
Kepergian Thomas ke luar negeri untuk melakukan perjalanan bisnis benar-benar dimanfaatkan oleh Megan dan Vinda . Sebab , Uang belanja mereka pasti lebih banyak dari biasanya .
Alend pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada . Kerinduan pada wanita yang dicintainya akan dia salurkan dengan sepuas-puasnya .
Siapakah yang akan menyangka jika pria yang sudah begitu dipercaya si bos besar itu ternyata adalah selingkuhan istrinya selama hampir tiga dekade ini .
Bahkan kedua putri si bos yang dilahirkan sang istri ternyata adalah buah cinta dari hubungan gelap itu .
Namun tanpa mereka sadari , si bos besar sudah mengetahuinya lebih dari dua puluh tahun yang lalu .
Kasihan ya ðŸ˜
Itulah alasan mengapa dia tidak pernah mau menceraikan istrinya .
" Tidak akan ku permudah jalan kalian untuk bersatu setelah menghianati ku "
itulah yang selalu dikatakan Thomas , pria malang yang dikhianati istri dan orang kepercayaannya . Setidaknya selama dia masih hidup , hal itu tidak akan pernah terjadi dan itulah janjinya .
Kepergiannya kali ini bukan hanya untuk kepentingan bisnis tapi untuk kesehatannya . Sebab terjadi gangguan pada ginjalnya . Dia tidak pernah memberi tahu Alend tentang sakitnya sebab pasti akan dimanfaatkan oleh si pengkhianat itu . Jadi , dia berdalih untuk mengerjakan bisnis di luar negeri selama enam bulan ke depan dan mempercayakan segala sesuatunya pada Alend . Otomatis , otak pengkhianat itu tidak akan berpikir dua kali untuk menolak perintah sang bos .
Enam bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk bersenang-senang dengan wanita si bos . Apalagi Thomas menugaskannya khusus untuk mengawal Megan selama dia di luar negeri . Serasa mendapatkan durian runtuh , Alend sudah tidak sabar untuk mengantarkan sang bos ke bandara hari ini .
Kepergian Thomas kali ini di antar oleh istri dan kedua putrinya serta menantunya . Thomas sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya .
Sebelum masuk ke dalam jet pribadi nya , Thomas memeluk istri serta kedua putrinya .
Hanya Zalia yang terlihat sedih dengan kepergian papanya kali ini sedang Megan dan Vinda tersenyum kegirangan . Begitu juga dengan Alend yang sudah tidak sabar lagi untuk segera bermesraan dengan wanita yang dicintainya itu .
*
*
*
Hari itu juga Vinda langsung saja berangkat ke Bali bersama pacarnya untuk liburan dan menghabiskan uang sang papa .
Si pasangan pengkhianat pun demikian . Mereka berangkat ke daerah Bogor dan menyewa vila di sana .
Namun mereka tidak tahu jika Thomas sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi tanpa di ketahui oleh mereka .
Thomas ingin fokus untuk operasi pencangkokan ginjal serta penyembuhannya pasca operasi nanti .
*
*
*
Sedang Zayn langsung ke kantor usai mengantarkan istrinya ke kampus untuk kembali menyelesaikan kuliahnya setelah permintaan Zalia semalam .
Hari ini dia akan menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Gerald setelah tertunda dua hari lamanya .
Setibanya di kantor ......
" tuan Gerald sudah menunggu di ruangan anda "
Ucap Demian saat mereka berjalan berdampingan di lobi perusahaan nya .
" cepat sekali dia datang padahal waktu perjanjiannya masih ada sepuluh menit lagi "
Kata Zayn sambil melihat jam di tangannya .
Keduanya masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangan kerja Zayn .
Setibanya mereka , terlihat Gerald dan asistennya sedang duduk menikmati minuman yang disediakan oleh orang suruhan Demian sebelumnya .
" selamat pagi tuan Gerald "
Sapa Zayn pada tamunya yang sebentar lagi akan menjadi partner bisnis perusahaannya .
Gerald dan asistennya berdiri dan menerima jabatan tangan Zayn .
" selamat pagi juga tuan Zayn "
Setelah berbincang beberapa saat , akhirnya mereka menandatangani kontrak perjanjian itu . Kemudian Gerald dan asistennya meninggalkan perusahaan milik Zayn .
Saat jam istirahat makan siang Zayn menghubungi Zalia .
" halo "
Jawab Zalia di seberang sana .
" halo juga sayang , kamu sudah makan siang ? "
" belum kak , soalnya aku lagi di perpustakaan dekat kampus sekarang masih ada tugas yang belum ku selesaikan "
" tapi ini sudah jam makan siang harus makan sekarang "
" nanggung kak , bentar lagi selesai kok "
" aku ke situ sekarang kita makan sama-sama "
__ADS_1
" tapi kak "
Zayn langsung saja mematikan telepon dan beranjak dari tempat duduknya menuju parkiran .
Lima belas menit kemudian , Zayn terlihat sedang mencari-cari seseorang di deretan kursi yang disiapkan untuk para pengunjung perpustakaan .
Senyumnya terbit ketika melihat sang istri melambaikan tangan ke arahnya .
" ayo "
Ajak Zayn sambil menarik lembut tangan Zalia untuk keluar dari perpustakaan itu .
Keduanya masuk ke salah satu restoran yang tak jauh dari perpustakaan tadi .
Sesudah makanan yang mereka pesan diantarkan , keduanya langsung saja menikmatinya .
" pulang jam berapa nanti ? "
Tanya Zayn sambil menatap sang istri yang sedang mengunyah makanannya .
" mungkin jam lima sampai setengah enam kak soalnya banyak mata pelajaran yang tertinggal selama aku nggak masuk kuliah "
Jawab Zalia sambil terus menikmati makanannya .
" baiklah , nanti aku jemput ya "
" nggak usah kak , aku naik taksi saja nanti "
" nggak boleh naik taksi . Nanti aku jemput di depan gerbang "
" tapi kak "
" nggak ada tapi tapian . Pokoknya nanti aku jemput "
Zalia diam dan menghabiskan makanannya . Tak mau membantah .
Setelah itu Zayn mengantar nya kembali ke perpustakaan tadi lalu kembali ke kantornya .
Ketika jam menunjukkan pukul setengah enam sore , mobil Zayn sudah terparkir di pinggiran jalan dekat gerbang kampus Zalia . Setelah menunggu hampir lima belas menit , seseorang mengetuk kaca mobilnya . Zalia yang baru keluar dari gerbang melihat mobil Zayn langsung saja menghampirinya dan mengetuk kaca mobil di sampingnya .
Zayn membuka pintu dan keluar dari mobilnya menggandeng tangan Zalia dan membukakan pintu satunya untuk sang istri .
Begitulah setiap harinya . Zayn akan mengantar jemput Zalia ke kampus dan akan menyempatkan untuk makan siang bersama ketiga pekerjaannya tidak padat . Tak terasa sudah hampir dua bulan mereka melewati hari bersama sejak kepergian Thomas ke luar negeri .
Operasinya berjalan lancar dan proses penyembuhannya hampir sempurna .
Sedang pasangan pengkhianat sedang menikmati hari-hari bahagia mereka .
Esok paginya , Zayn ke kantor pagi-pagi sekali sebab ada rapat mendadak dengan investor asing sedang Zalia sedang tidak ada jadwal kuliah hari itu .
Setelah mandi pagi , tanpa sengaja dia melihat sisa pembalutnya dua bulan lalu . Terdiam sejenak , memikirkan satu hal . Astaga !! sudah dua bulan ini dia tidak didatangi oleh tamu bulanannya .
" apa aku hamil ? "
Tanya Zalia pada dirinya sendiri .
Tapi dia ragu . Sebab tidak ada perubahan atau gejala apapun yang dia rasakan selayaknya orang hamil .
Lagipula , setiap kali berhubungan badan , Zayn selalu memakai pengaman . Alasannya masih sama , Zalia harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu . Namun , Zalia ingat dengan jelas bahwa malam saat Zayn mabuk , tidak ada pengaman saat itu .
Daripada berandai-andai tak jelas , Zalia memutuskan lebih baik jika pergi membeli testpack .
Di sinilah dia pagi itu juga .
Di sebuah apotek tak jauh dari rumah mereka . Menyetir sendiri sebab memang tidak ada orang lain di rumah saat itu .
Sekembalinya , dia langsung saja mencoba sebab pikirnya masih jam setengah delapan pagi .
Menunggu sekitar satu menit , dia mengangkat pelan alat tes kehamilan berbentuk panjang itu .
Ya ampun !! Zalia kaget karena ada dua garis merah yang terlihat jelas di sana.
Ada perasaan bahagia sebab dia akan jadi seorang ibu tapi ada pula keraguan di hatinya . Bagaimana tanggapan Zayn atas hal ini . Apa dia juga akan bahagia atau tidak . Bagaimana jika perkataan Zayn saat mabuk adalah isi hati terjujurnya bahwa dia tidak menginginkan anak dari kandungan Zalia ?
Setelah berpikir agak lama , Zalia akhirnya memutuskan untuk tidak memberi tahu Zayn tentang kehamilannya . Toh , belum ada tanda-tanda kehamilan yang terlihat padanya .
Bagaimana jika dalam waktu dekat dia akan bertanya pada Zayn soal memiliki anak dengannya . Mungkin jawaban Zayn bisa memberinya sedikit gambaran tentang hati suaminya saat ini .
Apa menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu hanyalah sebuah alasan atau memang itulah keinginan Zayn yang sesungguhnya .
Kebetulan Minggu depan adalah ulang tahun Zayn ke tiga puluh tiga tahun .
Satu minggu ini adalah waktu bagi Zalia untuk meyakinkan dirinya tentang keraguannya pada Zayn .
Sebenarnya , dalam kurun waktu dua bulan ini Zayn benar-benar menunjukan cinta dan perhatiannya pada Zalia .
*
*
*
__ADS_1
Seperti biasanya Zayn pulang ke rumah sekitar pukul lima sore . Zalia sudah menunggu suaminya di ruang menonton sambil menikmati salad buah .
Melihat kedatangan Zayn , dia menaruh mangkuk salad nya di meja dan menghampiri suaminya .
Zayn memberi kecupan mesra di kening sang istri yang di balas dengan ciuman singkat di bibir Zayn . Senyuman pun merekah di wajah Zayn .
" rindu ya ? "
tanya Zayn masih memeluk tubuh mungil sang istri .
" nggak "
Jawab Zalia singkat sambil menyembunyikan wajah malunya .
" bilang saja kalau rindu sayang kan seharian nggak ketemu . Aku loh rindu "
" iya iya rindu "
Keduanya tertawa bersama kemudian naik ke kamar mereka . Zayn membersihkan diri di kamar mandi sedang Zalia menyiapkan baju ganti untuk suaminya .
Menjelang tidur , saat keduanya sudah berbaring Zalia iseng menanyakan seputar memiliki anak dalam waktu dekat .
" kak aku boleh nanya nggak ? "
" boleh , emang mau tanya apa? "
Zalia berpikir sebentar ,
" gimana kalau aku hamil sebelum tamat kuliah ? "
Zayn merasa heran dengan pertanyaan Zalia . Diapun berdiam sejenak lalu balik bertanya pada istrinya .
" emangnya kamu sudah siap untuk jadi seorang ibu ? umur kamu masih muda loh sayang "
" aku sih siap-siap saja , untuk masalah umur kayaknya banyak deh perempuan yang sudah jadi ibu di umur yang sama dengan aku . Iya nggak ? Lagipula kalau nunggu aku lulus dua tahun lagi umur kakak udah mau tiga puluh lima "
" iya sih sudah banyak tapi menurut aku ya sayang , ada baiknya kalau kamu selesaikan dulu kuliahmu baru mikirin mau jadi ibu . Untuk umur aku , kan nggak ada pengaruhnya . "
Mendengar jawaban Zayn barusan, Zalia sedikit kecewa . Tapi dia tidak mau menunjukkannya pada Zayn .
" ya udah lah kak tidur yuk "
Ajak Zalia untuk menutupi rasa kecewanya .
Zayn pun langsung berpikir dalam hatinya , ' apa dia sudah pengen punya anak sekarang ya ? ya udahlah di coba aja ' .
" loh , kok udah mau tidur aja ? nggak mau ngasih jatah dulu nih ? "
Ucap Zayn sambil tersenyum dan memainkan matanya ke arah Zalia yang sedari tadi ada dalam pelukannya .
" nggak mau "
Kata Zalia membalikkan badannya membelakangi Zayn .
" bener nih nggak mau ha ? "
Tanya Zayn sekali lagi sambil menggelitik pinggang Zalia .
" jangan kak ah "
Zalia berusaha melepaskan tangan Zayn dari pinggangnya .
Dengan gerakan cepat Zayn berhasil membalikan badan Zalia bahkan mengungkungnya . Kedua tangannya menahan kedua tangan Zalia di samping wajahnya .
" mau ya ? "
Belum mendapat jawaban , Zayn langsung saja ******* bibir Zalia .
Keduanya terhanyut dalam gairah yang tak bisa terbendung lagi sampai tubuh keduanya polos tanpa sehelai benangpun .
Ketika Zayn hendak memasuki Zalia .
" kakak nggak pake pengaman dulu ? "
Tanya Zalia memperingati Zayn .
" nggak perlu sayang . Kamu mau cepat jadi ibu kan ? "
Alangkah senangnya hati Zalia mendengar perkataan Zayn barusan .
Kepalanya hanya mengangguk-angguk dan senyum bahagia terpancar jelas di paras cantiknya .
Kegiatan panas-panasnya dimulai sudah 😂ðŸ¤
' hadiah untuk ulang tahun mu minggu depan sudah ada kak '
Kata Zalia dalam hati . Sebab dia memutuskan untuk memberitahukan kehamilannya tepat di hari bahagia sang suami .
*
*
__ADS_1
*