Cinta Adinda

Cinta Adinda
Delapanpuluh Delapan


__ADS_3

Extra Part


8 tahun kemudian


"Sayang cepetan donk sebentar lagi acara dimulai" teriak Dinda dari luar kamar mandi.


"Sebentar Ma..." ucap Rendy dan Atha dari dalam kamar mandi.


Sudah hampir 1 jam Rendy bermain di bathup bersama Atha. Putra pertama Rendy dan Dinda.


Hari ini adalah hari ulang tahun anak mereka Athala Aulia Baskara. Rendy menggabungkan nama dua keluarga di dalam nama anaknya.


Atha yang memiliki sifat lembut dan baik hati seperti Mamanya tapi hanya kepada Papa, Mama, saudara dan semua orang yang tinggal di rumah ini. Tetapi akan bersikap dingin dan tegas kalau sudah bersama orang lain.


Sejak kecil Rendy senang sekali mengajak Atha mandi sambil bermain di bathup, mereka selalu menyebut itulah saat quality time mereka berdua dan tidak ada yg boleh menggangu.


Tidak untuk hari ini. Sebentar lagi tamu akan segera datang, walau hanya anak keluarga dan teman dekat saja yang mereka undang.


"Mama aku tidak mau kalau harus bertemu Daily dan Fera. Mereka selalu saja mencoba untuk mendekatiku. Aku tidak suka" ucap Atha sembari memakai pakaiannya satu persatu.


"Kalau begitu kamu bermain saja dengan para lelaki" jawab Papanya singkat.


"Para lelaki juga sama mereka Putra dan Fero suka menggoda Salsa. Mereka selalu membuat Salsa menangis. Aku tidak suka jika ada seorang pria yang membuat wanita menangis" belanya.


"Sayang.... mereka hanya ingin bermain dengan Kamu dan Salsa. Tidak ada maksud lain. Kamu harus bersikap lebih ramah lagi pada mereka. Apalagi hari ini adalah hari ulang tahun kamu. Ayo segera bersiap, sebentar lagi saudara dan teman-teman kamu akan datang khusus dihari bahagia kamu. Kamu harus tersenyum Atha" bujuk Dinda.


"Apakah seperti ini Ma?" tanya Atha pada Mamanya dengan melebarkan bibirnya dan memperlihatkan gigi depannya ketika tersenyum.


"Nah kalah begini anak Mama tampan sekali" Puji Dinda.


Rendy tersenyum melihat kehangatan keluarganya.


Rendy dan Dinda sudah tinggal dirumah yang besar dengan halaman yang luas. Rumah ini sudah mereka tempati sejak Atha berumur satu tahun.


Dan setelah melahirkan Dinda tidak lagi bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Rendy. Dia lebih fokus untuk mengurus keluarganya dirumah.


Perusahaan Rendy kini sudah sangat besar dan sukses. Semua berkat kerja kerasnya dan bantuan Angga yang selalu ada saat dia butuhkan.


Papa Rendy sudah meninggal dunia saat Atha berumur 2 tahun. Pak Baskara sangat senang sempat bertemu dan bermain dengan cucunya itu.

__ADS_1


Sementara Mas Nanda sekarang juga sudah membangun perusahaannya sendiri walau masih kecil tetapi bisa dibilang sukses.


Mama, Mas Nanda, Mbak Lila berserta anaknya Salsa sudah datang lebih dulu. Mereka adalah tamu pertama yang datang hari ini.


Oma Rini mengucapkan selamat ulang tahun kemudian memeluk cucunya penuh dengan kehangatan dan membawa cake ulang tahun untuk Atha. Atha sangat senang menerimanya.


Salsa dan Atha hanya berbeda umur 5 bulan, karena usianya yang tidak jauh mereka sekolah dikelas yang sama dan hal ini membuat mereka sangat akrab seperti saudara kandung.


Atha selalu melindungi Salsa disekolah. Salsa yang cantik selalu menjadi pusat perhatian Putra anak Rico dan Fero anak Angga. Mereka berdua selalu menggoda Salsa di sekolah.


Sedangkan Salsa selalu membuat Daily anak Danu dan Fera anak Angga kesal karena mereka tidak pernah bisa berdekatan dengan Atha.


Salsa memberikan kadonya kepada Atha.


"Hai Atha, ini kado dariku. Tadi aku membelinya bersama Papa dan Mama"


"Terimakasih Salsa" ucap Atha sambil tersenyum


Tak lama kemudian Ronald datang bersama istri dan anak-anaknya juga Mama Rendy.


"Selamat ulang tahun sayang" ucap Oma sambil menyerahkan kadonya disusul Aksa dan Bela anaknya Ronald.


Suasa rumah sudah mulai ramai. Makanan sudah selesai dihidangkan tinggal menunggu tamu yang lain.


Rico yang datang bersama Andin dan Putra anak mereka sedangkan Danu datang bersama Meli dan Daily anaknya.


Putra sengaja duduk didekat Salsa sedangkan Daily duduk disebelah Atha.


Terakhir datang keluarga heboh tapi ceria. Angga bersama istrinya Febri dan anak kembarnya Fero dan Fera.


Fero yang melihat Putra sudah duduk di sebelah Salsa tak mau ketinggalan dia juga mendekatinya.


Sama seperti Fero. Fera juga mencoba untuk mendekati Atha mencoba untuk menyingkirkan Daily yang ada di samping Atha.


Semua orang tua yang menyaksikan tingkah anak-anak mereka tertawa bersama.


"Anak-anak zaman sekarang masih kecil sudah ngerti persaingan ya?" ucap Rico.


"Terlebih lagi mereka sepertinya sudah tau arti kata "suka" pada seseorang" Nanda menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah ke 6 anak yang mempunyai usia tidak beda jauh.

__ADS_1


"Tapi sepertinya Ratu dan Rajanya adalah anak Mas Nanda dan Dinda" ucap Andin.


"Lihat tuh banyak penggemarnya" timpa Meli.


"Untung anakku jauh lebih besar dari mereka" Ronald tertawa dan melihat kearah anak-anaknya yang memang usianya jauh diatas usia ke enam anak yang ada didepan mereka.


Suasana semakin ramai. Siang ini mereka makan berasama merayakan ulang tahun Atha.


Setelah acara ulang tahun selesai semua anak-anak bermain di taman bermain yang disediakan Rendy di belakang rumahnya.


Area bermain untuk anak-anak ini memang sengaja dia konsep untuk tempat bermain anaknya Atha bersama teman-temannya.


Mereka sangat bahagia melihat putra putri mereka berkembang dengan sehat. Suatu anugerah yang tak ternilai memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia.


Sebagai pembelajaran hidup kita, saat kita berlayar pasti ada saja gelombang dan angin yang kencang, tinggal bagaimana kita bisa menjalankan perahu itu agar terus berjalan, pasang surut akan kita lewati setiap hari.


Maknanya dalam berumah tangga segala halangan dan rintangan akan selalu ada, kita harus bisa mengahadapi bersama sama. Saling terbuka dan bekerjasama itu yang utama. Pupuklah rasa cinta setiap harinya agar rumah tangga senantiasa terjaga.


Anak adalah buah hasil cinta kita. Dengan didikan yang baik mudah-mudahan akan menghasilkan kebaikan juga. Jangan berlebihan memberikan kasih sayang agar tidak disalah artikan tapi juga jangan berpelit hati untuk hal itu. Hidup kurang kasih sayang juga akan membuat hampa. Bersikaplah sewajarnya saja.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Terimakasih buat suami tercinta yang selalu setia menemaniku dalam menghasilkan karya pertamaku ini.


Terimakasih buat keluarga besar yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk terciptanya hasil karya ini.


Terimakasih buat teman teman dan pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca novel pertama saya.


Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, kesamaan nama, tempat dan kejadian bukan unsur kesengajaan.


Ide cerita murni dari fikiran saya sendiri dan saya mohon maaf jika ada novel yang isi ceritanya hampir sama dengan novel ini.


Kesempurnaan hanya Milik Allah, kekhilafan adalah milik saya.


Nantikan karya-karya saya selanjutnya ya....


Jangan bosan-bosan untuk mampir ke novel saya.


Terimakasih

__ADS_1


by


Winda Siregar


__ADS_2