
Zayn yang masih merasakan pusing di kepalanya terbangun ketika hari sudah siang . Di tangannya sudah terpasang selang infus . Keadaannya membaik .
Tatapannya terhenti ketika melihat Zalia tertidur di sofa dengan posisi duduk .
Zayn beranjak dari tempat tidur dan menarik serta tiang infus lalu mendekati Zalia . Dia berjongkok dan mengamati wajah tenang sang istri yang sedang tertidur pulas dengan posisi yang sangatlah tidak nyaman .
Tangan Zayn terulur dan merapihkan rambut yang menutupi wajah Zalia .
Namun tiba-tiba mata si pemilik rambut tersebut terbuka dan kaget melihat Zayn yang sudah sadar .
" kakak sudah sadar ? tunggu sebentar aku akan segera panggilkan perawat untuk memeriksa keadaan kakak "
Ucap Zalia seraya berdiri hendak memanggil perawat yang tadi di suruh nya beristirahat di kamar tamu .
Tapi tangan kekar Zayn yang tidak terpasang infus segera menarik Zalia dan langsung memeluknya . Pelukannya semakin dia eratkan tatkala dia merasakan penolakan dari sang istri yang berusaha melepaskan diri darinya .
" maafkan aku "
Ucap Zayn dengan perasaan yang sungguh-sungguh ingin mendapatkan maaf dari wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu .
" maaf untuk apa kak ?
Apa kakak sudah tahu letak kesalahan kakak di mana ? "
" maafkan aku sayang "
Kali ini nadanya semakin menyentuh hati sebab air mata pria itu ikut membuktikan bahwa permintaan maafnya benar-benar tulus .
" sayang ? "
Pertanyaan Zalia membuat pelukan Zayn sedikit mengendor sehingga dia bisa meloloskan diri dari pelukan sang suami .
" kak , aku mau tanya apa benar ada rasa sayang untukku di hati kakak ? "
Zalia bertanya sambil menatap mata Zayn dengan tajam .
" ada Zalia , ada .
Aku benar-benar menyayangimu .
Aku mencintaimu Zalia "
Ungkap Zayn dengan sungguh . Sebab itulah yang disadarinya . Dia menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya itu .
Zalia tertawa kecut .
" oh , yang benar saja .
sayang ? cinta ? jangan berbicara omong kosong kak !
Mana yang harus aku percaya ? Perkataan kakak yang sekarang atau perkataan di saat kakak mabuk ? "
" Zalia tolong percaya padaku .
Apapun yang sudah aku katakan atau lakukan yang menyakitimu , itu karena aku dalam pengaruh alkohol "
Kata Zayn sambil membelai wajah Zalia tapi langsung ditepis oleh nya .
" jangan menyalahkan alkohol kak .
Aku bukan wanita bodoh , aku juga tahu bahwa perkataan orang yang sedang mabuk itu cenderung jujur "
" Zalia , tolong percaya padaku . Aku benar-benar minta maaf "
Mohon Zayn sekali lagi .
" sekarang aku mau tanya kak .
Apa sebenarnya tujuan kakak menikahi aku ? "
Zalia sungguh ingin mendengar jawaban Zayn kali ini . Sekalipun akan menyakiti hatinya asalkan itu adalah sebuah kebenaran . Sebab lebih baik kejujuran walau menyakiti daripada menyenangkan tapi ada dalam kebohongan .
" maafkan aku Zalia "
Sekali lagi Zayn mengucapkan kata maaf sebab dia sendiri tidak mampu untuk mengatakan hal yang sebenarnya . Dia sudah jatuh cinta pada Zalia dan dia tidak mau kehilangan istrinya .
" ha ha ha , kenapa kak ?
Kakak tidak tahu cara mengatakan kebenaran ? Berapa botol lagi alkohol yang kakak butuhkan untuk kembali berkata jujur ? "
Kali ini Zalia benar-benar merasa kecewa dan juga marah di waktu bersamaan . Dia masuk ke kamar mandi meninggalkan Zayn yang masih berdiri di tempatnya tadi .
Zalia mengunci pintu kamar mandi dan berdiri dekat wastafel . Memandang pantulan dirinya di cermin .
Bingung !
__ADS_1
itu yang dia rasakan saat ini .
Lama dia berdiam diri di dalam sana sampai ketukan di pintu membuatnya tersadar .
Zalia membuka pintu perlahan-lahan .
Ada Zayn berdiri di hadapannya tapi selang infus di tangannya sudah dilepaskan .
Kecewa ? Zalia Memang kecewa tapi rasa perhatian itu tidak bisa disembunyikannya .
" kenapa infusnya dilepas kak ? "
Tanya Zalia khawatir sambil memegang tangan suaminya dan memperhatikan bekas jarum di sana .
" aku minta perawat tadi untuk melepaskannya "
" oh "
" ayo kita makan "
Ajak Zayn untuk mengatasi kecanggungan di antara mereka .
Zaliapun mengiyakannya sebab dia memang belum makan siang .
Keduanya makan dengan hening tanpa berbicara sepatah kata pun . Hanya dentingan sendok yang terdengar di ruangan itu .
*******
Sementara itu , Demian sudah menemukan orang yang selama ini di perintahkan Zayn untuk menyelidiki keluarga Thomas .
Edward menanyai pria yang dia ketahui bernama Nando dan ternyata bekerja sebagai salah satu detektif terpercaya di perusahaan mereka .
" sejak kapan kamu menyelidiki keluarga Thomas ? "
" sebulan sebelum pernikahan tuan muda "
" apa kamu tahu tujuan Zayn menyuruhmu melakukan semua ini ? "
" tidak tuan "
" tapi . . . .
Tuan muda sepertinya lebih penasaran pada nyonya Megan dibandingkan dengan istrinya "
" maksud kamu ? "
" hmmm .... ok ! kamu boleh keluar sekarang "
" baik tuan . Saya permisi "
Ucap Nando sambil berlalu meninggalkan ruangan itu .
Setelah Nando keluar ,
" Demian "
" iya tuan "
" apa selama ini kamu tidak melihat sesuatu yang mencurigakan pada Zayn ? "
" selama ini tidak ada tuan . Tapi hari ini saya jadi memikirkan hal ini "
" apa itu ? "
Demianpun menceritakan bagaimana Zayn terlihat marah saat melihat Megan untuk pertama kalinya di sebuah restoran di Surabaya . Bahkan dirinya sempat diperintahkan Zayn untuk menyelidiki siapa Megan . Peristiwa itu terjadi di hari yang sama dengan perayaan ulang tahun Thomas .
" apa jangan-jangan ? "
Ucap kedua pria itu secara bersamaan dan saling memandang satu sama lain .
Keduanya menyadari sesuatu .
" Demian , tolong cari tahu semua ini "
" baik tuan "
Sebuah ketukan di pintu membuat Demian menyadari bahwa dirinya harus segera ke ruang rapat dan benar saja itu adalah Dion , orang yang selama ini membantunya menghandle pekerjaan kantor jika dia harus mengikuti Zayn ke luar kota .
" maaf tuan saya harus menghadiri rapat menggantikan tuan Zayn "
Edward hanya mengangguk pada Demian .
Banyak hal yang melintas di pikiran pria yang sudah berstatus duda sejak dua puluh tahun silam . Ada sedikit rasa menyesal di hatinya jika perkiraan tentang pernikahan putranya yang hanya sebuah sandiwara adalah benar adanya .
Mengingat tatapan mata sang menantu yang penuh cinta pada Zayn mengingatkan dirinya pada tatapan yang sama dari mendiang sang istri tercinta yang masih berbekas di ingatannya sampai hari ini .
__ADS_1
Kalau memang benar Megan adalah pelakunya , tidak seharusnya Zayn memanfaatkan Zalia sebagai alat balas dendamnya . Zalia adalah wanita yang baik , lembut dan selalu membawa kehangatan .
Semoga saja kekuatirannya salah .
Tapi hatinya seakan berteriak ingin mengatakan bahwa semua itu memang benar adanya .
Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berlalu meninggalkan ruang kerja Zayn .
Hari itu Edward berencana untuk menginap di rumah anak-anaknya .
Setelah makan malam dia mengajak Zayn untuk berbincang berdua di ruang kerjanya sedang Zalia terlihat naik ke lantai dua ke arah kamar tidur .
Zalia terlihat banyak diam dan hanya berbicara ketika menjawab pertanyaan dari ayah mertuanya . Tidak seperti biasanya yang selalu berinisiatif untuk membuka pembicaraan dan menghangatkan suasana .
Terlebih dahulu Edward memastikan bahwa menantunya sudah masuk ke kamarnya barulah dia menyusul putranya ke ruang kerja bernuansa klasik itu .
Edward memilih untuk duduk di sofa kecil sedan Zayn sedang Zayn di sofa panjang .
Lama Edward menatap putranya dengan perasaan sedih .
" Zayn , kenapa kamu lakukan hal ini nak ? "
" apa maksud ayah "
Tanya Zayn datar tanpa melihat ke arah sang ayah .
" kamu tidak pantas memperlakukan istrimu seperti ini "
Zayn diam sejenak . Kemudian berpikir . Lalu menyimpulkan bahwa maksud ayahnya adalah perlakuan kasarnya semalam pada sang istri .
" maaf ayah. Semalam aku dalam pengaruh alkohol . Aku hanya tidak suka dia memeluk pria lain di hadapanku "
Sahut Zayn sambil menunduk menyesali perbuatan kasarnya pada Zalia .
" bukan itu maksud ayah "
" lalu ? "
Tanya Zayn bingung .
Sementara itu seseorang sedang berjalan ke arah ruangan itu dengan dua gelas kopi dalam nampan .
Setibanya di depan pintu , dia diam karena mendengar perbincangan dua pria berbeda usia di dalam sana .
" apa kamu menikahi Zalia karena ingin membalas dendam pada ibunya ? "
Zayn kaget mendengar perkataan sang ayah yang mengetahui rencana awalnya menikahi Zalia .
" dari mana ayah tahu ? "
Edward tertawa kecut mendengar pertanyaan putranya yang sudah menjelaskan bahwa kekuatirannya ternyata benar .
" Zayn ... Apa yang ada di kepalamu nak sehingga memanfaatkan wanita sebaik Zalia untuk membalaskan dendam mu ? "
Zayn menyadari jika dia sudah salah karena menikahi wanita sebaik Zalia untuk dijadikan alat balas dendamnya .
Tapi dia ingin memberi tahu pada ayahnya semua yang dia rasakan selama ini .
" ayah , aku tidak akan pernah melupakan bagaimana bunda di dorong oleh wanita jahat itu . Bahkan tubuh bunda yang penuh darah dan tidak berdaya hari itu masih sangat jelas di ingatanku sampai hari ini .
Saat mami Carlyn melahirkan Aretha aku juga melihat wanita itu di rumah sakit yang sama dan diapun sedang kesakitan karena hendak melahirkan .
Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan usiaku . Karena hal itu , di hari-hari selanjutnya aku dihantui perasaan menyesal pada bunda sehingga jatuh sakit . Ayah tahu itu bahkan sangat tahu trauma yang aku derita yang sampai saat ini belum sembuh juga "
Zayn berhenti sejenak , menghapus air matanya .
" Setelah dua puluh tahun , aku akhirnya melihat wanita itu lagi . Amarah ku tidak bisa dibendung lagi karena melihat dia begitu bahagia bersama keluarganya , punya suami kaya raya dan dua putri yang bisa tumbuh hingga dewasa .
Melihatnya tertawa membuatku tidak rela ayah , seharusnya bunda dan adikku juga masih ada dan bahagia bersama kita hari ini " .
" tapi kenapa Zalia nak ?
Dia tidak bersalah sedikitpun "
" aku tahu dia tidak bersalah ayah tapi saat itu Zalia ada dalam kandungan wanita jahat itu . Itu sebabnya aku menikahinya dan akan membuat dia menderita dan merasakan hidup tanpa kasih sayang seperti yang wanita jahat itu sudah rampas dari adikku "
Zayn mengatakan semua isi hatinya yang dipendamnya selama ini .
Seseorang yang dari tadi mendengar semua perbincangan mereka tidak dapat lagi menahan rasa sakit hatinya .
Lebih baik tidak mendengar kelanjutannya yang mungkin akan lebih menyakiti hatinya .
__ADS_1
Nampan di tangannya dia letakan begitu saja di meja dapur dan langsung lari naik ke lantai dua . Masuk ke kamar dan menguncinya . Di sana dia menumpahkan kesedihannya lewat tangisan dan air matanya .