
Ngidam
Weekend telah tiba, rasanya hari ini Rendy benar benar ingin bersantai dirumah. Rendy rindu bermalas malasan dirumahnya bersama sang istri.
Setelah malam penuh kehangatan dan melelahkan tadi malam, Rendy ingin pagi ini dia melanjutkan tidurnya setelah shalat subuh.
Dinda yang sudah terbiasa bangun pagi, tak bisa tidur lagi setelah shalat subuh. Dinda meninggalkan suaminya yang masih nyenyak tertidur di kamar.
Hari ini dia ingin sekali memasak cake marmer full coklat dan keju.
Dinda mengeluarkan semua bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak cake mulai dari tepung, telur, butter, coklat block, tepung coklat, keju, susu, gula, vanili dan pengembang.
Hanya setengah jam adonan sudah selesai dibuat hanya tinggal dipanggang di oven kurang lebih 45 menit. Sambil menunggu cake masak Dinda membuat kopi untuk suaminya.
Sekitar pukul 9 pagi Rendy terbangun karena wangi yang sangat harum masuk sampai ke kamar mereka. Rendy keluar mencari keberadaan istrinya. Pasti ini ulah istrinya untuk membangunkannya.
"Sayang kamu masak apa kog wangi sekali?"
"Udah bangun Mas, ni udah aku buatkan kopi. Padahal aku baru mau bangunkan kamu ternyata kamu udah bangun duluan" jawab Dinda.
"Cake apa itu?" tanya Rendy.
"Aku buat marmer cake dihiasi keju"
"Pasti enak banget kalau buatan istriku" Ucal Rendy.
Oven berbunyi ting.... tandanya cakenya sudah masak.
Dinda mengeluarkan cake dari cetakan kemudian dia letakkan di wadah yang besar dan diabiarkan sebentar agar dingin.
"Potong donk, mas pengen yang panas-panas"
"Sebentar ya" Dinda mengambil piring kecil dan pisau roti kemudian memotong cake menjadi beberapa potongan kecil dan memberikannya pada suaminya.
"Enak banget ni yang, lembut. Bela sangat suka cake seperti ini" ucap Rendy.
"Kita bawa kerumah Mama yuk, lagian cakenya besar ni Mas mana habis kalau kita makan berdua aja"
"Ya udah kamu siap-siap. Mas masih mau makan cake dan minum kopi spesial buatan kamu"
Dinda segera bergegas, udah lama gak kerumah mertuanya. Kangen rasanya ketemu seluruh keluarga Rendy.
"Mas aku udah siap" teriak Dinda dari kamar.
__ADS_1
"Cewek cantik sukanya teriak-teriak. Ntar anakanya dengar niru lagi" canda Rendy.
Dinda malu mendengar kata-kata suaminya, habisnya dia terlalu semangat mau kerumah mertuanya.
Tidak lama kemudian mereka sudah dalam perjalan menuju rumah Papa Rendy membawa cake buatan Dinda.
Papa sedang dibawa Mama jalan jalan dengan kursi roda di taman depan. Melihat mobil Rendy memasuki pekarangan rumah mereka segera menyamperi mobil anak bungsunga itu.
"Kalian datang Nak?" tanya Papanya.
"Iya Pa, Dinda pengen kesini katanya udah rindu" jawab Rendy.
"Ayo masuk" ucap Mamanya setelah memeluk Rendy dan Dinda.
Rendy mengambil alih kursi roda Papanya dan mendorongnya masuk kedalam rumah sementara Dinda dan Mamanya mengikuti dari belakang.
"Kamu bawa apa sayang?" tanya Mama Rendy.
"Tadi Dinda buat cake marmer Ma" ucap Dinda.
"Enak banget Ma, pasti Bela suka. Mana anak-anak Ma?" Rendy mencari para keponakannya itu.
"Paling lagi berenang dibelakang. Kalau weekend begini suka main sama Papanya" ujar Mama Rendy.
"Eh Tante dan Uncle datang Hore..." Teriak Aksa dan Bela.
Mereka duduk di teras sambil menikmati cake yang Dinda buat.
"Anak-anak kalau mau makan cake keringkan dulu badan kalian. Nanti lantainya licin karena basah" Teriak Istri Ronald pada anaknya.
Aksa dan Bela buru-buru menyudahi renang mereka setelah memakai handuk mereka mendekati uncle nya.
"Mau donk uncle" ucap Bela.
"Sudah uncle duga kamu pasti suka cake buatan tante" jawab Rendy.
Benar saja Bela langsung menghabiskan tiga potong cakenya dalam waktu yang singkat, mungkin karena laper baru saja selesai berenang.
Rendy tiba-tiba melihat pohon mangga dibelakang rumahnya sedang berbuah tiba-tiba saja airliurnya mengalir.
Rendy segera kebelakang dan mencari tangga.
"Kamu mau ngapain Ren?" tanya kakaknya.
__ADS_1
"Mau ngambil mangga" jawab Rendy.
"Eei... dasar. Istri yang hamil kamu yang ngidam" ledek kakaknya.
"Ma tolong ulekkan sambelnya donk. Aku udah gak sabar ni pengen makan mangga" teriak Rendy dari belakang.
Mama Rendy melangkah ke dapur untuk membuat permintaan anaknya itu.
Ternyata Rendy tidak menemukan tangga. Akhirnya karena tidak sabar Rendy memanjat pohon mangga tersebut dan ternyata banyak sekali semutnya.
Rendy berteriak kesakitan karena digigit semut. Tapi demi keinginan dari dalam sekuat tenaga dia menggapai mangga sampai dapat.
Setelah mengambil beberapa buah mangga Rendy pun turun dengan wajah merah penuh bentol-bentol karena gigitan semut.
Semua yang melihatnya tertawa karena tingkah Rendy yang seperti anak-anak.
"Untung aja kamu yang ngidam dan kamu juga yang metiknya Mas, coba kalau aku yang ngidam gak tega aku Mas lihat kamu kayak gitu" tawa Dinda.
"Biarin aja itu karena dia nakal dulu suka nyolong mangga tetangga" kata Papanya yang geli melihat tingkah anaknya itu.
Mama yang baru keluar dari dapur sangat terkejut melihat wajah dan tubuh Rendy.
"Ya ampun sayang... kamu kenapa, di gigit semut?" tanya Mama.
Rendy pergi ke kamarnya dan mandi. Untung saja masih ada beberapa potong pakaiannya dirumah Papa.
Rendy keluar dengan memakai baju kaos dan celana pendek. Sambil membawa minyak telon.
"Yang tolong olesin donk seluruh badan aku yang digigit semut" ucapnya. Rendy membuka baju kaosnya dan bertelanjang dada.
Dengan penuh kasih sayang Dinda mengoleskan minyak telon keseluruh wajah, tangan, badan dan kakinya yang digigit semut.
"Ya ampun Nak, cobaan banget ya ngidam kayak gini. Udah lamaaa banget Papa gak manjat kayak gini nak" ucap Rendy sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
Dinda pun tersenyum melihat suaminya, dibelainya kepala suaminya penuh kasih.
Setelah selesai Dinda mengupas mangga muda itu kemudian mencuci dan memotong nya setelah itu diletakkan dipiring.
Rendy memakan mangga muda dengan sambel ulek yang dibuat Mamanya tadi dengan lahap sekali. Ronald mengambil foto Rendy yang seperti itu. Momment langka bisa melihat tingkah adiknya yang seperti itu setelah sekian lama Rendy kembali menjadi Rendy yang dulu. Adiknya yang nakal, usil tetapi baik dan penuh kehangatan.
Ronald ingat dulu waktu kecil Rendy sangat nakal suka sekali mencuri mangga tetangga dan selalu berlari setiap ketahuan dan dikejar pemilik mangganya. Ronald yang selalu datang meminta maaf atas nama adiknya. Ronald sangat menyayangi adik satu-satunya itu.
Sampai masa remaja yang merubahnya menjadi kaku dan dingin. Akh... sudahlah itu hanya masa lalu sekarang adiknya sudah kembali seperti dulu. Istrinya telah berhasil mengembalikan jati diri adiknya. Rendy telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
__ADS_1