
Malam itu Zayn menyiapkan ruang menonton yang romantis untuk mereka berdua . Sedangkan Zalia kembali tertidur setelah diberi obat oleh dokter .
Meskipun selama ini Zayn adalah jomblo sejati namun dia juga suka menonton film bergenre romantis sebab itu merupakan rekomendasi dokter pribadinya sebagai salah satu cara menyembuhkan traumanya . Dari sanalah dia belajar banyak tentang wanita dan apa saja yang dilakukan oleh pasangan yang berpacaran bahkan yang sudah menikah . Jadi , jangan berpikir bahwa Zayn tidak tahu apa-apa ya 😀
Saat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam , Zayn melihat Zalia sudah bangun dari tidurnya maka diapun mengajak Zalia keluar kamar untuk menonton bersamanya .
Ruang menonton itu dihiasi dengan lampu kelap kelip berwarna warni .
Zalia tersenyum melihat semua itu dan diapun memuji kreativitas pria tampan yang kini menjadi pacarnya itu .
" wahh . . ka Zayn ini cantik sekali "
Ucap Zalia kagum dengan semua yang dilihatnya .
" tapi kamu jauh lebih cantik dari ini semua "
Gombal Zayn yang membuat Zalia tersipu malu .
" hmmm , gombal "
" loh beneran , kamu lebih cantik karena punya mata , hidung dan telinga . lampunya kan nggak punya semua itu "
Goda Zayn lagi sambil tersenyum membuat Zalia memutar bola matanya sambil memonyongkan bibirnya .
Keduanya pun menikmati film yang diputar Zayn . Banyak hal romantis di dalamnya .
Hati kecil Zalia berharap semua itu bisa dialaminya juga bersama Zayn . Tapi dia tidak mau berharap banyak untuk itu semua mengingat lamaran Zayn kemarin yang tidak ada romantis-romantisnya sedikitpun .
Sekalipun malam ini sedikit romantis , Zalia tetap tidak ingin membayangkan hal-hal yang lebih dari itu . Cukup bisa bersama Zayn hatinya sudah bahagia .
Karena tidur sejak pulang dari Rumah Sakit membuat Zalia tidak dapat memejamkan matanya walaupun jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari . Sedangkan Zayn sudah tertidur setengah jam yang lalu . Melihat posisi tidur Zayn yang kurang nyaman di sofa , Zalia mengambil bantal dan selimut dari kamar . Mengganjal kepala Zayn dengan bantal serta menyelimuti tubuh Zayn dengan selimut berwarna hitam . Setelah itu Zalia duduk di karpet bulu yang ada di depan sofa tempat Zayn berbaring . Matanya seakan tak puas memandangi wajah tampan sang kekasih . Tangannya terulur untuk membelai rambut hitam milik pria yang menjabat sebagai CEO perusahaan GEZZA Company itu .
Wajah tenang Zayn yang dilihatnya sedang tertidur itu seakan tak memiliki beban hidup .
Padahal selama dua puluh tahun pria itu lalui dengan perjuangan keras . Baru lima tahun terakhir ini dijalaninya tanpa bergantung pada obat-obatan sekalipun masih tetap berkonsultasi pada dokter pribadinya .
Namun setelah bertemu Zalia , tanpa Zayn sadari tubuhnya tidak lagi bereaksi negatif terhadap tubuh wanita . Padahal , biasanya tubuh Zayn akan mengeluarkan keringat yang sangat berlebihan disertai debaran jantung yang sangat cepat . Namun dengan Zalia , hal itu tidak terjadi lagi .
Lelah memandangi wajah Zayn , akhirnya Zalia tertidur kembali sekitar pukul lima subuh dengan posisi menyandarkan salah satu pipinya pada sofa tempat Zayn berbaring .
Karena silau dengan cahaya matahari yang masuk lewat dinding kaca apartemennya , akhirnya Zayn terbangun dari tidurnya .
Melihat Zalia tertidur nyenyak dengan posisi yang kurang nyaman , Zayn duduk dengan perlahan agar tidak membangunkannya .
" sayang sekali , kenapa kamu harus lahir dari rahim wanita pembunuh itu "
Gumam Zayn perlahan sambil tersenyum memandangi wajah gadis yang akan dijadikannya sebagai tempat membalaskan dendam karena kematian bunda dan adiknya .
Setelah itu Zaynpun menyuruh anak buahnya membeli sepasang baju santai untuk Zalia .
" Zal , bangun Zal "
Ucap Zayn membangunkan Zalia .
" ha ? sudah pagi ya ka ? "
tanya Zalia sambil mengucek matanya .
" iya , ayo bangun "
__ADS_1
Jawab Zayn sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Zalia berdiri .
" kamu mandi dulu terus ganti baju .
Bajunya sudah aku suapin di kamar .
Abis ini kita sarapan dan aku antar kamu pulang "
Tanpa banyak bicara Zalia hanya mengangguk dan langsung menuju ke kamar . Setelah dia selesai , Zayn lagi yang mandi dan bersiap-siap karena setelah mengantarkan Zalia , dia harus langsung ke kantor .
Setengah jam kemudian , keduanya menuju ke salah satu restoran untuk sarapan pagi .
" Zal , mungkin setelah hari ini kita pacarannya di apartemen aku saja ya ,
soalnya aku sedikit tidak menyukai keramaian "
Ucap Zayn sambil menikmati menu sarapannya .
" terserah kak Zayn saja dan sebenarnya akupun tidak terlalu menyukai tempat yang ramai apalagi untuk menjadi tontonan orang banyak "
" ok , deal ya ? "
Zalia hanya menganggukkan kepalanya untuk menyetujui ide Zayn .
Tidak suka keramaian atau memang tidak suka dengan wanitanya ? 😂 🤭
Sehabis sarapan , Zaynpun langsung mengantarkan Zalia pulang ke rumahnya karena mendadak dia mendapat telfon dari sekertarisnya bahwa salah satu investor dari luar negeri akan segera tiba di perusahaan mereka .
*
*
*
Ya , kamera yang pernah dijatuhkan oleh Zalia .
" Seandainya laki-laki itu bukan Zayn , aku pasti akan berusaha untuk merebutmu Zalia dan menjadikanmu milikku "
Pria itu kembali membuang kasar nafas frustasinya . Setelah sekian lama terbelenggu oleh bayangan sang mantan , Arden baru merasakan kembali yang namanya jatuh cinta pada seorang wanita . Sayang sekali , wanita itu malah lebih dahulu dekat dengan sahabat yang sudah seperti saudara baginya .
" tak apalah , masih ada 3 kali kesempatan untuk menghabiskan waktu bersamamu "
Ucapnya lagi sambil meletakkan kamera itu di meja kerjanya . Arden mengambil handphone untuk menghubungi seseorang .
" halo kak Arden "
" halo Zal , aku nggak ganggu kamu kan ? "
" iya , nggak ganggu kok kak .
Lagian aku juga barusan sampai di rumah "
" emangnya kamu dari mana pagi-pagi begini ? "
" aku baru dari apartemennya kak Zayn soalnya semalam menginap di sana "
" kok bisa kamu menginap di apartemen Zayn ? "
" oh , itu Karena waktu pulang dari Rumah Sakit kemarin kepalaku mendadak pusing "
__ADS_1
" terus bagaimana keadaan kamu sekarang ?
pasti karena kamu donorin darah buat mami aku kemarin kan ? "
" sudah baikan kak , soalnya tadi malam Zayn panggil dokternya ke apartemen . Aku di kasih obat terus waktu bangun tadi pagi sudah enakan kak "
" syukurlah kalau kamu baik-baik saja "
" oh iya , kak Arden nelpon ada perlu apa ? "
" mau menagi hutang waktu kamu karena merusakkan kameraku tempo hari "
" ha ha ha , iya kak pasti aku lunasi kok .
Aku jadi malu kalau ingat hari itu "
" iya sih agak memalukan memang ,
tapi karena hal itu kita jadi bisa berkenalan "
" itulah kak yang namanya ada hikmah dibalik semua hal yang terjadi "
" ah , bisa saja kamu ya .
Terus gimana kapan kamu punya waktu ? "
" aku harus periksa jadwal kuliah dulu kak , soalnya sekarang ini lagi banyak tugas terus ditambah lagi aku sudah dua hari nggak ke kampus . Nanti kalau ada waktu kosong aku hubungi kakak . Aku usahakan dalam minggu ini , bolehkan ? "
" iya , boleh .
Ok kalau begitu sudah dulu ya , aku tunggu kabarnya "
" siap kak , bye "
Setelah mematikan sambungan telepon , Arden memejamkan matanya .
' kira-kira apa yang sudah terjadi diantara mereka sepanjang malam '
Pikir Arden sedikit frustasi .
Tiba-tiba Arden berkata sambil sedikit tersenyum ,
" apa coba yang bisa dilakukan Zayn , emang dia tahu apa ? "
Ardenpun tertawa untuk menghibur hatinya yang sedang galau 😂😂😂
Ya , sombong sekali si Arden .
Lihat saja nanti apa yang bisa Zayn lakukan .
Tunggu saja tanggal mainnya 🤭
*
*
*
Terima kasih bagi yang sudah membaca 🙏
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya 👍