
Pagi ini Zayn bangun dengan sedikit senyum di wajahnya . Dia sendiri tidak tahu dengan pasti , apa arti senyumnya itu . Senyum bahagia karena rencana balas dendamnya akan segera terlaksana ataukah senyum bahagia karena kini ada seseorang yang menemani dan mengisi kesepiannya .
Entahlah ! 🤔🤔
Merasa ada yang mencium pipinya , Zalia akhirnya terbangun .
" selamat pagi istriku "
" selamat pagi juga kak "
Jawab Zalia sambil sedikit mengucek matanya .
" apa ciuman selamat pagiku tidak mendapatkan balasan ? "
Tanya Zayn yang kini berbaring menyamping menghadap Zalia dengan tangannya sebagai tumpuan kepalanya .
Dengan sedikit malu-malu Zalia maju dan mengecup bibir Zayn dan dengan cepat tangan Zayn yang satunya lagi langsung menangkap tengkuk Zalia untuk memperdalam ciuman mereka .
Pagi yang indah yang tak pernah Zayn impikan dalam hidupnya akhirnya datang menghampirinya .
Setelah menyelesaikan ciuman panas mereka , Zalia langsung berlari ke kamar mandi untuk menghindari tatapan Zayn yang dia sendiri tahu kemana arah dan akhirnya nanti . Pengantin baru yang lagi panas-panasnya menginginkan untuk melakukan hal itu . Seperti yang terjadi semalam , mereka melakukannya beberapa kali dengan pengaman yang Zayn beli di apotik kemarin .
Setelah membersihkan dirinya , Zalia keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati Zayn dalam kamar mereka .
Dia segera bergegas menyiapkan pakaian kerja suaminya dan setelah itu dia menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua .
Seringai jahat muncul di wajah Zayn melihat pakaiannya yang telah disiapkan oleh istrinya .
Dia baru saja kembali dari ruang kerjanya dan di sana ada foto sang bunda yang sengaja di pasangnya kemarin untuk mengingatkan dirinya pada tujuan awal dia mau menikahi putri dari wanita yang sudah membunuh bunda dan adiknya .
Foto sang bunda bisa kembali menyadarkan dirinya jika sudah mulai terbuai dengan keromantisan pura-puranya pada Zalia .
Itulah tujuannya menggantung foto sang bunda di ruang kerjanya .
Tunggu sampai dia puas memanjakan anak pembunuh itu barulah dia akan menjalankan misinya . Lagipula dia harus hati-hati sebab papa mertuanya bukanlah orang sembarangan . Salah sedikit saja Zayn bertindak bisa-bisa si bos mafia itu akan mengamuk .
Ketika sarapan sudah siap , Zalia kembali ke kamar untuk memanggil suaminya . Hatinya berbunga-bunga ketika melihat Zayn sudah tampan dengan pakaian yang disiapkannya tadi .
" wah , kakak terlihat sangat tampan "
Puji Zalia sambil meluruskan dasi Zayn yang sebenarnya sudah rapi .
" oh ya ? "
Tanya Zayn sambil melingkarkan tangannya di pinggang Zalia .
" ya "
Jawab Zalia singkat tanpa menatap Zayn yang saat itu sedang memandangi wajahnya .
" katanya tampan , tapi kok nggak mau di lihat sih ? apa dasinya lebih menarik dari wajah suamimu ini? "
Zalia menaikan pandangannya ke wajah Zayn dengan sedikit senyuman .
Sebuah kecupan mesra mendarat di kening Zalia .
" apa pagi ini aku masih harus sarapan di atas ranjang atau sudah beralih ke meja makan ? "
Pertanyaan Zayn sontak membuat Zalia membulatkan matanya karena mengerti arah perkataannya barusan .
" pagi-pagi otaknya masih mesum saja .
pagi ini makannya di meja makan , semuanya sudah tersedia tuan Zayn Adelard Fransiskus "
Zayn melepas pelukannya dari pinggang Zalia dan menarik tangan istrinya untuk menuju kemeja makan .
****
Sesampainya Zayn di kantor , Demian langsung menyerahkan beberapa berkas padanya .
__ADS_1
" ada beberapa perusahaan besar yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita dan salah satunya perusahaan dari Australia "
" perusahaan apa ? "
" GAREED CORP "
" bukannya itu perusahaan terbesar dan sedang jaya di Australia saat ini ? "
" benar . Tapi ada fakta yang lebih menarik dari perusahaan itu"
" apa itu ? "
" pemiliknya adalah Gerald Antonius anak dari Alend Antonius orang kepercayaan tuan Thomas , mertuamu "
" wah , sangat menarik .
Baiklah kalau begitu tolong segera atur pertemuanku dengannya "
" baiklah "
Zayn tersenyum senang karena akan mendapat partner bisnis baru lagi .
Lumayan beruntung karena setelah menjadi menantu Thomas , lebih banyak lagi perusahaan besar yang kini mengajukan kerja sama dengan perusahaannya .
******
Setelah mendapat telpon dari perusahaan Zayn , Gerald segera berangkat ke Indonesia .
Menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Zayn bukanlah tujuan utamanya melainkan supaya dia bisa kembali melihat Zalia , gadis cantik yang sudah mencuri hatinya sejak masa remaja .
Sebab sejak perceraian kedua orangtuanya delapan tahun lalu Gerald harus mengikuti ibunya ke Australia .
Hubungan yang tidak harmonis antara kedua orangtuanya membuat dia terkena imbasnya .
Beberapa hari sebelum ibunya meninggal , Gerald diberitahu bahwa ayahnya punya wanita lain di hatinya itulah yang membuat ibunya memilih untuk bercerai dari pria yang begitu dicintainya itu . Hanya saja ibunya tidak mau memberi tahu siapa wanita itu .
Secinta apa sih ayahnya pada wanita itu ? Itulah pertanyaan yang selalu terngiang di kepalanya yang sangat ingin diketahuinya sampai hari ini .
Ditambah lagi dengan sikap ayahnya yang begitu dingin padanya membuat Gerald sangat ingin mengetahui semuanya secepat mungkin .
Kepulangannya ke Indonesia kali ini untuk memecahkan segala ketidaktahuannya selama ini .
*****
Akhirnya Gerald mengatur pertemuan sekaligus undangan makan malam bersama Zayn dengan meminta supaya membawa serta Zalia bersamanya .
Zaynpun menyanggupinya .
Malam itu Zalia terlihat cantik dengan gaun malam berwarna hitam yang memperlihatkan bagian bahunya . Zayn sempat terpesona dengan kecantikan istrinya itu tapi segera dienyahkannya .
Gerald sudah lebih dulu sampai bersama Freedy asistennya di salah satu restoran mewah di kota Jakarta tempat mereka akan Makan malam bersama hari ini . Beberapa menit kemudian Zayn yang di temani Zalia dan Demianpun sampai ke restoran itu .
Ketika mata Zalia melihat siapa rekan kerja suaminya yang akan mereka temui matanya langsung melotot tak percaya .
" kak Gerald "
Seru Zalia setengah berteriak dan langsung saja memeluk pria yang sudah dianggapnya seperti kakaknya itu .
Tubuh Gerald sedikit mundur ke belakang karena tidak menyangka akan dipeluk tiba-tiba oleh Zalia .
Sejenak Gerald menikmati pelukan itu bahkan mendekap erat tubuh wanita yang begitu dirindukannya itu sampai suara batuk Freedy menyadarkannya .
Perlahan Gerald melepas pelukannya pada Zalia .
" bagaimana kabarmu ? "
" aku baik . Kakak sendiri apa kabar ? "
__ADS_1
" kakak juga baik , oh iya ini suamimu kan ? "
Gerald mengulurkan tangannya pada Zayn dan langsung disambut oleh Zayn .
" Zayn "
" Gerald "
Setelah melepas jabatan tangan , Gerald mempersilahkan semuanya untuk duduk dan menikmati makan malam yang sudah tersedia .
Di tengah perbincangan selama mereka makan , Zayn beberapa kali memergoki Gerald memandangi wajah istrinya dengan tatapan memuja dan itu berhasil membuat hatinya sedikit dongkol .
Ada rasa tidak rela dalam hatinya ketika ada pria lain yang menatap istrinya seperti itu . Perasaan dongkolnya membuat Zayn tidak menyadari satu hal . Cemburu . ya , dia sedang cemburu sekarang ini . Demian yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik bosnya itu tersenyum karena menyadari jika si tuan mudanya itu sedang terbakar api cemburu .
" mereka tumbuh bersama sejak kecil , jadi bos jangan terlalu cemburu sebab mereka sudah seperti saudara "
Bisik Demian di telinga Zayn .
Mendengar bisikan Demian , Zayn sedikit terpaku dan memikirkan hal itu .
'aku tidak akan mungkin merasa cemburu pada wanita yang tidak aku cintai sama sekali '
Kata Zayn dalam hatinya untuk menyangkal pernyataan Demian barusan yang mengatakan bahwa dia sedang cemburu .
Setelah selesai menikmati makan malam , mereka melanjutkan pembicaraan tentang rencana kerjasama kedua perusahaan milik mereka . Zalia terlihat bosan dengan pembicaraan yang tidak sedikitpun diketahuinya itu . Gerald menyadarinya .
" Zal , apa kau bosan ? apa kau ingin ku pesankan sesuatu ? "
" ah , enggak perlu kak paling sebentar lagi selesai kan ? "
" baiklah "
Merekapun melanjutkan pembicaraan yang sempat terhenti karena sedikit perhatian Gerald pada Zalia dan hal itu mampu menghilangkan konsentrasi Zayn .
Awalnya Zayn masih bisa mengontrol perasaannya dan kembali melanjutkan pembicaraan tentang perusahan mereka masing-masing tapi setelah dia melihat bahwa Gerald beberapa kali mencuri pandang bahkan tersenyum saat melihat Zalia , akhirnya dia tidak tahan juga untuk tetap bersikap cuek saat melihat Zalia yang sudah menguap beberapa kali . Ada rasa tidak rela jika istrinya lebih diperhatikan oleh orang lain .
" oh iya , bagaimana jika pembicaraan ini kita lanjutkan besok saja di kantor kami sekalian dengan penandatanganan perjanjian kerjasama perusahaan kita ? "
Kata Zayn agr segera mengakhiri pembicaraan mereka malam ini .
" iya , mungkin lebih baik begitu sebab istri anda sepertinya sudah mengantuk "
Gerald berucap sambil melirik Zalia .
Zaynpun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Gerald .
" ok kalau begitu sampai bertemu besok di kantor kami "
Zayn melepaskan jabatan tangan Gerald dan langsung menggenggam tangan istrinya .
" ayo sayang , kamu terlihat sudah mengantuk padahal biasanya kita selalu begadang setiap malam "
Ucapan Zayn barusan langsung mendapat cubitan di pinggangnya .
" hiss , apaan sih kak "
" ya udah , kak Gerald kami pamit ya "
Kata Zalia berpamitan pada Gerald .
" ok , hati-hati di jalan ya "
Zayn , Zalia dan Demian segera meninggalkan Gerald dan Freedy di restoran itu dan langsung menuju ke tempat parkir .
Saat mereka sudah tiba di rumah , Demian segera berpamitan untuk pulang ke apartemennya . Zayn masuk ke dalam rumah dengan wajah datarnya tanpa menghiraukan Zalia sedikitpun yang berjalan di belakangnya .
hayoooo ada apa denganmu Zayn ??
nantikan di part selanjutnya ya .
__ADS_1