
Angin mulai berhembus kencang
"Hai Manis, sepertinya dunia ini sempit ya" sapa Frengky.
Dinda berusaha mengelak dan tidak menghiarukan sapaan frengky.
"Sombong banget" Frengky mulai beraksi.
"Maaf, suami saya sedang menunggu, permisi" Dinda sudah sangat gerah melihat tingkah Frengky.
"Jangan terburu-buru, tidak ada salahnya kita sedikit bermain. Rendy tidak akan melihatnya" Frengky tersenyum nakal pada Dinda. Dinda sangat membenci senyuman itu.
"Tolong Pak Frengky, saya sangat menghormati Bapak sebagai teman suami saya. Jangan sampai rasa hormat saya hilang kepada Anda" Dinda menolak tegas kemudian segera melangkah menjauh.
Masih jual mahal, membuat aku semakin tertarik padamu. Kita lihat saja nanti, pasti kamu akan berlari kepadaku. Ucap Frengky dalam hati.
Sementara suasana yang tadi sempat panas di sekeliling Rendy dkk, segera dicairkan Danu dengan candanya.
"Ric, kamu ingat Pak Rudi dosen kita yang botak dulu. Tadi aku tak sengaja bertemu dia di depan. Makin kilat aja tuh kepalanya"
Rico yang mengerti kode yang diberikan Danu berusaha menyambut canda Danu.
"Pak Rudi yang selalu naik pesva butut itu? Yang sering bannya dikempesin anak-anak karena benci dengannya yang galak dan pelit kasi nilai. Termasuk Rendy ni yang suka usil sama dia" Rico melirik kearah Rendy.
"Sial** lo, masih ingat aja kisah dulu. Itu kan waktu aku masih jadi preman. Tapi aku tidak pernah dapat nilai jelek dari dia. Aku cuma kesal lihatnya karena selalu memberi banyak tugas" Rendy terlihat mulai rileks.
Mereka pun tertawa bersama. Tak lama kemudian Dinda datang dengan membawa 2 gelas minuman.
"Ini minum kamu Mas" Dinda memberikan gelas yang dia pegang kepada suaminya.
"Terimakasih sayang" ucap Rendy.
Mereka pun kembali terlibat dalam pembicaraan yang lucu, mengulang kisah mereka pada saat kuliah.
Suasana kembali mencair seakan lupa tentang apa yang baru saja terjadi tadi.
Tak jauh dari tempat mereka berada. Lisa dan Frengky sudah kembali duduk di meja mereka tadi.
__ADS_1
Frengky yang lebih dulu sampai bertanya pada Lisa pada saat Lisa hendak duduk.
"Dari mana lo?" tanyanya.
"Aku tadi baru nyamperin Rendy"
"Gimana reaksinya?" Frengky penasaran dengan sikap Rendy.
"Dia tidak suka melihatku menyapanya. Sedikit mengancam tapi aku tidak takut. Aku akan terus mendekatinya. Lihat tu istrinya gak ada cantik-cantiknya dan tidak menarik karena jilbabnya. Aku lebih sexy daripada istrinya. Aku yakin Rendy akan kembali dalam pelukanku" Lisa menatap pasangan suami istri yang sedang bercengkrama tak jauh dari meja mereka. Dia sangat benci melihat Dinda bermesraan dengan Rendy.
"Lihatlah aku akan memberi perhitungan pada wanita itu. Dia belum tau siapa Lisa" Lisa terlihat sangat percaya diri.
Frengky hanya tersenyum sembari menyusun rencana agar dia juga bisa menjalankan aksinya untuk memisahkan Rendy dan istrinya.
"Kamu mau bekerjasama denganku untuk memisahkan mereka?" Rendy memberikan penawaran kepada Lisa, membuat Lisa menatap ke arah Frengky, mencoba mencari keseriusa di wajah Frengky.
"Apa rencana kamu?" Lisa bertanya penasaran.
"Ikuti aja semua perintahku, nanti kamu sendiri akan tau apa rencanaku selanjutnya" Rendy tersenyum licik.
Suasana keakraban terasa sangat kental karena panitia menyusun rencana sangat baik sehingga tercipta rasa kekeluargaan dalam acara reuni itu.
Semua para undangan sangat senang bertemu lagi, saling bercanda dan bercengkrama dengan teman seperjuangan. Bernostalgia mengingat masa-masa kuliah mereka.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.
Baik Rendy, Rico dan Danu sudah masuk ke mobil mereka bersama pasangannya.
Mobil berjalan menuju arah rumah mereka masing-masing.
Sesampainya dirumah Dinda segera masuk ke kamar. Mengambil bajunya dan juga suaminya kemudian diletakkan ditempat tidur.
Dinda duduk didepan cermin dan membuka jilbab yang dia kenakan kemudian membersihkan wajahnya dari makeup yang dia gunakan.
Rendy yang baru masuk kedalam kamar melihat istrinya didepan cermin.
"Kamu tau sayang, dari tadi sebelum kita pergi aku selalu membayangkan menyentuhmu dalam keadaan masih tetap memakai baju ini. Warnanya membuat kulitmu semakin bercahaya. Kamu sangat cantik malam ini" Rendy mencium leher istrinya.
__ADS_1
"Mas... biarkan aku membersihkan wajahku dulu ya" ucap Dinda.
Baju kamu sudaj aku siapkan itu diatas tempat tidur. Kamu bersih bersih dulu dikamar ganti baru ganti baju kamu"
Rendy tidak mau melepas pelukannya pada istrinya.
"Maaas... aku jadi susah bergerak"
Rendy yang sudah tidak bisa menahannya segera mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya keatas tempat tidur.
Dia segera mengecup bibir Dinda yang semakin merah karena lipstik yang dia pakai malam ini, sambil meraba setiap lekuk tubuh Dinda.
Membuka resleting gaun Dinda kemudian melepaskannya dari tubuh Dinda dan melemparnya ke lantai.
Dinda hanya bisa pasrah menghadapi hasrat suaminya. Rendy memang selalu begini setiap menyentuh Dinda. Dia akan terlihat sangat bergairah dan seperti tidak sabaran padahal Dinda juga tidak akan bisa lari kemana pun karena Dinda juga menginginkannya.
Tanpa melepas ciumannya Rendy melepas pakaiannya satu persatu sampai mereka tak sadar semua sudah terlepas.
Rendy mencurahkan hasrat dan gairahnya yang membara malam itu. Memberikan kepuasan dan kehangatan pada Dinda. Saling menyentuh dan mendamba.
Malam yang indah seperti malam malam mereka sebelumnya. Seakan enggan untuk berhenti sampai mereka terpuaskan dan kelelahan.
Rendy mengecup kening istrinya dan mencium bibir istrinya singkat.
"Terimakasih sayang, terimakasih telah menjadi istriku" ucapnya penuh kasih sayang.
"I love you" Rendy memeluk erat tubuh istrinya yang sudah mulai tertidur.
Rendy tidak bisa tidur mengingat peristiwa yang terjadi di acara reuni tadi. Dia tidak menduga akan bertemu dengan Lisa disana.
Dari gerak geriknya Rendy tau Lisa tidak akan menyerah dengan mudahnya, dia akan terus mengganggu dan mengusik kehidupannya.
Sebenarnya Rendy tidak takut untuk tegoda karena baginya istrinya adalah segalanya. Dia hanya tidak mau Dinda salah paham karena Lisa pasti akan berbuat sesuatu.
Rendy tau Lisa pintar membuat tipu muslihat buktinya dia terbuai dengan segala tipu daya Lisa. 1 tahun mereka pacaran tapi Rendy tidak tau dibelakangnya Lisa mengkhianatinya. Lisa berselingkuh dengan pria lain.
Dia takut Dinda akan terluka karena Lisa bisa melakukan berbagai cara untuk memisahkan mereka berdua dan Rendy tidak mau itu terjadi. Dia akan menjaga Dinda dengan segenap jiwa raganya. Dia tidak akan pernah mengizinkan siapapun untuk melukai dan menyakiti istri tercintanya. Mulai sekarang Rendy harus lebih hati-hati. Lisa pasti akan muncul lagi menggangu rumah tangga mereka.
__ADS_1