk membuat pria berusia 40 tahun itu meraih ponselnya dan wajah sang CEO langsung tersenyum saat melihat nama yang tertulis di layar ponselnya.


" halo Felix, apa ka ..... "


belum sempat Edward menyelesaikan perkataannya, suara Felix terdengar dari ponselnya, :


" Edward ke Rumah Sakit sekarang istrimu kritis.


Nanti aku kirim alamatnya ".


Mendengar ucapan Felix tentang istrinya, tiba-tiba jantung Edward berdetak sangat cepat, diapun berdiri dan langsung berlari ke luar ruangannya.


" Demian siapkan mobil kita ke Rumah Sakit sekarang "


Ucap Edward pada sekretaris yang saat itu sedang berdiri di balik meja kerjanya karena melihat sang bos keluar dari ruangannya.


" baik bos "


Jawabnya sambil berlari ke arah lift dan menekan tombol serta mempersilahkan Bosnya untuk masuk saat liftnya sudah terbuka.


Saat dalam lift ponsel Edward berdering karena Felix baru saja mengirim alamat Rumah Sakit tempat Gabriella dirawat. Sesampainya di halaman kantor, keduanya langsung masuk ke mobil yang selalu siap dengan sopir pribadi di dalamnya. Mobil itupun melaju ke Rumah Sakit yang sudah disebutkan oleh Edward sebelumnya.


~


~


~


~


~


~


~


maafkan jika masih ada kekurangan dalam penulisan.

__ADS_1


jangan lupa like dan votenya ya teman2 ..


__ADS_2