CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 26


__ADS_3

Kepergian Thomas ke luar negeri untuk melakukan perjalanan bisnis benar-benar dimanfaatkan oleh Megan dan Vinda . Sebab , Uang belanja mereka pasti lebih banyak dari biasanya .


Alend pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada . Kerinduan pada wanita yang dicintainya akan dia salurkan dengan sepuas-puasnya .


Siapakah yang akan menyangka jika pria yang sudah begitu dipercaya si bos besar itu ternyata adalah selingkuhan istrinya selama hampir tiga dekade ini .


Bahkan kedua putri si bos yang dilahirkan sang istri ternyata adalah buah cinta dari hubungan gelap itu .


Namun tanpa mereka sadari , si bos besar sudah mengetahuinya lebih dari dua puluh tahun yang lalu .


Kasihan ya 😭


Itulah alasan mengapa dia tidak pernah mau menceraikan istrinya .


" Tidak akan ku permudah jalan kalian untuk bersatu setelah menghianati ku "


itulah yang selalu dikatakan Thomas , pria malang yang dikhianati istri dan orang kepercayaannya . Setidaknya selama dia masih hidup , hal itu tidak akan pernah terjadi dan itulah janjinya .


Kepergiannya kali ini bukan hanya untuk kepentingan bisnis tapi untuk kesehatannya . Sebab terjadi gangguan pada ginjalnya . Dia tidak pernah memberi tahu Alend tentang sakitnya sebab pasti akan dimanfaatkan oleh si pengkhianat itu . Jadi , dia berdalih untuk mengerjakan bisnis di luar negeri selama enam bulan ke depan dan mempercayakan segala sesuatunya pada Alend . Otomatis , otak pengkhianat itu tidak akan berpikir dua kali untuk menolak perintah sang bos .


Enam bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk bersenang-senang dengan wanita si bos . Apalagi Thomas menugaskannya khusus untuk mengawal Megan selama dia di luar negeri . Serasa mendapatkan durian runtuh , Alend sudah tidak sabar untuk mengantarkan sang bos ke bandara hari ini .


Kepergian Thomas kali ini di antar oleh istri dan kedua putrinya serta menantunya . Thomas sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya .


Sebelum masuk ke dalam jet pribadi nya , Thomas memeluk istri serta kedua putrinya .


Hanya Zalia yang terlihat sedih dengan kepergian papanya kali ini sedang Megan dan Vinda tersenyum kegirangan . Begitu juga dengan Alend yang sudah tidak sabar lagi untuk segera bermesraan dengan wanita yang dicintainya itu .


*


*


*


Hari itu juga Vinda langsung saja berangkat ke Bali bersama pacarnya untuk liburan dan menghabiskan uang sang papa .


Si pasangan pengkhianat pun demikian . Mereka berangkat ke daerah Bogor dan menyewa vila di sana .


Namun mereka tidak tahu jika Thomas sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi tanpa di ketahui oleh mereka .


Thomas ingin fokus untuk operasi pencangkokan ginjal serta penyembuhannya pasca operasi nanti .


*


*


*


Sedang Zayn langsung ke kantor usai mengantarkan istrinya ke kampus untuk kembali menyelesaikan kuliahnya setelah permintaan Zalia semalam .


Hari ini dia akan menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Gerald setelah tertunda dua hari lamanya .


Setibanya di kantor ......


" tuan Gerald sudah menunggu di ruangan anda "


Ucap Demian saat mereka berjalan berdampingan di lobi perusahaan nya .


" cepat sekali dia datang padahal waktu perjanjiannya masih ada sepuluh menit lagi "


Kata Zayn sambil melihat jam di tangannya .


Keduanya masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangan kerja Zayn .


Setibanya mereka , terlihat Gerald dan asistennya sedang duduk menikmati minuman yang disediakan oleh orang suruhan Demian sebelumnya .


" selamat pagi tuan Gerald "


Sapa Zayn pada tamunya yang sebentar lagi akan menjadi partner bisnis perusahaannya .


Gerald dan asistennya berdiri dan menerima jabatan tangan Zayn .


" selamat pagi juga tuan Zayn "


Setelah berbincang beberapa saat , akhirnya mereka menandatangani kontrak perjanjian itu . Kemudian Gerald dan asistennya meninggalkan perusahaan milik Zayn .


Saat jam istirahat makan siang Zayn menghubungi Zalia .


" halo "


Jawab Zalia di seberang sana .


" halo juga sayang , kamu sudah makan siang ? "


" belum kak , soalnya aku lagi di perpustakaan dekat kampus sekarang masih ada tugas yang belum ku selesaikan "


" tapi ini sudah jam makan siang harus makan sekarang "


" nanggung kak , bentar lagi selesai kok "


" aku ke situ sekarang kita makan sama-sama "

__ADS_1


" tapi kak "


Zayn langsung saja mematikan telepon dan beranjak dari tempat duduknya menuju parkiran .


Lima belas menit kemudian , Zayn terlihat sedang mencari-cari seseorang di deretan kursi yang disiapkan untuk para pengunjung perpustakaan .


Senyumnya terbit ketika melihat sang istri melambaikan tangan ke arahnya .


" ayo "


Ajak Zayn sambil menarik lembut tangan Zalia untuk keluar dari perpustakaan itu .


Keduanya masuk ke salah satu restoran yang tak jauh dari perpustakaan tadi .


Sesudah makanan yang mereka pesan diantarkan , keduanya langsung saja menikmatinya .


" pulang jam berapa nanti ? "


Tanya Zayn sambil menatap sang istri yang sedang mengunyah makanannya .


" mungkin jam lima sampai setengah enam kak soalnya banyak mata pelajaran yang tertinggal selama aku nggak masuk kuliah "


Jawab Zalia sambil terus menikmati makanannya .


" baiklah , nanti aku jemput ya "


" nggak usah kak , aku naik taksi saja nanti "


" nggak boleh naik taksi . Nanti aku jemput di depan gerbang "


" tapi kak "


" nggak ada tapi tapian . Pokoknya nanti aku jemput "


Zalia diam dan menghabiskan makanannya . Tak mau membantah .


Setelah itu Zayn mengantar nya kembali ke perpustakaan tadi lalu kembali ke kantornya .


Ketika jam menunjukkan pukul setengah enam sore , mobil Zayn sudah terparkir di pinggiran jalan dekat gerbang kampus Zalia . Setelah menunggu hampir lima belas menit , seseorang mengetuk kaca mobilnya . Zalia yang baru keluar dari gerbang melihat mobil Zayn langsung saja menghampirinya dan mengetuk kaca mobil di sampingnya .


Zayn membuka pintu dan keluar dari mobilnya menggandeng tangan Zalia dan membukakan pintu satunya untuk sang istri .


Begitulah setiap harinya . Zayn akan mengantar jemput Zalia ke kampus dan akan menyempatkan untuk makan siang bersama ketiga pekerjaannya tidak padat . Tak terasa sudah hampir dua bulan mereka melewati hari bersama sejak kepergian Thomas ke luar negeri .


Operasinya berjalan lancar dan proses penyembuhannya hampir sempurna .


Sedang pasangan pengkhianat sedang menikmati hari-hari bahagia mereka .


Esok paginya , Zayn ke kantor pagi-pagi sekali sebab ada rapat mendadak dengan investor asing sedang Zalia sedang tidak ada jadwal kuliah hari itu .


Setelah mandi pagi , tanpa sengaja dia melihat sisa pembalutnya dua bulan lalu . Terdiam sejenak , memikirkan satu hal . Astaga !! sudah dua bulan ini dia tidak didatangi oleh tamu bulanannya .


" apa aku hamil ? "


Tanya Zalia pada dirinya sendiri .


Tapi dia ragu . Sebab tidak ada perubahan atau gejala apapun yang dia rasakan selayaknya orang hamil .


Lagipula , setiap kali berhubungan badan , Zayn selalu memakai pengaman . Alasannya masih sama , Zalia harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu . Namun , Zalia ingat dengan jelas bahwa malam saat Zayn mabuk , tidak ada pengaman saat itu .


Daripada berandai-andai tak jelas , Zalia memutuskan lebih baik jika pergi membeli testpack .


Di sinilah dia pagi itu juga .


Di sebuah apotek tak jauh dari rumah mereka . Menyetir sendiri sebab memang tidak ada orang lain di rumah saat itu .


Sekembalinya , dia langsung saja mencoba sebab pikirnya masih jam setengah delapan pagi .


Menunggu sekitar satu menit , dia mengangkat pelan alat tes kehamilan berbentuk panjang itu .


Ya ampun !! Zalia kaget karena ada dua garis merah yang terlihat jelas di sana.


Ada perasaan bahagia sebab dia akan jadi seorang ibu tapi ada pula keraguan di hatinya . Bagaimana tanggapan Zayn atas hal ini . Apa dia juga akan bahagia atau tidak . Bagaimana jika perkataan Zayn saat mabuk adalah isi hati terjujurnya bahwa dia tidak menginginkan anak dari kandungan Zalia ?


Setelah berpikir agak lama , Zalia akhirnya memutuskan untuk tidak memberi tahu Zayn tentang kehamilannya . Toh , belum ada tanda-tanda kehamilan yang terlihat padanya .


Bagaimana jika dalam waktu dekat dia akan bertanya pada Zayn soal memiliki anak dengannya . Mungkin jawaban Zayn bisa memberinya sedikit gambaran tentang hati suaminya saat ini .


Apa menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu hanyalah sebuah alasan atau memang itulah keinginan Zayn yang sesungguhnya .


Kebetulan Minggu depan adalah ulang tahun Zayn ke tiga puluh tiga tahun .


Satu minggu ini adalah waktu bagi Zalia untuk meyakinkan dirinya tentang keraguannya pada Zayn .


Sebenarnya , dalam kurun waktu dua bulan ini Zayn benar-benar menunjukan cinta dan perhatiannya pada Zalia .


*


*


*

__ADS_1


Seperti biasanya Zayn pulang ke rumah sekitar pukul lima sore . Zalia sudah menunggu suaminya di ruang menonton sambil menikmati salad buah .


Melihat kedatangan Zayn , dia menaruh mangkuk salad nya di meja dan menghampiri suaminya .


Zayn memberi kecupan mesra di kening sang istri yang di balas dengan ciuman singkat di bibir Zayn . Senyuman pun merekah di wajah Zayn .


" rindu ya ? "


tanya Zayn masih memeluk tubuh mungil sang istri .


" nggak "


Jawab Zalia singkat sambil menyembunyikan wajah malunya .


" bilang saja kalau rindu sayang kan seharian nggak ketemu . Aku loh rindu "


" iya iya rindu "


Keduanya tertawa bersama kemudian naik ke kamar mereka . Zayn membersihkan diri di kamar mandi sedang Zalia menyiapkan baju ganti untuk suaminya .


Menjelang tidur , saat keduanya sudah berbaring Zalia iseng menanyakan seputar memiliki anak dalam waktu dekat .


" kak aku boleh nanya nggak ? "


" boleh , emang mau tanya apa? "


Zalia berpikir sebentar ,


" gimana kalau aku hamil sebelum tamat kuliah ? "


Zayn merasa heran dengan pertanyaan Zalia . Diapun berdiam sejenak lalu balik bertanya pada istrinya .


" emangnya kamu sudah siap untuk jadi seorang ibu ? umur kamu masih muda loh sayang "


" aku sih siap-siap saja , untuk masalah umur kayaknya banyak deh perempuan yang sudah jadi ibu di umur yang sama dengan aku . Iya nggak ? Lagipula kalau nunggu aku lulus dua tahun lagi umur kakak udah mau tiga puluh lima "


" iya sih sudah banyak tapi menurut aku ya sayang , ada baiknya kalau kamu selesaikan dulu kuliahmu baru mikirin mau jadi ibu . Untuk umur aku , kan nggak ada pengaruhnya . "


Mendengar jawaban Zayn barusan, Zalia sedikit kecewa . Tapi dia tidak mau menunjukkannya pada Zayn .


" ya udah lah kak tidur yuk "


Ajak Zalia untuk menutupi rasa kecewanya .


Zayn pun langsung berpikir dalam hatinya , ' apa dia sudah pengen punya anak sekarang ya ? ya udahlah di coba aja ' .


" loh , kok udah mau tidur aja ? nggak mau ngasih jatah dulu nih ? "


Ucap Zayn sambil tersenyum dan memainkan matanya ke arah Zalia yang sedari tadi ada dalam pelukannya .


" nggak mau "


Kata Zalia membalikkan badannya membelakangi Zayn .


" bener nih nggak mau ha ? "


Tanya Zayn sekali lagi sambil menggelitik pinggang Zalia .


" jangan kak ah "


Zalia berusaha melepaskan tangan Zayn dari pinggangnya .


Dengan gerakan cepat Zayn berhasil membalikan badan Zalia bahkan mengungkungnya . Kedua tangannya menahan kedua tangan Zalia di samping wajahnya .


" mau ya ? "


Belum mendapat jawaban , Zayn langsung saja ******* bibir Zalia .


Keduanya terhanyut dalam gairah yang tak bisa terbendung lagi sampai tubuh keduanya polos tanpa sehelai benangpun .


Ketika Zayn hendak memasuki Zalia .


" kakak nggak pake pengaman dulu ? "


Tanya Zalia memperingati Zayn .


" nggak perlu sayang . Kamu mau cepat jadi ibu kan ? "


Alangkah senangnya hati Zalia mendengar perkataan Zayn barusan .


Kepalanya hanya mengangguk-angguk dan senyum bahagia terpancar jelas di paras cantiknya .


Kegiatan panas-panasnya dimulai sudah 😂🤭


' hadiah untuk ulang tahun mu minggu depan sudah ada kak '


Kata Zalia dalam hati . Sebab dia memutuskan untuk memberitahukan kehamilannya tepat di hari bahagia sang suami .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2