
Pertemuan Keluarga
Hari ini sesuai dengan rencana keluarga Rendy, mereka akan mengadakan pertemuan keluarga sekaligus melamar Dinda secara resmi pada keluarganya. Mereka akan tiba dirumah keluarga Dinda pukul 8 malam.
Keluarga Dinda sangat antusias mendengar berita bahagia ini. Pagi-pagi Dinda dan Kakak Iparnya belanja bahan kue yang nanti akan mereka masak dan hidangkan saat tamu mereka datang.
Acara memang diatur setelah makan malam karena keluarga Rendy tidak mau merepotkan keluarga Dinda yang akan menerima kedatangan mereka.
Kakak Dinda menghubungi Papanya Andin dan memberikan kabar gembira ini. Hanya mereka keluarga yang ada di Jakarta ini. Papa Andin satu-satunya saudara Mama mereka sedangkan saudara Papanya semua ada diluar kota.
Rencananya Papa, Mama, Andin dan suaminya akan datang kerumah Dinda untuk turut serta menerima lamaran keluarga Rendy.
Jam 7.30 Om, Tante, Andin dan suaminya sudah tiba dirumah Andin. Mereka saling bersalaman dan menyapa. Sudah lama tidak berkumpul bersama apalagi dalam keadaan bahagia seperti ini.
Semua sudah dipersiapkan dengan sederhana. Makanan kecil serta minuman juga sudah siap. Hanya tinggal menunggu kedatangan keluarga Rendy.
Dinda yang sedang berdandan dikamar ditemani Andin yang sedang menggendong putranya.
Dinda menggunakan gaun biru muda sederhana dengan manik manik putih dilengannya menambah kesan mewah pada gaunnya. Jilbab bercorak bunga bunga kecil sudah menutup kepala Dinda dengan sempurna.
Dengan polesan tipis lengkaplah sudah penampilan Dinda malam ini, sangat cantik.
"Duh yang sebentar lagi akan melepas masa lajang, pasti udah gak sabaran" Goda Andin.
"Ih Mbak ini suka sekali menggodaku" ucap Dinda
"Gimana perasaan kamu? Sudah mulai tumbuhkah?" Tanya Andin penasaran.
__ADS_1
"Apa sudah deg deg seeeer?" Andin tertawa menggoda.
"Apaan sih mbak" jawab Dinda malu.
"Serius nih" tanya Andin kembali.
"Ya pasti donk aku jantungan Mbak, inikan hal pertama bagiku. Mana mungkin aku bisa bersikap biasa aja. Aku kan takut tidak berjalan seperti rencana"
"Soal lamaran dan pernikahan kamu gak usah ragu lagi, Mas Rendy pasti mengaturnya dengan sangat sempurna. Karena dia itu tipe yang perfect gak suka ada kesalahan walaupun kecil dalam setiap proyek yang dia buat. Dalam berkerja aja dia begitu apalagi ini proyek mega besar. Proyek masa depan, pasti dia sudah mempersiapkannya" Andin mengoceh panjang.
"Yang Mbak tanyakan gimana perasaan hati kamu? Apa sudah mulai tumbuh benih-benih cinta" Andin tersenyum nakal.
"Mbaaaaak...." Dinda bersandar manja pada sepupunya itu
"Aku masih sulit percaya bahwa aku akan segera menikah dengan Mas Rendy. Masih terlalu cepat Mbak. Selama ini kami bertemu hanya dikantor dengan sikap profesional tidak pernah membawa masalah pribadi. Tingkah laku dia juga sewajarnya seorang Bos terhadap anak buahnya. Sikapnya padaku juga beberapa hari ini masih sama walau sekarang aku sudah tidak memanggil Bapak lagi padanya" Dinda menjelaskan isi hatinya pada Andin.
"Mudah-mudahan cinta tumbuh diantaranya ya Din. Mbak selalu mendoakan kamu semoga mendapatkan yang terbaik" Dinda memeluk sepupunya tersayang.
Keluarga Rendy sudah masuk kehalaman rumah Dinda. Mereka datang dengan mengendarai 2 mobil, Mobil Rendy yang membawa Papa dan Mamanya didalam dan mobil kakaknya yang berisikan kakak dan kakak iparnya serta beberapa bingkisan untuk lamaran malam ini.
Pak Baskara keluar dari mobil disambut dengan kursi roda dan Rendy mendorong kursi roda Papanya masuk kedalam rumah Dinda. Semua sudah berkumpul diruang tamu.
Lila memanggil Dinda dan Andin yang masih asik ngobrol dikamar.
"Din, Mbak An, ayo keluar. Tamunya sudah datang" ucap Lila.
Sebelum keluar Dinda menatap penampilannya sekali lagi didepan kaca, dia seperti tidak percaya diri.
__ADS_1
"Udaaah, kamu sudah cantik kog, gak perlu takut. Rendy akan terima kamu apa adanya. Karena dia kan mencari wanita yang baik. Bukan semata mata melihat penampilannya saja" Andin menarik lengan adik sepupunya itu keluar.
"Ehm... Bidadarinya sudah keluar" Goda Rico. Rico sudah lama bersahabat dengan Rendy dan sudah sangat akrab dengan keluarga Rendy. Malam ini dia ada dipihak Dinda karena dia adalah suami dari sepupunya Dinda. Jadi dia tidak takut bercanda salam situasi seperti ini.
Rico hanya ingin menggoda Rendy yang dari tadi terlihat tegang. Semua orang yang ada disitu menatap wajah Rendy dan Dinda bergantian dengan senyuman. Rendy dan Dinda saat ini dalam kedaaan serba salah karena grogi.
Diam-diam Rendy mencuri pandang pada Dinda yang baru keluar dari kamarnya. Cantik sekali dia malam ini, ujarnya dalam hati.
Dinda hanya tertunduk malu dan sama seperti Rendy sesekali dia juga melirik kearah Rendy, melihat penampilan Rendy malam ini. Rendy menggunakan Baju Batik berwarna biru tua dengan motif sayap burung berwarna gold. Sangat tampan!!
Dua keluarga menyatu dalam tujuan yang sama, malam itu mereka mempunyai kesepakatan. Karena kondisi dan permintaan orangtua Rendy pernikahan dilangsungkan sekitar satu minggu lagi dari sekarang. Dinda juga mengajukan syarat, dia tidak mau pesta pernikahan yang besar besaran apalagi Papa Rendy tidak boleh terlalu capek. Acara ijab kabul dan syukuran pernikahan mereka diadakan dirumah orang tua Rendy, hanya dihadiri oleh keluarga dekat, sahabat, beberapa teman dan rekan bisnis yang mereka kenal dan juga beberapa karyawan yang ada perusahaan Rendy.
Mencegah pandangan negatif orang lain sekalian memberikan pengumuman bahwa Rendy dan Dinda sudah menikah. Jadi tidak ada yang salah sangka lagi dengan hubungan mereka. Tamu undangan tak lebih dari 200 orang.
Mengenai perlengkapan pernikahan seperti pakaian, mahar dan cincin pernikahan biarlah Rendy dan Dinda yang menentukannya sendiri. Inikan pernikahan mereka biar mereka yang memilih sesuai dengan keinginan impian mereka.
Kalau acara syukuran Rendy tidak mau merepotkan orang lain. Dia cukup menghubungi EO pernikahan tinggal meminta konsep pesta pernikahan yang mereka mau. Sederhana tapi manis, seperti Dinda(itu kata hati Rendy).
Papa, Mama Rendy juga Mama Dinda sangat bahagia dengan rencana pesta pernikahan anak mereka. Dalam waktu yang singkat kedua keluarga ini sudah menyatu dan sangat akrab. Seperti sudah kenal lama.
Keluarga Rendy tidak mempermasalahkan status keluarga Dinda yang hanya berasal dari keluarga sederhana. Mereka bahkan sangat menghormati keluarga Dinda, walau mereka dari keluarga sederhana tapi ilmu agama mereka sangat baik. Keluarga Dinda terlihat sangat hangat.
Bukankah memang itu pesan dari Papa Rendy saat beliau meminta kriteria istri yang harus Rendy cari. Dan kali ini Papanya sangat setuju dengan pilihan Rendy. Raut bahagia sangat jelas terlihat dari wajah Pak Baskara.
Setelah memutuskan dan merencanakannya semua keluarga Rendy pamit pulang. Mereka saling bersalaman. Karena sudah larur malam keluarga Andin pun ikut serta pamit pulang.
Malam ini semua bahagia.....
__ADS_1