Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tujuhpuluh Dua


__ADS_3

Tuntutan


Senin Pagi di Baskara Corp.


"Jadwal Mas hari ini, jam 10 rapat dengan Departemen Keuangan dan Departemen Hukum. Kemudian Jam 1 siang Survey lokasi ke pembangunan Hotel setelah itu jadwalnya kosong" Dinda membacakan jadwal Rendy hari ini.


"Baik sayang, tolong kamu suruh Angga untuk mempersiapkan ruangan rapat jam 10 nanti ya. Oh iya Mas minta berkas-berkas untuk rapat nanti. Satu lagi, kamu jangan lupa minum vitamin" Rendy tersenyum kepada istrinya.


"Ok sayang" Jawab Dinda sambil mengedipkan sebelah matanya. Setelah itu Dinda kembali ke meja kerjanya dan segera menghubungi Angga melalui interkom.


"Madu 1 masuk, madu 2 disini" ucap Angga.


Dasar si Angga masih setia aja jadi madu.


"Kamu itu memang cinta banget ya sama Mas Rendy, sampai kamu mau aja dijadikan madu 2" jawab Dinda tertawa.


"Canda pagi Din, biar kami dan anak kamu sehat. Akhir-akhir ini urusan kantor sudah menguras fikiran dan tenaga" ujar Angga.


"Oh ya... ada apa nih nelp aku, pasti ada perintah si Bos?" tanya Angga


"Iya kamu disuruh persiapkan ruang meeting jam 10" ucap Dinda.


"Meeting bersama Kadep Hukum dan keuangan ya" tanya Angga lagi.


"Iya. Bahan rapat udah aku email ya"


"Makasih Madu, aku periksa dulu ya biar nanti kalau si Bos tanya tanya aku bisa jawab"


"Kayak mau ujian aja Ga, dah dulu ya" ucap Dinda.


"Ok"


Jam 10 rapat dimulai dengan berisikan CEO, Asisten, Kadep Keuangan dan Kadep Hukum.


Rapat tertutup dan bersifat rahasia karena membahas masalah yang penting.


"Saya mau tai perkembangan penyelidikan kita. Bagaimana hasilnya Kadep Hukum?" tanya Rendy.


"Kami sudah mengantongi nama-nama orang suruhan dari Bima Corp untuk menghasut para demonstran beserta bukti foto-fotonya Pak. Begitu juga dengan penyelewengan dana untuk pembayaran ganti rugi. Bahkan dibeberapa tempat kami mempunyai rekaman cctvnya"


"Bagus, segera tuntut mereka secara hukum, karena mereka tidak mau kita ajak negosiasi" perintah Rendy.


"Untuk Departemen Keuangan bagaimana hasil pembayaran ganti rugi?"


" Sedang berjalan Pak. Perhitungan dananya sudah selesai semua, hanya tinggal proses pembayaran saja. Kemudian mengenai penyelewengan dana juga sudah kami hitung" lapornya.


"Bagaimana dengan dana ganti rugi apakag cukup?" tanya Rendy.


"Sesuai hitungan kami sangat cukup Pak" jawab Kadep keuangan dengan tegas.

__ADS_1


"Oh iya Ga mengenai proses tuntutan kita untuk Lisa sekretarianya Bima Corp yang sudah membahayakan nyawa istri saya kamu bisa konsultasi dengan Kadep Hukum. Pakai pengacara yang terbaik di Jakarta ini. Saya ingin menuntut dia seberat-beratnya" ucap Rendy.


"Baik Pak" jawab Angga.


"Rapat saya tutup. Untuk Kadep Hukum sekali lagi saya tekankan, saya ingin proses hukum dijalankan secepatnya. Jangan berlama-lama lagi karena sudah membahayakan hidup keluarga saya" Rendy sangat tegas memberi perintah kali ini.


"Baik Pak akan segera saya laksanan"


"Selamat Siang" ucap Rendy mengakhiri rapat siang itu.


Rendy segera meninggalkan ruang meeting.


**


Pada saat di depan meja kerja Dinda.


"Yang pesankan nasi padang, aku udah lapar, minta pakai rendang jengkol ya" Rendy menyuruh istrinya untuk memesan menu makan siang.


"Iya Mas" jawab Dinda.


"Eh kamu juga pesan sesuai yang kamu mau ya yang, kita makan bareng di dalam" ucapnya


Angga yang ada dibelakangnya ingin protes, tapi tidak berani.


"Ya ampun Din, si Bos pesan rendang jengkol. Helooooo... Bauknya Din. Sanggup lo nyiumnya?" tanya Angga.


"Amit-amit Din, doa kamu jahat banget"


"Nih ntar kalau kamu pergi sama Mas Rendy kasi dia permen ini banyak-banyak biar kamu bisa nafas" ucap Dinda sambil tertawa.


Angga mengambil sebungkus permen yang diberi Dinda.


"Pesankan aku nasi padang gulai otak ya Din"


"Ok madu" Mereka berdua pun tertawa membicarakan soal madu.


Tak lama pesanan datang mereka bertiga makan bersama diruang CEO.


"Gini baru adil si Bos makan bareng ditemani madu 1 dan madu 2" celoteh Angga.


"Kalian masih memperebutkan tahta itu?" tanya Rendy.


"Nggak lah Bos. Dimata hukum hanya Dinda istrimu, aku hanya selingkuhanmu" Jawab angga pura pura sedih.


Dinda dan Rendy tertawa mendengar ocehan Angga.


"Bos jam 1 kita langsung ke ke pembangunan Hotel?" tanya Angga serius.


"Iya aku udah lama gak kesana, selama ini waktu banyak tersita karena urusan pembangunan Tol itu. Bagaimanapu Hotel itu adalah impianku setelah aku menikah. Aku akan mempersembahkan hotel itu untuk istri dan anakku" ucap Rendy.

__ADS_1


"Co cweet Bos" ejek Angga.


Dinda merasa sangat senang dengan hadiah yang suaminya berikan untuknya dan anaknya nanti.


"Aku ingin lebih serius membangunnya Ga, kuharap hotel itu selesai tak lama setelah anak kami lahi" itu adalah harapan Rendy.


"Aamiin" Dinda menutup doa Rendy.


Jam 1 Rendy dan Angga berangkat menuju lokasi Hotel. pembanguna uang sudah berjalan setengah sudah menunjukkan bentuk bangunan hotel itu.


Rendy sangat bahagia membayangkan tempat ini akan menjadi tempat bermain anaknya kelak setelah lahir dan besar.


Konsep hotel ini sengaja dia buat untuk keluarga, agar keluarga yang berlibur ke hotel ini bisa bahagia berkumpul bersama keluarga.


Tiba-tiba hp Rendy berdering.


"Ya sayang" sapa Rendy.


"Mas aku boleh kerumah sakit?" tanya Dinda.


"Ada apa sayang, kamu sakit" Rendy balik bertanya.


"Bukan, bukan aku. Barusan Mama telephone Mbak Lila mau melahirkan sekarang lagi dibawa ke RS. Kasih Ibu. Aku boleh menemani mereka disana?" Dinda meminta izin kepada suaminya.


Rendy melihat kearah jam tangannya.


"Sudah jam 3 sore ya, ya udah kamu pergi bersama Febri ya nanti diantar supir" perintah Rendy.


"Iya Mas, aku hubungi Febri dulu ya, Makasih Mas"


"Sama sama sayang, hati-hati ya" ucap Rendy mengakhiri telephone.


Ivan yang mendengar suara Rendy merasa senang ternyata tak salah dia merelakan Dinda pada Rendy. Rendy begitu mencintai Dinda melebihi dirinya.


Rendy rela memberikan segalanya kepada Dinda, sedangkan dia pengecut. Tidak berani mempertahankan Dinda didepan keluarganya.


***


Dinda segera menghubungi Febri dan mengajaknya kerumah sakit untuk melihat Mbak Lila melahirkan.


Dia ingin memberikan dukungan pada keluarganya saat kelahiran ponakan pertamanya anak kak Nanda.


Mereka segera menaiki mobil dan diantar pak supir ke RS. Kasih Ibu.


Dinda dan Febri keluar dari mobil dan mulai berjalan di koridor rumah sakit mencari ruangan bersalin. Tetapi belum sempat mereka sampai di ruangan tersebut tiba-tiba mereka dihadang oleh 4 orang lelaki berbadan tegap.


Mulut mereka dibekap dan tak lama kemudian Dinda dan Febri tak sadarkan diri.


Kedua wanita itu dimasukkan kedalam mobil jeep dan dibawa menuju sebuah rumah kosong yang gelap tak ada lampu penerang yang hidup.

__ADS_1


__ADS_2