
Undangan
Siang ini Dinda sudah meminta izin suaminya untuk makan siang bersama Febri. Dinda ingin memberikan oleh-oleh yang dia bawa dari Bali. Sedangkan Rendy punya janji makan siang dengan para sahabatnya Rico dan Danu.
Jam 12 siang Febri dan Dinda sudah tiba di kantin.
Suasana kantin sekarang sedikit berbeda. Semenjak Dinda menikah dengan Rendy banyak sekali para karyawan yang tiba-tiba menjadi ramah dan mencari muka. Walau tidak bisa dipungkiri lagi ada juga netizen yang menggosip dibelakang secara diam-diam.
Dinda sudah berubah menjadi seorang selebritis dikantornya. Tapi Dinda tak pernah menghiraukannya. Selama masih dalam tingkat wajar Dinda tidak menanggapi omongan orang lain.
"Nih oleh-oleh buat kamu" ucapnya sambil menyerahkan bingkisan yang dia bawa.
"Makasih beib" Febri bersorak senang.
"Gimana-gimana ada kabar gembira?" Tanya nya.
Dinda hanya tersenyum.
"Cerita dunk... Gak asik tauk" Febri memasanc wajah ngambek.
"Mas Rendy memberiku kejutan-kejutan manis disana. Kisah aku dan Ivan dulu menyadarkan kami akan perasaan kami masing-masing. Dia bilang dia mencintaiku Feb dan dia tidak mau kehilanganku" Dinda bercerita.
"Owh... So sweet" Febri turut bahagia mendengarnya.
"Dia mengajak aku makan malam yang sangat romantis, dan memberi hadiah padaku ini" Dinda memperlihatkan kalung dilehernya yang tertutup jilbab.
"Ternyata Pak Bos sudah mencair, bisa romantis juga ternyata. Aku kira akan terus beku seperti dulu" ujar Febri.
"Ada yang mau aku ceritain lagi Feb, tadi pagi Mas Rendy meeting dengan klientnya yang tak lain adalah teman kuliahnya. Dulu waktu dinas ke Provinsi A aku pernah bertemu dengannya dalam undangan pesta ulang tahun pernikahan rekan bisnis Mas Rendy"
Febri mendengarkan dengan serius.
"Di pesta itu dia sempat merayuku tapi aku tidak mau dan karena kesal dia menuduhku yang tidak-tidak" Dinda menjelaskan cerita beberapa bulan yang lalu saat Dinda baru diterima diperusahaan suaminya ini.
"Menuduh kamu bagaimana?" Tanya Febri penasaran.
"Dia bilang aku wanita penggoda" jawab Dinda
"Penggoda bagaimana, apa dia gak lihat penampila kamu. menggoda darimananya" Febri kesal mendengarnya.
"Dan tadi aku tak sengaja bertemu dia dilorong toilet. Walau aku sudah berstatus istri Mas Rendy penilaiannya padaku tidak berubah. Dia mengatakan aku telah menggoda Mas Rendy sehingga Mas Rendy mau menikah denganku. Dia merendahkanku Feb, katanya berapa harga diriku, dia sanggup memberi lebih tinggi dari Mas Rendy" Dinda sangat sedih mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"Bajing** banget dia. Kamu harus bilang Pak Rendy Din" ujar Febri.
"Aku gak berani Feb, dia teman kuliahnya Mas Rendy dan saat ini mereka sedang menjalin kerjasama. Aku tidak mau merusak hubungan pertemanan mereka apa lagi merusak kerjasama perusahaan ini dengan perusahaannya" Dinda merasa serba salah.
"Tapi kamu tidak bisa merahasiakan ini dari Pak Rendy. Nanti malah jadi besar Din?"
"Aku akan berusaha mengahadapinya sendiri Feb"
"Kalau ada masalah kamu jangan segan-segan cerita ke aku ya din"
Febri dan Dinda melanjutkan makan siang bersama dan saling bercanda gurau untuk mengalihkan pembicaraan mereka sebelumnya. Sementara diwaktu yang sama Rendy juga sedang makan siang bersama sahabatnya.
"Nih titipan istriku untuk istri kalian?" ucapnya.
" Apa ni bro?" Tanya Danu dan Rico.
"Oleh-oleh dari Bali. Aku baru pulang honeymoon" jawabnya.
"Cieeeeh yang baru pulang bulan madu.." Ledek Danu.
"Berarti kamu udah berhasil meyakinkan perasaanmu Ren?" Tanya Rico serius. Istrinya adalah saudara Dinda secara tidak langsung dia juga berhubungan dan mereka jugalah yang jadi makcomblang atas ide pernikahan Rendy dan Dinda. Rico merasa bertanggung jawab dengan pernikahan sahabatnya itu.
"Dan karena pria itu jugalah yang membuat aku yakin atas perasaanku pada Dinda. Aku ingin mempertahankan pernikahanku yang baru seumur jagung dan aku tidak mau kehilangan Dinda"
"Syukurlah, aku lega mendengarnya dan kupastikan istriku pasti akan senang mendengar berita ini" ucap Rico.
"Dari wajah kamu sudah terlihat jelas brow, gimana rasanya menikah?" tanya Danu.
"Luar biasa, setiap aku menikmati indahnya pernikahan aku selalu ingat kata-kata kalian. Nyesal kenapa gak dari dulu aku menikah" Rendy memberi pengakuan.
"Dulu kamu belum ketemu wanita sebaik Dinda Ren" Rico mengingatkan.
"Betul itu apalagi kalau istri kamu itu Lisa pasti ceritanya berbeda. Mungkin kamu sudah curhat perceraian sekarang" Danu menimpali kata-kata Rico.
"Iya juga ya, yang penting jodohku Dinda dan kami saling mencintai"
"Bucin lo" cibir Danu.
"Eh tadi aku ketemu Frengky katanya sabtu ini akan ada reuni akbar kampus kita. Kalian udah dapat undangannya?" Tanya Rendy pada sahabatnya yang juga kuliah dikampusnya walau beda jurusan.
"Udah, aku udah terima" Jawab Danu dan Rico bersamaan.
__ADS_1
"Lo ketemu Frengky dimana Ren?" Tanya Danu
"Perusahaan kami menjalin kerjasama"
"Hati-hati Ren, kamu harus bisa jaga jarak. Aku gak mau kamu bergaul lagi dengan dia dan teman-temannya. Kamu sekarang sudah menikah jangan bermain-main lagi" Rico mengingatkan.
"Nggak lah, kami hanya berhubungan urusan kantor gak lebih"
Rico dan Danu sangat tau orang yang telah merubah Rendy menjadi pembangkang dulu ya karena pergaulannya dengan Frengky. Dulu waktu SMU Rendy adalah anak yang baik tapi sejak kuliah dikarenakan mereka beda kampus, sibuk dengan tugas masing-masing membuat persahabatan mereka menjadi renggang dan Rendy mulai berteman dengan Frengky. Sejak saat itu Rendy mulai mengenal dunia malam, minuman dan wanita. Hidup bebas tak tentu arah dan tak ada aturan.
Untunglah persahabatan mereka masih terjalin sampai sekarang setidaknya mereka masih bisa saling mengingatkan dan menasehati.
Mereka mengetahui semua masa lalu Rendy, apalagi tentang Lisa. Bahkan mereka bersama sama menyaksikan perselingkuhan Lisa dengan pria lain karena pada saat itu mereka sedang olah raga bareng di tempat ngegym disebuah hotel. Mereka melihat Lisa masuk ke hotel dengan seorang pria tua dan terlihat sangat intim.
"Kalau begitu kita ketemu langsung dilokasi ya bersama pasangan kita masing-masing" Tanya Rico.
"Untung kamu udah nikah sekarang kalau tidak kamu hanya menjadi penonton diantara kita" ledek Danu.
"Asem lo" ucap Rendy.
******
Sore itu Rendy dan Dinda pulang ke apartemen seperti biasa.
Dinda membersihkan rumah dan menyiapkan makan malam. Sedang Rendy santai menonton tv. Dia teringat akan undangan reuni yang baru diterimanya tadi. Rendy mengambil kertas undangan itu yang tadi dia simpan didalam tas kerja.
Rendy membuka dan membaca kertas undangan tersebut, tiba-tiba Dinda datang.
"Kamu sedang apa Mas?" tanya Dinda.
Rendy menunjukkan kertas undangan yang dipegangnya.
"Undangan reuni akbar kampus Mas"
Dinda membaca isinya, acara diadakan sabtu ini di sebuah hotel bintang lima di Jakarta.
"Tadi Mas, Rico dan Danu janjian datang kesana dengan membawa pasangan. Nantinkita ketemu langsung sama mereka disana"
"Masih lama kan Mas, masih ada waktu untuk mempersiapkannya.
Dinda mengajak Rendy makan malam dan mereka menikmati hari-hari manis dalam pernikahan mereka
__ADS_1