CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 23


__ADS_3

Zayn yang masih merasakan pusing di kepalanya terbangun ketika hari sudah siang . Di tangannya sudah terpasang selang infus . Keadaannya membaik .


Tatapannya terhenti ketika melihat Zalia tertidur di sofa dengan posisi duduk .


Zayn beranjak dari tempat tidur dan menarik serta tiang infus lalu mendekati Zalia . Dia berjongkok dan mengamati wajah tenang sang istri yang sedang tertidur pulas dengan posisi yang sangatlah tidak nyaman .


Tangan Zayn terulur dan merapihkan rambut yang menutupi wajah Zalia .


Namun tiba-tiba mata si pemilik rambut tersebut terbuka dan kaget melihat Zayn yang sudah sadar .


" kakak sudah sadar ? tunggu sebentar aku akan segera panggilkan perawat untuk memeriksa keadaan kakak "


Ucap Zalia seraya berdiri hendak memanggil perawat yang tadi di suruh nya beristirahat di kamar tamu .


Tapi tangan kekar Zayn yang tidak terpasang infus segera menarik Zalia dan langsung memeluknya . Pelukannya semakin dia eratkan tatkala dia merasakan penolakan dari sang istri yang berusaha melepaskan diri darinya .


" maafkan aku "


Ucap Zayn dengan perasaan yang sungguh-sungguh ingin mendapatkan maaf dari wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu .


" maaf untuk apa kak ?


Apa kakak sudah tahu letak kesalahan kakak di mana ? "


" maafkan aku sayang "


Kali ini nadanya semakin menyentuh hati sebab air mata pria itu ikut membuktikan bahwa permintaan maafnya benar-benar tulus .


" sayang ? "


Pertanyaan Zalia membuat pelukan Zayn sedikit mengendor sehingga dia bisa meloloskan diri dari pelukan sang suami .


" kak , aku mau tanya apa benar ada rasa sayang untukku di hati kakak ? "


Zalia bertanya sambil menatap mata Zayn dengan tajam .


" ada Zalia , ada .


Aku benar-benar menyayangimu .


Aku mencintaimu Zalia "


Ungkap Zayn dengan sungguh . Sebab itulah yang disadarinya . Dia menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya itu .


Zalia tertawa kecut .


" oh , yang benar saja .


sayang ? cinta ? jangan berbicara omong kosong kak !


Mana yang harus aku percaya ? Perkataan kakak yang sekarang atau perkataan di saat kakak mabuk ? "


" Zalia tolong percaya padaku .


Apapun yang sudah aku katakan atau lakukan yang menyakitimu , itu karena aku dalam pengaruh alkohol "


Kata Zayn sambil membelai wajah Zalia tapi langsung ditepis oleh nya .


" jangan menyalahkan alkohol kak .


Aku bukan wanita bodoh , aku juga tahu bahwa perkataan orang yang sedang mabuk itu cenderung jujur "


" Zalia , tolong percaya padaku . Aku benar-benar minta maaf "


Mohon Zayn sekali lagi .


" sekarang aku mau tanya kak .


Apa sebenarnya tujuan kakak menikahi aku ? "


Zalia sungguh ingin mendengar jawaban Zayn kali ini . Sekalipun akan menyakiti hatinya asalkan itu adalah sebuah kebenaran . Sebab lebih baik kejujuran walau menyakiti daripada menyenangkan tapi ada dalam kebohongan .


" maafkan aku Zalia "


Sekali lagi Zayn mengucapkan kata maaf sebab dia sendiri tidak mampu untuk mengatakan hal yang sebenarnya . Dia sudah jatuh cinta pada Zalia dan dia tidak mau kehilangan istrinya .


" ha ha ha , kenapa kak ?


Kakak tidak tahu cara mengatakan kebenaran ? Berapa botol lagi alkohol yang kakak butuhkan untuk kembali berkata jujur ? "


Kali ini Zalia benar-benar merasa kecewa dan juga marah di waktu bersamaan . Dia masuk ke kamar mandi meninggalkan Zayn yang masih berdiri di tempatnya tadi .


Zalia mengunci pintu kamar mandi dan berdiri dekat wastafel . Memandang pantulan dirinya di cermin .


Bingung !

__ADS_1


itu yang dia rasakan saat ini .


Lama dia berdiam diri di dalam sana sampai ketukan di pintu membuatnya tersadar .


Zalia membuka pintu perlahan-lahan .


Ada Zayn berdiri di hadapannya tapi selang infus di tangannya sudah dilepaskan .


Kecewa ? Zalia Memang kecewa tapi rasa perhatian itu tidak bisa disembunyikannya .


" kenapa infusnya dilepas kak ? "


Tanya Zalia khawatir sambil memegang tangan suaminya dan memperhatikan bekas jarum di sana .


" aku minta perawat tadi untuk melepaskannya "


" oh "


" ayo kita makan "


Ajak Zayn untuk mengatasi kecanggungan di antara mereka .


Zaliapun mengiyakannya sebab dia memang belum makan siang .


Keduanya makan dengan hening tanpa berbicara sepatah kata pun . Hanya dentingan sendok yang terdengar di ruangan itu .


*******


Sementara itu , Demian sudah menemukan orang yang selama ini di perintahkan Zayn untuk menyelidiki keluarga Thomas .


Edward menanyai pria yang dia ketahui bernama Nando dan ternyata bekerja sebagai salah satu detektif terpercaya di perusahaan mereka .


" sejak kapan kamu menyelidiki keluarga Thomas ? "


" sebulan sebelum pernikahan tuan muda "


" apa kamu tahu tujuan Zayn menyuruhmu melakukan semua ini ? "


" tidak tuan "


" tapi . . . .


Tuan muda sepertinya lebih penasaran pada nyonya Megan dibandingkan dengan istrinya "


" maksud kamu ? "


" hmmm .... ok ! kamu boleh keluar sekarang "


" baik tuan . Saya permisi "


Ucap Nando sambil berlalu meninggalkan ruangan itu .


Setelah Nando keluar ,


" Demian "


" iya tuan "


" apa selama ini kamu tidak melihat sesuatu yang mencurigakan pada Zayn ? "


" selama ini tidak ada tuan . Tapi hari ini saya jadi memikirkan hal ini "


" apa itu ? "


Demianpun menceritakan bagaimana Zayn terlihat marah saat melihat Megan untuk pertama kalinya di sebuah restoran di Surabaya . Bahkan dirinya sempat diperintahkan Zayn untuk menyelidiki siapa Megan . Peristiwa itu terjadi di hari yang sama dengan perayaan ulang tahun Thomas .


" apa jangan-jangan ? "


Ucap kedua pria itu secara bersamaan dan saling memandang satu sama lain .


Keduanya menyadari sesuatu .


" Demian , tolong cari tahu semua ini "


" baik tuan "


Sebuah ketukan di pintu membuat Demian menyadari bahwa dirinya harus segera ke ruang rapat dan benar saja itu adalah Dion , orang yang selama ini membantunya menghandle pekerjaan kantor jika dia harus mengikuti Zayn ke luar kota .


" maaf tuan saya harus menghadiri rapat menggantikan tuan Zayn "


Edward hanya mengangguk pada Demian .


Banyak hal yang melintas di pikiran pria yang sudah berstatus duda sejak dua puluh tahun silam . Ada sedikit rasa menyesal di hatinya jika perkiraan tentang pernikahan putranya yang hanya sebuah sandiwara adalah benar adanya .


Mengingat tatapan mata sang menantu yang penuh cinta pada Zayn mengingatkan dirinya pada tatapan yang sama dari mendiang sang istri tercinta yang masih berbekas di ingatannya sampai hari ini .

__ADS_1


Kalau memang benar Megan adalah pelakunya , tidak seharusnya Zayn memanfaatkan Zalia sebagai alat balas dendamnya . Zalia adalah wanita yang baik , lembut dan selalu membawa kehangatan .


Semoga saja kekuatirannya salah .


Tapi hatinya seakan berteriak ingin mengatakan bahwa semua itu memang benar adanya .


Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berlalu meninggalkan ruang kerja Zayn .


 


Hari itu Edward berencana untuk menginap di rumah anak-anaknya .


Setelah makan malam dia mengajak Zayn untuk berbincang berdua di ruang kerjanya sedang Zalia terlihat naik ke lantai dua ke arah kamar tidur .


Zalia terlihat banyak diam dan hanya berbicara ketika menjawab pertanyaan dari ayah mertuanya . Tidak seperti biasanya yang selalu berinisiatif untuk membuka pembicaraan dan menghangatkan suasana .


Terlebih dahulu Edward memastikan bahwa menantunya sudah masuk ke kamarnya barulah dia menyusul putranya ke ruang kerja bernuansa klasik itu .



Edward memilih untuk duduk di sofa kecil sedan Zayn sedang Zayn di sofa panjang .


Lama Edward menatap putranya dengan perasaan sedih .


" Zayn , kenapa kamu lakukan hal ini nak ? "


" apa maksud ayah "


Tanya Zayn datar tanpa melihat ke arah sang ayah .


" kamu tidak pantas memperlakukan istrimu seperti ini "


Zayn diam sejenak . Kemudian berpikir . Lalu menyimpulkan bahwa maksud ayahnya adalah perlakuan kasarnya semalam pada sang istri .


" maaf ayah. Semalam aku dalam pengaruh alkohol . Aku hanya tidak suka dia memeluk pria lain di hadapanku "


Sahut Zayn sambil menunduk menyesali perbuatan kasarnya pada Zalia .


" bukan itu maksud ayah "


" lalu ? "


Tanya Zayn bingung .


Sementara itu seseorang sedang berjalan ke arah ruangan itu dengan dua gelas kopi dalam nampan .


Setibanya di depan pintu , dia diam karena mendengar perbincangan dua pria berbeda usia di dalam sana .


" apa kamu menikahi Zalia karena ingin membalas dendam pada ibunya ? "


Zayn kaget mendengar perkataan sang ayah yang mengetahui rencana awalnya menikahi Zalia .


" dari mana ayah tahu ? "


Edward tertawa kecut mendengar pertanyaan putranya yang sudah menjelaskan bahwa kekuatirannya ternyata benar .


" Zayn ... Apa yang ada di kepalamu nak sehingga memanfaatkan wanita sebaik Zalia untuk membalaskan dendam mu ? "


Zayn menyadari jika dia sudah salah karena menikahi wanita sebaik Zalia untuk dijadikan alat balas dendamnya .


Tapi dia ingin memberi tahu pada ayahnya semua yang dia rasakan selama ini .


" ayah , aku tidak akan pernah melupakan bagaimana bunda di dorong oleh wanita jahat itu . Bahkan tubuh bunda yang penuh darah dan tidak berdaya hari itu masih sangat jelas di ingatanku sampai hari ini .


Saat mami Carlyn melahirkan Aretha aku juga melihat wanita itu di rumah sakit yang sama dan diapun sedang kesakitan karena hendak melahirkan .


Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan usiaku . Karena hal itu , di hari-hari selanjutnya aku dihantui perasaan menyesal pada bunda sehingga jatuh sakit . Ayah tahu itu bahkan sangat tahu trauma yang aku derita yang sampai saat ini belum sembuh juga "


Zayn berhenti sejenak , menghapus air matanya .


" Setelah dua puluh tahun , aku akhirnya melihat wanita itu lagi . Amarah ku tidak bisa dibendung lagi karena melihat dia begitu bahagia bersama keluarganya , punya suami kaya raya dan dua putri yang bisa tumbuh hingga dewasa .


Melihatnya tertawa membuatku tidak rela ayah , seharusnya bunda dan adikku juga masih ada dan bahagia bersama kita hari ini " .


" tapi kenapa Zalia nak ?


Dia tidak bersalah sedikitpun "


" aku tahu dia tidak bersalah ayah tapi saat itu Zalia ada dalam kandungan wanita jahat itu . Itu sebabnya aku menikahinya dan akan membuat dia menderita dan merasakan hidup tanpa kasih sayang seperti yang wanita jahat itu sudah rampas dari adikku "


Zayn mengatakan semua isi hatinya yang dipendamnya selama ini .


Seseorang yang dari tadi mendengar semua perbincangan mereka tidak dapat lagi menahan rasa sakit hatinya .


Lebih baik tidak mendengar kelanjutannya yang mungkin akan lebih menyakiti hatinya .

__ADS_1


Nampan di tangannya dia letakan begitu saja di meja dapur dan langsung lari naik ke lantai dua . Masuk ke kamar dan menguncinya . Di sana dia menumpahkan kesedihannya lewat tangisan dan air matanya .


__ADS_2