
Edward berdiri dan duduk di samping putranya . Dia memeluk tubuh Zayn dan membiarkan putranya menangis di bahunya . Perlahan dia mengusap punggung lebar milik anak lelakinya itu .
" menangis lah nak supaya hatimu lega "
Setelah merasa bahwa tangisan Zayn mulai reda , Edward melepaskan pelukannya .
" maafkan ayah , karena tidak menemanimu memikul beban ini "
" tidak ayah , aku tahu bahwa beban ayah juga berat sejak kepergian bunda "
Keduanya saling bertatapan kemudian saling melempar senyum sebab hati mereka sudah lega karena bisa berbagi kepedihan hati .
" sekarang ayah mau tanya sesuatu padamu "
" tanyalah ayah "
" perasaanmu sekarang pada Zalia bagaimana ? "
Senyum menghiasi wajah Zayn sebelum menjawab pertanyaan ayahnya .
" aku jatuh cinta padanya ayah .
Melihatnya meneteskan air mata saat aku membentaknya hatiku yang terasa sakit . Ketika dia demam rasanya aku yang tidak berdaya apalagi saat dia memintaku untuk menceraikannya duniaku serasa mau runtuh . Kepedihan karena kepergian bunda terasa seperti akan terulang kembali . Aku sangat takut ayah "
Sebutir air mata Zayn jatuh tapi segera diusapnya .
" minta maaflah padanya dan tunjukkan bahwa kau memang mencintainya "
" iya ayah "
Keduanya keluar dari situ dan menuju ke kamar tidur .
Setibanya Zayn di kamarnya , dia mendapati Zalia sedang berbaring .
Zayn naik ke atas ranjang dan mendekati istrinya untuk memastikan apakah dia sudah tidur atau belum .
Sebenarnya Zalia belum tidur tapi karena mengetahui bahwa Zayn masuk ke kamar dia memejamkan matanya dan berpura-pura sudah tertidur .
Ada perasaan kecewa di hatinya karena ternyata Zayn hanya pura-pura mencintainya dan menikahinya hanya untuk balas dendam . Tapi di lain sisi mendengar kebenaran bahwa mamanya adalah orang yang sudah mencelakai bunda Zayn , dia merasa sedih dan marah . Apa benar mamanya melakukan hal sejahat itu ? Tapi untuk apa ?
Dan kenapa harus dia yang menanggung semua kesalahan yang terjadi di masa lalu bahkan peristiwa itu terjadi sebelum dia dilahirkan .
Zayn ikut berbaring di atas ranjang , menyelipkan tangannya di bawah leher istrinya dan menarik tubuh Zalia dalam pelukannya . Tangan satunya memeluk pinggang sang istri . Sebuah kecupan Zayn berikan di puncak kepala Zalia .
Merasakan semua itu , Zalia tidak bisa lagi menahan air matanya .
__ADS_1
Tak lama setelah itu Zayn menyadari bahwa sebenarnya Zalia belum tidur bahkan sedang menangis karena tangan Zayn terasa basah oleh air mata .
Zayn bangun dari posisinya dan membalikkan badan Zalia secara perlahan . Menatap wajahnya dan menyingkirkan rambut yang menutupinya .
" sayang , kamu menangis ? "
Tanya Zayn lembut . Namun Zalia malah membalikkan badannya membelakangi suaminya . Tangisannya semakin keras .
Bahkan badannya ikut berguncang karena berusaha meredam tangisannya .
Zayn membangunkan Zalia sehingga sekarang mereka dalam posisi duduk .
Kedua tangan Zayn memegang pundak Zalia tapi karena tangisan istrinya semakin menyayat hati maka diapun membawa tubuh wanita itu dalam pelukannya . Usapan di punggungnya membuat Zalia perlahan tenang .
Zayn melepas pelukannya dan beranjak ke rak di dekat tempat tidur . Menarik salah satu lacinya dan mengambil sebuah album foto dari dalam sana .
Memberikannya pada Zalia .
" bukalah , aku ingin menceritakan sesuatu padamu karena aku yakin bahwa pasti tadi kau mendengar pembicaraan ku dengan ayah kan ? "
Ucap Zayn setelah album itu ada di tangan sang istri .
Zalia mengangkat wajahnya dan melihat wajah sang suami kemudian mulai membuka album itu . Di sana terlihat wajah bayi laki-laki yang begitu menggemaskan dengan pipi tembemnya dalam pangkuan seorang wanita cantik dan pria tampan berdiri di belakang wanita itu . Selanjutnya , masih banyak wajah tampan bayi itu yang terus bertumbuh besar . Ada foto ulang tahun pertamanya di sana . Foto-foto di dalam sana menunjukan bagaimana pertumbuhan dan perubahan bayi menggemaskan tadi hingga kira-kira berumur dua belas tahun . Bayi menggemaskan menjadi remaja tampan .
Zaliapun mengamati wajah tampan itu .
Zayn tersenyum ketika Zalia menatapnya .
" dulu aku begitu bahagia dan termasuk anak yang sangat ceria . Tapi setelah kematian bunda . . . . . . "
Zayn berhenti sejenak .
" aku tidak bisa melupakan wanita yang sudah membunuh bunda dan adikku .
Dia itu adalah mama kamu "
Zalia tidak begitu kaget lagi sebab dia memang sudah mendengarnya tadi .
" karena perbuatan mama kamu semuanya berubah . Duniaku berubah dalam sekejap . Empat bulan pertama aku belum terlalu merasakan apa itu kehilangan karena keluarga om Felix selalu ada di samping aku . Ada Arden dan mami Carlyn yang begitu menyayangiku tapi saat Aretha lahir otomatis perhatian mereka terbagi dan tidak bisa lagi memperhatikan aku seperti sebelumnya . Saat itu ayah juga sangat sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga kurang memperhatikan aku .
Di hari Aretha lahir di situ juga aku melihat mama kamu di rumah sakit yang sama . Ternyata hari itu dia melahirkan dirimu . Aku hendak memberi tahu yang lainnya tentang mama kamu tapi aku tidak ada waktu karena semuanya begitu gembira dengan kelahiran Aretha . "
Zayn menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan .
" sejak hari itu , rasa sepi terus saja menjadi teman baikku dan mimpi buruk tentang kematian bunda selalu datang setiap aku memejamkan mataku .
__ADS_1
Aku selalu ketakutan setiap kali melihat wanita hamil bahkan perlahan aku malah takut pada setiap wanita . "
Zalia mendengarkan cerita Zayn dengan hati yang iba . Tapi hatinya masih bertanya-tanya ' apa benar mamanya yang sudah mencelakai bunda Zayn , bisa saja Zayn salah orang kan ? '
Dia ingin bertanya tapi diurungkan niatnya .
" sebenarnya sampai hari inipun aku belum sepenuhnya sembuh dari traumaku itu . Kau adalah wanita pertama yang bisa ku ajak berinteraksi tanpa membuat traumaku kambuh . "
" benarkah ? "
Tanya Zalia penasaran dan juga kasihan mendengar hal itu sebab dia memang sangat mencintai pria di hadapannya itu .
" bagaimana dengan rekan bisnismu yang wanita ? "
" rekan bisnis paling hanya bersalaman saja . kan tidak lebih dari sepuluh detik "
Jawab Zayn jujur . Sebab selama ini , dia benar-benar menghindari kerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh seorang wanita . Jika toh harus terpaksa bekerja sama maka Demian lah yang selalu jadi sasaran .
" Zalia , sekali lagi aku minta maaf "
Kata Zayn sambil menundukkan kepalanya . Permintaan itu benar-benar tulus dari hatinya .
" aku mengantuk kak . Apa aku boleh tidur sekarang ? "
Zayn yang sedari tadi dalam posisi berdiri langsung saja duduk di pinggir ranjang di samping Zalia .
Dia memegang kedua tangan istrinya itu dan menggenggamnya .
" apa kau tidak mau memaafkan aku ? "
Zayn sangat takut Zalia tidak memaafkannya .
Zalia menarik tangannya dan membaringkan tubuhnya membelakangi Zayn .
*
*
*
*
*
Apa Zalia akan memaafkan Zayn ?
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya ya 🙏