Cinta Adinda

Cinta Adinda
Limapuluh Dua


__ADS_3

*K**amu Aneh*


Dinda sangat sulit sekali membuka mata pagi ini, rasanya matanya sangat berat untuk terbuka dan dia sangat malas bangkit dari tempat tidur.


Rendy terbangun karena mendengar alarm hp Dinda berbunyi. Saat membuka matanya Rendy melihat Dinda masih nyenyak tertidur.


"Sayang... alarm hp kamu berbunyi" Rendy mencoba membangunkan istrinya tetapi Dinda tak jua terbangun.


"Sayaang bangun donk, matikan hpnya. Yuk kita bangun shalat subuh" Ajak Rendy.


Dinda masih juga belum membuka mata. Mungkin dia sangat lelah karena belakangan ini sangat sibuk dan sering lembur.


Rendy bangkit dari tempat tidur kemudian melangkah kesisi Dinda yang sedang tidur dan mematikan bunyi hp Dinda yang sangat nyaring. Biarlah Dinda tidur sebentar lagi, nanti setelah selesai mandi dan shalat dia akan membangunkan Dinda lagi.


Rendy melangkah menuju kamar mandi dan melaksanakan ritualnya setiap pagi. Setelah selesai shalat Rendy mencoba membangunkan Dinda.


"Sayang... bangun sudah pagi. Nanti waktu subuh habis lho" bujuknya membangunkan Dinda.


"Dinda sayaaang" Rendy mengoyangkan tubuh Dinda terdengar lirih suara Dinda.


"Mas.. aku ngantuk sekali, sebentar lagi ya" jawab Dinda.


"Udah jam setengah enam sayang. Kamu harus shalat subuh" ucap Rendy.


Dinda kembali terdiam dan tertidur lagi.


"Bangun atau mas gendong kamu ke kamar mandi, mau mas mandiin sekalian?" Rendy akhirnya mengancam Dinda.


Dinda dengan berat hati membuka matanya, bangun kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar, hanya terlihat basah dibagian tertentu seperti baru selesai wudhu.


"Kamu gak mandi?" tanya Rendy lagi.


"Dingin banget mas, nanti aja aku mandinya" jawab Dinda setelah itu Dinda pun shalat subuh.


Rendy merasa heran dengan tingkah laku istrinya pagi ini. Tidak biasanya Dinda bersikap seperti ini.


Setelah selesai shalat Dinda pergi ke dapur hari ini dia hanya membuat kopi dan memasak omlet.


Kemudian Dinda memanggil suaminya untuk sarapan pagi.


"Mas hari ini aku cuma masak ini ya" ucap Dinda


"Ntah kenapa aku kog malas banget ya Mas mau ngapain aja" Dinda juga merasa heran pada tubuhnya sendiri.


"Kamu sakit sayang? kog gak semangat gitu dari bangun pagi tadi?" tanya Rendy kemudian meletakkan tangannya ke kening Dinda.

__ADS_1


"Gak panas" ujarnya.


"Aku gak sakit Mas tapi cuma malas aja"


"Syukurlah kamu gak sakit, aku udah takut tadi. Mungkin kamu kelelahan karena belakangan ini sering lembur menemaniku dikantor. Kalau gitu hari ini kamu gak masuk kantor aja ya, istirahat di rumah" Rendy menatap lembut istrinya penuh dengan kasih sayang.


"Nggak Mas kerjaan aku belum selesai masih ada yang harus dibereskan" ucap Dinda.


"Tapi kamu janji ya kalau gak enak badan langsung pulang aja diantar supir" Rendy terlihat sangat khawatir.


"Iya aku janji"


Setelah mandi mereka pun berangkat bersama menuju kantor. Ditengah perjalanan tiba-tiba Dinda menyuruh Rendy berhenti.


"Mas singgah di mini market depan. aku pengen beli roti coklat" pinta Dinda.


"Lho kamu kam sudah sarapan sayang, mau makan lagi?" tanya Rendy.


"Aku laper lagi Mas" jawab Dinda


"Belum juga sejam selesai makan udah lapar lagi" Rendy menggelengkan kepalanya tetapi demi permintaan istri tercinta Rendy tetap menghentikan mobilnya di depan sebuah mini market. Dinda turun lalu masuk ke dalam untuk membeli roti.


Dinda kembali ke mobil dengan satu tentengan besar.


"Banyak banget rotinya sayang?" Tanya Rendy penasaran.


"Kamu biasanya gak suka ngemil" Rendy semakin heran melihat istrinya.


"Pengen aja Mas"


Kemudian mereka sampai dikantor dan mulai bekerja.


Jam 9 pagi Dinda masuk keruangan Rendy kemudian duduk di sofa.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Rendy pada istrinya itu.


"Aku ngantuk. Numpang tidur sebentar ya Mas disini. Sepertinya enak tidur disini, sofanya empuk" jawab Dinda.


Tidak memakan waktu yang lama Dinda sudah tertidur disofa. Rendy kasihan melihat istrinya yang terlihat kelelahan. Dia pun membiarkan istrinya tertidur dan melanjutkan kerjanya.


Gak terasa sampai jam 12 Rendy melihat Dinda masih tertidur. Rendy segera menyamperin Dinda dan membangunkannya.


"Sayang bangun" ucapnya sambil membelai wajah sang istri. Dinda terbangun dan tersentak melihat jam sudah menunjukkan angka dua belas.


" Ya ampun Mas lama banget aku tidurnya. Kog kamu gak bangunin aku?" tanya Dinda.

__ADS_1


"Sepertinya kamu benar-benar kecapekan sayang. Aku gak tega banguni kamu"


"Mas udah lapar ya, mau pesan apa?" tanya Dinda kembali.


"Terserah kamu aja" jawab Rendy.


"Aku pengen pizza dan ayam goreng KF* Mas, trus kentang goreng dan ice cream" jawab Dinda.


"Banyak banget makannya istri Mas ini? Bisa tumpur nih" Rendy mencubit hidung Dinda.


"Emangnya uang Mas udah habis ya buat semua proyek?" tanya Dinda lugu.


"Nggak sayang. Uang Mas banyak? dan Mas gak akan tumpur walau beli seluruh makanan di Jakarta ini" Ucap Rensy lucu melihat wajah istrinya.


"Ya udah kamu pesan aja makanannya. Mas ikut selera kamu aja ya.


" Tapi Pizza nya aku pesan 2 ya. Aku gak mau bagi sama Mas, ntar aku gak kenyang. Aku lapar banget"


Ada apa dengan istriku ini, tadi terlihat dia sangat lelah dan ngantuk berat tapi giliran makan banyak banget.


Tidak memakan waktu lama pesanan mereka sampai. Dinda yang sudah tidak sabaran terlihat sedang menelan salivanya.


"Uuuh laper banget. Yuk mas makan?" Dinda membuka satu persatu kotak makanan dan mempersilahkan Rendy untuk ikutan makan.


Dinda terlihat makan dengan sangat lahapnya. Sebentar saja pizza satu kotak habis, lanjut kotak berikutnya ayam goreng KF* dan kentang goreng.


Rendy bergidik ngeri melihat tingkah istrinya. Udah seperti orang yang gak makan 2 hari lihat cara makannya.


Selera makan Rendy hilang dan dia merasa sangat kenyang hanya dengan melihat istrinya makan.


Akhirnya semua makanan Dinda habis. Tinggal pizza Rendy yang bersisa.


"Mas udahan makannya? Gak mau makan lagi?" tanya Dinda.


"Mas udah kenyang sayang" jawab Dinda


Kalau gitu pizza nya aku bungkus lagi ya. Nanti sore aku makan lagi. Sayang kalau dibuang"


Rendy takjub melihat selera makan Dinda sangat luar biasa hari ini.


Karena melihat kondisi istrinya hari ini Rendy memutuskan untuk pulang tidak terlalu malam. Diperjalanan pulang Dinda minta singgah untuk membeli sate padang dan martabak telur.


Tuh kan aneh lagi, dia pesan dua porsi. Biasanya Dinda tidak banyak makan apalagi kalau malam. Ada apa denganmu sayang? tanya Rendy dalam hati.


Sesampainya dirumah Dinda langsung membersihkan tubuhnya dikamar mandi, setelah mandi dan berganti pakaian Dinda langsung naik ketempat tidur. Tanpa menunggu lama Dinda sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Rendy yang baru selesai mandi memandangi wajah damai istrinya. Dikecupnya kening istrinya lembut. Semoga mimpi indah sayang


__ADS_2