
Sesampainya Edward di Rumah Sakit, diapun bertemu Felix yang sengaja menjemputnya di lobi dan keduanya langsung menuju ke ruang tunggu yang ada di depan ruangan operasi.
Lampu tanda operasi masih menyalah.
melihat kedatangan ayahnya, Zayn berlari dan memeluk pria 40 tahun tersebut dan berkata :
" ayah, Zayn takut "
Edwardpun berlutut supaya tubuhnya sejajar dengan sang putra dan berkata :
" kaka Zayn tenang ya... bunda pasti akan baik-baik saja, oh iya sayang sebenarnya apa yang terjadi dengan bunda ?"
" tadi waktu di mall bunda jatuh ke tangga karena didorong tante jahat ayah " kata Zayn mengadu pada ayahnya.
Mendengar bahwa istrinya celaka karena perbuatan orang lain Edwardpun naik pitam.
" Demian kirim orangmu untuk menyelidiki mall itu sekarang "
perintah Edward pada sekretarisnya.
" baik bos "
Demianpun menjauh dari ruang tunggu dan langsung menghubungi anak buahnya untuk segera memeriksa cctv di mall tempat Gabriella celaka.
Sementara itu lampu tanda operasi telah padam dan seorang dokter keluar dari ruangan itu.
Edwardpun mendekat pada dokter dan berkata :
" bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter ? "
" kami mohon maaf pak, istri dan bayi bapak tidak bisa kami selamatkan , pendarahannya cukup parah dan bayinya memang sudah meninggal saat kami mengeluarkannya dari kandungan istri bapak "
Perkataan dokter itu bagaikan palu yang kuat menghantam dada Edward sehingga jantungnya serasa berhenti seketika. Tubuhnya lemas dan jatuh dengan posisi berlutut. Sementara Zayn sontak meraung-raung menyebut kata bunda berulang kali.
Felix menghampiri sahabatnya dan mengatakan :
" Ed ,, kamu harus kuat dan ikhlas.
Ayo kita masuk untuk melihat mereka "
Felix memapah Edward sementara Demian menggandeng tangan Zayn untuk masuk ke ruangan di depan mereka. Melihat tubuh Gabriella yang sudah terbaring kaku dengan kain putih yang menutupi setengah tubuhnya, Edward langsung memeluk tubuh istrinya dan menangis, ðŸ˜ðŸ˜
" sayang.... kenapa kau tinggalkan aku dan Zayn....
hiks...hiks...hiks... bagaimana hidupku tanpa dirimu ..."
" bunda....bunda buka matanya bunda...hiks...hiks....hiks ..."
Ucap Zayn dalam tangisnya yang terdengar sangat memiluhkan hati. ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Pandangan Edward beralih pada tubuh mungil di box bayi yang ada di samping ranjang istrinya.
Kakinyapun melangkah mendekat dan membawah tubuh bayi tak bernyawa itu ke dalam dekapannya. Air matanya mengalir dengan deras, sesaat dia mencium pipi putrinya dan berkata:
" salam jumpa sayangnya ayah,,, skalipun hanya sebentar namun trima kasih karena sudah hadir dalam hidup ayah ,, kamu temani bunda ya ".
Derai air mata Edward tak kunjung berhenti saat Zayn mendekat dan mencium pipi adik kecilnya,
" halo dedek cantik ini kaka Zayn,,
ayo buka matanya dedek dan lihat kaka ... "
Edward segera membaringkan kembali tubuh bayinya dan langsung memeluk Zayn. Tak ada kata yang terucap dari mulut Edward tapi air matanya yang mengalir dengan deras sudah membuktikan seberapa hancur hatinya kehilangan dua orang yang dicintainya dalam waktu bersamaan.
Sekali lagi Edward mencium kening istri tercintanya dengan air mata yang tak mau berhenti membasahi pipinya skalipun berat tapi hatinya harus rela melepas kepergian istri dan putri kecilnya Zalia Theodora Fransiskus sesuai dengan nama yang sudah disiapkan sang istri untuk putri mereka.
Edward sadar bahwa masih ada Zayn yang membutuhkan dirinya.
Edward menyudahi ciumannya dan menatap wajah cantik sang istri sambil bergumam :
" trima kasih sayang buat cintamu dan hari-hari indah yang sudah kita lalui bersama dan aku berjanji bahwa tempatmu di hatiku takkan tergantikan oleh siapapun.
Bahagialah bersama Zalia, putri kecil kita dan akupun akan terus melanjutkan hidup bersama Zayn skalipun takkan sebahagia saat ada dirimu... i love you sayangku.... " ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Edward menoleh ke arah Zayn dan berkata :
" ayo sayang,,, ke sini dan peluk bunda "
Diumurnya yang sudah dua belas tahun, Zayn benar-benar sudah mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
" bunda.... kaka Zayn sayang bunda.
Maafin kaka ya bunda,, karena bunda pergi membelikan ice cream untuk kaka sehingga semua jadi begini mulai skarang kaka janji tidak akan makan ice cream coklat lagi...maaf ya bunda " ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Tangis Zayn kembali pecah saat sang ayah memeluk tubuhnya.. Keduanya menangis bersama.
Kabar kematian Gabriella dan Zalia, istri dan anak Pengusaha kaya pemilik perusahaan GEZZA Company langsung menyebar dimana-mana.
Ucapan turut berduka lewat karangan bunga datang dari banyak orang sehingga memenuhi halaman rumah mereka bahkan saat di tempat pemakamanpun banyak orang yang hadir dan turut mengantar kepergian wanita cantik dan putri kecilnya.
Edward dan Zayn mengantar kepergian istri dan anaknya ditemani oleh keluarga dan rekan bisnisnya serta Felixpun datang bersama istrinya Carlyn yang saat itu sedang mengandung lima bulan dan juga Arden putranya yang berusia dua tahun lebih tua dari Zayn.
Setelah proses pemakaman selasai semuanyapun kembali dan meninggalkan area pekuburan.
Setibanya Edward di rumah, Demian menghampiri bosnya yang sedang berada di dalam ruang kerjanya untuk memberikan laporan mengenai penyelidikan anak buahnya.
" bagaimana hasilnya Demian ? "
" maaf bos, kami belum bisa menemukan pelakunya.
__ADS_1
Karena saat kejadian semua cctv di dalam mall mati "
" apa maksudmu Demian ?
apa mungkin mall sebesar itu akan mematikan semua cctv-nya di saat mall sedang buka ? "
" justru itu bos yang sedang kami selidiki,
sesuai hasil yang tertangkap di kamera, disitu masih terlihat nyonya dan tuan muda saat masuk ke mall bahkan saat masuk ke toko boneka, Tapi setelah itu semua cctv mati dan kembali menyala saat nyonya sudah jatuh. Saya rasa ada yang tidak beres bos apalagi dengan pengakuan tuan muda bahwa ada wanita hamil yang sengaja mendorong nyonya sehingga jatuh "
" periksa dan selidiki semua wanita hamil yang tertangkap kamera sebelum dan sesudah kejadian "
" baik bos "
Demianpun berlalu dan meninggalkan ruangan kerja bosnya.
Sementarara itu Edward menatap layar ponselnya yang menampilkan foto sang istri yang sedang tersenyum. Tangannya mengusap layar sambil bergumam :
" sayang aku belum sepenuhnya ikhlas dengan kepergianmu dan Zalia yang begitu cepat apalagi dengan cara seperti ini, aku akan menemukan orangnya sayang supaya kamu bisa tenang bersama putri kita " tak terasa butiran beningpun lolos dari matanya. Diapun terus menatap foto sang istri sambil membayangkan kenangan indah yang sudah mereka lewati bersama. Tiba-tiba perkataan sang istri kembali terngiang di telinganya.
~*flasback on~
Gabriella menasehati suaminya yang hendak membalas perbuatan curang salah satu partner bisnisnya sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaannya.
" sayang,, rejeki itu sudah ada yang atur mungkin kali ini belum rejeki kita.. Lagian kalau ada yang berbuat jahat trus kita juga balas jahat, maka kita sama saja dengan orang itu. Lebih baik kita balas kejahatan mereka dengan kebaikan. Toh, kalau memang masih berat untuk membalas dengan yang baik setidaknya tidak perlu membalas apa-apa. Dengan kita diam saja sudah membuktikan bahwa kita berbeda dengan orang itu... ok sayangku ??"
Mendengar nasehat yang sangat bijak dari sang istri, Edwardpun memeluk wanita yang dicintainya itu.
" trima kasih istriku yang cantik buat nasehat berharganya... Setelah ini jangan pernah bosan untuk terus mengingatkan suamimu ini ".
Kecupan hangatpun Edward berikan di kening wanita cantik itu.
~flasback off*~
Air matapun jatuh membasahi pipi Edward mengingat wanita yang dicintainya itu. Gabriella bukan hanya sekedar istri baginya tapi juga sahabat sekaligus penasehat yang begitu bijak..
Hati Edward benar-benar harus belajar untuk merelakan kepergian istri dan putri kecilnya.
Hatinya menyadari skalipun dia menemukan pelaku yang mencelakai istrinya bahkan mungkin membalas perbuatan orang itu, hal itu tidak akan bisa menghidupkan kembali istri dan anaknya yang sudah meninggal. Untuk sekarang dia harus melanjutkan hidup dengan kenangan indah bersama sang istri supaya bisa membesarkan Zayn putranya..
~
~
~
~
~
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya ya teman2.
semoga suka dengan tulisanku....😇😇