
Kebenarannya
Rendy terbangun karena bunyi telephone dari Angga yang mengingatkan bahwa jam 9 nanti mereka akan meninjau pembangunan Tol yang akan tetap berjalan walau tanpa kerjasama dengan Bima Corp.
Rendy tersentak, sudah jam 6 Rendy segera mengambil wudhu dan shalat subuh tak mengapa terlambat karena bukan disengaja dan dia baru terbangun dari tidurnya.
Setelah selesai shalat, Rendy mandi dan bersiap siap untuk pergi ke kantor. Rendy berjalan kedapur untuk mengambil air minum.
Kembali teringat istrinya, biasanya pagi-pagi istrinya sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan dan kopi spesialnya setiap hari. Kemudian sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor.
Rindu kembali datang...
Benar kata Dilan rindu itu berat...
Benar juga kata Bang Rhoma, kalau sudah tiada baru terasa.....
(Rendy bukan penggemar dangdut ya.. authornya kali 😁)
Jam 8 pagi Rendy sudah sampai dikantornya. Angga langsung masuk ke ruangannya untuk membacakan jadwal hari ini.
Sepertinya Angga mengerti bahwa Dinda belum bisa masuk hari ini. Jadi pagi-pagi sekali Angga sudah datang untuk menggantikannya.
"Hari ini jadwal Bos hanya ke lokasi pembangunan jalan Tol, selebihnya memeriksa dan menandatangani berkas dikantor" lapor Angga.
"Kita berangkat sekarang Ga, hari ini aku ingin cepat pulang. Mau menjemput Dinda dirumah Mamanya" ucap Rendy.
Rendy sudah janjian bertemu dengan Ivan di lokasi pembangunan. Rendy yang datang bersama Angga segera berangkat menuju lokasi.
Karena Pembangunan Hotel sudah berjalan hanya tinggal menyelesaikan sesuai jadwal jadi Angga bisa diajak untuk kerjasama yang lebih besar lagi di pembangunan Tol ini. Setelah pemutusan hubungan dengan Bima Corp, Rendy lebih nyaman menjalin kerjasama dengan PT. ABC perusahaan milik Ivan.
Jam 9 mereka sudah sampai di lokasi. Rendy berbincang bincang tentang pola bangunan dalam imajinasinya untuk pembangunan Tol sedangkan Ivan menangkapnya dan melukiskannya dalam wujud gambar. Rendy sangat puas Ivan mengerti apa yang dia inginkan.
Setelah nanti pembayaran ganti rugi pembebasan lahan selesai maka pembangunan Tol ini akan segera dijalankan.
Rendy mendapat telephone dari seseorang dan setelah itu dia melaporkannya pada Rendy.
"Bos cctv di restouran dan didepan cafe sudah kita dapatkan. Sebentar lagi akan dikirim Bos. Kita bisa segera menuntut dan memenjarakan Lisa" ucap Angga.
"Baik, kamu bereskan semuanya" perintah Rendy.
Ivan mendengar nama Lisa disebut, sebenarnya dia ingin bertanya tapi dia tidak mau mencampuri urusan pribadi Rendy akhirnya Ivan memilih diam.
Setelah memantau lokasi pembangunan Tol mereka kembali ke kantor. Rendy memeriksa berkas dan menandatanganinya dengan cepat, hari ini dia harus meluruskan kesalah pahaman istrinya.
Setelah selesai memeriksa berkas Rendy mencoba mengirim pesan kepada istrinya.
Dinda yang sedang ngemil dikamarnya mendengar suara hp nya menandakan pesan masuk.
__ADS_1
Bos Beku
Kamu sudah minum susu dan vitamin
Dinda yang tak bisa berlama lama bermusuhan dan juga sudah kangen berat dengan suaminya itu akhirnya membalas pesannya.
Dinda
Sudah
Rendy terkejut melihat pesannya dibalas. Dia langsung menyambar jasnya kemudian memakainya dan keluar dari ruangannya. Lalu dia pun pergi meninggalkan kantor menuju rumah mertuanya untuk menjemput istri tercintanya.
Tak sampai satu jam Rendy sudah berada dirumah mertuanya.
"Assalamu'alaikum Ma" salam Rendy memasuki rumah mertuanya.
"Wa'alaikumsalam" jawab mertuanya.
"Gimana Ma keadaan Dinda hari ini?" tanya Rendy tak sabaran.
"Sudah lebih baik. Sebentar ya coba mama lihat dulu ke kamarnya" Rini melangkah menuju kamar Dinda.
"Sayang suami kamu datang lagi nak, tak baik terlalu lama saling diam, berdosa lho" ucap Mamanya mencoba mencairkan hati anaknya.
"Iya Ma, Dinda udah mau pulang kog sama Mas Rendy" jawab Dinda.
"Alhamdulillah, gitu donk sayang. Mama senang mendengarnya" peluk Mamanya.
"Iya Ma, Dinda akan selalu ingat pesan-pesan Mama, terimakasih ya Ma sudah selalu mendukung disetiap langkah hidup Dinda" Dinda membalas pelukan Mamanya.
"Sama-sama sayang" jawab Mamanya.
Mereka pun kemudian keluar dari kamar bersama-sama.
"Yuk Mas kita pulang" ajak Dinda.
"Belum juga Rendy dikasi minum nak" Mamanya tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
"Gak apa-apa Ma, kami langsung pulang aja ya Ma" Rendy kemudian mencium tangan mertuanya dan pamit pulang.
Dinda dan Rendy meninggalkam rumah Mamanya dan berjalan menuju rumahnya. Sebenarnya Rendy bingung untuk memulai pembicaraan mereka, makanya sejak dari tadi dia hanya diam saja.
"Kita singgah di Restourant dulu ya sayang, mas lapar dari tadi belum makan siang" akhirnya dia bersuara juga.
"Ya ampun Mas kasiannya, udah jam berapa ini kog Mas belum makan?" Dinda melihat jam tangannya sudah menunjukka jam 3 sore. Dia kasihan melihat suaminya itu. Baru satu hari saja tak bertemu rasanya suaminya terlihat lebih kurus.
Rendy mengarahkan mobilnya kesebuah restourant seafood. Istrinya sedang hamil saat ini, kata orang makan berbagai jenis seafood sangat bagus untuk wanita hamil. Jadi tidak ada salahnya kan untuk mencoba, fikirnya.
__ADS_1
Rendy memesan kepiting saos padang, cumi saus tiram,udang goreng, lalapan, jus belimbing dan jus jeruk untuk istrinya.
"Banyak banget pesanannya Mas?" tanya Dinda.
"Iya Mas dan anak Mas laper banget katanya" Rendy tersenyum menatap istrinya.
Dinda jadi tersipu malu mendengar perkataan suaminya.
Sambil menunggu makanan datang Rendy berniat untuk mengakhiri perselisihan ini.
"Sayang.... Mas minta maaf ya, Mas udah salah" ucapnya.
"Mas gak ada salah kog sama Dinda" jawab Dinda.
"Ada, kamu sudah cerita sama Mas tentang masa lalu kamu tapi Mas belum pernah cerita sama kamu tentang masa lalu Mas" Rendy mencoba memulai pembicaraan.
Rendy mengambil hp nya kemudian menunjukkan foto yang kemarin dikirim Angga.
"Kamu menerima pesan yang isinya foto seperti ini kan?" tanya Rendy.
"Mas tau fotonya pasti lebih mesra dari ini" Rendy menatap dalam manik mata istrinya, dia ingin membaca isi hati istrinya.
Dinda mengangguk sedih. Tampak kekecewaan dari sorot matanya.
"Dia Lisa, sekretaris Bima Corp. Dia mantan pacar Mas. Lisa bekerjasama dengan Frengky untuk menghancurkan rumah tangga kita" ungkapnya.
"Pada waktu foto itu diambil Mas sedang tidak sadarkan diri. Mas datang ke Bima Corp tapi Frengky tidak ada. Mas disuruh menunggu diruangan Frengky dan dihidangkan kopi. Ternyata kopi Mas sudah diberi obat tidur. Saat Mas tidak sadarkan diri dia menjebak Mas, membuka baju Mas dan juga bajunga sendiri kemudian dia mengambil beberapa foto yang seolah olah Mas sedang bermesraan dengannya" Rendy menceritakan kejadian siang itu.
"Untung Angga datang bersama Ivan menyamatkan Mas, dan Angga juga yang mengambil foto ini sebagai bahan bukti kalau saja hal ini terjadi. Ternyata dugaan Angga benar, mereka melakukannya" ucap Rendy.
"Mas harap kamu percaya pada Mas, Mas tidak bisa membela diri atas apa yang Mas lakukan dimasa lalu tapi Mas akan memperjuangkan masa depan Mas. Bersama kamu Mas tidak pernah sekalipun ingin mempermainkan ataupun mengkhianati kamu. Mas bersungguh-sungguh dengan pernikahan kita. Mas sangat mencintai kamu" Rendy mengeluarkan semua isi hatinya.
Dinda meneteskan airmatanya karena terharu. Sebenarnya dia percaya pada suaminya tidak mungkin suaminya berbuat begitu tapi yang namanya wanita pasti akan merasa sakit hati menerima foto seperti itu.
Rendy menggenggam tangan Dinda.
"Maaf kan Mas ya sayang..." ucapnya dengan tulus.
"Dinda sudah memaafkan Mas sebelum Mas memintanya" jawab Dinda.
"Terimakasih sayang, tapi tolong jangan pernah lagi tinggalkan Mas sendiri seperti kemarin ya sayang. Mas tidak kuat menahan rindu, Mas tidak mau kehilangan kamu dan anak kita" Mata Rendy mulai berkaca kaca.
Dinda menjawab dengan anggukan dan tetes airmata.
"Mas tidak bisa berjanji ini tidak akan terulang lagi di masa depan, karena kita tidak tau apa yang akan kita hadapi kelak tapi jika terjadi lagi hal seperti ini, Mas mohon kepada kamu tanya langsung pada Mas. Kamu jangan pergi meninggalkan Mas ya" pinta Rendy pada istrinya.
Sekali lagi Dinda mengangguk.
__ADS_1
Rendy memeluk dan mencium kening istrinya.
"Makasih sayang" ucapnya penuh kasih sayang.