Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tujuhpuluh Empat


__ADS_3

Penculikan


Rendy segera berlari menuju kearah mobil dan menjalankan mobilnya dengan sangat kencang.


Angga dan Ivan yang melihat kejadian itu ikut mengerjarnya tapi mereka tak sempat mencegahnya.


"Masuk ke mobilku Pak Angga, kita susul dia" ucap Ivan, Ivan juga resah mendengar Dinda hilang. Bagaimana pun perasaannya pada Dinda masih ada, dia tidak mau sesuatu terjadi padanya.


Ivan masuk ke mobil disusul Angga. Mereka segera mengikuti mobil Rendy dari belakang.


"Gila kencang sekali mobilnya, kita hampir ketinggalan" ucap Ivan.


"Cepat!! Sepertinya dia sedang menuju arah rumah sakit" Angga sedikit berteriak.


Tidak memakan waktu yang lama mereka sudah sampai diarea parkir rumah sakit.


Pak Totok yang melihat mobil Bosnya masuk kearea parkir, segera berlari menghampirinya.


"Pak sudah saya cari kesemua area rumah sakit tapi saya tidak dapat menemukan Mbak Dinda dan Mbak Lila" lapor Pak Totok.


"Iya Pak, kamu tetap berjaga jaga disini saya jumpai mertua saya dulu" Rendy meninggalkan Pak Totok dan segera berlari menuju ruang bersalin.


Disana sudah ada Mas Nanda dan Ibu mertuanya.


"Mbak Lila sudah lahiran Mas?" tanya Rendy


"Alhamdulillah sudah, anak kami perempuan" jawab Nanda.


"Alhamdulillah syukurlah, selamat ya Mas, salam buat Mbak Lila"


"Gimana Dinda Ren, sudah ketemu?" tanya Mama.


"Belum Ma. Dia tadi izin kepada saya mau ke rumah sakit melihat Mbak Lila lahiran. Dan dia sudah diantar supir bersama Febri ke rumah sakit. Tapi mereka berdua tidak dapat dihubungi" Rendy semakin gusar.


"Ya Allah... Kemana mereka ya, dari tadi Mama tidak melihatnya" ucap Rini.


Angga dan Ivan datang dari arah belakang sambil berlari. Ivan yang sudah sekian lama tidak bertemu pada Mama Dinda memberikan salam hormatnya begitu juga kepada Nanda. Bagaimana pun mereka dulu hampir menjadi sebuah keluarga.


"Bos kita cek cctv rumah sakit" ucap Angga memberikan ide.


"Oh iya aku lupa. Ma, Mas Nanda kami pergi dulu mencari Dinda" Rendy pamit kepada mertua dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Ren, maaf Mas tidak bisa ikut bersama kamu" Nanda merasa sedih tidak bisa ikut mencari adiknya karena istrinya baru saja melahirkan.


"Tidak apa apa Mas saya mengerti" ujar Rendy


"Tolong cari Dinda sampai ketemu ya Ren, segera hubungi Mama" Rini memeluk menantunya itu, memohon agar Rendy bisa menemukan anaknya.


"Doakan ya Ma" jawab Rendy.


Rendy, Angga dan Ivan berjalan ke kantor administrasi rumah sakit dan ingin mencari jejak kepergiam istrinya.


Setelah mendengar penjelasan dari Rendy pihak rumah sakit membawa mereka keruangan khusus yang tertutup. Disana mereka mencari dan mengecek hasil cctv sesuai dengan yang dilaporkan Rendy tadi.


Setelah menyesuaikan waktu kejadian akhirnya mereka bisa menemukan dengan mudah hasil cctv tersebut.


Mereka melihat Dinda yang sedang berjalan dengan Febri dihadang oleh beberapa orang laki-laki yang besar kemudian mereka diculik dan dibius hingga tak sadarkan diri setelah itu para penculik menggendong mereka dan membawa mereka masuk kedalam mobil jeep tak lama mobil tersebut sudah bergerak meninggalkan area rumah sakit. Tak tau kemana tujuan mereka.


Rendy tanpa sadar memukul dinding.


Buk.... Dia sangat marah dan kesal.


Ya Tuhan.... dimana kamu sayang??? Bagaimana keadaan kamu? Aku tidak bisa kehilangan kamu. Ucapnya dalam hati.


Sebaiknya kita menunggu kabar dari mereka di kantor saja Bos. Tidak baik juga kita berlama lama dirumaj sakit ini.


Angga meminta file video di cctv tadi kemudian memasukkannya ke memory hpnya untuk dijadikan barang bukti.


"Boleh aku ikut bersama kalian?" tanya Ivan.


Hanya dijawab dengan anggukan oleh Rendy.


Mereka segera meninggalkan area rumah sakit. Pak Totok yang masih setia menunggu di parkiran pun disuruh pulang karena hari sudah mulai malam.


Rendy, Angga dan Ivan sudah berada diruangan kerja Rendy menunggu kabar dari informan yang dihubungi Angga tadi.


Satu jam kemudian hp Angga berbunyi. Semua yang ada diruangan itu menjadi tegang.


"Halo.. kamu sudah menemukan lokasinya. Baik, kirimkan alamatnya" ucap Angga.


Tak lama kemudian Angga menerima pesan. Mobik tersebut berjalan menuju kota Bandung desa xx.


Ivan yang mendengar Angga menyebutkan alamat tersebut sungguh sangat terkejut, tebakannya benar ini pasti perbuatan Lisa.

__ADS_1


"Aku tau alamat itu, itu menuju arah Villa orangtuaku" ucap Ivan.


"Brengsek, apa hubungan kamu dengan hilangnga Dinda" Rendy yang dari tadi sudah sangat kesal ingin segera melampiaskannya pada Ivan. Rendy menarik kerah baju Ivan.


"Tu..tunggu Pak Rendy biar saya jelaskan. Saya juga baru mengetahuinya setelah Mama dan Papa saya sibuk mengurus perceraian mereka. Ternyata Lisa adalah wanita simpanan Papa saya, saya tidak menyangka dia yang menculik Dinda dan ternyata dia membawanya ke Villa orang tua saya"


Rendy kemudian melepaskan kerah baju Ivan dari genggamannya.


"Kalau begitu kita harus segera kesana menyelamatkan mereka" ucap Rendy.


"Baik, mari saya tunjukkan arahnya" ucap Ivan.


Mereka bergerak menuju alamat yang diberikan tadi yang tak lain adalah alamat villa orangtua Rendy.


Malam semakin larut mereka yang bergeraj dengan mengendarai dua mobil melaju dengan kecepatan yang sangat kencang.


Seolah olah mereka takut dikalahkan oleh waktu. Tibalah mereka di villa yang dituju tepat saat adzan subuh.


Mereka bertiga singgah ke sebuah musholla kecil yang dekat dengan lokasi villa dan melaksanakan shalat subuh.


Rendy shalat dengan sangat khusyuk dan berdoa memohon kepada Tuham untuk menyelamatkan istri dan anaknya.


Ivan juga berdoa untuk keselamatan Dinda. Walau mereka tidak bisa bersatu tapi bukan dengan kematian mereka harus berpisah.


Sementara Angga saat berdoa dia kembali teringat kata-kata Febri beberapa hari yang lalu setelah mereka pulang dari makan malam dan tepat didepan rumah Febri, Febri mengatakan perasaannya. Sekarang baru Angga sadari dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan Febri. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada Febri dan kehilangannya. Tidak... dia belum menjawab perasaan Febri. Tolong selamatkan dia Tuhan. Aku tidak mau kehilangannya.


Rendy, Angga dan Ivan sepakat melakukan pengintaian setelah hari benar-benar sudah terang. Agar mereka lebih mudah bergerak. Mereka sudah memantau lokasi dan sekeliling Villa tersebut. Dan mereka sedang menyusun rencana untuk melakukan penyergapan.


Saat ini mereka sedang menggambar situasi didalam Villa. Diperkirakan Lisa tidak melakukannya sendiri. Dugaan mereka Lisa pasti bekerjasama dengan Frengky dan membawa beberapa anak buah Frengky.


Mereka harus lebih berhati-hati melangkah agar tidak melakukan kesalahan yang dapat berakibat fatal terhadap keselamatan Dinda dan Febri.


Rencana ini tidak boleh gagal dan mereka tidak akan bertindak sendiri. Mereka akan meminta bantuan warga setempat juga bantuan aparat polisi.


Semua rencana sudah mereka susun dengan sangat matang tinggal menunggu hari semakin terang untuk melakukan aksi mereka.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi mereka akan mulai menjalankan rencana mereka tiba-tiba lewat sebuah mobil yang sangat dikenal Rendy dan masuk kedalam villa.


Mobil siapakah itu????


(Eng... ing... eng..... author udah geregetan sendiri)

__ADS_1


__ADS_2