CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 24


__ADS_3

Edward berdiri dan duduk di samping putranya . Dia memeluk tubuh Zayn dan membiarkan putranya menangis di bahunya . Perlahan dia mengusap punggung lebar milik anak lelakinya itu .


" menangis lah nak supaya hatimu lega "


Setelah merasa bahwa tangisan Zayn mulai reda , Edward melepaskan pelukannya .


" maafkan ayah , karena tidak menemanimu memikul beban ini "


" tidak ayah , aku tahu bahwa beban ayah juga berat sejak kepergian bunda "


Keduanya saling bertatapan kemudian saling melempar senyum sebab hati mereka sudah lega karena bisa berbagi kepedihan hati .


" sekarang ayah mau tanya sesuatu padamu "


" tanyalah ayah "


" perasaanmu sekarang pada Zalia bagaimana ? "


Senyum menghiasi wajah Zayn sebelum menjawab pertanyaan ayahnya .


" aku jatuh cinta padanya ayah .


Melihatnya meneteskan air mata saat aku membentaknya hatiku yang terasa sakit . Ketika dia demam rasanya aku yang tidak berdaya apalagi saat dia memintaku untuk menceraikannya duniaku serasa mau runtuh . Kepedihan karena kepergian bunda terasa seperti akan terulang kembali . Aku sangat takut ayah "


Sebutir air mata Zayn jatuh tapi segera diusapnya .


" minta maaflah padanya dan tunjukkan bahwa kau memang mencintainya "


" iya ayah "


Keduanya keluar dari situ dan menuju ke kamar tidur .


Setibanya Zayn di kamarnya , dia mendapati Zalia sedang berbaring .


Zayn naik ke atas ranjang dan mendekati istrinya untuk memastikan apakah dia sudah tidur atau belum .


Sebenarnya Zalia belum tidur tapi karena mengetahui bahwa Zayn masuk ke kamar dia memejamkan matanya dan berpura-pura sudah tertidur .


Ada perasaan kecewa di hatinya karena ternyata Zayn hanya pura-pura mencintainya dan menikahinya hanya untuk balas dendam . Tapi di lain sisi mendengar kebenaran bahwa mamanya adalah orang yang sudah mencelakai bunda Zayn , dia merasa sedih dan marah . Apa benar mamanya melakukan hal sejahat itu ? Tapi untuk apa ?


Dan kenapa harus dia yang menanggung semua kesalahan yang terjadi di masa lalu bahkan peristiwa itu terjadi sebelum dia dilahirkan .


Zayn ikut berbaring di atas ranjang , menyelipkan tangannya di bawah leher istrinya dan menarik tubuh Zalia dalam pelukannya . Tangan satunya memeluk pinggang sang istri . Sebuah kecupan Zayn berikan di puncak kepala Zalia .


Merasakan semua itu , Zalia tidak bisa lagi menahan air matanya .

__ADS_1


Tak lama setelah itu Zayn menyadari bahwa sebenarnya Zalia belum tidur bahkan sedang menangis karena tangan Zayn terasa basah oleh air mata .


Zayn bangun dari posisinya dan membalikkan badan Zalia secara perlahan . Menatap wajahnya dan menyingkirkan rambut yang menutupinya .


" sayang , kamu menangis ? "


Tanya Zayn lembut . Namun Zalia malah membalikkan badannya membelakangi suaminya . Tangisannya semakin keras .


Bahkan badannya ikut berguncang karena berusaha meredam tangisannya .


Zayn membangunkan Zalia sehingga sekarang mereka dalam posisi duduk .


Kedua tangan Zayn memegang pundak Zalia tapi karena tangisan istrinya semakin menyayat hati maka diapun membawa tubuh wanita itu dalam pelukannya . Usapan di punggungnya membuat Zalia perlahan tenang .


Zayn melepas pelukannya dan beranjak ke rak di dekat tempat tidur . Menarik salah satu lacinya dan mengambil sebuah album foto dari dalam sana .


Memberikannya pada Zalia .


" bukalah , aku ingin menceritakan sesuatu padamu karena aku yakin bahwa pasti tadi kau mendengar pembicaraan ku dengan ayah kan ? "


Ucap Zayn setelah album itu ada di tangan sang istri .


Zalia mengangkat wajahnya dan melihat wajah sang suami kemudian mulai membuka album itu . Di sana terlihat wajah bayi laki-laki yang begitu menggemaskan dengan pipi tembemnya dalam pangkuan seorang wanita cantik dan pria tampan berdiri di belakang wanita itu . Selanjutnya , masih banyak wajah tampan bayi itu yang terus bertumbuh besar . Ada foto ulang tahun pertamanya di sana . Foto-foto di dalam sana menunjukan bagaimana pertumbuhan dan perubahan bayi menggemaskan tadi hingga kira-kira berumur dua belas tahun . Bayi menggemaskan menjadi remaja tampan .


Zaliapun mengamati wajah tampan itu .


Zayn tersenyum ketika Zalia menatapnya .


" dulu aku begitu bahagia dan termasuk anak yang sangat ceria . Tapi setelah kematian bunda . . . . . . "


Zayn berhenti sejenak .


" aku tidak bisa melupakan wanita yang sudah membunuh bunda dan adikku .


Dia itu adalah mama kamu "


Zalia tidak begitu kaget lagi sebab dia memang sudah mendengarnya tadi .


" karena perbuatan mama kamu semuanya berubah . Duniaku berubah dalam sekejap . Empat bulan pertama aku belum terlalu merasakan apa itu kehilangan karena keluarga om Felix selalu ada di samping aku . Ada Arden dan mami Carlyn yang begitu menyayangiku tapi saat Aretha lahir otomatis perhatian mereka terbagi dan tidak bisa lagi memperhatikan aku seperti sebelumnya . Saat itu ayah juga sangat sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga kurang memperhatikan aku .


Di hari Aretha lahir di situ juga aku melihat mama kamu di rumah sakit yang sama . Ternyata hari itu dia melahirkan dirimu . Aku hendak memberi tahu yang lainnya tentang mama kamu tapi aku tidak ada waktu karena semuanya begitu gembira dengan kelahiran Aretha . "


Zayn menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan .


" sejak hari itu , rasa sepi terus saja menjadi teman baikku dan mimpi buruk tentang kematian bunda selalu datang setiap aku memejamkan mataku .

__ADS_1


Aku selalu ketakutan setiap kali melihat wanita hamil bahkan perlahan aku malah takut pada setiap wanita . "


Zalia mendengarkan cerita Zayn dengan hati yang iba . Tapi hatinya masih bertanya-tanya ' apa benar mamanya yang sudah mencelakai bunda Zayn , bisa saja Zayn salah orang kan ? '


Dia ingin bertanya tapi diurungkan niatnya .


" sebenarnya sampai hari inipun aku belum sepenuhnya sembuh dari traumaku itu . Kau adalah wanita pertama yang bisa ku ajak berinteraksi tanpa membuat traumaku kambuh . "


" benarkah ? "


Tanya Zalia penasaran dan juga kasihan mendengar hal itu sebab dia memang sangat mencintai pria di hadapannya itu .


" bagaimana dengan rekan bisnismu yang wanita ? "


" rekan bisnis paling hanya bersalaman saja . kan tidak lebih dari sepuluh detik "


Jawab Zayn jujur . Sebab selama ini , dia benar-benar menghindari kerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh seorang wanita . Jika toh harus terpaksa bekerja sama maka Demian lah yang selalu jadi sasaran .


" Zalia , sekali lagi aku minta maaf "


Kata Zayn sambil menundukkan kepalanya . Permintaan itu benar-benar tulus dari hatinya .


" aku mengantuk kak . Apa aku boleh tidur sekarang ? "


Zayn yang sedari tadi dalam posisi berdiri langsung saja duduk di pinggir ranjang di samping Zalia .


Dia memegang kedua tangan istrinya itu dan menggenggamnya .


" apa kau tidak mau memaafkan aku ? "


Zayn sangat takut Zalia tidak memaafkannya .


Zalia menarik tangannya dan membaringkan tubuhnya membelakangi Zayn .


*


*


*


*


*


Apa Zalia akan memaafkan Zayn ?

__ADS_1


Nantikan kisah selanjutnya ya 🙏


__ADS_2