CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Pacaran ala Zayn


__ADS_3

Malam itu Zayn menyiapkan ruang menonton yang romantis untuk mereka berdua . Sedangkan Zalia kembali tertidur setelah diberi obat oleh dokter .


Meskipun selama ini Zayn adalah jomblo sejati namun dia juga suka menonton film bergenre romantis sebab itu merupakan rekomendasi dokter pribadinya sebagai salah satu cara menyembuhkan traumanya . Dari sanalah dia belajar banyak tentang wanita dan apa saja yang dilakukan oleh pasangan yang berpacaran bahkan yang sudah menikah . Jadi , jangan berpikir bahwa Zayn tidak tahu apa-apa ya 😀


Saat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam , Zayn melihat Zalia sudah bangun dari tidurnya maka diapun mengajak Zalia keluar kamar untuk menonton bersamanya .


Ruang menonton itu dihiasi dengan lampu kelap kelip berwarna warni .


Zalia tersenyum melihat semua itu dan diapun memuji kreativitas pria tampan yang kini menjadi pacarnya itu .


" wahh . . ka Zayn ini cantik sekali "


Ucap Zalia kagum dengan semua yang dilihatnya .


" tapi kamu jauh lebih cantik dari ini semua "


Gombal Zayn yang membuat Zalia tersipu malu .


" hmmm , gombal "


" loh beneran , kamu lebih cantik karena punya mata , hidung dan telinga . lampunya kan nggak punya semua itu "


Goda Zayn lagi sambil tersenyum membuat Zalia memutar bola matanya sambil memonyongkan bibirnya .


Keduanya pun menikmati film yang diputar Zayn . Banyak hal romantis di dalamnya .


Hati kecil Zalia berharap semua itu bisa dialaminya juga bersama Zayn . Tapi dia tidak mau berharap banyak untuk itu semua mengingat lamaran Zayn kemarin yang tidak ada romantis-romantisnya sedikitpun .


Sekalipun malam ini sedikit romantis , Zalia tetap tidak ingin membayangkan hal-hal yang lebih dari itu . Cukup bisa bersama Zayn hatinya sudah bahagia .


Karena tidur sejak pulang dari Rumah Sakit membuat Zalia tidak dapat memejamkan matanya walaupun jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari . Sedangkan Zayn sudah tertidur setengah jam yang lalu . Melihat posisi tidur Zayn yang kurang nyaman di sofa , Zalia mengambil bantal dan selimut dari kamar . Mengganjal kepala Zayn dengan bantal serta menyelimuti tubuh Zayn dengan selimut berwarna hitam . Setelah itu Zalia duduk di karpet bulu yang ada di depan sofa tempat Zayn berbaring . Matanya seakan tak puas memandangi wajah tampan sang kekasih . Tangannya terulur untuk membelai rambut hitam milik pria yang menjabat sebagai CEO perusahaan GEZZA Company itu .


Wajah tenang Zayn yang dilihatnya sedang tertidur itu seakan tak memiliki beban hidup .


Padahal selama dua puluh tahun pria itu lalui dengan perjuangan keras . Baru lima tahun terakhir ini dijalaninya tanpa bergantung pada obat-obatan sekalipun masih tetap berkonsultasi pada dokter pribadinya .


Namun setelah bertemu Zalia , tanpa Zayn sadari tubuhnya tidak lagi bereaksi negatif terhadap tubuh wanita . Padahal , biasanya tubuh Zayn akan mengeluarkan keringat yang sangat berlebihan disertai debaran jantung yang sangat cepat . Namun dengan Zalia , hal itu tidak terjadi lagi .


Lelah memandangi wajah Zayn , akhirnya Zalia tertidur kembali sekitar pukul lima subuh dengan posisi menyandarkan salah satu pipinya pada sofa tempat Zayn berbaring .


Karena silau dengan cahaya matahari yang masuk lewat dinding kaca apartemennya , akhirnya Zayn terbangun dari tidurnya .


Melihat Zalia tertidur nyenyak dengan posisi yang kurang nyaman , Zayn duduk dengan perlahan agar tidak membangunkannya .


" sayang sekali , kenapa kamu harus lahir dari rahim wanita pembunuh itu "


Gumam Zayn perlahan sambil tersenyum memandangi wajah gadis yang akan dijadikannya sebagai tempat membalaskan dendam karena kematian bunda dan adiknya .


Setelah itu Zaynpun menyuruh anak buahnya membeli sepasang baju santai untuk Zalia .


" Zal , bangun Zal "


Ucap Zayn membangunkan Zalia .


" ha ? sudah pagi ya ka ? "


tanya Zalia sambil mengucek matanya .


" iya , ayo bangun "

__ADS_1


Jawab Zayn sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Zalia berdiri .


" kamu mandi dulu terus ganti baju .


Bajunya sudah aku suapin di kamar .


Abis ini kita sarapan dan aku antar kamu pulang "


Tanpa banyak bicara Zalia hanya mengangguk dan langsung menuju ke kamar . Setelah dia selesai , Zayn lagi yang mandi dan bersiap-siap karena setelah mengantarkan Zalia , dia harus langsung ke kantor .


Setengah jam kemudian , keduanya menuju ke salah satu restoran untuk sarapan pagi .


" Zal , mungkin setelah hari ini kita pacarannya di apartemen aku saja ya ,


soalnya aku sedikit tidak menyukai keramaian "


Ucap Zayn sambil menikmati menu sarapannya .


" terserah kak Zayn saja dan sebenarnya akupun tidak terlalu menyukai tempat yang ramai apalagi untuk menjadi tontonan orang banyak "


" ok , deal ya ? "


Zalia hanya menganggukkan kepalanya untuk menyetujui ide Zayn .


Tidak suka keramaian atau memang tidak suka dengan wanitanya ? 😂 🤭


Sehabis sarapan , Zaynpun langsung mengantarkan Zalia pulang ke rumahnya karena mendadak dia mendapat telfon dari sekertarisnya bahwa salah satu investor dari luar negeri akan segera tiba di perusahaan mereka .


*


*


*


Ya , kamera yang pernah dijatuhkan oleh Zalia .


" Seandainya laki-laki itu bukan Zayn , aku pasti akan berusaha untuk merebutmu Zalia dan menjadikanmu milikku "


Pria itu kembali membuang kasar nafas frustasinya . Setelah sekian lama terbelenggu oleh bayangan sang mantan , Arden baru merasakan kembali yang namanya jatuh cinta pada seorang wanita . Sayang sekali , wanita itu malah lebih dahulu dekat dengan sahabat yang sudah seperti saudara baginya .


" tak apalah , masih ada 3 kali kesempatan untuk menghabiskan waktu bersamamu "


Ucapnya lagi sambil meletakkan kamera itu di meja kerjanya . Arden mengambil handphone untuk menghubungi seseorang .


" halo kak Arden "


" halo Zal , aku nggak ganggu kamu kan ? "


" iya , nggak ganggu kok kak .


Lagian aku juga barusan sampai di rumah "


" emangnya kamu dari mana pagi-pagi begini ? "


" aku baru dari apartemennya kak Zayn soalnya semalam menginap di sana "


" kok bisa kamu menginap di apartemen Zayn ? "


" oh , itu Karena waktu pulang dari Rumah Sakit kemarin kepalaku mendadak pusing "

__ADS_1


" terus bagaimana keadaan kamu sekarang ?


pasti karena kamu donorin darah buat mami aku kemarin kan ? "


" sudah baikan kak , soalnya tadi malam Zayn panggil dokternya ke apartemen . Aku di kasih obat terus waktu bangun tadi pagi sudah enakan kak "


" syukurlah kalau kamu baik-baik saja "


" oh iya , kak Arden nelpon ada perlu apa ? "


" mau menagi hutang waktu kamu karena merusakkan kameraku tempo hari "


" ha ha ha , iya kak pasti aku lunasi kok .


Aku jadi malu kalau ingat hari itu "


" iya sih agak memalukan memang ,


tapi karena hal itu kita jadi bisa berkenalan "


" itulah kak yang namanya ada hikmah dibalik semua hal yang terjadi "


" ah , bisa saja kamu ya .


Terus gimana kapan kamu punya waktu ? "


" aku harus periksa jadwal kuliah dulu kak , soalnya sekarang ini lagi banyak tugas terus ditambah lagi aku sudah dua hari nggak ke kampus . Nanti kalau ada waktu kosong aku hubungi kakak . Aku usahakan dalam minggu ini , bolehkan ? "


" iya , boleh .


Ok kalau begitu sudah dulu ya , aku tunggu kabarnya "


" siap kak , bye "


Setelah mematikan sambungan telepon , Arden memejamkan matanya .


' kira-kira apa yang sudah terjadi diantara mereka sepanjang malam '


Pikir Arden sedikit frustasi .


Tiba-tiba Arden berkata sambil sedikit tersenyum ,


" apa coba yang bisa dilakukan Zayn , emang dia tahu apa ? "


Ardenpun tertawa untuk menghibur hatinya yang sedang galau 😂😂😂


Ya , sombong sekali si Arden .


Lihat saja nanti apa yang bisa Zayn lakukan .


Tunggu saja tanggal mainnya 🤭


*


*


*


Terima kasih bagi yang sudah membaca 🙏

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya 👍


__ADS_2