
Menjelang Hari Pernikahan
Rendy sudah tiba dikantornya tepat jam 8 pagi. Dia melihat kopi terhidang diatas mejanya. Rendy meminumnya, rasanya beda tidak seperti yang Dinda buat. Pagi-pagi udah mikirin Dinda.
Angga datang membacakan jadwal hari ini. Tidak ada rapat penting. Rendy hanya memeriksa berkas yang akan dia tanda tangani. Rendy menjalankan aktivitasnya seperti biasa tapi kog terasa ada yag hilang. Kantor terasa sepi dan Rendy jadi tidak semangat.
Dinda sedang ngapain ya? Apa sedang ke salon menjalani lulur dan persiapan pernikahan. Aku kog kefikiran Dinda terus? Tanya Rendy dalam hati.
Tiba-tiba Rendy punya ide untuk menganggu waktu cutinya Dinda. Rendy mengirim pesan kepada Dinda. Mama mereka tidak memberi izin untuk bertelephon hanya kirim pesan itupun karena Rendy ngotot sama Mamanya jaga jaga kalau dia ingin menanyakan urusan kantor. Dengan susah payah akhirnya Mama memberikan izin.
Bos Beku
Dinda kamu sudah ajarin OB takaran kopi aku
Dinda
Sudah Mas, emangnya kenapa?
Bos Beku
Kopinya tidak enak.
Itu Pesan jam 8 pagi.
Satu jam kemudian....
Bos Beku
Dinda kamu sudah mengirimkan undangan kita kepada para rekan bisnis?
Dinda
Sudah Mas, kemarin aku udah pesan kepada Pak Totok untuk mengirimkan undangannya hari ini
Jam sudah menunjukkan pukul 10 Pagi jadwal Rendy makan snack
Bos Beku
Dinda pesankan aku cake keju di Cafe Pelangi
Dinda
Baik Mas
Jam 11 Rendy mengirim pesan lagi
Bos Beku
Dinda gambar yang dikirim PT. ABC dimana kamu simpan? Aku ingin memeriksanya.
__ADS_1
Dinda
Tanya sama Angga Mas aku sudah kasi tau dimana nyimpan berkasnya.
Sudah waktunya makan siang
Bos Beku
Dinda aku mau makan nasi padang, pesankan untukku
Dinda
Ok Mas
Ya Allah ni orang gak bisa buat aku tenang sehari aja. aku kan cuti, masak harus ngurusin kantor lagi. Padahal semua kan sudah kuserahkan pada Angga mengapa aku juga yang dikenarnya. Pusing deh... Dinda kesal karena sudah setengah hari ini diganggu Rendy dengan berbagai pesan berantai. Akhirnya Dinda mengirim pesan pada Angga.
Dinda
Eh Madu, urusin tuh suami kamu dari tadi pagi gangguin aku mulu. Minta ini itu gak ada habis habisnya. Aku kan udah siapkan semua yg dia butuhkan kenapa gak tanya sama kamu? 😠
Angga
Pantesan dari tadi hidup aku tentram rupanya si Doi mintanya sama kamu. Aku juga heran kog dia gak ada nelpon aku ya? 🤣
Dinda
Angga
Jangan kesal Din ntar cinta lho 😍
Dinda
Dia kirim pesan terus Ga setiap jam 😥
Angga
Mungkin Dia rindu Din. Rindu itu kan berat Din si Bos gak kuat 🤣🤣🤣
Dinda
Uuuuh lebay. Pokoknya kamu urusin dia ya aku mau matiin hp ku. Kalau dia nanya bilang aja hp ku rusak kelelep waktu mandi susu 😎
Angga
Ok Siap istri Bos 😋😋
Kemudian Dinda mematikan handphonenya. Dinda menyusun bajunya kedalam koper karena besok akan dijemput supir untuk dibawa ke apartemen Rendy. Setelah menikah mereka akan pindah ke apartemen pribadi Rendy.
Sudah satu jam Rendy kesal melihat hpnya. Dari tadi pesannya untuk Dinda tidak terkirim. Dia mencoba menelphon tapi hpnya gak aktif. Rendy memanggil Angga keruangannya.
__ADS_1
"Ada apa Bos?" Tanya Angga.
"Coba kamu hubungi Dinda tanya mengapa hpnya gak aktif?" Perintah Rendy pada Angga.
"Oh tadi Dinda telephone Pak katanya hpnya mati kelelep pas mandi susu" Angga menjawab sesuai perintah Dinda. Sebenarnya dari tadi dia sudah mau ketawa tapi dia tahan.
"Mandi susu? Bilang sama dia ngapain mandi susu nanti dia direbungi semut"
Angga tersenyum melihat Bos nya ini gak nyangka Bosnya yang pintar bernegosiasi dan mengatur perusahaan bisa mendadak bodoh karena rindu. Baru aja setengah hari gak ketemu. Ngakunya belum cinta tapi udah panik dan kehilangan. Tawa Angga dalam hati.
Tiba tiba Rendy ingat seseatu.
"Hpnya kan mati kog kamu tahu hp Dinda rusak karena kelelep mandi susu?" Tanya Rendy penasaran merasa ada yang aneh.
Mati aku.... si Bos mulai curiga.
"Mmm... tadi dia kirim pesan pakai hp Mamanya Pak" Angga menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena hampir saja tipuannya terbongkar.
"Ya sudah, kamu balik keruangan kamu" Rendy mengusir Angga dari ruangannya.
Akh.... suntuk banget kayak gini gak ada kerjaan (padahal masih banyak berkas yang harus dia periksa). Rendy merasa bosan dia keluar menuju rumah Papanya untuk memeriksa semua persiapan pernikahannya yang tinggal dua hari lagi.
*******
Dikantor PT. ABC
Ivan baru saja menerima undangan yang dikirim Baskara Corp dan dia membukanya. Alangkah terkejutnya Dia membaca isi surat undangan itu.
Rendy Pratama Baskara akan menikah dengan Adinda Putri Aulia.
Seketika undangan yang dia pegang jatuh kelantai. Ivan sangat terpukul dan sedih. Hilang sudah kesempatannya untuk kembali bersama Dinda. Inikah yang dirasakan Dinda dulu. Hancurnya perasaan setelah mengetahui orang yang dia cintai akan menikah dengan orang lain.
Ivan menangis merasa bersalah. Dia sangat menyesal, mengapa dulu dia tidak memperjuangkan cintanya dan Dinda dihadapan keluarganya dan mengapa dia mau menerima perjodohan orangtuanya dengan wanita yang tidak dia cintai.
Sudah 3 tahun menikah tapi rumah tangganya belum dikaruniai anak, itu yang sempat membuat Ivan yakin untuk kembali pada Dinda. Dia masih mencintainya.
Dulu dia pria yang brengsek meninggalkan Dinda pada saat Dinda butuh tempat bersandar karena baru kehilangan Papanya dan Mamanya sakit keras.
Ivan mencoba menghubungi Dinda mungkin dia masih punya kesempatan terakhir untuk meminta maaf kepada Dinda dan meluruskan kekeliruan dulu. Ivan ingin membuat pengakuan bahwa dia masih mencintai Dinda dan meminta Dinda membatalkan pernikahannya. Ivan mengambil hpnya dan mengetik nama Dinda. Tapi hp Dinda tidak aktif, sudah berulang kali dia coba hanya tersambung ke operator.
Ivan membanting hpnya dengan sangat keras. Dia benar benar putus asa.
Ivan berlari mengambil kunci mobil kemudian melaju menuju rumah Dinda. Tapi dirumah Dinda sudah terlihat ramai, keluarga Dinda sudah berkumpul dirumah Dinda.
Ivan memukul stir mobil karena kesal. Haruskan dia menyerah??
Kalau dia memaksa masuk dan bertemu dengan Dinda sudah pasti dia akan ditendang keluar dan akan mendapat pukulan dari kakaknya Dinda seperti kemarin. Dengan berat hati Ivan melajukan mobilnya menuju klub malam. Dia ingin menghilangkan kesedihannya. Ivan meneguk minuman beralkohol dan tak sampai satu jam dia sudah teler karena mabuk.
Dinda... maafkan aku. aku ingin kembali padamu. Aku masih mencintaimu. Tanpa sadar Ivan menangis, walau dia sudah mabuk berat tapi alam bawah sadarnya masih mengingat Dinda. Wanita yang paling dia cintai, wanita cantik dan baik hati tapi telah ia sakiti.
__ADS_1