CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Kita Berakhir!


__ADS_3

“Sepertinya ini bukan ke rumah.”


“Ya, kita mampir dulu ke Café Kevin. Aku ada janji ketemu sama Beby disana,” ujar Toby yang dianggukan Aretha.


Sudah lama Aretha pun tidak berkunjung ke café di mana itu adalah pekerjaan pertamanya. “Kita lanjut ngobrol di sana, perutku lapar lagi.”


Aretha mendengus pelan pandangi pria bule yang cengengesan.


“Tunggu sebentar. Aku jadi curiga deh. Nggak kamu, nggak Bebby. Porsi makan kalian kini aku ingat-ingat kin porsinya jumbo.”


Darren berikan anggukan benar, dia pun aneh pada tubuh sahabatnya yang kini mendadak subur.


“Susunya cocok, Tha,” jawab Darren dengan tawa.


Aretha mendengus. “Bukan cocok lagi, bahkan tiap malam aku harus mengungsi tidur di kamar Dygta kalau Dygta jaga di rumah sakit.”


“Sudahlah nggak usah nyindir aku kalian berdua.”


Toby lebih dulu keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam Café milik pamannya.


“Aku pesen kayak biasanya ya, jangan lama-lama,” kata Toby pada salah satu pelayan.


Dygta mendengus pelan dan berjalan mendekati calon kakak iparnya itu.


“Ka Bebby ke rumah sakit dulu. Tadi dia titip pesan.”


“Benarkah? Kenapa dia tidak menghubungiku?”


Dygta berikan kendikan tidak tahu. Pria muda itu pun memberikan buku menu pada Aretha dan juga pria asing yang baru dia lihat.


“Oh, ya, Bi. Ren. Maaf kalau aku sudah banyak merepotkan kalian.” Aretha duduk di samping Toby.


“Enggak sama sekali kok. Emangnya kenapa hmm?”


Aretha mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Aku penasaran dengan siapa yang sudah memberikan cincin ini.”


“Cincin berlian. Milik siapa?”


“Bi Nella meminta cincin itu disimpan dengan baik jangan sampai Paman Dany tahu.


"Tapi aku yakin deh, pamanku itu nggak mungkin kasih benda mahal ini pada Bi Nella. Ini asli kan?” tunjuk Aretha yang langsung cincin tersebut diambil oleh Tobby.


“Ya, ini asli.”


Toby berikan cincin berlian bermata satu pada Darren. “Orang miskin seperti kita nggak mungkin memberikan cincin mahal ini.”


Darren dan Toby hanya diam dan tidak berkomentar keduanya keadaan ekonomi keluarga Aretha.


“Menurutku sih, Bi Nella ini kayaknya dari keluarga deh Tha sebelum menikah dengan paman mu.”


Toby berikan anggukan pelan. Dia membenarkan perkataan yang disampaikan Darren, melihat foto masa muda Bi Nella yang begitu cantik dan anggun.


Toby pun ragu kalau Bi Nella dari kampung sebelah yang diceritakan tadi oleh Aretha.


“Kamu benar, Ren. Aku juga curiga. BIsa jadi bukan Bi Nella pura-pura miskin padahal dia adalah orang kaya?”


Aretha pandangi dua pria yang berpendapat perihal bibinya, dalam hati dia hanya bisa bersemoga kalau kebenaran itu akan terungkap siapa Bi Nella sebenarnya dan siapa putri yang Darren katakana anak perempuan itu masih ada hubungan keluarga dengan Darren.


Aretha semakin penasaran.  “Ya, sudah. Aku sudah punya foto cincin itu aku akan minta orangku untuk menyelidik atas nama siapa cincin ini dibeli dan juga siapa Dessy yang sebenarnya,” kata Darren pandangi foto anak kecil tersebut/


Tak lama meja ujung itu menyisakan Darren dan Aretha yang masih seru dengan obrolan mereka hingga gadis kampung itu tertawa, sekalipun begitu tetap saja Aretha selalu curi-curi pandang pada ponsel bututnya.

__ADS_1


Dia menunggu pesan atau panggilan telepon dari Anshell. Sayangnya, tidak ada satupun pesan masuk atau panggilan masuk dari Anshell. Pria itu selalu biasa kambuh bila sudah berhubungan dengan Lalisa.


“Sudah aku tebak dia akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah-sudah,” batin Aretha seraya menarik napas panjang.


“Aku ingin bicara penting denganmu,” kata Darren seraya meraih tangan Aretha untuk di genggam.


“Apa itu?”


Darren menarik nafas pelan. “Apa kamu ada hubungan dengan Anshell?”


Aretha diam sementara Darren menatap gadis kampung itu yang menundukan wajahnya.


“Kamu akan terluka bisa memaksakan kehendakmu untuk mencintai pria itu, Aretha. Aku sangat mengenal Anshell, dia tidak muda jatuh cinta pada wanita manapun selain Lalisa.


"Sekalipun wanita itu sudah berhianat pun Anshell akan selalu sama bak orang bodoh yang selalu menurut apa yang wanita itu katakana.”


“Menyerahlah sebelum kamu benar-benar terluka Aretha. Kamu berhak bahagia,” sambung Darren.


“A-aku—”


Aretha pandangi Darren. “Aku tidak ingin kamu terluka Aretha, karena aku sayang sama kamu. Aku tidak mau melihat kamu di sakit seperti ini oleh Anshell. Aku nggak terima.”


Darren mengeratkan genggaman tangannya. “Aku mencintaimu Aretha.”


Aretha sama sekali tidak terkejut dengan perkataan pria itu. Darren sudah tiga kali ini mengatakan hal yang sama.


Bug!


Satu tinjuan melayang di wajah Darren. “Brengsek lo. Apa maksud lo bilang kayak gitu hah?”


Aretha masih melotot dan tidak percaya dengan Anshell yang tiba-tiba datang dan memukulinya.


Suasana pun berubah ricuh dimana Anshell masih terus menghajar Darren.


“Hentikan An… tolong hentikan…”


“Brengsek. Saudara macam apa lo tega menghasut wanita gue hah?”


“Anshell cukup.”


Anshell menepis tangan Aretha. “Lo memang brengsek, Ka. Lo dah ciuman dengan Lalisa kini lo bilang dia wanita lo hah? hati lo di mana, hah?” Darren meludahkan ludahnya yang berupa darah.


“Katakan apa yang kamu lihat tadi Aretha…” Anshell langsung menoleh, Aretha menatap Darren sejenak. Aretha berpikir keras dari mana Darren tahu kalau dia memergoki Anshell dan Lalisa.


“Ck! Lalisa itu sudah bertunangan kenapa masih lo embat juga, Ka…”


Bug!


“An…” jerit Aretha.


Suara keributan dan jeritan Aretha membuat banyak pasang mata hanya diam dan menonton. Tidak ada satu pun bahkan pelayan pun tak berani untuk menolong si korban.


“Itu bukan urusan lo!” seru Anshell murka.


“Ya, tapi itu jadi urusan gue bila menyangkut dengan Aretha. Apa lo tidak ingat perkataan waktu itu kalau gue mencintai Aretha dan gue ingin Lo Mundur!” Darren tersenyum


“Ck! Dalam mimpi pun gue tidak sudi. Gue sudah peringatkan kamu untuk jauh dari dia. Kenapa lo nggak paham.”


Bug!


Bug!

__ADS_1


Bug!


“Anshell tolong hentikan. Ini di tempat umum, An. Darren bisa mati.”


Ansell mendorong tubuh gadis kampung tersebut hingga terpental dan jatuh kebawah.


Melihat suara ribut-ribut di dalam café milik pamannya, Toby pun lekas berlari dan masuk ke dalam rumah tersebut.


Satu yang membuat Toby syok. Anshell membabi buta memukuli Darren yang notabennya saudaranya sendiri. Sahabatnya itu terkapar tak berdaya di lantai dingin dengan dara yang bersimbah.


“Lepaskan Anshell?” teriak Aretha.


“Astaga, Shell sadar Shell. Dia adikmu….”


Kevin ikut turun dan memisahkan pria itu yang terus memukuli si korban.


“Anshell tolong hentikan…. Hentikan….” Aretha mendekat Darren, air matanya berderai tak tega melihat keadaan Darren yang mengenaskan.


“Bertahanlah.”


“Aku panggilkan ambulance…. Bersabarlah Darren,” ujar Toby menatap sedih.


“A-are—tha…”


“Jangan banyak bicara. Aku nggak mau kamu kayak gini. Please….”


Aretha menjerit keras ketika Darren menghembuskan napas, satu satunya orang yang Aretha lihat dengan tatapan penuh amarah adalah Anshell yang hanya diam dan menatapnya.


“Aku menyerah,” ucap Aretha.


Kedua tangan Anshell terkepal erat. “Aku menyerah. Aku tidak mau bertemu denganmu lagi.”


Aretha menggeleng pelan. “Kita berakhir, Anshell.”


Aretha bangun dari berjongkoknya dan ikut bersama dengan Tobby di mana pihak medis sudah membawa Darren ke mobil ambulance.


Anshell masih berdiri di tempat yang sama tanpa melepaskan pandangannya pada kepergian Aretha.


“Hallo….” Jawab Anshell seraya menempelkan benda pipi itu di telinga.


“Kaka di mana?”


Satu alis Anshell terangkat ke atas. “Xandria… ada apa?”


“Xandra dan Mommy kecelakaan….”


“Apaah?”



judul: Teman Ranjang Sahabat Ibuku


Author: Mama Reni


Blurb:


Demi memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mewah, Melani memilih mengambil jalan yang menurutnya instan, menjadi seorang sugar baby dan teman ranjang pria dewasa. Siapa sangka Melani dipertemukan dengan Jefri yang ternyata adalah sahabat dari ibunya sendiri.


Seiring berjalanannya waktu, dia bertemu dengan seorang pria muda bernama Yudha. Mereka saling jatuh cinta. Namun, Jefri yang mengetahui itu tidak ingin melepaskan Melani. Dengan berbagai cara dia membuat hubungan Lani dan Yudha  putus.


Bagaimana hubungan cinta mereka selanjutnya? Dapatkah Melani dan Yudha bersatu?

__ADS_1


__ADS_2