
Kebahagiaan benar-benar menghampiri Zayn dan Zalia . Perhatian dari suami yang memang dibutuhkan setiap wanita hamil baru dirasakan Zalia setelah kandungannya memasuki usia tujuh bulan . Menemaninya ke kelas ibu hamil , memijit kakinya saat hendak tidur , menyiapkan air hangat untuk mandi dan masih banyak lagi yang Zayn lakukan untuk menebus waktu yang terlewatkan selama ini . Lumayan , masih ada dua bulan .
Hari ini keduanya pergi berbelanja kebutuhan si baby twins . Zayn menghindari toko dengan dua lantai .
Dia masih terus mengingat kejadian yang menimpa sang bunda dua puluh tahun silam .
Pekerjaan kantor dia serahkan pada Demian sebagai hukuman bagi si tersangka utama dalam kasus kebohongan . Demian pasrah saja !
Untunglah Edward sedikit membantunya . Sementara Thomas kembali terbang ke China setelah menjelaskan semua kesalahpahaman yang ditimbulkannya kepada sang menantu .
Para pengkhianat apa kabar ya ?
Thomas masih membiarkan mereka menikmati kesenangan sampai Zalia melahirkan sebab Thomas sudah bertekad untuk membongkar semuanya sesudah cucu kembarnya lahir .
Zayn dan Zalia sudah menyiapkan kamar untuk si baby twins .
Keduanya benar-benar bahagia ketika tahu bahwa mereka akan dikaruniai sepasang anak kembar .
Nama si baby twins juga sudah disiapkan oleh pasangan suami istri itu .
*
*
*
Hari-hari bahagia keduanya dijalani dengan penuh rasa syukur .
Zayn benar-benar semakin jadi suami siaga menjelang hari kelahiran si baby twins . Keduanya sudah tidak sabar menanti hari bahagia itu .
Selepas memeriksakan kandungan pada dokter , Zalia disarankan untuk menjalani operasi untuk proses kelahiran si baby twins nanti alih-alih melahirkan secara normal sebab banyak hal yang sudah dipertimbangkan oleh dokter kandungan yang menanganinya .
Awalnya Zalia ingin melahirkan secara normal namun Zayn membujuk istrinya supaya mendengarkan perkataan dokter . Akhirnya Zaliapun menurut .
Dua minggu lagi operasinya akan dilaksanakan sehingga mereka mengabari Thomas yang masih saja betah tinggal di negeri Panda itu .
Begitupun pasangan pengkhianat mendapatkan kabar dari Zayn .
Alend begitu antusias menyambut kedatangan cucu kembarnya meskipun tahu bahwa nanti dia tidak akan bebas selayaknya seorang kakek pada cucunya .
Keluarga Felix dan Carlyn pun sangat senang mendengar kabar bahwa Zalia tidak lama lagi hendak melahirkan .
Aretha pun begitu senang sebab otomatis nantinya akan dipanggil tante oleh si baby twins . Namun lain halnya dengan Arden , perasaannya tak menentu . Ada sedikit rasa bahagia melihat Zalia yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu tapi juga ada rasa penyesalan jika mengingat betapa lambatnya dia bertindak untuk menyatakan cintanya pada Zalia sehingga didahului oleh Zayn .
Jika saja dia bergerak cepat waktu itu mungkin sekarang ini dia lah yang sedang berbahagia menanti kelahiran anak bersama Zalia . Dia sangat marah ketika mendengar Zalia masuk rumah sakit karena kekasaran Zayn . Saat itu mereka sekeluarga sedang berlibur ke beberapa negara di benua Eropa sekaligus untuk menenangkan hati dan pikirannya karena tidak bisa memiliki Zalia . Mendengar Zalia keguguran , mereka langsung saja kembali ke Indonesia padahal masih ada tiga negara lagi yang akan mereka kunjungi .
Saat tiba di Indonesia , Zalia sudah dibawa pergi oleh papanya entah kemana dan hal itu membuat Arden sangat ingin memukul Zayn tapi melihat keadaan sahabatnya itu yang juga terpukul karena berpisah dari istrinya , Arden pun tahu bahwa ternyata Zayn begitu mencintai Zalia . Hatinya semakin merelakan si gadis manis yang kini akan segera menjadi seorang ibu tatkala melihat usaha Zayn untuk berubah bahkan menyukai hal-hal yang selama ini tidak pernah disentuhnya sama sekali .
" Aku sudah cukup bahagia melihat dia bahagia meskipun itu bersama Zayn , bukan diriku "
Ucap Arden pada Carlyn ketika keduanya duduk santai di tepi kolam ikan Koi yang ada di halaman belakang rumah mereka .
" mami yakin satu hari nanti kamu pasti akan menemukan seseorang yang bisa kembali membuatmu jatuh cinta "
__ADS_1
Hibur Carlyn pada anak sulungnya itu .
" iya mi "
Kata Arden sedikit tidak yakin dengan perkataan maminya .
" siapa tahu si dokter cantik dulu bisa "
Goda Carlyn lagi .
" mami , sudah ya "
Arden memperingati maminya sambil berlalu dari sana .
" kalau seperti ini terus , kapan aku bisa gendong cucu "
Ucap Carlyn sedikit frustasi melihat anaknya yang juga belum menemukan wanita yang pas untuk dinikahinya padahal umurnya sudah tiga puluh lima tahun .
Sementara itu Thomas bergegas untuk kembali ke Indonesia untuk menanti hari lahir cucu kembarnya yang nanti akan memanggilnya kakek . Perasaan senang dan sedikit tidak rela bercampur dihatinya . Senang akan menjadi seorang kakek namun tidak rela untuk memberitahukan rahasia besar yang selama ini ditutupinya selama hampir dua puluh tahun .
Sementara Megan terlihat biasa-biasa saja ketika Alend terlalu heboh dengan hadiah yang akan diberikannya bagi cucu kembarnya nanti . Begitu pun dengan Vinda , tidak ada sedikitpun keinginan untuk pergi mengunjungi adiknya . Rasa bencinya mulai terpupuk sejak si adik lahir ke dunia . Papa yang awalnya begitu menyayanginya berubah begitu saja . Hanya adiknya yang selalu diperhatikan dan disayangi oleh si bos mafia itu sedang dirinya mulai diabaikan .
*
*
*
Hari persalinan Zaliapun tiba .
Semuanya terlihat bahagia kecuali Megan dan Vinda .
Zayn masuk ke ruang operasi untuk menemani istrinya . Proses demi proses dijalani Zalia hingga kini dia sudah dibaringkan di meja operasi .
Dokter melakukan pembiusan epidural sehingga area perut ke bawa mati rasa namun Zalia tetap sadar sedang sebuah tirai membatasi penglihatan Zalia dan Zayn . Hanya bunyi beberapa peralatan operasi yang terdengar saat dokter menyayat bagian perut Zalia untuk mengeluarkan si baby twins sedangkan Zalia tetap tenang apalagi ada suami tersayang di sampingnya .
" oek oeeek oeeek oeeeek "
Suara tangisan si sulung pun terdengar merdu di telinga Zayn dan Zalia .
Zayn belum mau beranjak dari sisi sang istri sebab dia sudah mengatakan kepada dokter untuk memanggilnya saat semua darah di tubuh Zalia juga bayinya sudah di bersihkan .
Masih tersisa sedikit ingatan tentang tubuh sang bunda yang berlumuran darah dua puluh tahun silam .
" oek oeeek oeeek oeeeek "
Hanya beberapa saat terdengar lagi suara tangisan si bungsu yang membuat keduanya bernafas lega .
Sedang di luar ruangan operasi semuanya terlihat tidak tenang .
Si baby twins di bersihkan oleh beberapa tenaga medis yang juga turut serta dalam proses persalinan itu .
Setelah semua luka sayatan di perut Zalia di jahit dan tubuhnya dibersihkan dokter segera memindahkannya ke ruangan pemulihan (recovery room ) atau disebut juga Post Anesthesia Care Unit ( PACU ) sebelum memindahkannya ke ruangan nifas untuk pemulihan lebih lanjut . Si baby twins pun diberi ASI pertama oleh Zalia . Mata Zalia berkaca-kaca ketika mulut mungil bayinya menyesap cairan berwarna putih yang mengandung zat anti bodi untuk pembentukan kekebalan tubuh pada bayi untuk membantunya melawan bakteri dan virus sehingga tidak gampang terserang penyakit .
__ADS_1
Tidak jauh berbeda pada Zayn .
Diapun terlihat bahagia ketika bayi perempuannya tertidur pulas digendongannya seusai diberi ASI oleh sang bunda .
' maafkan ayah sayang karena hampir membunuh kalian beberapa bulan lalu '
Ucap Zayn dalam hatinya mengingat kebodohannya . Untung saja buah hatinya kuat sehingga masih bisa bertahan meskipun Zalia mengalami pendarahan hebat kala itu .
Ketika Zalia di pindahkan ke ruang nifas , semua keluarga sudah menanti mereka di sana . Sudah bisa di pastikan siapa yang terlihat paling heboh .
Sudah pasti kedua kakek si baby twins . Ya , Thomas dan Edward .
Sementara Alend tersenyum kecut kala dirinya yang adalah kakek kandung si baby twins tidak bisa berbuat banyak .
Sedang Felix dan Carlyn tetap setia menanti giliran untuk menggendong si baby twins sekiranya kedua kakeknya berbelas kasih 🥰
Sedari tadi Zayn tidak memberi jarak bagi istrinya . Rasanya dia ingin terus memeluk istrinya , menghadiahinya dengan sejuta ciuman dan ucapan terima kasih karena sudah menyempurnakan kebahagiaan yang dirasakannya saat ini .
" terima kasih sayang untuk segalanya dan maafkan semua kesalahanku padamu . Aku berjanji akan mencintai kalian hingga akhir hidupku "
Bisik Zayn pada sang istri yang ada di sampingnya . Zalia hanya membalas ucapan Zayn dengan senyuman dan pelukan di tubuh suaminya . Dia tidak tahu hendak berkata apa rasa-rasanya dia ingin menghentikan dunia sekarang juga agar kebahagiaan hari ini tidak pernah meninggalkannya .
Melihat betapa besar cinta Zayn padanya juga wajah tampan dan cantik si baby twins ditambah lagi senyum bahagia keluarga membuat Zalia serasa ada di surga . Apa lagi yang dia butuhkan lebih dari ini ? Semua terasa cukup bahkan lebih dari cukup .
" kak Zalia , siapa nama si baby twins ? "
Tanya Aretha tiba-tiba kala dia yang mendapat giliran menggendong si bungsu .
" iya yah cucu kakek siapa namanya ? "
Tanya Edward yang dari tadi tidak ingin melepas si sulung dari gendongannya .
Zayn dan Zalia saling berpandangan lalu tersenyum .
" Zoar "
" Zeara "
Ucap keduanya bersamaan .
" namamu sangat cantik ponakan manisnya aunty Aretha . Hhmmm Zeara cantik "
Aretha terlihat gemas pada si bungsu Zeara .
" Zoar cucu kakek namanya sangat bagus . Kamu pasti akan jadi anak yang kuat dan selalu jadi pelindung keluarga "
Doa Edward tatkala mengucapkan nama si sulung .
Semua berbahagia hari itu dengan lahirnya si baby twins .
🥰💞 Zoar dan Zeara 💕😍
__ADS_1