Cinta Adinda

Cinta Adinda
Limapuluh Lima


__ADS_3

I'm Pregnant


Rendy dan Dinda melangkah menuju parkiran dan naik kedalam mobil. Setelah masuk didalam mobil, Rendy menggenggam tangan istrinya lembut kemudian menciumnya.


"Terimakasih sayang kamu sudah bersedia menjadi ibu dari anak-anakku" ucap Rendy.


"Sama-sama Mas, kamu sudah sangat perhatian padaku" balas Dinda.


"Eh aku baru ingat berarti tadi pagi Mas nyuruh aku tampung urine untuk itu ya, aku kog gak mudeng" Dinda memukul jidatnya dengan lembut.


Rendy tertawa rencana dia berhasil dan Dinda baru sadar sekarang.


"Habis tadi pagi kamu lucu, berjalan dalam keadaan mata tertutup, awalnya aku menduga kamu pasti akan segera mengetahuinya tapi ternyata kamu tiba tiba eror ya udah sekalian aja aku lanjutkan kejutannya sampai malam ini" Rendy tersenyum menatap istrinya.


"ish.. Mas itu namanya memanfaatkan keadaan, istri lagi ngantuk disuruh-suruh. Untung disuruh itu coba kalau yang lain kan bisa berbahaya. Disuruh manjat misalnya" Dinda mulai mengoceh.


"Mana mungkin aku tega suruh kamu manjat sayaaang. Kamu itu perempuan, sedang mengandung anak aku lagi, gak mungkin aku setega itu" Rendy mencubit pipi istrinya yang terlihat makin berisi itu.


"Oh iya sebentar ya aku telp Mama dulu" ucap Rendy.


Rendy mengambil hpnya di saku celana kemudian menekan nomor mertuanya.


"Assalamu'alaikum Ma" Rendy mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam Ren" balas Mama dari seberang.


"Ma... benar dugaan Mama kemarin, kami baru aja pulang dari prakter dokter kandungan. Alhamdulillah Dinda hamil Ma" Rendy sangat antusias mengabarkan berita kehamilan istrinya.


"Alhamdulillah, Mama senang banget dalam waktu dekat akan mendapat cucu sekaligus dua" ucap Mama Dinda.


"Iya Ma, ternyata kami bisa segera menyusul Mas Nanda" sambung Rendy.


"Mama mau bicara sama Dinda?" tanyanya.


"Iya.. boleh-boleh"


Rendy memberikan hpnya kepada Dinda.


"Assalamu'alikum Ma" Dinda mengucap salam dan dibalas Mamanya dari sana.


"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu. Jaga kesehatan dan kandungan kamu ya. Jangan terlalu capek, makan yang banyak dan juga tetap selalu berdoa agar anak kamu menjadi anak yang soleh atau solehah. Sejak dari kandungan ilmu agama harus diajarkan kepada anak ya. Kamu harus lebih sering mengaji. Dengar itu" Mama Dinda mengingatkan Dinda.


"Iya Ma, akan Dinda lakukan" jawab Dinda.

__ADS_1


"Satu lagi, kamu jangan suka baperan dan ngambek seperti kemarin. Kasihan suami kamu kebingungan ngadepin kamu. Memang wanita kalau lagi hamil itu suka sensitif tapi sebisa mungkin kamu alihkan. InsyaAllah bisa itu nak, jangan terlalu kamu ikutkan" pesan Mama Dinda.


"Siap Ma" Dinda tersenyum mendengar repetan panjang Mamanya, sudah lama dia tidak mendengar Mamanya seantusias ini.


"Ya udah kamu istirahat yang cukup ya. Mama tutup dulu. Assalamu'alaikum" ucap sang Mama.


"Wa'alaikumsalam" Dinda menutup hp nya dan mengembalikannya kepada Rendy.


Rendy menjalankan mobilnya keluar area parkiran praktek dokter Meri dan mereka bergerak kearah jalan pulang.


"Kamu pengen makan apa malam ini sayang?" tanya Rendy penuh perhatian.


"Mas kalau aku pengen mpek-mpek palembang boleh?" tanya Dinda balik.


" Boleh donk sayang, apa sih buat kamu yang gak boleh. Apapun selama itu tidak membahayakan sebisa mungkin akan Mas lakukan" ucap Rendy sambil membelai kepala istrinya.


"Sebentar kita cari ya, siapa tau di pinggir jalan gini ada yang jual" Rendy menatap jalanan siapa tau ada penjual mpek-mpek palembang.


"Kalau gak salah di Supermarket Bersama ada Mas, Dinda pernah lihat"


" Ya udah kita belok kesana aja" Rendy langsung mengarahkan mobilnya menuju Supermarket Berasama.


"Mau makan ditempat atau bungkus?" tanya Rendy.


"Oke, yuk kita turun" Ajak Rendy.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju restourant penjual mpek-mpek.


"Mau pesan apa Mbak, Mas?" ucap pelayan restourant.


"Saya mau seporsi mpek-mpek kapal selam dan seporsi mpek-mpek campuran tapi lebih banyak adaannya ya" jawab Dinda.


"Mas mau apa?" tanya Dinda.


"Mas mau yang campur aja yank, minumnya teh manis hangat aja ya udah malam kamu jangan minum yang dingin" jawab Rendy.


Si pelayan mencatat pesanan mereka.


Sejak pulang dari praktek dokter kandungan Rendy tah henti hentinya menggenggam tangan Dinda dan menciumnya berulang ulang. Rendy sangat bahagia mendapat kabar ini.


Tak jauh dari supermarket ada dua pasang mata yang meperhatikan kemesraan mereka.


"Aku sudah gak tahan Freng melihat kemesraan mereka. Kita harus bertindak untuk memisahkan mereka" Lisa terlihat sangat marah menyaksikan perhatian Rendy pada Dinda yang begitu mesra. Lisa terbakar cemburu.

__ADS_1


"Sabar Sa, sebentar lagi akan kita mulai, lihat saja mereka tidak akan bisa tersenyum seperti itu lagi" ucap Frengky.


"Iya tapi lihat tu mereka semakin lengket saja. Rendy juga kog bisa jadi bertingkah seperti itu. Dulu waktu denganku dia tidak sehangat itu" Lisa marah melihat perbedaan sikap Rendy padanya dan pada Dinda


"Kamu sih gak pinter menggodanya. Aku jadi semakin penasaran apa yang dilakukan wanita murahan itu sampai bisa menaklukkan Rendy yang dingin dan kaku" ucap Frengky


"Kalau begitu kamu tangkap si Dinda, aku ambil Rendy. Adil kan? Kita sama-sama mendapatkan apa yang kita inginkan" Lisa memberi kesepakatan.


"Itulah tujuanku. Kita hurus segera susun rencana agar mereka bisa terpisahkan" Frengky tersenyum licik.


Semantara Rendy dan Dinda terlihat sudah selesai makan, mereka hendak bersiap ingin pulang.


"Eh iya sayang mumpung kita lagi di sepermarket sekalian beli susu buat kamu. Tadi kata dokter kamu harus rutin minum susu untuk ibu hamil" Ucap Rendy mengingatkan istrinya.


"Iya Mas. Ayo kita masuk kedalam" Mereka melangkah bersama bergandengan tangan masuk kedalam supermarket.


Rendy dan Dinda berjalan di rak yang meyediakan segala jenis susu


Mulai dari susu bayi, susu anak-anak, susu untuk orangtua dan susu untuk ibu hamil dan menyusui.


"Kamu suka rasa apa Yang?" Tanya Rendy.


"Aku biasanya suka susu coklat Mas. Tapi aku pengen coba dengan berbagai rasa. Ni ada rasa vanila, strowberry dan jeruk" Ucap Dinda


"Ya udah beli semuanya aja ya biar kamu gak bosan minum satu rasa saja" Rendy mengambil beberapa kotak susu dan memasukkannya ke dalam troly.


Setelah itu mereka berjalan ke rak buah-buahan untuk membeli berbagai jenis buah-buahan. Takut kalau tiba-tiba Dinda lapar belum ada tersedia makanan jadi bisa makan buah untuk menahan laparnya.


Dinda memilih apel, pear, anggur, jeruk, buah naga dan kiwi.


"Banyak banget sayang?" tanya Rendy.


"Aku pengen buat salad buah Mas, habis ini kita cari mayones, yogurt, dan keju. Mmm... aku udah gak sabar membayangkannya" Dinda menelan salivanya.


Rendy menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


"Ada lagi yang mau kamu beli?" tanya Rendy.


"Oh iya coklat dan es krim ya Mas. Aku mau beli cemilan" Dinda merengek manja.


"Iya sayaaaang. Beli semua yang kamu mau" Rendy mendorong troli mengikuti kemana arah istrinya berjalan.


Dinda membeli berbagai jenis coklat dengan merk yang berbeda beda. Tak juga dia mendekati mesin pendingin yang berisi beraneka ragam dan rasa es krim. Dinda mengambil es krim yang dia suka dan dia mau.

__ADS_1


Setelah itu mereka menuju kasir untuk membayar semua belanjaan lalu melanjutkan perjalanan mereka pulang ke apartemen.


__ADS_2