
Enam hari berlalu dan besok adalah hari ulang tahun Zayn . Zalia terlihat sibuk dengan persiapan untuk memberi kejutan untuk sang suami .
Pagi tadi Zayn harus berangkat mendadak ke Surabaya untuk urusan hotelnya di sana dan mungkin besok paginya baru bisa kembali . Kesempatan itu Zalia gunakan untuk memeriksakan kehamilannya .
Sepulangnya dari rumah sakit , dia berhenti di toko yang menjual perlengkapan pesta ulang tahun dan juga membeli kue di sana . Setibanya di rumah , Zalia mengambil testpack dan hasil foto USG janinnya lalu memasukan ke dalam kotak hadiah yang berbeda .
Malam harinya sebelum tidur , Zalia menghias kamar tidur mereka dengan pernak-pernik ulang tahun . Balon berbentuk hati berwarna-warni sudah ditatanya dengan rapi . Hatinya sudah tidak sabar untuk menanti hari esok dan membuat kejutan untuk sang suami .
Sementara itu di Surabaya , Zayn yang begitu lelah dengan urusan pembangunan hotelnya yang bermasalah di bagian perizinan , membersihkan diri dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang .
Malam ini dia bersama Demian menginap di hotel dan menyewa dua kamar berbeda .
Meskipun lelah tapi dia menyempatkan diri untuk menelpon istrinya . Baru jam setengah sembilan malam .
" halo sayang aku kangen "
Ucap Zayn ketika Zalia mengangkat panggilannya di dering yang pertama .
" aku juga kangen kak , besok pesawatnya jam berapa ? "
" jam sembilan sayang , pengennya tadi ambil yang lebih pagi lagi tapi karena hari ini terlalu capek jadi pengen istirahat lebih lama . Nggak apa-apa kan sayang ? "
" iya kak nggak apa-apa , ya sudah kakak istirahat saja "
" kok kayak nggak kangen sih ? masa nelpon lima menit udahan "
" kangen pake banget loh kak , cuman kakak kan lagi capek jadi biar bisa cepat istirahat gitu maksudnya sayangku "
" oh , capeknya langsung ilang nih denger kamu panggil aku sayang .
lagi dong , lagi dong "
" ih , kakak lebai deh "
" nggak apa-apa kan sama istri sendiri ,
sayang alihkan ke video call ya pengen liat wajah cantiknya istriku "
Waduh ,, Zalia langsung berlari ke kamar mandi . Tidak mau sampai Zayn melihat kejutannya untuk besok .
" hai istriku sayang "
" iya kak "
" loh kok kamu di kamar mandi sih ? "
" iya baru mau sikat gigi soalnya jadi sekalian aja di temenin sama kakak "
" ya udah aku temenin "
Zaliapun mengambil sikat gigi miliknya dan kembali menyikat giginya yang sudah disikatnya tadi . Nggak apalah sikat gigi dua kali dari pada kejutan batal . iya kan ?
Seusai sikat gigi Zalia berdalih sakit perut dan meminta mengakhiri panggilan video call nya .
Karena sudah mengantuk Zaynpun mematikan panggilannya .
Saat hendak memejamkan matanya , ponsel Zayn kembali berdering .
Ada pesan yang masuk .
Melihat isinya , Zayn kaget bukan main .
Ada foto istrinya bersama Gerald di depan sebuah rumah sakit bahkan ada video mereka berdua di depan pertokoan . Terlihat Gerald membawakan tas belanjaan sang istri dan memasukkannya ke bagasi mobil Zalia . Lalu membukakan pintu untuk sang istri . Amarah Zayn memuncak , apalagi ada juga foto keduanya sedang menikmati makanan di salah satu restoran . Kantuknya tadi hilang entah kemana .
__ADS_1
Detektif yang pernah di bayarnya dulu tidak sengaja melihat Zalia bersama seorang pria ketika di rumah sakit tadi dan mengambil gambarnya kemudian mengikuti mobil keduanya ke toko perlengkapan ulang tahun . Gerald yang hendak terbang ke Australia pukul enam malam ini menyempatkan diri menemani Zalia membeli semua persiapan untuk kejutan ulang tahun Zayn . Sekalian mengajaknya makan siang untuk perpisahan mereka .
Tubuh Zayn yang tadi lelah jadi tidak tenang . Dia menelpon Demian untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta sekarang juga . Meskipun lelah , Demianpun melakukan perintah Zayn tapi penerbangan yang tersisa masih dua jam kemudian . Sangking tidak sabarnya , Zayn memilih menunggu di bandara dari pada di hotel .
Penerbangan Surabaya ke Jakarta selama satu jam tiga puluh menit serasa satu hari bagi Zayn .
Setibanya di Jakarta Zayn menyuruh Demian untuk melajukan mobilnya supaya cepat tiba di rumah .
Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari . Karena haus Zalia terbangun untuk turun mengambil air di dapur . Sambil membawa ponselnya dia menuruni tangga dan melihat ada pesan dari Gerald yang mengatakan bahwa dia baru saja tiba di rumahnya di Sidney Australia jadi Zalia berinisiatif untuk menelpon dan menyapanya sebentar .
" halo kak Gerald , baru sampai ya ? "
" iya dek , ini baru habis mandi mau langsung istirahat . Kamu kok nelpon sih kan udah tengah malam "
" iya kak nggak apa-apa kebetulan liat pesan kakak jadi langsung nelpon "
" oh ya sudah kamu tidur saja lagi daa "
" ok kak , selamat istirahat da da "
Tanpa Zalia sadari Zayn sudah berdiri di belakangnya sejak tadi dan mendengar percakapan mereka . Ketika dia berbalik alangkah kagetnya melihat Zayn sudah berdiri di depannya .
" ya ampun kak "
Seru Zalia kaget sambil memegang dadanya .
" kaget ya ? "
Tanya Zayn dengan nada dinginnya .
" kok udah pulang ? "
" kenapa ? nggak boleh ?
Supaya kamu bisa bebas ketemuan dan telpon-telponan sama laki-laki lain di tengah malam begini ? "
" kak , kakak itu salah paham lagi . "
Kata Zalia tenang sambil mendekati Zayn tapi yang didekati malah mundur .
" salah paham katamu ?
Dengan foto-foto kalian di rumah sakit , di toko bahkan di restoran apa tidak cukup ? kamu bilang aku salah paham ?
hampir setengah hari kamu habiskan dengan pria itu di saat aku nggak ada "
Zalia menenangkan dirinya supaya berpikir jernih dan tidak ikut emosi mendengar tuduhan Zayn .
" kak aku tadi itu persiapkan kejutan ulang tahun untuk kakak "
Lebih baik mengaku aja deh pikir Zalia .
" apa ? kamu mau aku rayain ulang tahun aku ? "
Zalia mengangguk mendengar perkataan Zayn .
" perempuan macam apa kamu ?
apa kamu sudah pantas jadi seorang ibu ? kamu gila ! "
Zalia kaget sekaget-kagetnya mendengar dikatai gila oleh Zayn .
" barusan kakak bilang aku gila ? "
__ADS_1
" iya kamu gila ! "
Kali ini nadanya berkali kali lipat lebih keras bahkan Zayn sampai bertolak pinggang . Zalia tak bisa menahan tetesan air matanya .
Zayn berlari ke arah tangga dan langsung diikuti oleh Zalia .
Saat tiba di lantai atas , Zalia meraih lengan Zayn dan menahannya ingin mendengar penjelasan dari Zayn .
" kak tunggu , aku . . . "
Belum sempat Zalia menyelesaikan perkataannya , Zayn menepis tangan Zalia dengan sedikit dorongan tapi karena tidak siap dengan penolakan Zayn membuat Zalia terdorong dan menabrak pinggiran lemari pendek di dekatnya dan naasnya perut Zalia yang terbentur .
Sakitnya bukan main . Zalia berteriak sambil memegangi perutnya . Tubuhnya langsung saja merosot ke lantai .
" ah , perutku .... sakit "
Zayn langsung berbalik dan kaget Melihat Zalia yang sudah mengerang kesakitan sambil memegang perutnya .
" sayang ampun sayang aku nggak sengaja "
Zayn menghampiri Zalia dan memeluknya .
" ah sakit aduh sakit "
Zayn langsung mengangkat Zalia tapi saat hendak membuka pintu kamar , matanya melihat darah di lantai .
Pikirannya benar-benar kacau .
Ada apa dengan istrinya ?
Zayn sedikit berlari menuruni tangga dan menuju parkiran . Membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit . Zalia terus menerus mengerang kesakitan sedang darah pun semakin banyak mengalir .
Setibanya di rumah sakit , Zayn berlari seperti orang gila memanggil perawat dan dokter untuk segera menangani istrinya .
" dokter tolong istri saya dokter tolong "
Ucap Zayn sungguh-sungguh sambil ikut mendorong ranjang tempat istrinya berbaring . Zalia masih merintih kesakitan sambil memegangi perutnya .
Semoga bayinya bisa selamat ..
' Tuhan selamatkan bayi kembar ku '
Pinta Zalia dalam hatinya .
' Tuhan selamatkan istriku '
Doa Zayn dalam hati ketika istrinya sudah di bawa masuk ke dalam ruangan untuk segera ditangani oleh dokter .
Dia sendiri menunggu di luar .
" dokter tolong selamatkan bayi-bayiku "
Ucap Zalia pelan sambil memegangi tangan dokter wanita paruh baya di sampingnya . Setelah itu dia tak sadarkan diri .
Sementara di luar ruangan , Zayn sudah seperti orang gila yang menangis sambil memukuli tembok dengan penuh penyesalan di hatinya . Lagi-lagi dia menyakiti istrinya .
Apa yang akan terjadi selanjutnya ??
*
*
*
__ADS_1
*
*