Cinta Adinda

Cinta Adinda
Empatpuluh


__ADS_3

Aku Milikmu


Malam panas itu mereka lanjutkan lagi sebelum sang fajar datang. Setiap desahan mengiringi aktivitas panas mereka, saling mendamba dan merasa candu ingin terus mengulanginya. Rendy sangat menggilai tubuh istrinya ini. Tidak akan pernah sama seperti para wanita yang pernah menemani malam malamnya dulu. Mungkin ini nikmat dari hubungan yang halal.


Sampailah waktu subuh, mereka mandi bersama dan saling membersihkan tubuh mereka. Kalau tidak ingat takut waktu subuh hampir berakhir mungkin mereka akan melakukannya sekali lagi dikamar mandi ini.


Setelah shalat subuh mereka duduk berpelukan dibalkon kamar sambil menyaksikan sunrise ditepi pantai kuta.


"Apa kegiatan kita hari ini Mas?" Tanya Dinda


"Tidak ada" Jawab Rendy malas malasan.


"Ini kan hari Minggu Mas, kita jalan-jalan yuk.. besok kita kan sudah mulai bekerja. Oh iya aku kog belum kamu kasi tau jadwal acara kita selama disini?" Tanya Dinda penasaran.


Rendy memeluk pinggang Dinda dari belakang. Kepalanya dia letakkan dibahu Dinda. Dia menghirup wangi rambut istrinya. Wangi yang sangat dia suka sejak malam kedua pernikahan mereka karena Dinda tidak tau dimalam itu diam-diam rendy membelai rambut istrinya lalu menciumnya.


"Terserah kamu mau kemana, seminggu ini jadwal kita kosong" jawab Rendy.


"Maksudnya?" Tanya Dinda tidak mengerti.


"Kita tidak sedang dalam tugas kantor sayaaaang, kita sekarang lagi honeymoon. Ini semua kejutan yang aku buat untuk kamu istriku" Rendy mencium pipi istrinya.


Dinda membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya. Matanya melotot tak percaya.


"Segitunya ekspresi terkejutnya" Rendy mengecup bibir Dinda singkat.


Mata Dinda kembali melotot.


"Ternyata kamu mesum ya Mas. Kamu bersembunyi dibalik topeng kebekuan kamu"


"Apa maksud kamu aku beku?"


"Iyalah dulu aja klo ngomong singkat dan padat. Suka perintah perintah dan gak bisa bercanda" Tuduh Dinda.


"Itukan karena belum cinta. Kalau sudah cinta bedalah" Rendy membela diri.


Dinda mencubit pinggang Rendy.


Pagi ini mereka rencananya akan berjalan jalan dipinggiran pantai kuta.


Setelah sarapan pagi di hotel dengan memakai pakaian santai mereka jalan bergandengan di pesisir pantai.


Dinda tersenyum senang bermain dengan ombak yang saling bekejaran.


"Kamu suka pantai?" Tanya Rendy


"Suka banget, dulu sebelum aku pakai jilbab aku suka berenang dipantai dan bermain pasir"


"Terus sekarang?"


"Malas ah Mas, lebih enak menikmati suasananya saja"


"Apalagi kalau lagi bersama aku kan" Rendy mencubit pipi Dinda gemas.


"Tau aja"

__ADS_1


"Serius gak mau berenang?" Rendy menawari Dinda berenang.


"Nggak, semenjak pakai jilbab aku risih berenang didepan orang ramai. Rasanya gak leluasa aja. Mending berenang dikolam hotel aja. Lebih bebas karena tertutup" ucap Dinda.


"Kita foto yuk Mas. Kita kan belum pernah berfoto"


"Siapa bilang belum pernah. Di hp aku ada tuh"


"Kapan?" tanya Dinda


"Kamu lupa waktu kita di provinsi A saat kita minum es kelapa di tepi pantai" jawab Rendy


"Oh iya ya..." Dinda baru ingat akan hal itu.


Dinda mengeluarkan hp nya dari kantong setelah itu mengambil posisi dan pemandangan yang bagus lalu selfie.


"Kog cuma sendiri katanya mau foto bareng?"


"Tadi mas bilang udah ada foto bareng kita di hp Mas. Kirain gak mau foto lagi" Goda Dinda.


"Dasar...." Rendy mengejar Dinda. Dinda menjauh dan terjadilah atraksi kejar kejaran. Mereka tertawa sangat bahagia.


Siang harinya mereka mencari makanan yang sekitaran pantai.


"Mas ada ikan bakar dan es kelapa muda. Kita makan disitu itu yuk" Dinda menunjuk kedai makan pinggir pantai


"Kamu udah lapar?" tanya Rendy dan dibalas dengan anggukan Dinda.


Rendy merangkul Dinda dan mereka berjalan menuju kedai makanan.


Mungkin karena banyak berjalan membuat perut mereka cepat sekali merasa lapar, atau mungkin karena wangi aroma masakannya yang menggugah selera membuat cacing diperut mereka meronta ronta minta diisi.


Rendy dan Dinda mandi bergantian setelah itu shalat maghrib berjamah dan turun ke bawah mencari makan malam disekitar hotel.


Suasana malam hari di Bali lebih ramai, banyak para wisatawan yang berjalan untuk mencari makanan. Kuta malam hari sangat terang dipenuhi lampu lampu penerangan jalan.


Dinda sangat senang berada disini apalagi bersama suaminya, hal yang tidak pernah iya bayangkan sama sekali. Sejak putus dari Ivan Dinda berhenti mempunyai mimpi seperti ini karena dia sadar dia berasal dari keluarga yang pas-pasan tentu tidak akan ada pria mapan dan kaya meliriknya. Tapi siapa sangka takdir berkata lain. Dia bertemu dengan Rendy dan ternyata Rendy lah jodohnya.


Tidak sampai larut malam mereka kembali ke kamar hotel bercengkrama dan saling mengisi, mengulang kehangatan malam panas mereka kemarin.


Namanya juga honeymoon rugi donk melewatkan yang begituan setiap malam hehehe....


****


Senin Pagi


Mereka sarapan pagi ini dikamar hotel saja. Sebelum acara jalan-jalan dimulai Rendy memeriksa email dari hpnya.


Dinda yang sedang menunggu Rendy memeriksa hp merasa bosan. Tiba-tiba dia ingat sejak menikah belum pernah menelphone mamanya. Dinda mengambil telephone selularnya dan mencari nama mamanya kemudian tersengar nada panggil.


"Assalamu'alaikum Sayang" ucap Mamanya dari seberang.


"Wa'alaikumsalam Ma, Mama sehat?" tanya Dinda.


"Alhamdulillah sehat nak, tumben kamu nelpon Mama jam segini, kamu gak kerja?" Mamanya bertanya balik

__ADS_1


"Nggak Ma, Dinda sama Mas Rendy lagi di Bali"


"Jalan-jalan atau lagi kerja?"


"Jalan jalan"


"Duh enaknya pengantin baru" Goda Mamanya.


"Pulang nanti bawain Mama oleh oleh ya" Pinta Mamanya


"Mama mau oleh oleh apa?" Tanya Dinda


"Bawain kabar gembira"


"Maksud Mama?" Dinda kurang mengerti perkataan Mamanya.


"Kabar gembira Mama akan menjadi Oma" Mamanya tertawa.


"Doakan aja secepatnya ya Ma, Oh iya Mbak Lila mana Ma?"


"Mbakmu lagi mabuk"


"Lho Mbak Lila hamil Ma? Alhamdulillah... " ucap Dinda


"Iya, semoga kamu segera menyusul" Doa Mamanya


"Aamiin..."


"Udah dulu ya sayang Mama mau masak, kasian Mbakmu gak bisa masak, suka mual cium wangi-wangian"


"Iya Ma, hati-hati ya Ma, jaga kondisi jangan terlalu capek"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam" Dinda menutup telephone.


Rendy yang sudah selesai mengecek email mendekati Dinda.


"Telpon siapa yang" Tanya Rendy.


"Telpon Mama Mas"


"Pantes senang banget, Mama sehat?"


"Alhamdulillah sehat, tadi lagi semangat masak buat Mbak Lila karena Mbak Lila lagi hamil"


"Oh ya, pasti Mama senang kan cucu pertama"


"Iya dan Mbak Lila juga pasti senang banget"


"Tenang, kamu juga bakal segera menyusul kog? Asal rajin aja..." Rendy sengaja menggantung kata katanya


"Rajin apa Mas?" Tanya Dinda


"Rajin buatnya" Rendy tertawa lepas membuat lesung pipinya terlihat sangat dalam.

__ADS_1


"Ih Mas emangnya makanan dibuat?" Dinda merasa malu setiap membicarakan hal hal kearah itu.


"Yuk yang kita berangkat..." Ajak Rendy.


__ADS_2