CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Part 22


__ADS_3

Zalia merasa badannya sangat berat .


Perlahan dia membuka matanya dan melihat sekelilingnya , dia sudah berbaring di tempat tidur saat ini .


Peristiwa semalam masih teringat dengan jelas di pikirannya . Bagaimana Zayn telah menghancurkan hidupnya . Menyakiti hati dan juga tubuhnya .


Hatinya ingin kembali menangisi nasib buruknya yang ternyata menikah dengan pria yang tidak mencintainya sedikitpun namun entah mengapa air matanya seakan sudah kering .


Zalia hendak duduk tapi kepalanya terasa begitu pusing sehingga dia kembali berbaring dan memejamkan matanya . Pada saat itu terdengar bunyi pintu yang terbuka . Zayn masuk dengan nampan berisi bubur dan susu untuk Zalia . Zalia sengaja tidak mau membuka matanya . Anggap saja dia masih tidur .


Zayn duduk di samping tubuh Zalia dan mengecup kening istrinya .


" sayang bangun ya "


Suara lembut Zayn benar-benar berbeda 180° dengan suaranya semalam bahkan tangannya dengan lembut membelai rambut hitam Zalia .


Sebuah kecupan kembali didapatkan Zalia tapi kali ini di bibirnya .


" sayang , kamu harus bangun sarapan karena kamu juga harus minum obat "


Perkataan Zayn membuat Zalia membuka matanya perlahan . Tapi wajah pucatnya itu dialihkannya ke arah lain sehingga dia tidak perlu menatap mata Zayn .


Melihat hal itu , Zayn menggenggam tangan istrinya dan meminta maaf .


" sayang aku minta maaf ya soal semalam . Mungkin aku sudah melakukan sesuatu yang menyakitimu .


Tapi percayalah , semua itu terjadi karena aku ada dalam pengaruh alkohol . Bahkan sekarang pun aku benar-benar tidak mengingat semua yang terjadi tadi malam "


Rasanya Zalia ingin tertawa mendengar perkataan Zayn . Lelaki itu tidak mengingat apa yang telah dia lakukan ? omong kosong !


Pandangan mereka beradu ketika Zalia memilih untuk menatap wajah Zayn . Di mata pria itu terpancar rasa penyesalan yang mendalam .


" ceraikan aku "


Ucapan singkat Zalia benar-benar mengejutkan Zayn , tubuhnya langsung saja terasa lemas . Dia turun dari ranjang dan langsung duduk di lantai memeluk lututnya . Ketika wajahnya tersandar di lutut , tak terasa air matanya pun tumpah .


" tidak . Tidak . Tidak "


Zayn berucap dalam tangisnya .


Awalnya Zalia pikir suaminya itu sedang berakting tapi beberapa saat kemudian dia yakin bahwa pria itu benar-benar sedang menangis .


" aku minta maaf jika perbuatan ku sudah menyakitimu tapi tolong jangan minta hal itu . Jangan tinggalkan aku .


Jangan pernah tinggalkan aku lagi "


Suara tangisan Zayn terdengar memiluhkan hati . Tapi mendengar kata 'lagi' , Zalia jadi berpikir apa Zayn dulu pernah ditinggalkan seseorang ?


Wajar saja , sebab Zayn belum menceritakan apa-apa tentang bunda dan adiknya yang meninggal dua puluh tahun yang lalu .


" jangan tinggalkan aku sendiri lagi "


Zayn terus mengatakan hal itu sampai beberapa kali . Tubuhnya mulai bergetar dan berkeringat dingin .


Zaliapun segera duduk dan memegang pundak Zayn . Alangkah kagetnya dia saat merasa suhu tubuh Zayn yang begitu dingin bahkan pakaiannya sudah basah karena keringat .


" kak Zayn , kakak kenapa ? "


Tanya Zalia ragu dengan sedikit rasa iba di hatinya .


Zayn tidak menjawab apapun tapi badannya terus saja bergetar .

__ADS_1


Zalia segera menghubungi dokter Angky untuk segera datang ke rumah mereka .


Begitupun dengan ayah mertuanya .


Tidak lama kemudian dokter Angky pun tiba dan langsung memeriksa kondisi Zayn . Dokter Angky sedikit kuatir melihat keadaan Zayn yang membuatnya kembali mengingat keadaan pria itu dua puluh tahun yang lalu . Setelah diberikan suntikan Zaynpun langsung tertidur . Sebenarnya kondisinya cukup parah dan butuh penanganan di rumah sakit tapi mengingat traumanya , dokter Angky memutuskan untuk merawat Zayn di rumah saja .


Setelah Edward dan perawat yang diminta oleh dokter Angky dari rumah sakit sudah tiba , dokter itupun kembali ke rumah sakit .


Zalia duduk termenung di meja makan .


Melihat hal itu , Edward mendatangi menantunya itu .


" Zalia "


" eh , iya ayah "


" ayah boleh berbincang denganmu ? "


" iya ayah "


" apa sebelum ini terjadi sesuatu dengan kalian ? "


" iya ayah , kemarin kami pergi makan malam di sebuah restoran sekaligus ketemu dengan teman bisnis kak Zayn yang baru dan ternyata orang itu adalah sahabat masa kecilku bahkan sudah ku anggap seperti kakakku sendiri . Dia anaknya om Alend namanya Gerald . Sudah lama tinggal di Australia dan baru kemarin kami bertemu setelah delapan tahun . Karena kaget dan juga senang , tanpa sadar aku memeluk kak Gerald dan hal itu membuat kak Zayn marah bahkan kami sempat bertengkar setelah kembali ke rumah . Kak Zayn meninggalkan rumah dan kembali lagi di tengah malam dalam keadaan mabuk "


Setelah itu Zalia terdiam bahkan menangis karena tidak kuat untuk menceritakan apa yang terjadi selanjutnya .


" kamu kenapa menangis nak ? "


" setelah itu kak Zayn melakukan sesuatu yang menyakitiku dan aku meminta cerai darinya kemudian kak Zayn jadi seperti ini , maafkan aku ayah semua ini karena kesalahanku "


Tangisan Zalia kembali pecah setelah mengatakan hal itu .


Edward hanya menatap kosong ke arah meja . Entah apa yang sedang dia pikirkan . ketampanan pria berusia senja itu masih terlihat di wajahnya . Namun wajah itu memancarkan rasa sedih yang mendalam . Putranya kembali mengalami hal serupa seperti dua puluh tahun lalu yang benar-benar membuat dirinya merasa gagal sebagai seorang ayah . Tak terasa bulir air matanya mengalir membasahi pipinya .


Melihat hal itu Zalia bertanya ,


" ayah , apa ada sesuatu yang ingin ayah ceritakan ? aku siap jadi pendengar yang baik " Zalia berucap sambil tersenyum walau dia sendiri bingung dengan apa yang sedang dia rasakan saat ini .


Edward pun tersenyum dan mulai menceritakan hal yang pernah membuatnya hampir menyerah .


" dua puluh tahun yang lalu , ayah pernah hampir menyerah bahkan sempat ingin mengakhiri hidup karena kehilangan istri dan juga anak dalam waktu yang bersamaan karena sebuah kecelakaan . Perasaan ayah benar-benar hancur karena merasa gagal untuk melindungi mereka " .


Edward berhenti sejenak . Menarik napas dalam dan menghembuskannya .


Tangannya menghapus air mata .


" Zayn waktu itu baru berusia dua belas tahun dan dia lebih terpukul dengan kejadian itu karena dia bersama dengan bundanya saat kejadian itu terjadi .


Dia mengalami trauma yang bahkan belum sembuh sampai hari ini . Hari ini seakan mengingatkan ayah akan keadaan Zayn dua puluh tahun yang lalu . Dia tidak bisa berinteraksi terlalu lama dengan wanita kecuali dengan Aretha dan maminya . Sampai ayah harus mengganti semua karyawan wanita yang ada di rumah . Dia begitu ketakutan saat melihat wanita terutama yang sedang hamil karena orang yang mencelakai bundanya ternyata adalah seorang wanita hamil . Hal ini berlangsung sampai dia berusia dua puluh delapan tahun . Pengobatan dan terapi dari dokter Angky membuahkan hasil tapi dia tetap membenci wanita dan tidak mau menjalin hubungan dengan wanita manapun . Sampai dia bertemu dirimu . Dia melakukan semua hal yang tidak dilakukannya selama ini "


Zalia masih terus mendengar dan menyimak perkataan ayah mertuanya . Siapa tahu dia bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang sedang berkeliaran di otaknya saat ini .


" pacaran , tunangan bahkan menikah dalam kurun waktu kurang dari sebulan itu adalah pencapaian yang luar biasa buat putra ayah yang menderita trauma dalam waktu yang lama . Bahkan tadi kamu mengatakan bahwa dia mabuk ? "


Edward tersenyum tapi air matanya juga ikut menetes .


" itu adalah pertama kali dalam hidupnya "


Zalia terkejut dan merasa heran mendengar hal itu .


" kamu adalah wanita pertama di hidup Zayn "

__ADS_1


Melihat wajah Zalia yang seakan menyimpan banyak pertanyaan , Edward tersenyum seraya berdiri dan menepuk pundak Zalia .


" mungkin dia cemburu dan tidak suka istrinya memeluk pria lain di hadapannya "


Sesudah berkata demikian , Edward meninggalkan Zalia di dapur dan pergi ke kamar untuk melihat Zayn .


Di sana pria itu terlihat menghubungi seseorang .


Sementara itu , Demian yang baru saja mendapat telpon segera menyelesaikan tugas kantor dan menelpon Gerald untuk memberi tahu bahwa hari ini mereka belum bisa menandatangani kontrak kerja sama karena Zayn sedang ada urusan mendadak . Sebab sakitnya Zayn tidak boleh diketahui oleh siapapun .


Saat Demian mencari berkas untuk rapat siang itu di meja kerja Zayn dia tidak sengaja menyenggol salah satu map sehingga terjatuh . Demian heran melihat beberapa foto Zalia dan saudarinya bahkan foto-foto Megan saat masih muda berserakan di lantai dan foto-foto itu diambil saat mertua tuan mudanya itu sedang hamil . Dia segera mengumpulkannya dan memasukannya kembali dalam map tadi tapi dia melihat ada beberapa lembar kertas lagi di dalamnya . Demianpun langsung membaca kertas yang berisi data-data tentang anggota keluarga dari istri tuan mudanya itu . Betapa kagetnya Demian ketika mengetahui latar belakang Thomas yang adalah seorang mafia yang begitu di takuti di beberapa negara barat juga di negara-negara Asia bahkan dia menjalin kerjasama dengan ketua Yakuza dari negeri sakura , Jepang .


Kemudian data-data diri Megan dan tentang persalinannya mulai dari tempat maupun waktunya . Dari data itu dia mengetahui bahwa ternyata Nyonya mudanya dilahirkan di hari yang sama dengan Aretha , nona muda dari keluarga Felix . Bahkan rumah sakitnya pun sama .


Banyak pertanyaan yang timbul dalam hati pria lajang berusia empat puluh lima tahun itu . Dia merasa ada yang sedang disembunyikan oleh tuan mudanya itu .


Dia tidak mau gegabah dalam menyimpulkan semua hal yang baru saja diketahuinya itu . Demian segera menghubungi Edward supaya datang ke kantor sehingga dia bisa menyampaikan hal ini dengan leluasa tanpa diketahui oleh orang lain .


Beberapa saat kemudian .


" apa-apaan semua ini Demian ? "


Tanya Edward dengan nada yang sedikit ditinggikan seraya melemparkan map yang berisi data-data keluarga Thomas ke atas meja .


" kamu menyelidiki keluarga Besan saya secara diam-diam dan tanpa perintah dari saya ? "


Kali ini Edward sudah benar-benar marah pada Demian bahkan dia berdiri dari posisi duduknya dan bertolak pinggang .


" maaf tuan , mohon dengar penjelasan sa ... "


Belum selesai Demian berbicara langsung saja dipotong oleh Edward .


" kamu pikir semua ini sopan ? menyelidiki secara diam-diam orang yang sekarang sudah menjadi keluarga kita ? "


" maaf tuan . Tapi semua ini bukan pekerjaan saya "


Ucapan Demian barusan mampu meredakan amarah Edward dalam sekejap .


" terus , semua ini dari mana ? "


" sepertinya tuan muda menyuruh orang lain tanpa sepengetahuan kita untuk menyelidiki semua ini " .


" segera cari orang suruhan Zayn sekarang juga dan bawa ke hadapanku "


" baik tuan "


Demian segera meninggalkan ruangan itu dan langsung mencari tahu siapa orang yang sudah dibayar Zayn untuk menyelidiki latar belakang keluarga istrinya.


Sementara itu di ruangan kerja Zayn , Edward terlihat sedang berdiri dekat dinding kaca memandangi ramainya lalulintas di jalan raya yang terlihat kecil dari lantai lima belas tempatnya sekarang berada .


" apa sebenarnya yang kau sembunyikan nak ? " Ucap Edward pelan sambil memejamkan matanya .


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2