
Jalan Jalan
Hari ini hari sabtu, waktunya libur untuk semua aktivitas kantor. Rendy rencana mau ngegym bareng hari ini. Tadi malam Rendy sudah bilang pada Dinda.
Dinda sudah membayangkan kalau hari ini dia akan sendirian di rumah, pasti bosan. Tiba-tiba Dinda mendapat ide.
"Mas..." dia memanggil Rendy.
"Heeem...." jawab Rendy.
"Maaaas" Dinda mendekati Rendy yang sedang asik bermain hp.
"Apa sayang?" tanya Rendy.
"Aku boleh gak jalan-jalan sama Febri hari ini?" Dinda mengutarakan keinginannya.
"Kemana?" tanya Rendy balik, tanpa mengalihkan padangannya dari hpnya.
"Ke Mall" jawab Dinda.
"Mas kan nanti mau pergi sama Angga, aku bosan dirumah sendirian" Dinda mencoba merayu suaminya agar diizinkan pergi
"Ya udah, kamu hubungi Febri bilang sama dia untuk bersiap biar nanti Mas suruh Angga jemput dia dan bawa kemari. Trus kita sama sama pergi antar kalian dulu ke Mall baru kami ngegym"
"Ok Mas" Jawab Dinda penuh semangat.
Dinda kemudian berjalan ke kamarnya dan segera mengirim pesan ke Febri.
Dinda
Feb jalan-jalan yuk!
Febri
Kemana say?
Dinda
Ke Mall Cinere
Febri
Jam berapa?
Dinda
Jam 10 teng ya, kamu siap-siap aja dirumah nanti Angga jemput kamu dirumah.
Febri
Owh Pak Angga? 😲
Aku harus tampil prima nih biar dia naksir
Dinda
__ADS_1
😉😁
Dinda menutup hpnya kemudian bersiap-siap untuk jalan-jalan bersama Febri.
***
Sementara dirumah Febri
Febri bergegas mandi dan berdandan karena sebentar lagi Angga akan menjemputnya
Hp Febri berbunyi tanda pesan masuk.
081*********
Saya sudah didepan, cepat keluar!
Febri
***Maaf ini siapa ya?
081*********
Angga***
Gubrak...**@#¥£€
Febri segera mengambil tasnya, memakai sepatunya kemudian segera berlari keluar rumah. Dia sudah melihat mobil Angga menunggu didepan pagar rumahnya.
Angga melihat tampilan Febri hari ini sangat manis sekali. Dengan memakai baju kaos dan jilbab warna pink, celana jeans dan sepatu kets putih membawa tas diselempangkan dibahu, membuat Febri terlihat lebih fresh seperti anak ABG.
"Maaf Pak saya tidak tau itu tadi nomor Bapak" Febri memulai pembicaraan.
"Kalau begitu sekarang kamu sudah tau kan?" tanya Angga.
"Iya Pak, sudah saya simpan" jawab Febri.
Mobil meluncur ke apartemen Rendy, hari ini rencananya mereka akan pergi dengan tujuan berbeda. Dinda dan Febri ke Mall sedangkan Rendy dan Angga ke tempat gym.
Di apartemen, Rendy dan Dinda sudah menunggu kedatangan Angga dan Febri.
"Selamat Siang Pak Rendy" sapa Febri ceria dan ramah.
Angga diam-diam tersenyum melihat tingkah gadis ini. Dari beberapa kali ketemu dia selalu ceria seperti ini. Sepertinya dia mempunyai banyak stock semangat.
"Pagi Feb, Dinda didapur sedang ngemil" jawab Rendy.
"Namanya juga lagi hamil Pak, biar anak Bapak didalam perut sehat dan kuat. Emaknya bisa tenang jalan jalan dan punya banyak energi" ucapnya dengan semangat. Febri sudah mendengar kabar tentang kehamilan Dinda dan dia sangat senang karena sebentar lagi akan mendapat ponakan dari sahabatnya itu
Angga dari sejak awal sudah memperhatikan Febrim Entah mengapa hari ini semua tingkah laku Febri menarik perhatiannya. Ni anak berani banget becanda sama si Bos.
Tak lama Febri setengah berlari menuju dapur menghampiri Dinda yanh sedang makan salad.
"Bu Bos udah kenyang?" tanya Febri yang melihat Dinda sudah selesai makan dan sedang mencuci mangkok saladnya.
"Udah Feb, sekarang aku semangat untuk pergi jalan-jalan" jawab Dinda.
__ADS_1
"Come on, lets go" ujar Febri dengan semangat sambil menggandeng tangan Dinda.
"Yuk Mas kita berangkat" ajak Dinda pada suaminya.
Mereka berangkat keluar parkiran apartemen. Angga yang mengemudikan mobil disampingnya ada Febri, sedangkan Rendy dan Dinda duduk dibelakang sambil berpegangan tangan.
Mobil berjalan menuju Mall Cinere, sebelum sampai di lokasi yang dituju Rendy banyak memberikan pesan kepada Dinda dan Febri.
"Jangan terlalu banyak jalan ya sayang, kalau kamu lelah istirahat saja" ucap Rendy.
"Iya Mas" jawab Dinda.
"Kamu tolong jaga Dinda ya Feb, kalau ada apa-apa segera hubungi saya"
"Siap Pak Bos, laksanakan" jawabnya semangat.
Angga tersenyum miring melihat sikap Febri.
Dinda dan Febri turun dari mobil, sementara Angga dan Rendy melanjutkan perjalanan mereka.
Dinda dan Febri berjalan menuju salon. Sudah lama mereka janjian untuk pergi ke salon baru kali ini kesampaian. Mereka akan menjalankan semua paket yang disediakan di Salon itu, mulai dari lulur, massage, creambath, dan mandi susu.
Dinda sengaja memesan ruangan private untuk dia dan Febri. Mereka melakukan semua perawatan diruangan tersebut. Disebelah ruangan mereka yang hanya disekat dengan dengan sebuah tirai besar seorang wanita juga sedang melakukan perawatan.
Wanita itu mendengar semua percakapan antara Dinda dan Febri.
"Sial** ternyata wanita murahan itu sedang bersenang-senang menikmati kekayaan suaminya. Lihat saja sebentar aku akan menghancurkanmu" teriak wanita itu dalam hati. Wanita itu adalah Lisa.
Setelah selesai melakukan perawatan perut Dinda merasa lapar. Dia mengajak Febri ke makan ke sebuah restourant.
Dinda dan Febri melangkah menuju Restourant dan mencari meja yang kosong. Tidak jauh dari mereka duduk Lisa juga sengaja makan di restourant itu untuk mengikuti mereka.
Dinda dan Febri sudah memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang Dinda hendak pergi ke toilet dan melewati meja tempat Lisa makan.
Lisa sengaja menumpahkan minuman ke lantai di samping mejanya. Dinda yang berjalan kemudian terjatuh karena kakinya terpleset. Dinda terduduk dilantai. Febri terkejut mendengar suara Dinda yang menjerit.
"Aw..." Teriak Dinda.
Febri segera berlari kearah Dinda. Dinda meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Febri melihat darah mengalir di kaki Dinda dari balik gaun yang dia gunakan.
"Tolong... tolong teman saya" teriak Febri.
Semua orang yang ada di restourant itu segera mendekati dan berusaha membantu. Lisa mengambil kesempatan untuk meninggalkan Dinda dan temannya.
Dinda dibantu Febri dan pemilik Restourant segera dibawa ke rumah sakit terdekat dengan menaiki mobil pemilik Restourant.
Ditengah perjalanan Dinda terus meringis menahan sakit diperutnya. Febri segera mengambil hp Dinda dan menghubungi Rendy.
"Halo Sayang" jawab dari sana.
"Pak saya Febri, Dinda tadi terjatuh di lantai saat kami makan di Restourant" Febri setengah berteriak sangkin paniknya.
"Apa? Trus bagaimana keadaan Dinda, kalian dimana?" Rendy yang mendapat telp dari Febri sangat terkejut mendengar beritanya.
"Dinda sepertinya pendarahan Pak, sekarang kami sedang menuju RS. Kasih Ibu, Bapak langsung aja menyusul kesana" ucap Febri menjelaskan.
__ADS_1
"Iya baik, kami segera kesana. Tolong kamu perhatikan dan jaga Dinda ya Feb" Rendy menutup hp nya dan segera menuju RS. Kasih Ibu bersama Angga.