Cinta Adinda

Cinta Adinda
Duapuluh Enam


__ADS_3

Rapat Bulanan


Sesuai jadwal hari ini akan diadakan rapat bulanan dengan para kepala departemen Baskara Corp. Ini hari yang sibuk, Dinda harus menyiapkan semua kelengkapan yang dibutuhkan untuk rapat.


Rapat dimulai pukul 9 sampai pukul 4 sore. Diselingi waktu istirahat untuk makan siang dan shalat. Dinda sudah memesan nasi kotak untuk makan siang dan snack selama rapat. Dibantu para OB untuk menyediakan minuman para anggota rapat.


"Mas ini semua bahan rapat hari ini" Dinda memegang semua berkas itu dan membawanya keruangan rapat.


"Serahkan saja pada Angga biar dia yang membawanya. Kamu bawa undangan yang akan dibagikan kepada kepala departemen. Aku ingin membagikan undangan setelah selesai rapat" Rendy memberi perintah.


"Baik Mas" Dinda pergi keruangan Angga dan menyampaikan pesan Rendy setelah itu kembali kemejanya untuk mengambil undangan yang Rendy pesan.


Rapat dimulai...


Seperti biasanya rapat berjalan dengan serius. Setiap departemen mempersentasekan pertanggung jawaban mereka masing-masing.


Perusahaan Baskara Corp terdiri dari beberapa Departemen.


Departemen Keuangan mengatur dan menyusun keuangan akan bertanggung jawab pada setiap pembukuan dan alur keuangan perusahaan.


Departemen SDM atau bagian HRD mengatur kepegawaian. Promosi, jabatan dan perpindahan pegawai kesemua kantor cabang dan departemen.


Departemen Pemasaran mengatur semua pemasaran dan proyek proyek kerjasama dengan pihak lain.


Departemen TI mengatur system jaringan yang ada di perusahaan ini dan kantor cabang. Mereka bertanggung jawab terhadap kerusakab jaringan dan juga update teknologi yang terbaru.


Departemen Komunikasi mengatur semua kerjasama dengan klient yang akan joint dengan perusahaan Baskara Corp.


Departemen Hukum mengatur dan bertanggung jawab terhadap semua yang berhubungan dengan hukum baik kerjasama dengan klient atau tindak hukum pada seluruh karyawan yang menyimpang.


Departemen Umum mengatur dan bekerjasama terhadap urusan umum. Biasanya depertemen ini lebih banyak membantu departemen komunikasi dan departemen hukum.


Rapat ini juga dihadiri para kepala cabang. Mereka juga ikut rapat untuk mempertanggung jawabkan kinerja mereka dikantor cabang. Mereka harus bertanggung jawab terhadap semua gangguan yang ada dikantor cabang.

__ADS_1


Rapat terdiri dari 8 kepala departemen dan 10 kepala cabang ditambah Angga sebagai asisten dan Dinda sekretaria CEO dan terakhir Rendy sendiri sebagai pimpinan tertinggi perusahaan ini.


Rapat berjalan sangat tegang karena jika saja ada kepala departemen yang tidak siap dengan bahan persentase mereka maka akan dibantai Rendy dengan berbagai pertanyaan. Begitu juga dengan para kepala cabang selain mereka harus mempertanggung jawabkan kinerja mereka Rendy akan bertanya mengenai ide-ide mereka dalam memajukan kantor cabang yang mereka pimpin.


Dinda dan Angga mencatat semua hasil dari rapat tersebut. Tidak boleh ada satupun yang terlewatkan kalai tidak Bos besar bisa marah.


Mereka break jam 12 saat makan siang dan shalat. Jam 1 rapat dilanjutkan lagi. Waktu sangat terasa lambat karena suasana mencekam diruangan itu. Dinda bisa merasakan aura ketegangan semua kelala departemen dan para kepala cabang.


Akhirnya jam 4 selesai juga semuanya. Setelah menutup rapat bulanan ini Rendy memberikan sebuah pengumuman. Para anggota rapat menunggu apa pengumuman yang akan diberikan Bos mereka.


"Ga tolong bagiakan undangan kesemua peserta rapat hari ini" Perintah Rendy. Rangga berdiri dan membagikan undanga pernikahan antara Rendy dan Dinda.


"Saya mengundang Bapak dan Ibu yang hadir disini unruk datang keacara pernikahan saya dan Dinda hari minggu nanti dirumah orangtua saya. Mohon maaf ini hanya acara syukuran karena saya tidak mengadakan resepsi besar-besaran dikarenakan kondisi kesehatan Papa saya yang tidak memungkinkan. Dan juga karena permintaan Calon Istri saya yang hanya mau mengadakan pesta yang sederhana saja" Rendy menatap kearah Dinda.


Seketika ruangan rapat riuh dengan berbagai komentar dan ucapan selamat dari semua yang ada diruangan itu. Tampak juga wajah kecewa Sinta Kepala Departemen Keuangan yang sudah lama menaruh hati pada Rendy tapi sampai sekarang tidak pernah mendapatkan tanggapan.


Mereka tidak menyangkan Bos mereka itu akan menikah dengan sekretarisnya. Karena selama ini tidak ada gosip atau kabar yang beredar tentang kedekatan ataupun hubungan Bos dengan sekretarisnya itu dikantor. Menurut mereka, Bosnya itu sangat pintar menutupi hubungannya dengan sekretarisnya padahal dibalik itu mereka tidak tau cerita tentang kisah pernikahan Rendy yang mendadak karena permintaan orangtuanya.


Saat Sinta menjabat tangan Dinda dia merasa aura permusuhan. Sinta menatap tidak suka kepada Dinda. Saat ini Sinta terluka dan patah hati. Tidak terima dia kalah cepat merayu CEO. Dinda yang baru kerja beberapa bulan sudah berhasil menjerat Bos nya itu kejenjang pernikahan.


Semua kembali keruangannya masing masing. Hari yang tegang dan melelahkan. Sebelum pulang Dinda memeriksa kembali jadwal Rendy besok dan mengirimkan email kepada Angga untuk menggantikannya besok karena Dinda akan cuti. Mama Rendy sudah sibuk, katanya Dinda harus dipingit dan mereka tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan mereka. Supaya apa coba??? Mungkin biar mereka merasa rindu kali ya tidak bertemu beberapa hari sebelum pernikahnya.


"Din hari ini kamu aku antar pulang, kabari Mas Nanda agar dia gak perlu lagi jemput kamu kesini" ujar Rendy melalui intercom diruangannya.


"Iya Mas" jawab Dinda


Dinsda pun mengirin pesan kepada kakaknya.


Dinda


Mas hari ini gak usah jemput ya, aku diantar Mas Rendy 😊


*Mas Nan**da*

__ADS_1


Ok, hati-hati


Dinda merapikan meja kerjanya kemudian masuk keruangan Rendy.


"Aku sudah siap Mas, kita pulang? Ajak Dinda.


"Tunggu sebentar ya" Rendy mematikan komputernya mengambil jas dan tas kerjanya. Karena sudah waktunya pulang Rendy malas memakai jasnya yang sudah dia buka karena gerah seharian rapat. Rendy melipat lengan kemejanya sampai siku memperlihatkan otot tangan dan tubuh yang atletis. Siapapun yang melihatnya pasti akan berfikiran Rendy sangat hot bergaya seperti itu.


Dinda menelan salivanya dan berusaha bersikap biasa aja padahal dari tadi jantungnya susah mulai berdisko. Apakah sudah ada muncul tanda tanda???


"Kita singgah dulu ke Cafe Pelangi ya Din, kepalaku penat seharian rapat dari pagi" Padahal Rendy ingin menghabiskan waktu sore ini bersama Dinda karena 2 hari kedepan sampai hari H pernikahan, mereka tidak akan bertemu. Rendy takut merindu karena Dilan bilang Rindu itu berat. Apa coba yang Rendy fikirkan hehehe...


Rendy memesan kopi latte dan cake keju sedangkan Dinda memesan hot coklat dan cake yang sama.


Mereka sama sama menikmati senja yang cerah yang perlahan berubah menjadi malam. Setelah shalat maghrib mereka berangkat menuju rumah Dinda.


Kali ini Rendy tidak langsung pulang. Rendy singgah dirumah Dinda, berat tak jumpa dengan Dinda walau hanya 2 hari. Rendy benar benar menghabiskan waktu yang tersisa sampai malam dirumah Dinda.


Mereka tiba dirumah Dinda pada saat waktu makan malam. Rendy menerima ajakan kelurga Dinda untuk makan malam bersama karena sebentar lagj dia juga akan menjadi bagian dari keluarga ini.


"Bagaimana persiapan acara pernikahan kalian Ren?" Tanya Nanda setelah mereka selesai menyantap makan malam.


"Alhamdulillah sudah mendekati sempurna Mas" jawab Rendy.


"Mulai besok Dinda cuti kan Nak Rendy?" Tanya Mama Dinda.


"Iya Ma" Rendy menatap wanita yang sebentar lagi akan jadi mertuanya.


"Mama sepakat dengan Mama kamu akan membuat waktu pingitan untuk penganten. Walau itu tradisi kuno tapi menurut kami itu bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan sebelum pernikahan terjadi" Mama Rini menjelaskan makna pingitan untuk penganten.


"Kalau mau menikah banyak sekali cobaannya, bukan hanya godaan setan untuk calon pengantin tapi juga godaan dari pihak lain dan halangan lainnya. Satu lagi manfaatnya ya agar pasangan bisa menahan rindu jadi saat ketemu, di hari pernikahan bisa pangling melihat pasangannya"


Rendy dan Dinda saling tatap. Apakah mereka akan merasakan rindu? Pernikahan ini bukan karena cinta tapi karena memang sama sama saling membutuhkan. Rendy karena orangtua dan Dinda karena ingin lari dari kejaran Ivan.

__ADS_1


__ADS_2