CINTA & DENDAM

CINTA & DENDAM
Melihatnya Lagi


__ADS_3

Keesokan paginya setelah acara ulang tahun Edward yang dirayakan dengan sederhana bersama keluarga, Zayn yang hendak berangkat ke kantor menghampiri ayahnya di meja makan.


" selamat pagi ayah "


Sapa Zayn dan langsung duduk di kursi yang berseberangan dengan sang ayah.


" selamat pagi juga nak "


Jawab Edward sambil tersenyum ke arah Zayn.


" oh ya Zayn, gadis yang diajak Arden tadi malam cantik juga ya "


Sambung Edward lagi karena ingin melihat reaksi terbaru Zayn terhadap seorang gadis karena memang sejak kematian sang bunda dan juga adiknya , Zayn benar-benar menjaga kontak ataupun interaksi dengan wanita manapun kecuali Carlyn dan Aretha.


Bahkan untuk sekarang semua asisten rumah tangga mereka adalah laki-laki.


" ya iyalah cantik ayah "


Edward tersenyum bahagia mendengar jawaban Zayn tapi kemudian langsung berubah jadi tersenyum kecut saat mendengar lanjutan jawaban Zayn


" nggak mungkinkan dia tampan "


Sambung Zayn lagi dengan nada datarnya. Keduanya pun melanjutkan sarapan dengan diam . Setelah sarapan, Zaynpun berangkat ke kantornya .


Pagi ini dia harus menghadiri rapat penting di kantornya kemudian siangnya dia juga harus mensurvei langsung pembangunan salah satu hotel miliknya di kota Surabaya .


Sampai hari ini Edward tidak mau memaksa Zayn untuk dekat dengan wanita manapun tapi bukan berarti dia tidak berusaha untuk menyembuhkan trauma sekaligus kebencian putranya pada wanita. Banyak hal yang dia lakukan mulai dari mengajak makan malam teman bisnisnya yang punya anak perempuan dan mengenalkannya pada Zayn dan masih banyak cara lain lagi yang dilakukannya tentu saja tanpa memaksa Zayn supaya putranya itu tidak curiga sedikitpun dengan rencananya. Tapi sampai hari ini Edward belum berhasil sedikitpun sehingga dia terkadang merasa sedih sebab di usia putranya yang sekarang ini , sudah seharusnya Zayn menikah atau bahkan punya anak seperti dirinya dulu.


Sementara itu di tempat lain terlihat Megan masuk ke dalam kamar Zalia. Melihat anak gadis yang masih asyik dengan mimpinya itu membuat Megan mendekati ranjang dan membangun Zalia.


" Zalia .... Zalia bangun sudah siang "


" hmmm .... Sebentar lagi ma "


" Zalia ..... kau itu anak gadis tidak baik bangun kesiangan seperti ini ... Ayo bangun cepat ! "


" hmmm .... Mama , Zalia masih ngantuk skali tadi malam Zalia tidur lambat lagian kuliahnya kan nanti sore "


Kata Zalia tanpa membuka matanya karena masih mengantuk. Sebab semalam setelah diantar Arden pulang , Zalia masih menyelesaikan tugas kuliahnya hingga tengah malam.


" bangun sekarang Zalia, Barusan papa telpon mama katanya papa lagi di kota Surabaya jadi kita harus ke sana untuk ketemu papa sore ini dan pesawat yang akan kita tumpangi berangkat satu jam lagi "


" tapi ma, Zalia harus kuliah nanti sore "


" Zalia , kau tahukan seperti apa papamu . Papa tidak mau kita membantah perintahnya "


" baiklah ma "


" ya sudah , cepat bangun dan mandi setelah itu sarapan . Kita berdua harus segera berangkat "


" ka Vinda tidak ikut ma ? "


" dia tidak bisa berangkat pagi ini karena ada jadwal pemotretan yang tidak bisa dibatalkan jadi dia akan berangkat nanti siang "


Setelah itu Megan meninggalkan kamar Zalia . Zaliapun segera mandi dan bersiap . Kali ini dia harus bolos kuliah lagi sebab ini perintah papanya. Zalia tahu, sekali pun sang papa sangat menyayanginya tapi pria itu tidak mau jika perintahnya dibantah oleh siapapun.


Satu jam kemudian Megan dan Zalia terbang ke kota Surabaya . Saat tiba di bandara tujuan , sudah ada yang menjemput mereka. Di perjalanan Zaliapun bertanya pada si sopir yang merupakan tangan kanan ayahnya,


" paman Alend ,, apa paman tahu apa alasan papa meminta kami semua untuk menemuinya di sini ? "


" saya kurang tahu nona Zalia. Mungkin tuan hanya sedang merindukan keluarganya "


Sahut Alen pura-pura tidak tahu.


Mendengar jawaban Alen barusan membuat Zalia diam.


' ya, mungkin papa lagi merindukan kami ', batin Zalia lagi . Tapi sambil melihat keluar jendela mobil , Zalia teringat sesuatu dan langsung mengambil ponselnya dan langsung membuka kalender. Saat melihat tanggal hari ini , Zaliapun berkata dengan nada yang tinggi


" astaga mama !!! "


" ada apa Zalia ? kok heboh begitu "

__ADS_1


" papa ulang tahun hari ini ma .


Ya ampun papaku yang malang , istri dan anaknya sendiri melupakan hari ulang tahunnya "


Ucap Zalia lesu karena merasa bersalah pada sang papa.


" oh , jadi hari ini ulang tahun papa rupanya makanya dia minta kita semua ke sini "


Sambung Megan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


" paman Alend tolong berhenti di salah satu toko di depan ya "


Kata Zalia sambil menunjuk ke arah jejeran pertokoan di depan mereka.


" baiklah nona "


Jawab Alen sambil melambatkan laju mobil kemudian berhenti di depan pertokoan yang dimaksud Zalia.


Zaliapun langsung turun untuk membeli sesuatu.


Dua puluh menit kemudian Zalia kembali masuk ke mobil dengan dua kotak berbeda ukuran di tangannya.


Satu kotak berisi Kue ulang tahun dan yang lainnya merupakan hadiah untuk papanya.


Saat sudah duduk dan memasang sabuk pengamannya , Zalia bertanya pada mamanya ,


" mama nggak sekalian beli hadiah untuk papa ? "


" nggak ,,, nanti siang saja sekalian sama Vinda "


Sahut Megan pada Zalia.


" oh , ya sudah kalau begitu.


Ayo om Alend , kita berangkat "


Ucap Zalia pada Alen.


" baiklah nona "


Jawab Alen sambil melajukan mobil berwarna hitam yang dikendarainya.


Beberapa menit kemudian mobil mereka memasuki pekarangan sebuah rumah yang sangat mewah.


Zalia yang turun bersamaan dengan Alend yang sedang membuka pintu untuk Megan , bertanya :


" om Alend ini rumah siapa ? "


" nanti nona akan tahu sendiri , mari masuk "


Sahut Alen yang langsung melangkah mendahului keduanya ke arah pintu yang dihiasi dengan ukiran-ukiran yang sangat indah.


Saat pintu di depan mereka terbuka,


" waw.... luar biasa ... "


Seru Zalia yang langsung menutup mulutnya ketika melihat aquarium raksasa dengan berbagai hewan laut di dalamnya. Ditambah lagi dengan dua tangga untuk naik ke lantai dua di sisi kiri dan kanan mereka , benar-benar akan membuat takjub siapapun yang melihatnya. Tidak sampai di situ saja saat sampai di lantai dua pun mereka masih takjub . Bagaimana tidak , lantainya terbuat dari kaca transparan sehingga mereka bisa melihat semua isi aquarium raksasa yang ada di bawah mereka . Zalia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekaguman di wajahnya . Tapi lain halnya dengan Megan yang terlihat cuek dengan semua yang dilihatnya.


' palingan hasil bisnis kotornya di dunia gelap '


batin Megan sambil melihat ke arah Thomas Anderson suaminya yang sedang menuruni anak tangga dari lantai tiga tanpa ada rasa rindu sedikitpun padahal sudah lumayan lama tidak berjumpa . Sebab hubungan keduanya memang sudah lama renggang bahkan sudah bukan seperti pasangan suami istri lagi. Tapi entah mengapa Thomas , si bos mafia itu tidak mau menceraikan Megan sekalipun sudah beberapa kali wanita itu minta cerai darinya.


Seperti inilah jadinya , Megan akan terus berperan sebagai istri idaman bagi Thomas di depan Zalia dan rekan-rekan bisnis suaminya itu dan imbalannya uang bulanan tetap dikirimkan ke rekening Megan.


" wah ... wah ... wah ... ada yang terlalu kagum pada hewan laut sehingga tidak menyadari kehadiran papanya " Kata Thomas melihat ke arah Zalia yang menunduk dan masih sibuk menatap hewan-hewan laut di bawahnya. Mendengar suara papanya Zaliapun langsung melihat ke arah suara dan sambil berlari dia berkata ,


" papa ....... "


Ketika Zalia tiba di depan papanya , diapun langsung memeluk pria yang hari ini berulang tahun.


" putri cantiknya papa .

__ADS_1


Zalia bagaimana kabarmu sayang ? "


" Zalia sehat seperti yang papa lihat.


Kalau papa apa kabar ? "


" kalau papa beberapa minggu ini lagi sakit "


Mendengar ucapan papanya , Zalia langsung melepas pelukannya dan bertanya dengan rasa kuatir ,


" papa sakit apa ? "


" papa lagi sakit malarindu tropikangen sama anak papa yang manja ini "


" papa , Zalia lagi serius papa kok malah bercanda "


Sahut Zalia sambil memanyunkan bibirnya.


" iya ... iya ... papa minta maaf ya sayang "


Ucap Thomas sambil menarik kembali Zalia ke dalam pelukannya.


" oh iya hampir lupa. Selamat ulang tahun papa terhebatku . Sehat-sehat terus ya papaku sayang "


" terima kasih sayang "


Melihat kebahagiaan tuannya , Alend yang sudah siap dengan kue ulang tahun yang dibeli Zalia tadi pun mendekat dan berkata ,


" nona Zalia , ini kue ulang tahun yang nona beli tadi "


Zaliapun meraih kue yang sudah terpasang lilin dan sudah dinyalakan itu lalu menyodorkan ke arah papanya.


" semoga bisa terus menjadi papa yang hebat buat Zalia ya pa , , sekali lagi selamat ulang tahun.


Ayo pa ditiup lilinnya "


Thomas pun mendekat dan meniup lilin dengan angka lima puluh lima tersebut sambil berkata ,


" terima kasih sayang "


Setelah Zalia mundur beberapa langkah untuk memberikan kue tadi kepada Alend , Megan pun maju dan memeluk Thomas ,


" selamat ulang tahun "


" terima kasih Megan ".


Kemudian Thomas mengajak Zalia dan Megan naik ke lantai tiga untuk beristirahat sebab di sana terdapat beberapa kamar. Setelah Zalia masuk ke kamar yang memang sudah disiapkan Thomas untuknya , Thomas pun mengantar Megan ke salah satu kamar yang berbeda dari kamar pria itu .


Di bandara , Zayn yang baru saja turun dari jet pribadinya menyuruh asistennya mencarikan restoran terlebih dahulu untuk makan siang setelah itu dia baru akan ke lokasi pembangunan hotel miliknya.


Saat sedang menikmati hidangan yang tersaji di depannya , tiba-tiba mata Zayn melotot ke arah dua wanita berbeda usia yang baru saja masuk ke dalam restoran itu. Walau sudah dua puluh tahun berlalu tapi Zayn masih mengingat jelas wajah wanita itu.


Ya , wanita yang sudah membunuh bunda dan adiknya.


~


~


~


~


~


Penasaran ??


Tunggu kisah serunya di next part.


Jangan lupa like , vote dan komennya ya...


Terima kasih untuk semua yang sudah mau baca ceritaku ini ....😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2