Cinta Adinda

Cinta Adinda
Empatpuluh Tujuh


__ADS_3

Reuni


Tibalah hari Sabtu, hari diadakannya acara Reuni Akbar Kampus Bhakti Bangsa. Dimana Rendy, Rico, Danu dan Frengky kuliah.


Sesuai dengan janji Rendy, Rico dan Danu, mereka akan membawa pasangannya masing-masing minus anak mereka.


"Gaun yang mana ni Mas yang harus aku pakai?" tanya Dinda setelah mencoba memakai ketiga gaun yang dibelinya kemarin.


"Aku suka kamu pakai baju yang merah sayang. Kamu terlihat lebih cerah.Dengan warna merah ini kamu terlihat lebih jadi bercahaya" Rendy memeluk istrinya yang sedang berdiri didepan cermin.


"Kamu sexy, aku jadi pengen makan kamu" Bisiknha ditelinga Dinda yang ada didepannya.


"Mas jangan menggodaku, waktunya udah mepet. Ya udah aku pakai baju yang merah" Dinda memakai gaun merah dipadukan dengan jilbab bercorak berwarna merah, kemudian duduk didepan cermin dan mulai berdandan.


Tidak memakan waktu yang lama karena Dinda memang menyukai tampilan yang apa adanya dan tidak mau ribet, Dinda sudah selesai memoles wajahnya dengan riasan tipis dan sederhana. Hanya lipstiknya saja yang dia pakai dengan warna lebih cerah menyesuaikan dengan warna bajunya agar wajahnya tidak terlihat pucat.


"Bibir kamu menggoda sekali sayang, aku jadi ingin mengecupnya" Rendy kembali menggodanya.


"Sayang... kita mau berangkat atau batal ni. Dari tadi Mas menggoda aku terus" Dinda berbicara dengan nada mengancam.


"Jangan marah donk sayang ntar cepat tua" Rendy tersenyum melihat wajah ngambek istrinya itu.


Dengan menggandeng istrinya mereka melangkah turun kemudian masuk ke dalam mobil dan bergerak menuju lokasi diadakannya reuni.


Sampailah mereka di lobi Hotel dan berpapasan dengan Rico dan Andin.


"Eh Dinda, makasih ya oleh-olehnya. Kata Mas Rico minggu lalu kalian honeymoon ke Bali ya?" sapa Andin, mereka saling merangkul dan berpelukan.


"Iya Mbak, mbak sehat kan? Putra gak dibawa Mbak?" tanya Dinda.


"Alhamdulillah sehat, Putra dirumah sama Omanya. Gak nyamanlah Din kalau Mbak bawa kesini lagian ini acara kampus mana mungkin bawa anak-anak" jawab Andin.


"Iya juga ya Mbak" ujar Dinda.

__ADS_1


"Yuk kita masuk" Rico bersuara.


Mereka pun melangkah bersama masuk keruangan aula hotel tempat berlangsungnya acara. Disana mereka bertemu dengan beberapa teman kuliah. Ada yang datang sendiri, ada juga yang datang dengan pasangannya.


"Danu mana?" tanya Rendy pada Rico.


"Tadi katanya sebentar lagi sampai, udah dekat kog" jawab Rico.


"Kalau begitu kita cari meja dulu. Kasian ni Ibu-Ibu berdiri lama" tutur Rendy dan kemudian mereka menemukan meja yang masih kosong pas untuk mereka bertiga plus pasangannya.


Tak lama kemudian Danu dan istrinya Meli sampai.


Danu menarik kursi dan mempersilahkan istrinya duduk. Romantisnya...


"Sorry brow agak macet tadi jalan kesini" ucap Danu.


"Aku tadi ketemu Frengky di depan. Dia datang bersama Lisa" Danu berbisik di telinga Rico.


"Santai aja, Rendy kan udah nikah jadi aku rasa tidak masalah" Rico mencoba menenangkan Danu.


"Lumayan sekitar tiga puluh menit. Kami tadi ketemu di lobi hotel lalu masuk berbarengan" Jawab Andin.


Mereka terlibat pembicaraan seputar teman kampus yang tadi mereka jumpai dan selebihnya tentang bisnis. Sedangkan para wanita ngobrol seputaran masalah wanita.


Acara berlangsung dengan sangat meriah dengan mengundang artis yang sedang naik daun.


Suasana hotel sangat ramai dan penuh.


Sementara dimeja lain ada dua pasang mata yang menatap tajam kearah Rendy dan istrinya. Sang wanita menatap dengan wajah kesal dan cemburu.


"Iti istrinya Rendy?" Tanya sang wanita.


"Iya wanita yang manis tapi aku yakin dia bersembunyi dibalik jilbabnya, pura-pura jual mahal tapi aslinya wanita pasti penggoda" sang pria yang tak lain adalag Frengky masih merasa panas setiap mengingat penolakan yang diberikan Dinda pada saat pertemuan pertama mereka.

__ADS_1


"Aku yakin, aku akan bisa membuat Rendy kembali padaku" ucap wanita itu yang tak lain adalah Lisa mantan pacar Rendy.


Malam itu Lisa dan Frengky janjian untuk datang bersama sama di acara reuni kampus mereka. Satu minggu yang lalu Frengky tak sengaja ketemu Lisa disebuah hotel. Mereka mengobrol panjang tentang berbagai cerita termasuk kisah cinta Rendy dengan Lisa dulu.


Frengky memberi kabar bahwa Rendy sudah menikah. Lisa sangat terkejut dan kecewa mendengarnya.


Dia sangat kesal karena tidak pernah mendengar berita itu. Frengky mengatakan kalau pesta pernikahan Rendy dan istrinya dilangsungkan secara sederhana karena Papanya Rendy sedanf sakit keras.


Mereka berdua sepakat untuk datang bersama dan Frengky bersedia memenuhi permintaan Lisa untuk kembali kepada Rendy. Menurut Rendy ini adalah kesepakatan yang sangat menguntungkan. Kalau Rendy berhasil dipisahkan dengan istrinya tentu dia tidak akan membiarkan peluang itu berlalu begitu saja. Dia akan membalaskan dendamnya kepada Dinda karena penolakan Dinda dulu padanya.


Lisa tidak mengetahui maksud Frengky dibalik kerjasama mereka. Dia mengira Frengky hanya sedang bersaing bisnis dengan perusahaan Rendy. Tali Lisa tidal perduli apapun alasan itu yang penting dia bisa kembali pada Rendy.


***


"Mas aku mau ambil minum dulu ya" Dinda meninggalkan meja ingin mengambil minuman di meja yang telah disediakan.


Frengky segera melangkah menuju ke arah Dinda yang sedang berjalan sendiri. Sedangkan Lisa yang melihat Rendy duduk tanpa ditemani istrinya, membuat Lisa segera mengambil kesempatan untuk menyamperinya.


"Hai teman-teman semua, lama tidak bertemu" Sapa Lisa pada semua orang yang ada di meja tempat Rendy dan teman temannya duduk.


Semua yang ada disitu terkejut melihat kehadiran Lisa yang tiba-tiba. Tanpa rasa malu Lisa mengambil tempat duduk yang ada disebelah Rendy. Rendy yang tidak suka dengan kedatangan Lisa segera menahan kursi disebelahnya.


"Maaf ini kursi untuk istriku. Silahkan kamu cari kursi lain" tatapan Rendy terlihat tidak suka dan marah.


"Oh maaf aku tidak tau kalau kamu sudah menikah. Mengapa kamu tidak mengundangku Ren?" Tanya Lisa berpura-pura.


"Kamu bukan orang penting bagiku dan aku tak butuh kehadiran kamu di pernikahaanku" tatapan Rendy semakin mengintimidasi tapi sedikitpun Lisa tidak takut. Dia sudah bertekad untuk mengejar Rendy kembali.


"Ren, aku ingin berbicara denganmu berdua" Pinta Lisa memelas.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Urusan kita sudah selesai. Sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Aku jijik melihatmu" Ancam Rendy.


"Lisa sebaiknya kamu pergi, jangan buat keributan disini" Ucap Rico.

__ADS_1


Lisa mundur dan menjauh dari meja itu. Lihat saja Rendy aku tidak akan menyerah. Aku akan mencari jalan untuk mendekatimu. Lisa tersenyum licik.


Sementara Dinda yang sedang mengambil minum untuk dia dan suaminya tiba-tiba terkejut mendapati Frengky sudah ada didekatnya. Jantungnya berdebar kencang dan ingin segera menjauhi Frengky.


__ADS_2