
Zalia mengejar laju langkah kaki Zayn saat menaiki anak tangga tapi tidak bisa karena ukuran panjang kaki mereka berbeda .
" ka Zayn tunggu "
Panggil Zalia sambil sedikit berlari mengejar suaminya . Melihat tak ada jawaban dari Zayn membuatnya berpikir bahwa dia pasti sudah membuat Zayn kesal . Tapi apa ?
Ah , akhirnya dia menyadarinya , pasti karena tadi dia main peluk-peluk saat bertemu Gerald di restoran .
Zayn masuk ke dalam kamar dan langsung melepaskan jasnya dan melemparkannya dengan kasar ke arah sofa . Saat tangan Zayn sedang melepas kancing kemejanya , Zalia menyelipkan tubuh mungilnya diantara lekukan lengan Zayn dan langsung memeluk tubuh suaminya itu dengan erat bahkan sebuah kecupan mesra diberikannya pada bibir seksi pria tampan yang sedang cemburu itu .
" kakak marah karena tadi aku peluk kak Gerald ya ? "
Tanya Zalia sambil menatap mata Zayn .
Zayn memalingkan wajahnya tapi tidak mau menjawab pertanyaan dari istrinya .
" aku minta maaf jika itu sudah buat kakak marah . Aku dan kak Gerald tumbuh bersama sejak kecil jadi aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri . Jangan marah ya "
Ucap Zalia menjelaskan perasaannya sambil bersandar di dada Zayn dan semakin mengencangkan pelukannya .
" iya kamu menganggap dia kakak .
Dianya gimana ? apa perasaannya sama kayak kamu ? apa kamu tahu arti dari pandangannya ke kamu selama di restoran tadi ? "
Kata Zayn dengan nada yang sedikit berbeda . Ada nada-nada kecemburuan di dalamnya . Tapi dia belum menyadari hal itu .
Mendengar perkataan Zayn yang agak kasar bahkan seakan-akan memarahinya itu Zalia melepas pelukannya dari tubuh Zayn .
" kok kakak marah-marah nggak jelas begini sih ? aku kan sudah minta maaf tadi "
" apa kamu bilang ?
Aku marah-marah nggak jelas ?
Kamu tuh yang nggak jelas , pelukan sama laki-laki lain di depan suami sendiri "
Zayn semakin menaikan nada suaranya .
" ya ampun kak , bisa nggak nada suara kakak dipelankan sedikit . Kita bisa bicarakan ini baik-baik nggak perlu sampai bentak-bentak begini "
Ucap Zalia dengan mata yang mulai berkaca-kaca bahkan air matanya sudah mulai membasahi pipinya .
" hah , cengeng "
Kata Zayn lagi sambil berlalu keluar dari kamar dan membanting pintu dengan kasar .
Zaliapun tidak dapat lagi menahan gejolak di dadanya yang seakan ingin meledak akhirnya diapun menangis tersedu-sedu sambil duduk di lantai dengan bersandar pada ranjang .
Kepalanya disandarkan pada kedua lututnya bahkan tangannya ikut memeluk kedua lututnya itu .
Sementara Zayn yang dikuasai kemarahan mengambil kunci mobil dan langsung mengendarai mobilnya keluar dari rumah mereka menuju ke apartemennya . Sesampainya di sana , Zaynpun mengeluarkan minuman beralkohol miliknya dari dalam kulkas dan langsung menghabiskan dua botol sekaligus .
Dia sendiri tidak tahu kenapa dia bisa semarah ini . Mengingat zalia yang ditinggalkannya di rumah dalam keadaan menangis membuat hatinya merasa perih . Sebotol alkohol pun dihabiskannya lagi bahkan rokok yang sudah hampir setahun tidak pernah disentuhnya kini dihisapnya kembali .
Setelah itu masih ada beberapa botol lagi minuman beralkohol yang dihabiskannya sampai dia mabuk .
Seharusnya ini merupakan latihan awal untuk menyakiti anak dari wanita pembunuh itu tapi entah mengapa hatinya yang terasa sakit ketika mengingat air mata istrinya .
__ADS_1
Sementara itu Zalia yang kelelahan menangis akhirnya tertidur masih dengan posisi yang sama .
Sekitar pukul dua dini hari Zalia terbangun karena merasa ada yang memegang pundaknya .
Sedikit senyum terlihat di wajahnya saat melihat suaminya telah kembali entah dari mana . Tapi setelah mencium bau alkohol senyuman itu hilang di ganti dengan wajah kaget karena tiba-tiba saja Zayn langsung ******* kasar bibirnya bahkan mengangkat kasar tubuhnya ke atas ranjang dan langsung menindihnya . Zalia sedikit berontak karena perilaku kasar Zayn . Dia mendorong tubuh Zayn untuk menjauhinya .
" kenapa ? kau tidak ingin kupeluk ? "
Racau Zayn ketika merasakan penolakan dari Zalia .
" apa suamimu ini tidak boleh mendapat pelukanmu ? sedangkan dengan senang hati kau memeluk pria lain di hadapanku ? "
" kak Zayn , jangan seperti ini lebih baik kakak istirahat dulu karena kakak sedang mabuk . Besok pagi baru kita bicarakan lagi ya "
Ucap Zalia sedikit memohon kepada suaminya itu .
" kalau aku tidak mau bagaimana ? "
Senyum jahat terlihat jelas di wajahnya yang membuat Zalia bergidik ngeri .
Zayn melakukan semuanya di bawah pengaruh alkohol .
" ya sudah terserah kakak , lakukan apa yang kakak mau lakukan "
Seru Zalia pasrah karena dia menyadari bahwa dirinya yang salah .
Dengan sangat kasar Zayn melepaskan semua pakaian dari tubuh mereka dan langsung menyetubuhi istrinya itu dengan kasar pula sehingga Zalia merasa kesakitan . Sebab tanpa foreplay seperti yang biasa mereka lakukan . Air mata Zalia tumpah ketika Zayn melakukannya dengan begitu kasar bahkan Zalia sampai mengeluarkan suara ringisan karena kesakitan sampai sesuatu yang terasa hangat memenuhi organ kewanitaannya sebab Zayn baru saja mencapai puncak kenikmatannya dan menumpahkan semua cairan putih miliknya di dalam tubuh istrinya .
Zayn melepaskan dirinya dari tubuh Zalia dan berbaring di samping tubuh wanita yang baru saja di sakiti nya itu , dia kembali berucap dengan suaranya yang parau karena efek mabuknya tapi Masih Sangat jelas didengar oleh Zalia . Hatinya serasa hancur ketika mendengar perkataan pria yang dicintainya itu .
" bagaimana anak perempuan ****** ?
Tulang-tulangnya serasa diremukkan dalam waktu bersamaan . Apa coba maksud perkataan Zayn barusan ?
Dunia seakan berhenti saat itu juga namun air matanya terus mengalir sekalipun tanpa sedikit suara yang terdengar keluar dari bibir cantiknya itu .
" kau pikir aku menikahi mu karena ada cinta di hatiku ? he he he jangan mimpi . Aku melakukan semua ini karena ada hal lain .
Ingat ! ingatlah satu hal ini .
Aku tidak mencintaimu ,
aku tidak pernah mencintaimu
bahkan aku tidak akan pernah mencintaimu sampai kapanpun .
Satu lagi aku tidak akan pernah sudi jika anakku dikandung oleh wanita sepertimu yang terlahir dari rahim wanita yang sudah memb .... memb .. "
Perkataan Zayn terhenti sampai di situ karena tubuhnya benar-benar mabuk berat dan akhirnya dia tertidur .
Dengan rasa sakit di tubuh bahkan hatinya , Zalia berusaha bangun dari tempat tidur tangannya masih sempat menyambar kimono tidur di rak samping ranjang mereka . Kemudian dia masuk ke kamar mandi , di sana dia meringkuk di bawa kucuran air shower hingga terjatuh tak sadarkan diri . Untungnya posisi tubuh Zalia terjatuh ke arah kanan air shower sehingga hanya bagian kakinya saja yang terus terkena air .
Dua jam kemudian Zayn yang merasa ingin muntah segera bangun dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi . Setelah menyiram muntahnya di wastafel , Zayn mengambil bathrobe yang tergantung di sana dan mengenakannya kemudian berbalik untuk kembali ke kamar namun alangkah kagetnya dia ketika melihat Zalia terbaring tak berdaya di bawah kucuran air shower .
Dengan cepat Zayn menghampiri Zalia dan mematikan air yang terus mengalir sedari tadi . Sambil menepuki pipi istrinya , Zayn terus berucap membangunkan Zalia .
" Zalia , Zalia bangun "
Karena tidak merasakan respon dari istrinya , dia segera membawa Zalia dan membaringkannya di tempat tidur .
__ADS_1
Kepanikan melanda pria yang baru saja Sadar dari mabuknya itu tapi belum menyadari apa-apa yang sudah terlanjur terjadi selama dia mabuk tadi .
Akhirnya dia menelpon dokter Angky ,
Dokter pribadinya untuk segera datang ke rumahnya . Setelah itu dia mengganti pakaian istrinya .
Sambil menunggu kedatangan dokter Angky , Zayn memikirkan apa yang terjadi saat dia mabuk tadi .
Zayn terus berpikir apa yang dia lakukan sejak kepergiannya ke apartemen semalam .
** Flashback on
setelah tersadar dari mabuknya di apartemen , Zayn segera mencuci mukanya sehingga merasa lebih segar .
Diambilnya kunci mobil yang tadi dia letakkan di atas meja dan segera ke tempat parkir karena dia berniat untuk segera pulang ke rumahnya dan menemui Zalia .
Tapi sepanjang perjalanan , hati dan pikirannya seakan berperang .
Hatinya berkata supaya dia meminta maaf pada Zalia tapi pikirannya mengingatkan dirinya pada tujuan awal mengapa dia harus menikahi wanita itu .
Sesampainya Zayn di rumah , dia tidak langsung masuk ke kamarnya tapi masuk ke ruang kerjanya di lantai satu .
Setelah menatap foto almarhumah bundanya otaknya serasa mau pecah karena hati dan pikirannya benar-benar bertentangan saat ini .
Hatinya perih saat mengingat wajah sendu Zalia sebelum dia meninggalkan rumah beberapa jam yang lalu .
Tapi pikirannya seakan menyodorkan gambaran tubuh sang bunda yang terbaring berlumuran darah di lantai mall dua puluh tahun yang lalu .
Akhirnya Zayn beranjak masuk ke ruang penyimpanan minuman keras yang ada di sebelah tangga naik ke lantai dua .
Di sana dia kembali meneguk minuman keras bahkan jumlahnya lebih banyak dari yang sudah diminumnya tadi di apartemen .
* Flashback off
Hanya itu saja yang diingatnya , tapi kejadian setelah dia mabuk-mabuk di ruang penyimpanan benar tidak tersimpan sedikitpun di memorinya .
Tapi melihat pakaian mereka yang berserakan di lantai , dia sangat yakin bahwa sudah terjadi sesuatu yang tidak baik . Dia segera mengambil pakaian mereka itu dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor di dalam kamar mandi .
Sekitar lima belas menit kemudian , dokter Angky pun tiba di rumah mereka dan langsung memeriksa kondisi istri dari kliennya itu . Karena keadaannya hanya demam dan tidak terlalu membahayakan , maka Zalia tidak perlu dibawa ke rumah sakit . Dia hanya diberi suntikan supaya demamnya turun dan segera sadarkan diri .
Setelah dokter Angky pulang , Zayn naik ke tempat tidur dan berbaring di samping istrinya . Satu tangannya diselipkan di bawa tengkuk Zalia dan menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya .
" maafkan aku jika sudah berbuat sesuatu yang menyakitimu Zalia "
Ucap Zayn menyesal sambil mengecup dahi istrinya . Dekapan eratnya pada tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya itu membuat dia akhirnya menyadari sesuatu .
*
*
*
*
*
Apakah itu teman-teman ??
Nantikan di part selanjutnya ya 🙏
__ADS_1