
Nama ku adinda, biasa di panggil dinda. aku tinggal di sebuah desa kecil di makasar, sulawesi selatan.
aku hanya tinggal berdua bersama ayah ku, ayah ku bernama sukma. dan ibu ku meninggal dunia saat aku masih berusia 5 tahun. kehidupan kami bisa dibilang cukup kaya, ayah ku mempunyai beberapa perkebun kopi.
sehingga banyak yang mengincar ayah ku ini. tiga tahun setelah ibu ku meninggal.
saat itu usia ku baru 8 tahun, ayah ku menikah lagi dengan seorang janda beranak dua.
yang bernama bu karin, anak pertama bu karin bernama ayu, ayu berusia 13 tahun , dan anak ke dua bu karin bernama yuda, usia yuda lebih tua beberapa tahun dari ku, usia yuda saat itu 11 tahun.
__ADS_1
awalnya, ibu karin sangatlah baik dan sangatlah sayang terhadap ku. aku sampai sempat berpikir bahwa yang dibilang orang tentang ibu tiri yang kejam itu tidak perna ada. aku bahkan berpikir bahwa ibu tiri ku saat ini sanggatlah menyayangi ku.
karna hidup kami saat ini tenggah bahagia, serta sangat berkecukupan.
sebenarnya ibu karin berasar dari kalangan keluaraga miskin dan bu karin begitu banyak memiliki hutang di mana mana.
selama bu karin menjada bu karin tidak perna bekerja, dan hidup dengan cara bergantung dengan menghutang. serta dengan gaya hidup bu karin yang sangat lah berlebihan, termasuk gaya hidup ayu yang selalu menghambur hambur kan uang.
tetapi aku dan ayah menerima meraka dengan sangat lah baik. aku tidak perna merasa iri hati, serta sinis bahkan sombong terhadap saudara saudara tiri ku. aku malah menggap mereka semua seperti kakak kakak kandung ku sendiri. bakhan aku tidak perna merasa iri hati terhadap kasih syng ayah ku yang mulai terbagi kepada saudara saudara ku. aku malah sangt bahagia dengan semua itu.
__ADS_1
beberapa bulan kemudian ayah ku telah menjual 3 hektar perkebunan kopi milik nya hanya untuk bisa melunasi semua hutang hutang yang di miliki bu karin, sisa uang penjualan perkebunan pun hanya dihabiskan bu karin bersama ayu sma seperti biasanya.
kebiasaan bu karin dan ayu tidak perna bisa berubah malah kebiasaan buruk itu pun semakin bertambah menjadi jadi.
walau pun begitu sifat bu karin seperti itu, bu karin masih tetep memperhatikan perlakuanya dengan sangat baik dan sangat sayang kepada aku. bagi ayah yang paling terpenting dalam hidupnya saat ini iyalah kebahagian putri satu satu nya itu.
karna dulu sukma sering melihat adinda sedih karena terpukul akan apa yang telah menimpa ibu nya dulu. dulu ibu adinda meninggal di karnakan kangker rahim stadium lanjut dan menginggal saat itu adinda tenggah tak berada disisih ibu nya. saat ibu adinda keritis dan meninggal dunia.
lima tahun lamanya pun telah berlalu, kini timbulah masah pada perkebunan kopi dan itu semua membuat perkebunan kopi ayah ku mengalami kegagalan panen dan itu terjadi kurun waktu terus menerus.
__ADS_1
sehingga itu menyebabkan ayah ku mengalami kerugian yang sangat besar. usah ayah ku pun sekarang bangkrut. karna kejadian itu lah membuat bu tiri ku berubah drastis.
kalau suka novel nya jagan lupa komen dan like yah. biar aku tambah semangat,!!