CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 28


__ADS_3

Setelah mendapat penanganan dokter akhirnya Zalia dan bayi kembarnya bisa tertolong . Namun tidak dengan Zayn , karena rasa penyesalan yang berlebih terutama ketakutan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan pada istrinya , dia malah jatuh pingsan dan untung saja Demian sudah tiba di rumah sakit setelah mendapat telpon dari satpam di rumah Zayn .


Zayn mendapat penanganan langsung dari dokter Angky sebab beliau memang bekerja di rumah sakit itu . Ketika Zalia terbangun , dia sudah ada di ruang rawat tapi tidak ada siapapun di sana . Kecewa sekali lagi . Dia memegangi perutnya , air matanya mengalir membasahi pipinya .


" apa kalian masih ada di dalam nak ? "


Ucapnya sedih . Tangannya bergerak menggapai tombol untuk memanggil perawat . Tak lama sesudah itu seorang perawat dan seorang dokter masuk ke ruang rawatnya .


" selamat pagi ibu , bagaimana perasaannya ? apa masih ada yang sakit ? "


Tanya perawat itu sambil mengecek infus yang terpasang di tangan Zalia.


Bukannya menjawab , Zalia malah balik bertanya ,


" bayiku bagaimana ? Apa mereka baik-baik saja ? "


" syukurlah Bu , bayi kembar ibu baik-baik saja . Mereka kuat . "


Jawab dokter sambil tersenyum pada Zalia . Perasaan Zalia begitu legah mendengar hal itu .


Saat Zalia ingin menanyakan Zayn , seorang perawat masuk untuk memanggil si dokter karena pasien di kamar lainnya juga baru saja Sadar setelah operasi . Dokter itu segera berpamitan dan segera keluar dari ruang rawat Zalia .


" suster , apa ada keluarga saya yang menemani di sini sejak tadi ? "


" sepertinya tidak ada Bu "


Jawab si perawat sambil memperbaiki selimut di tubuh Zalia .


Zaliapun meminta tolong untuk dipinjamkan ponsel oleh perawat .


Dia berencana untuk menelpon sang papa . Untung saja dia menghafal nomor ponsel papanya .


Sementara itu , Thomas yang sedang beristirahat pasca operasi di salah satu vila mewahnya di negara tirai bambu begitu marah ketika mendengar kabar bahwa putri kesayangannya masuk rumah sakit ulah sang menantu .


Dia segera memerintahkan anak buahnya yang ada di Indonesia untuk memeriksa keadaan sang putri .


Saat menunggu kabar dari anak buahnya , ponsel Thomas berdering .


Tanpa melihat dia langsung saja mengangkatnya .


" ya halo "


" papa "


" Zalia , bagaimana keadaan kamu sekarang sayang ? "


Tanya Thomas dengan perasaan kuatir .


" aku baik-baik saja pa "


" baik apanya ? kamu sampai masuk rumah sakit loh "


" pa, Zalia kangen papa "


" ya sudah , papa suruh anak buah papa ke situ untuk menjemput kamu sekarang dan jika keadaanmu sudah membaik kamu ke sini temani papa "


" memangnya papa di mana sekarang ? "


" papa sekarang ada di China dan lagi proses pemulihan ... "


Thomas menghentikan perkataannya .


Sadar bahwa dia sudah keceplosan bicara .


" pemulihan apa pa ?


Papa sakit apa ? "


Tanya Zalia kemudian dengan nada cemasnya .


" nggak apa-apa kok sayang , papa hanya kecapean jadi harus istirahat dulu untuk sementara waktu ini . "


" papa nggak bohongin Zalia kan ? "


" nggak .


Ya sudah nanti tunggu saja akan ada anak buah papa yang jemput kamu "


" terus kalau kak Zayn datang dan nggak ada aku gimana pa ? "


" jadi sekarang kamu sendirian dan dia tidak menemani kamu ? "


" bukan gitu pa , aku baru saja Sadar tapi nggak ada kak Zayn di sini mungkin dia lagi urus sesuatu di luar sana "


" dasar laki-laki tidak bertanggung jawab nggak perlu bela-belain dia lagi di depan papa ya , urusan dia nanti papa yang atur . Kamu ikut anak buah papa , jangan nolak ! "


" tapi pa "


" jangan pikir papa tidak tahu semuanya Zalia . Semuanya papa tahu ! "

__ADS_1


Ucap Thomas dengan sedikit penekanan pada nada bicaranya .


" Kamu tinggal pilih . Ikut perintah papa atau perusahaan Zayn papa buat bermasalah sampai bangkrut "


" iya pa "


Jawab Zalia patuh . Sebab mau berdebat dengan sang papa tidak ada gunanya . Tak akan pernah bisa menang . Lebih baik dengar-dengaran dari pada Zayn akan menghadapi masalah karena ulah papanya .


Tak berselang lama , pintu kamar Zalia terbuka dan ternyata Demian yang masuk . Sekali lagi Zalia kecewa karena tidak ada Zayn datang bersama orang kepercayaannya itu .


" bagaimana keadaannya nyonya muda ? "


Tanya Demian sambil meletakkan pakaian ganti istri tuan mudanya itu sebab dia baru saja dari rumah tuannya . Dia sedikit kaget tadi ketika melihat kejutan ulang tahun untuk Zayn dalam kamar tidur mereka .


Semalam dia langsung saja pulang ke apartemennya setelah mengantarkan Zayn dan baru saja dia tiba di parkiran apartemen , satpam dari rumah Zayn menelpon mengatakan bahwa Zalia dilarikan ke rumah sakit . Jadi , dia belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi . Mau bertanya juga tidak mungkin kan ? .


" aku baik om Demi .


Kak Zayn kemana om ? kok nggak kelihatan ? "


Demian serba salah . Ingin menjawab jujur tapi takut Zalia akan kembali terganggu pikirannya sehingga berpengaruh yang tidak baik bagi kesehatan kandungannya sebab seorang dokter tadi sempat berbicara dengannya mengenai kondisi kehamilan Zalia yang masih muda dan sangat rentan untuk keguguran apalagi setelah mengalami benturan yang cukup keras . Namun menutupi kenyataan bahwa Zayn juga sedang terbaring lemah bahkan belum sadarkan diri sejak semalam dan sekarang ada di salah satu kamar di rumah sakit itu , terasa salah bagi Demian . Aduh Pusing !


" Tiba-tiba saja ada masalah baru dalam pembangunan hotel di Surabaya dan mengharuskan tuan muda yang menanganinya langsung sehingga tadi pagi tuan muda kembali terbang ke Surabaya "


Tanpa berpikir panjang , Demian mengarang cerita palsu .


Mendengar penuturan Demian , Zalia kembali kecewa . Apa hotelnya lebih penting dari pada istrinya ?


Zalia memutuskan untuk menjauh sementara waktu ini dari Zayn .Siapa tahu dengan adanya jarak , Zayn bisa merasa kehilangan dirinya .


Apalagi dengan ancaman papanya tadi yang Zalia sangat tahu bahwa papanya tidak main-main lebih baik dia taat


" om Demi , sebenarnya orang suruhan papa sebentar lagi tiba dan mereka akan membawaku pergi dari sini "


" tapi nyonya belum sepenuhnya pulih "


" tak apa om Demi .


Aku sudah merasa baik lagipula papa sedang sakit jadi aku ingin menjenguknya . "


" baiklah nyonya muda .


Tapi sebelumnya ..... "


Thomas terlihat ragu melanjutkan perkataannya .


" ada apa om Demi ? "


" sebenarnya , selain hari ulang tahun tuan muda , hari ini juga adalah hari peringatan kematian bundanya "


Zaliapun terkejut mendengarnya .


Apa ini yang membuat Zayn marah ?


Merayakan ulang tahun di hari peringatan kematian sang bunda .


' Oh Zalia , apa yang sudah kamu lakukan ? '


Sesal Zalia dalam hatinya .


" kalau begitu aku boleh minta tolong om Demi untuk menyuruh bibi membersihkan kamar tidur kami ?


Kebetulan kak Zayn belum sempat melihatnya "


Kata Zalia dengan wajah penuh penyesalannya .


" baiklah nyonya muda "


Ucap Demian mengiyakan permintaan Zalia padahal dia tidak akan melakukan hal itu sebab dia yakin bahwa dengan melihat kejutan sang istri , Zayn mungkin bisa melupakan bayang-bayang kelam tentang sebuah hari ulang tahun yang menyedihkan .


Beberapa orang masuk ke dalam kamar Zalia . Melihat penampilan mereka dengan stelan jas lengkap Demian langsung tahu bahwa mereka pasti orang suruhan Thomas .


" nyonya , mohon ikut kami "


Ucap salah satu dari mereka .


" om Demi tolong beri tahu kak Zayn kalau aku sudah baik-baik saja supaya dia tidak kuatir . Aku hanya pergi untuk menjenguk papa , jadi om Demi tolong jaga kak Zayn ya "


Pinta Zalia sebelum mengikuti orang suruhan papanya .


" baik nyonya muda "


Setelah mendapat izin dari pihak rumah sakit , Zaliapun dibawa pergi oleh anak buah Thomas .


Demian kembali ke ruang rawat Zayn .


Kali ini Demian benar-benar dibuat pusing . Zalia dibawa pergi oleh Thomas . Sedang Zayn masih belum sadarkan diri sampai sekarang . Edward pun belum bisa diberi tahu tentang anak dan menantunya sebab kata dokter Angky , semalam penyakit jantung Edward kambuh dan sekarang masih dalam pengawasan dokter sekalipun masih dirawat di rumahnya . Sementara keluarga Felix sedang ke luar negeri untuk liburan . Jadi dialah yang mengurus semuanya saat ini .


Tapi yang lebih memusingkan kepalanya adalah perintah Thomas padanya lewat telpon . Kepalanya serasa mau pecah .

__ADS_1


Menjelang sore , Zalia terbang dengan jet pribadi papanya ke China , negara yang terkenal dengan tembok besarnya juga dengan Panda , mamalia bertubuh besar pemakan Bambu .


Ketika matahari mulai bersembunyi dan digantikan dengan gemerlapnya lampu kota , kesadaran Zaynpun kembali .


" Zayn , kamu sudah sadar ?


Apa yang kamu rasakan ? "


Tanya Demian yang dijawab dengan pertanyaan lagi oleh Zayn .


" bagaimana Zalia om ?


Dia baik-baik saja kan om ? "


" iya Zayn dia baik-baik saja sekarang "


" tolong bawa aku menemuinya "


Pinta Zayn sambil berusaha untuk bangun dari tidurnya tapi langsung dicegah oleh Demian .


" istirahat dulu Zayn , kamu baru saja sadar "


" tapi om aku ingin ketemu istriku .


Aku ingin melihat keadaannya .


Aku ingin meminta maaf padanya . "


" dia baik-baik saja Zayn .


Tapi ..... "


" tapi apa om ? "


Demian kembali terngiang dengan perkataan Thomas padanya tadi .


" tapi ..... Kamu kehilangan bayi kembar dalam kandungan Zalia "


" apa om ? "


Serasa dunia akan runtuh mendengar perkataan Demian barusan .


Jadi , Zalia sedang hamil ?


Apa dia baru saja membunuh anaknya sendiri ?


' kamu pembunuh Zayn '


Perkataan itu terdengar jelas di telinga Zayn saat ini bahkan terdengar diulang-ulang .


Zayn memegang kepalanya dan menguatkan hatinya .


" om Demi bawa aku ketemu Zalia sekarang "


Zayn duduk dan mencabut selang infus di tangannya bahkan langsung turun dari tempatnya berbaring tadi .


Demian menahan pundak Zayn .


" mau ketemu bagaimana Zayn ?


Mertuamu sudah menjemput istrimu tadi pagi dan membawanya entah kemana "


Ucap Demian dengan kesal .


Dia tidak tahu kekesalannya tertuju pada siapa . Pada Zayn ?


Cukup beralasan untuk kesal pada bosnya itu . Mengapa lekas marah bahkan bertindak kasar pada istrinya yang ujung-ujungnya akan disesali setengah mati . Mendengar kata-kata Thomas tadi , pantaslah saja si bos mafia itu marah . Putrinya bahkan sampai masuk rumah sakit .


Tapi dia juga kesal pada dirinya sendiri karena sudah berkata bohong pada Zalia . Seandainya dia jujur tentang keadaan Zayn , pasti Zalia akan menolak dibawa pergi oleh anak buah papanya .


Tubuh Zayn merosot ke lantai .


Dia teringat bahwa mertuanya selalu mengawasinya selama ini . Kenapa begitu bodoh ?


" Zalia maafkan aku .


Aku benar-benar mencintaimu Zalia ... "


Zayn berucap dengan derai air matanya sambil memegangi dadanya yang terasa begitu sakit .


Demian juga ikut frustasi melihat Zayn .


Semua karena kebohongannya .


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2