CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Penyelidikan Zayn


__ADS_3

Siang harinya saat Vinda tiba di bandara , dia merasa senang saat melihat sang mama ikut menjemputnya bersama Alend asisten kepercayaan papanya itu . Keluar dari area bandara , keduanya berencana untuk makan siang terlebih dahulu di restoran terdekat.


Megan dan Vinda masuk ke dalam restoran yang direkomendasikan oleh Alend dengan bergandengan tangan. Saat sudah mendapat kursi yang kosong keduanya langsung saja memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Tanpa mereka sadari , ada sepasang mata yang sedang menatap tajam ke arah mereka . Ya , tatapan tajam itu milik Zayn yang duduk tidak jauh dari mereka. Sadar dengan tatapan tak biasa si tuan muda , Demian yang masih setia menjadi asisten kepercayaan keluarga Edwardpun menoleh untuk mencari tahu siapa gerangan orang yang sudah membuat tuan mudanya itu memperlihatkan ekspresi seperti itu. Saat melihat dua wanita yang duduk di pojokan restoran itu Demianpun bertanya


" ada apa dengan dua wanita itu tuan muda ? "


" om Demi , tolong selidiki kedua wanita itu . Aku ingin informasi lengkap tentang keduanya "


Sahut Zayn dengan nada datarnya dan kembali memakan makanan di depannya dengan tidak berselera lagi.


" bukannya gadis yang masih muda itu salah satu model untuk majalah fashion milik perusahaan tuan muda Arden ? "


" benarkah ? "


" iya itu benar tuan muda "


" kalau wanita tua yang bersamanya itu ? "


" saya juga kurang tahu , mungkin mamanya atau tantenya "


" pokoknya om Demi aku mau informasinya secara lengkap . Ayo , aku sudah kenyang "


Ucap Zayn dan langsung berdiri meninggalkan meja yang masih menyisakan banyak makanan itu.


Ketika Zayn keluar dari restoran mata Aretha tidak sengaja melihatnya dan hal itu membuatnya bahagia sebab sudah lama dia menjadi pengagum si pria dingin dengan julukan ' Puncak Everest ' dikalangan para model wanita sepertinya . Tempatnya yang begitu tinggi dan sulit untuk dijangkau ditambah lagi dengan salju dingin yang menyelimutinya demikianlah sosok Zayn si puncak Everest itu.


Zayn langsung menyuruh Demian ke lokasi tempat pembangunan hotel barunya . Setelah selesai mensurvei pembangunan hotel itu , ponsel Zayn berdering.


" halo , selamat siang ayah "


" siang juga Zayn , bagaimana pembangunan hotel baru kamu ? "


" semua berjalan lancar kok.


oh iya , kenapa ayah menelfon ku ? "


" pintar kamu ya, langsung tahu saja maksud ayah "


" katakan saja ayah , aku capek dan ingin segera pulang untuk istirahat di rumah "


" sepertinya kamu tidak bisa pulang hari ini Zayn karena maksud ayah menelfon mu untuk minta tolong supaya kamu menghadiri undangan acara ulang tahun salah satu pebisnis hebat di negara ini "


" ini bukan salah satu trik ayah untuk mengenalkan aku pada anak gadis manja si tuan pebisnis ini kan ? "

__ADS_1


" ya ampun Zayn , kali ini murni untuk menghargai undangan saja. Lagipula tidak banyak pebisnis yang diundangnya. Akan jadi satu kehormatan jika kamu menghadirinya . Siapa tahu kedepannya kamu bisa bekerja sama dengannya "


" ok baiklah ayah , tolong kirimkan aku foto undangannya sekarang "


" tentu , setelah ini ayah akan mengirimnya . Oh iya satu lagi orangnya pencinta hewan laut semoga kamu punya ide untuk memberinya hadiah apa nanti "


Setelah itu Zayn langsung mematikan ponselnya . Baru saja dia akan memasukan ponselnya di saku celana , benda itu kembali berdering . Edward baru saja mengirim foto undangan ulang tahun si pebisnis itu. Tertulis di situ bahwa pukul setengah delapan perayaan pesta ulang tahunnya. Jadi dia masih punya banyak waktu untuk beristirahat. Zaynpun meminta Demian untuk mencarikannya hotel kemudian pergi lagi untuk mencari hadiah yang pas buat si pebisnis sekaligus pencinta hewan laut itu.


.


.


.


Malam harinya , ruangan di lantai dua rumah Thomas sudah dihias sedemikian rupa . Ada beberapa meja bundar disiapkan untuk menjamu tamu-tamu yang akan hadir. Saat jam sudah menunjukan Pukul tujuh , satu persatu tamu mulai hadir begitu juga Zayn dan Demian yang masuk ke rumah mewah itu dengan membawa kotak kaca tertutup kain hitam dan langsung mereka serahkan kepada salah satu pengawal yang berdiri dekat tangga.


Saat tiba di lantai dua , Zayn yang seharusnya terpesona dengan keindahan isi aquarium raksasa di bawah mereka , malah dibuat kaget saat melihat si wanita jahat sedang berdiri tidak jauh dari dirinya dan yang lebih membuatnya kaget , wanita itu sedang menggandeng tangan dua gadis cantik. Satunya si model yang dilihatnya tadi siang dan satunya adalah gadis yang diajak Arden ke pesta ulang tahun ayahnya semalam.


Melihat wanita jahat itu tertawa gembira , darah Zayn seakan mendidih menahan amarahnya .


Bagaimana tidak , wanita itu masih bisa tertawa dan sepertinya hidup dengan bahagia setelah membunuh bunda dan adiknya.


' okelah wanita jahat , setelah hari ini kita lihat saja apakah kau masih bisa tertawa dan hidup bahagia seperti sekarang ini atau tidak '


Ucap Zayn dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya.


" selamat malam tuan Thomas dan selamat panjang umur untuk anda , Semoga kedepannya bisnis anda makin sukses "


" terima kasih tuan Zayn atas kehadiran dan ucapannya. Tadi sore ayah anda menelfon saya katanya beliau tidak bisa hadir tapi akan diwakili oleh tuan Zayn . Sekali lagi terima kasih dan selamat menikmati hidangannya "


" terima kasih tuan Thomas "


Baru saja Zayn dan Demian akan beranjak , langkah mereka terhenti oleh suara seorang gadis.


" halo tuan , bukankah anda anaknya tuan Edward ? "


" ya benar dan bukankah kamu gadis semalam yang datang ke rumahku ? "


" ya , itu aku tuan "


Thomas pun angkat bicara ,


" jadi kalian saling mengenal ? "


" iya papa , semalam aku diajak oleh salah satu temanku untuk menghadiri pesta di rumah tuan Edward dan di sana aku bertemu dengannya "

__ADS_1


Sahut Zalia menjelaskan pada papanya.


" oh begitu rupanya , ya sudah kalau begitu kamu temani tuan Zayn , papa mau ketemu teman yang lainnya , saya permisi tuan Zayn "


" siap papa "


Sahut Zalia pada papanya.


" silahkan tuan Thomas "


Sambung Zayn setelahnya.


Setelah kepergian Thomas , Zaynpun melancarkan aksinya untuk mengetahui tentang kehidupan keluarga si wanita jahat itu langsung dari Zalia.


" Andary , apa kamu sudah makan ? "


Tanya Zayn basa-basi .


" oh , aku masih kenyang karena sebelum acara tadi aku makan puding. kalau tuan Zayn bagaimana ? sudah makan atau belum ? "


Tanya Zalia balik pada Zayn.


" kalau aku sih , belum makan dan memang maunya makan di sini "


" ya sudah , mari ! Nanti aku temani "


Kata Zalia sambil melangkah ke arah salah satu meja yang menghidangkan berbagai macam makanan. Zaynpun mengikutinya.


Ketika mereka sedang menikmati jamuan makan malam yang sudah disediakan , Zayn kembali bertanya banyak hal pada Zalia . Zaliapun menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan padanya karena hanya seputar hal-hal yang masih wajar menurut Zalia.


Akhirnya Zaynpun mengetahui jika si wanita jahat itu adalah istri dari pebisnis hebat yang mengundangnya malam ini juga merupakan seorang ibu dari dua gadis cantik. Zaynpun memiliki sebuah ide di kepalanya..


.


.


.


OK . . . Ide apakah itu ??


.


.


.

__ADS_1


Nantikan di part selanjutnya.


Yang sudah mampir jgn lupa like , vote dan tinggalkan komentar biar author tahu kalau teman-teman sudah mampir.. Terima kasih .


__ADS_2