
Setibanya Zayn di rumah , Edward langsung mendatangi putranya itu . Bertanya panjang lebar tentang kepergiannya ke rumah Thomas untuk melamar Zalia .
" Zayn , harusnya kau beritahu ayah jika ingin melamar , ayah kan bisa pergi bersamamu "
" ayah , aku ini pria dewasa . Hal kecil seperti ini masih bisa aku tangani sendiri "
" ha ha ha ha ha "
Tawa Edward langsung pecah tanpa bisa ditahannya lagi .
" iya bisa tapi mendapatkan penolakan kan ? "
" siapa bilang ditolak ?
sekarang aku pacaran dengan gadis itu ayah "
" benarkah ? "
" iya ayah nanti lagi baru kita bicarakan , Zayn mau ke kamar dulu "
Zaynpun pergi ke kamarnya .*
*
*
*
Sementara itu di kediaman Thomas ,
Zalia masih sibuk membujuk papanya untuk merestui semua rencananya bersama Zayn .
" ayolah papa "
ucap Zalia sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada .
" Zalia , kamu itu anak kesayangan papa , kamu pikir hati papa tidak kecewa dengan cara Zayn yang seperti itu ? "
Zaliapun hanya menunduk sedih sambil menahan air matanya .
Satu sisi dia sudah benar-benar jatuh cinta pada Zayn dan berharap untuk bisa hidup bersama tapi dilain sisi dia juga menyayangi papanya dan melihat reaksi papanya yang begitu kecewa dia juga merasa sedih .
Serba salah !
Melihat putri kesayangannya sedih , Thomas sedikit luluh .
" Zalia , kesini nak "
sambil merentangkan kedua tangannya ke arah Zalia . Melihat hal itu Zaliapun langsung memeluk papanya .
" sayang maafkan papa , bukannya mau buat kamu sedih tapi papa ingin yang terbaik untukmu "
" Zalia tahu itu pa , maafin Zalia ya sudah buat papa kecewa , nanti Zalia omongin sama ka Zayn lagi ya "
" Jangan sayang , papa tidak mau kamu mengemis untuk hal . Nanti papa saja yang bicara pada tuan Edward "
" iya pa , terserah papa saja "
Thomas melepas pelukannya pada Zalia dan mengajak duduk di sofa yang ada di ruangan itu .
" papa mau tanya bolehkan sayang ? "
" iya pa , boleh "
" apa hati kamu sudah benar-benar yakin pada Zayn ? "
" iya pa , Zalia yakin "
" baguslah kalau kamu sudah benar-benar yakin karena papa mau kamu itu bertemu laki-laki yang bisa menyayangi kamu dan melindungi kamu seperti papa "
__ADS_1
" terima kasih papaku sayang "
Senyumpun menghiasi wajah cantik Zalia.
" ya sudah , kamu siap-siap untuk berangkat setelah ini "
" ok pa "
Zaliapun meninggalkan Thomas dan bersiap untuk kembali ke rumah tempatnya tinggal bersama mama dan kakaknya .
Sebelum berangkat Zalia menghubungi Zayn untuk memberi tahu bahwa dia akan terbang dari kota S . Zaynpun menawarkan untuk menjemput Zalia di bandara .
*
*
*
Satu jam kemudian Zayn yang sedang menyetir dan hampir sampai di area bandara menerima telepon dari Arden bahwa Aretha dan maminya mengalami kecelakaan dan sekarang sedang ditangani oleh dokter .
Mendengar hal itu Zayn segera masuk ke area bandara untuk menjemput Zalia .
Saat sudah bertemu keduanya sama-sama ke rumah sakit untuk melihat Carlyn dan Aretha .
Setibanya mereka di rumah sakit , di sana sudah ada Arden , Felix dan Edward .
Ketiganya terlihat kuatir terutama Arden yang tidak bisa diam . Dia mondar-mandir di depan ruang UGD tapi saat melihat Zalia datang bersama Zayn langkahnya terhenti .
" Zalia ? ko kamu bisa ada di sini ? "
" iya Ard tadi waktu kamu nelpon , aku memang mau jemput Zalia di bandara jadi langsung ke sini saja sama dia "
Jawab Zayn menjelaskan .
" kamu jemput Zalia ? ko bisa ? "
Tanya Arden penasaran .
belum selesai Edward bicara , seorang dokter keluar dari ruangan tempat Carlyn dan Aretha dirawat .
" dokter , bagamana keadaan istri dan anak saya dok ? "
" anak anda baik-baik saja , lukanya tidak terlalu parah dan dia akan segera dipindahkan ke ruang rawat tapi istri anda kehilangan banyak darah dan butuh pendonor sekarang juga tapi golongan darah O Rhesus Negatif tidak tersedia di bank darah rumah sakit kami untuk saat ini jadi mungkin ada diantara keluarga anda yang memiliki golongan darah yang sama dengan beliau harap untuk segera diperiksa sehingga bisa segera mendonorkan darahnya "
Arden langsung terduduk lemas di lantai karena dia tahu bahwa hanya maminya yang punya golongan darah itu dalam keluarga mereka .
Zalia menghembuskan nafas dengan sedikit kasar untuk mengumpulkan keberaniannya .
Sambil mengepalkan tangannya Zalia berucap ,
" dokter , darah saya O Rhesus Negatif "
Mendengar perkataan Zalia , mereka semuapun menoleh padanya .
Felix terlihat mendekati Zalia dan mengucapkan terima kasih berulang kali .
" kalau begitu mari ikuti saya supaya segera diperiksa dan anda bisa segera mendonorkan darah pada ibu Carlyn "
" tapi saya takut jarum suntik dokter dan ini pengalaman pertama saya untuk mendonorkan darah "
kata Zalia sedikit gemetar sambil menempelkan kedua tangan di pipinya .
" apa saya boleh menemaninya ke dalam dokter ? "
Tanya Zayn mendekati Zalia .
" iya , boleh "
jawab dokter sambil membuka pintu ruangan UGD dan masuk ke dalamnya .
__ADS_1
Zayn menawarkan tangannya untuk digenggam dan Zaliapun menerimanya .
Keduanya masuk ke dalam ruangan mengikuti dokter tadi .
Saat Zalia sudah berbaring untuk diperiksa , dia tetap menggenggam tangan Zayn .
Ada rasa nyaman yang dirasakan Zalia hanya dengan menggenggam tangan Zayn .
Bahkan saat jarum suntik menusuk tangannya , ketakutan Zalia seakan hilang hanya dengan melihat senyuman Zayn padanya .
Zalia masih bisa tersenyum bahkan saat darahnya sedang disedot . Begitupun Zayn tanpa sadar terus tersenyum dan menggenggam erat tangan Zalia untuk menghilangkan ketakutan gadis yang sekarang sudah jadi pacarnya itu .
Satu hal lagi yang tidak disadari oleh Zayn , respon tubuhnya karena rasa takut pada wanita tidak berlaku pada Zalia .
Biasanya tubuh Zayn akan sedikit gemetar dan jantungnya akan berdetak cepat saat ada kontak fisik dengan wanita .
Setelah selesai proses donor darah , Zalia masih disuruh untuk berbaring beberapa menit di tempatnya .
" terima kasih atas bantuanmu hari ini Zalia "
" iya , sama-sama kak Zayn lagian aku senang bisa bantu Tante Carlyn "
" sekali lagi terima kasih ya "
" terima kasih juga ya kak Zayn sudah temani aku menghadapi jarum suntik yang mengerikan "
" jarum suntik itu nggak mengerikan sama sekali kamunya saja yang penakut "
Ucap Zayn sambil tersenyum .
" bagus ya tadi terima kasih sekarang mengejek "
Zaliapun memalingkan wajahnya dari Zayn berpura-pura seperti sedang merajuk .
" iya sorry . Aku hanya bercanda saja kok .
Ya sudah , kamu mau aku kasih hadiah apa ? "
" tidak perlu hadiah apa-apa lagian aku donorin darah tulus kok "
" aku tahu kamu lakukan ini dengan tulus , tapi untuk kali ini aku mau kamu terima sesuatu dari aku tapi harus kamu yang minta . Bisa kan ? "
Zalia terlihat memikirkan sesuatu dan satu ide muncul di otaknya .
" ok ! aku sudah memikirkan hadiahnya "
" apa ? "
" tapi kak Zayn janji harus menepatinya ya "
" iya , pasti aku tepati . Asalkan jangan minta menara Eiffel di Paris tukaran tempat sama patung Liberti "
Keduanya tertawa bersama karena candaan Zayn . Zalia mengisyaratkan supaya Zayn mendekat agar dia bisa membisikan hadiah apa yang akan dimintanya pada Zayn .
Ekspresi wajah Zayn sedikit berbeda saat Zalia membisikan sesuatu di telinganya .
.
.
.
.
Kira-kira apa ya permintaan Zalia ? 🤔🤔🤔
penasaran ?
tunggu kelanjutannya 🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like , vote dan tinggalkan komentar ya 🙏🙏
~NaNay~