Cinta Adinda

Cinta Adinda
Empatpuluh Sembilan


__ADS_3

Kencan


"Mas" panggil Dinda.


"Hemm..." Rendy masih fokus nonton berita pagi.


"Jalan-jalan yuk" Ajak Dinda


"Kemana?" Tanya Rendy.


"Kita ngedate" Dinda membujuk suaminya.


"Kayak anak ABG aja pakai ngedate ngedate-an" ucap Rendy.


"Iiiiiih Mas Rendy" ucap Dinda kesal.


Rendy tetap menatap TV tanpa menoleh kearah Dinda.


"Maaas" Panggilnya lagi


"Apa sih sayang" Rendy menatap wajah Dinda dan mencubit hidung istrinya.


"Kita nonton yuk" pintanya.


"Cium dulu donk" Rendy menunjuk kearah pipinya.


Dinda mencium pipinya sesuai permintaan suaminya.


"Yaudah kamu siap-siap gih. Mas mau nonton sebentar lagi. Nanggung nih, sebentar lagi selesai" Rendy kembali menatap kearah tv.


"Asiiiik. Makasih sayang" Dinda memeluk suaminya manja kemudian melangkah ke kamar untuk ganti baju.


Rendy bahagia melihat tingkah Dinda yang manja seperti itu, rasanya setiap hari dia semakin mencintai istrinya itu.


"Mas kita makan diluar aja ya, aku gak masak" Teriak Dinda dari kamar.


"He eem..." Rendy menggumam.


"Selesai nonton kita kerumah Papa ya Mas" ucapnya lagi.


"He eem..." jawaban dari luar


"Kita makan malam disana aja ya"


"Kamu itu senangnya teriak-teriak ya" Rendy gemas melihat tingkah istrinya yang manja itu dan kemudian dia memeluk dan mengecup kening istrinya.


"Aku malas banget masak hari ini, aku maunya jalan-jalan" ucap Dinda.


"Iya sayang, terserah kamu. Mas ikut apa mau kamu aja" Rendy senang melihat sikap manja Dinda ini.

__ADS_1


Setelah mereka selesai berpakaian mereka pun keluar apartemen kemudian menuju Mall yang jaraknya dekat dari rumah Papa, karena rencananya setelah selesai nonton mereka akan singgah kerumah papa.


Sesampainya di Mall mereka langsung menuju Bioskop dan memesan tiket film yang akan mereka tonton. Sambil menunggu pintu bioskop dibuka mereka memesan popcorn dan minuman untuk dibawa ke dalam.


Dengan baergandengan tangan mereka melangkah ke dalam bioskop mencari nomor bangku yang tertera ditiket mereka.


Film pun mulai diputar. Film komedi romantis yang menceritakan tentang kisah seorang dosen yang dijodohkan dengan mahasiswinya.


Awalnya sang mahasiswi benci dengan dosen tersebut karena dosennya itu galak padahal dia tidak tau kalau dosennya itu sengaja mengerjainya. Sampai orangtua si mahasiswi sakit keras dan mereka dipaksa menikah.


Rendy dan Dinda tertawa melihat film itu. Lucu melihat tingkah sang mahasiswi yang kesal setengah mati dengan dosen yang sudah menjadi suamiya. Lama kelamaan mereka saling jatuh cinta.


Setelah film selesai mereka keluar bioskop berjalan bergandengan tangan mencari tempat makan. Sambil berjalan mereka ngobrol santai.


"Pernikahan kita mirip tidak Mas seperti film itu?" tanya Dinda.


"Nggak donk"


"Mirip deh"


"Mirip apanya"


"Mas mirip seperti dosen itu, galak!"


"Gak benar tuh sayang. Beda banget lah, pertama aku bukan dosen. Aku seorang Bos dan kamu sekretarisku. Kedua kita tidak dijodohkan, mas dari awal memang memilih kamu untuk menikah dengan Mas dan ketiga rumah tangga kita juga gak seperti pernikahan awal mereka. Diawal pernikahan kita tidak pernah bertikai. Kamu kan bukan anak ABG labil. Dindaku itu istri yang penyabar, pinter masak dan pinter melayani suaminya". Rendy membelai kepala istrinya sangat lembut.


"Tapi emang ada miripnya deh, sama-sama ganteng" Dinda memuji suaminya.


"Iya deh terserah. gantengan Mas" Dinda akhirnya kesal karena dari tadi suaminya tidak mau mengalah.


"Mas kita makan yuk, aku lapar" ajak Dinda.


"Kamu mau makan apa?" tanya Rendy


"Mm..Steak 21 ya. Udah lama gak makan disitu"


"Ya udah kita kesana" Mereka pun menuju tempat makan yang mereka inginkan.


Sesampainya disana mereka bertemu Andin, Rico dan anaknya.


"Wah senangnya bisa ketemu Putra disini" ucap Dinda senang melihat Andin bersama Putranya.


"Eh hai.. Kalian disini juga. Yuk gabung sama kita makannya" Andin mengajak mereka duduk satu meja.


Dinda dan Rendy duduk dihadapan Rico dan Andin.


"Udah lama nih tante gak ketemu Putra, udah gede banget ya" Dinda mencubit pipi chabi-nya Putra anak Andin dengan gemas.


"Sini Mbak aku gendong, kangen banget sama Putra" Dinda mengambil Putra dari gendongan Dinda dan menggendongnya.

__ADS_1


"Tuh Ren lihat istri kamu udah cocok banget jadi Ibu" Rico berkomentar.


Rendy tersenyum melihat tingkah istrinya kemudian dia memotret Dinda yang sedang menggendong Putra.


"Lagi usaha Bro doain aja langsung berhasil" ucapnya.


"Kalian dari mana?" Andin bertanya.


"Habis nonton An, dari tadi pagi Dinda merengek minta diajak nonton" jawab Rendy.


"Ngidam kali bro" celetuk Rico.


"Aamiin... aku sih maunya begitu tapi santai ajalah, kami menikah juga baru berapa minggu" ucap Rendy.


"Mas aku mau seperti Putra ini satu ya?" pinta Dinda.


"Iya sayang nanti kita buat yang banyak, jangankan satu sepuluh aja aku sanggup" jawab Rendy.


Rico dan Andin tertawa mendengar jawaban Rendy. Mereka sangat senang pasangan yang mereka combalingin akhirnya saling mencintai.


"Mbak sepertinya Putra pup nih, agak asem baunya"


Andin segera memeriksa celana anaknya dan benar saja anaknya buang air besar. Andin segera membawa anaknya ke toilet untuk membersihkan dan mengganti pakaian anaknya.


"Mas aku bantu Mbak Andin ya di toilet"


Rendy mengganggukkan kepalanya.


Kini tinggal hanya mereka berdua.


"Ren aku masih kefikiran dengan kehadiran Lisa tadi malam" Rico memulai pembicaraan dengan serius.


"Aku juga tadi malam jadi sulit tidur memikirkannya" Rendy berkata jujur.


"Kamu yakin Lisa akan tinggal diam? Dulu kan waktu kamu putuskan dia sampai nangis-nangis gitu" Tanya Rico.


"Itulah yang aku fikirkan. Lisa itu orangnya nekat, aku yakin dia tidak akan menyerah. Pasti dia akan terus mencari jalan agar terus mememuiku" Rendy terlihat cemas.


"Menurut aku juga begitu" ucap Rico.


"Sebenarnya yang paling aku takutkan adalah Dinda. Kamu lihat semalam waktu aku bilang aku sudah menikah dan aku menolaknya duduk dikursi Dinda, dia terlihat sangat marah"


Rico mengangguk dan mengerti kecemasan Rendy.


"Aku takut dia akan mencelakakan Dinda. Lisa mampu melakukan segala cara demi mencapai keinginannya"


"Hati-hati brow, kamu harus menjaga Dinda dengan baik" Rico berusaha memberi semangat pada Rendy.


Andin sudah selesai mengganti popok anaknya. Mereka kembali kembali ke meja semula. Makanan juga suda disajikan.

__ADS_1


Pembicaraan Rico dan Rendy terhenti karena melihat istri mereka datang. Mereka mulai menikmati makanan yang di pesan sambil ngobrol santai tentang keseharian mereka.


Setelah selesai makan mereka berpisah melanjutkan urusan mereka masing-masing. Rendy dan Dinda melangkah menuju parkiran kemudian keluar dari area Mall menuju rumah orangtua Rendy untuk mengantarkan oleh-oleh yang dibawa dari Bali pada saat honeymoon kemarin.


__ADS_2