CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 25


__ADS_3

Dua orang di atas ranjang yang sama dengan posisi saling membelakangi .


Si wanita akhirnya bisa tertidur karena tubuh dan juga pikirannya benar-benar lelah dengan semua kenyataan yang ada . Namun , lain halnya dengan si pria yang tidak bisa masuk ke alam mimpi sekalipun sudah berusaha untuk memejamkan matanya berulang kali .


Setelah bertanya apakah sang istri mau memaafkannya tidak dijawab, dia berusaha untuk meredam sedikit ambisinya untuk segera mendapatkan sebuah kata maaf . Dia mau memberi sedikit ruang bagi sang istri untuk berpikir dan tidak mau memaksakan kehendaknya pada wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu .


Saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi , Zalia dengan mata yang masih berat akhirnya terbangun kemudian duduk di sisi ranjang . Membuka matanya perlahan untuk menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk ke kamar mereka . Namun kesadarannya langsung penuh ketika melihat Zayn tertidur dengan posisi duduk menyamping ke arahnya .


' apa semalaman dia tidur seperti ini ? '


pikir Zalia . Dia mendekat , memegang bahu Zayn dan membangunkannya .


" kak ... kak Zayn "


Pria yang baru tertidur sekitar satu setengah jam yang lalu itu perlahan membuka matanya . Sebuah senyuman terukir di wajah tampannya ketika melihat Zalia di hadapannya .


" tidurlah lagi jika kakak masih mengantuk "


Zayn perlahan membaringkan tubuhnya dan Zalia memakaikan selimut ke tubuh suaminya itu . Ternyata keputusan Zayn untuk tidak memaksa Zalia tadi malam adalah hal yang tepat . Buktinya , pagi ini Zalia sudah kembali menunjukkan perhatian pada dirinya . Zayn benar-benar senang dan dia sangat yakin bahwa istrinya pasti akan memberinya maaf .


Ketika Zayn kembali memejamkan matanya , kantuk pun langsung saja menghampirinya sehingga dia tertidur kembali .


Zalia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah itu dia segera turun untuk sarapan pagi .


Baru saja dia beranjak dari tempat duduk , ponselnya berdering .


Wajah Zalia terlihat bahagia ketika membaca nama yang tertera di layar ponsel bermerek salah satu nama buah yang terkenal dari kota Batu , Malang .


" halo papa "


" halo juga sayang , bagaimana kabarmu ? "


" aku baik pa . Papa gimana ? "


" baik juga . Oh iya , papa ingin kamu dan Zayn datang ke rumah mama kamu nanti malam ada sesuatu yang ingin papa bicarakan "


" nanti malam ya pa ?


Kayaknya nggak bisa , soalnya kak Zayn lagi sakit . Sudah dua hari ini nggak ke kantor "


" loh , sakit apa dia ? sudah ke rumah sakit ? "


" kecapean kayaknya pa , ada dokter yang datang periksa ke rumah "


" kalau begitu papa saja yang ke rumah kalian "


" ok pa kalau gitu sampe ketemu nanti malam ya . Nanti makan malam di sini saja "


" ok "


Ayah dan anak itu mematikan ponsel mereka . Zalia yang masih berada di dapur segera menghampiri pak Nardi yang sedang membersihkan beberapa sayuran di dapur . Beliau adalah koki di keluarga Edward sejak mendiang Gabriela , bundanya Zayn masih hidup .


" pak "


Panggil Zalia pelan supaya tidak mengagetkan pria berusia senja di hadapannya itu .


" eh , iya nyonya muda "


Sahut pak Nardi sambil berdiri dari duduknya .


" aku mau minta tolong pak .


Nanti malam papa aku mau ke sini jadi tolong siapkan makan malam ya .


Papa nggak rewel soal makanan , jadi siapkan apa saja "


" baiklah nyonya "


" terima kasih pak "


" sama-sama nyonya muda "


Setelah memastikan urusan dapur beres , Zalia segera ke kamar untuk melihat apa Zayn sudah bangun atau belum sebab dia ingin memberi tahu tentang kedatangan papanya nanti malam .


Saat dia masuk ke kamar , ternyata suaminya itu masih tidur . Zalia mendekati ranjang dan duduk di samping Zayn . Lama dia menatap wajah tampan pria yang begitu dicintainya itu . Perasaannya benar-benar bingung . Logikanya menyuruh untuk tidak memaafkan perbuatan jahat sang suami akan tetapi cinta di hatinya seakan meredam semua amarah yang seharusnya dia keluarkan karena kebohongan yang baru saja diketahuinya .


" aku akan beri kamu kesempatan untuk memperbaiki semuanya "


Ucap Zalia pelan sambil membelai wajah Zayn .


Zalia berjalan perlahan ke arah salah satu sudut kamar . Di sana terdapat dua koper berukuran sedang . Zalia mengambilnya lalu membuka koper yang di dalamnya terdapat buku-buku kuliahnya . Dia akan meminta izin untuk kembali kuliah dalam waktu dekat ini sebab rasanya sangat bosan jika Hanya berdiam diri saja di rumah sedang Zayn sendiri sudah kembali bekerja .


Ketika serius membaca salah satu buku , dia tidak menyadari jika Zayn sudah berdiri di belakangnya .


" sudah kangen kampus ya ? "

__ADS_1


Zalia kaget dan langsung berdiri ketika mendengar suara Zayn .


" eh kakak sudah bangun .


Mau sarapan sekarang ? aku turun ambil ya . " Tawar Zalia pada Zayn .


" iya boleh , aku mau ke kamar mandi dulu "


Jawab Zayn singkat sambil berlalu ke kamar mandi .


Setelah itu Zalia turun ke dapur untuk mengambil sarapan pagi buat Zayn .


Ketika dia masuk ke kamar , Zayn baru saja selesai mengganti pakaiannya .


" ayo kak sarapan "


Ajak Zalia sambil menata makanan di meja yang ada di dalam kamar mereka .


Zayn mendekat dan duduk di sofa yang ada di situ . Tiba-tiba saja Zayn menarik Zalia sehingga duduk di pangkuannya .


Jelas saja Zalia kaget dengan perlakuan Zayn , meskipun hatinya masih kecewa dengan kenyataan yang ada namun di lain sisi dia juga bahagia ketika Zayn bertindak sedikit romantis padanya .


Zayn memeluk pinggang Zalia dan menyandarkan dagunya di pundak sang istri . Zalia berusaha melepas pelukan Zayn namun pria itu melarangnya .


" jangan dilepas sayang , sebentar saja aku ingin seperti ini "


Mendengar hal itu Zaliapun diam .


" aku minta maaf karena membawamu dalam pernikahan balas dendam ini .


Maafkan aku karena sudah membohongimu selama ini .


Tapi sekarang aku menyadari bahwa aku sudah jatuh cinta padamu dan aku tidak mau kehilangan dirimu . "


Zalia merasa bahwa pundaknya sedikit basah sebab Zayn berucap sambil meneteskan air matanya .


" mungkin sulit bagimu untuk memaafkan aku dan aku tidak akan memaksakan hal itu tapi tolong jangan pergi dariku . Tolong beri aku satu kali kesempatan untuk bisa membuktikan cintaku sampai hatimu bisa memaafkan aku dengan tulus "


Zalia hanya diam mendengar perkataan Zayn . Lama keduanya diam dengan posisi demikian sampai Zalia kembali menyuruh Zayn untuk memakan sarapannya .


" kakak , nanti makanannya dingin "


" baiklah , tapi apa kau ingin terus di atas pangkuanku ? "


Keduanya terkekeh bersama . Zalia bergeser duduk di samping Zayn .


" oh iya kak nanti malam papa mau ke sini "


Mendengar ucapan Zalia sontak saja Zayn melepas sendok di tangannya .


" apa kamu mengadukan semuanya pada papa kamu ? "


Zalia hanya menggeleng dan itu cukup membuat hati Zayn legah .


" sebenarnya tadi papa telpon untuk mengajak kita makan malam di rumah mama tapi aku bilang kakak lagi kurang sehat jadi katanya papa saja yang ke sini kayaknya ada yang mau di omongin sama kita "


" oh gitu , ya sudah nanti suruh pak Nardi saja yang masak buat menu makan malam "


" sudah kak . Aku sudah minta tolong sama pak Nardi tadi "


Zayn mengangguk kemudian melanjutkan makannya .


*


*


*


*


*


Malam harinya ada dua mobil yang masuk ke halaman rumah Zayn dan Zalia . Ternyata yang datang hanya Thomas dan Alend sehingga membuat Zalia heran .


" papa "


" hai anak kesayangan papa "


Thomas memeluk putri kesayangannya yang sudah menanti di depan pintu rumah .


" selamat malam pa "


Ucap Zayn sambil menyalami mertuanya .


" malam Zayn . bagaimana keadaan kamu ? "

__ADS_1


" sudah lumayan sehat pa . Ayo masuk pa . om Alend ayo masuk om "


Ajak Zayn pada keduanya .


Mereka duduk di ruang tamu .


Zalia beranjak ke dapur memberi tahu asisten rumah tangga untuk menyiapkan minuman dan camilan ringan bagi mereka .


Saat semua sudah di hidangkan di depan mereka Zayn mempersilahkan mertua dan tangan kanan mertuanya untuk menikmati minuman dan camilan di depan mereka .


" papa mau ngomongin apa ? tumben papa mau jauh-jauh terbang dari Surabaya ke sini . Penting ya ? "


Thomas menoleh ke arah Alend .


Alend pun mengeluarkan sebuah map dan sebuah kunci mobil juga sebuah kartu ATM . Meletakkan nya di atas meja .


" begini nak , minggu depan papa akan ke luar negeri untuk melakukan perjalanan bisnis dan mungkin tidak akan pulang selama enam bulan ke depan jadi , ini ada kartu ATM di dalamnya terdapat sejumlah uang yang sudah papa siapkan untukmu serta sebuah mobil "


" tapi untuk apa pa ? di sini kak Zayn punya banyak mobil "


Kata Zalia pada papanya .


" iya pa , sekarang Zalia itu istri aku dan dia adalah tanggung jawab aku sekarang . "


Tambah Zayn lagi .


" iya ,,, papa tahu semua itu .


Tapi papa ingin memberi semua ini untuk putri papa supaya bisa tenang selama melakukan perjalanan jadi papa harap kalian tidak menolaknya "


Kata Thomas dengan wajah penuh permohonannya .


Zalia menoleh ke arah Zayn . Ketika melihat anggukannya , Zaliapun mengiyakan untuk menerima semua itu .


Sesudah itu , mereka menghabiskan makan malam yang sudah disediakan sebelumnya .


Sebelum pergi , Thomas mengajak Zayn untuk berbicara berdua dengannya.


Keduanya berbicara di ruang kerja Zayn .


"Zayn , aku berharap kamu benar-benar bisa membahagiakan Zalia . Dari kecil dia kurang mendapat perhatian dari aku sebab pekerjaan yang terlalu banyak ku lakukan di luar negeri tapi sekarang setelah menikah kamu yang harus lebih perhatian padanya dari pada aku "


Zayn hanya mengangguk sambil melihat ayah mertuanya itu .


" jangan pikir aku tidak tahu apa rencana mu saat menikahinya tapi aku membiarkan semua terjadi sebab aku melihat besarnya cinta putriku padamu "


Zayn sangat terkejut ketika mendengar bahwa ternyata mertuanya tahu semua rencana jahatnya .


" semoga saja cinta putriku tidak kau sia-siakan . Jika sampai hal itu terjadi "


Thomas menggantung perkataannya , memandang Zayn dengan tatapan tajamnya lalu melanjutkan kembali perkataannya .


" entahlah , yang pasti aku terus mengawasi mu "


Zayn hanya menelan ludahnya sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya sekarang .


Thomas mendekati Zayn lalu menepuk pundaknya .


" selama aku tidak ada , jagalah putriku "


Sesudah itu Thomas keluar dari ruangan itu diikuti oleh Zayn . Kemudian berpamitan dan meninggalkan rumah putrinya .


" kak , papa ngomong apa tadi di dalam sana ? "


Tanya Zalia penasaran setelah mobil papanya sudah keluar dari halaman rumah mereka .


Zayn tersenyum lalu menjawab Zalia .


" ini urusan sesama pria , jadi kamu tidak boleh mengetahuinya "


Zaliapun mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Zayn .


Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di bibir Zalia . Keduanya tertawa bersama .


' aku akan membuktikan pada dunia bahwa kamu tidak salah mencintai aku '


Ucap Zayn dalam hatinya .


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2