
Lokasi Proyek
Mereka sudah sampai dilokasi proyek. Hari ini akan dimulai pembangunan pertama hotel yang akan dibangun sehingga pekerjaan mereka sangat sibuk. Itu yang membuat Rendy dan Dinda tidak bisa cuti setelah mereka menikah.
Rendy, Angga dan Dinda sudah sampai di lapangan dan disambut Ivan. Ivan kembali merasa sedih setiap melihat Dinda. Rasanya dia belum ikhlas menerima dan menyaksikan sendiri pernikahan Dinda.
Ivan yang sudah menduga bahwa Rendy dan Dinda akan datang kelokasi pembangunan walau kemarin pesta pernikahan mereka karena rencana pembangunan ini sudah dari beberapa bulan yang lalu dijadwalkan jadi tidak mungkin diundur.
"Selamat Pagi Pak" Rendy dan Ivan berjabat tangan.
"Semua pekerja sudah siap Pak, mereka akan segera mambuat pondasi awal bangunan sesuai dengan sketsa yang kita buat" Ivan melaporkan tugasnya pagi ini.
Ivan yang bertanggung jawab atas berjalannya pembangunan hotel ini dan Rendy sudah mempercayakannya pada perusahaan yang Ivan pimpin. Rendy hanya memantau dan mengawasi pembangunannya menjaga hal hal yang meleset dari gambar dan keinginannya.
Mereka mulai berjalan menuju lokasi pembangunan dimana para pekerja sudah memulai pembangunannya.
Rendy berjalan beriringan dengan Angga dan Ivan diikuti Dinda yang ada dibelakang mereka.
Tiba-tiba kaki Dinda tersandung batu dan hendak jatuh kedepan. Ivan yang paling dekat dengan posisi Dinda reflek menangkap dan memeluk tubuh Dinda.
Rendy dan Angga melihat kejadian itu. Dinda yang tersadar langsung melepaskan pelukan Ivan.
"Maaf tadi kaki saya terjatuh" ucap Dinda.
Rendy yang melihat kejadian itu tiba tiba hatinya merasa mendidih karena marah melihat istrinya yabg belum pernah dia sentuh dipeluk pria lain di depan matanya.
__ADS_1
Dinda langsung berjalan sejajar disamping Rendy.
Rendy memegang tangan Dinda agar Dinda tidak tersandung lagi .
Angga melihat kejadian itu tersenyum. Si Bos kelihatannya cemburu nih..
Tiba-tiba telephone Rendy berbunyi, karena dilokasi itu sedikit berisik Rendy berjalan menjauh untuk menerima telephone tidak berapa lama Rendy memanggil Angga meninggalkan Dinda dan Ivan berdua.
"Din maaf tadi aku refleks memeluk kamu. Aku tidak bermaksud begitu" ucap Ivan memulai pembicaraan.
"Gak apa Pak Ivan, saya malah berterimakasih kalau Bapak tidak menangkap saya tadi mungkin saya sudah terjatuh diantra batu dan pasir tadi, terimakasih Bapak sudah menolong saya" jawab Dinda
"Din bisa tidak kamu bersikap biasa saja tidak usah formal seperti itu panggil aku Bapak,"
"Maaf saat ini kita dalam keadaan bekerja"
Dinda diam dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Kamu tidak pernah memberi aku kesempatan untuk meminta maaf atas kesalahanku dulu Din. Maaf Din aku sangat menyesal"
"Itu sudah basi, hanya masa lalu"
Rendy dan Angga berjalan kearaah Dinda dan Ivan yang sedang berbicara serius. Saat mendengar pembicaraan mereka Rendy berhenti dan mencegah Angga untuk berjalan mendahuluinya.
"Tapi aku masih berhutang maaf padamu. Aku sangat menyesal meninggalkanmu dulu. Rumah tanggaku tidak bahagia Din. Aku ingin memperbaiki hubungan kita" Ivan mencoba meyakinkan Dinda.
__ADS_1
Rendy terkejut mendengar perkataan Ivan.
"Sudah terlambat Van. Aku sudah menikah dan bahagia berasama Mas Rendy. Aku tidak mau jadi perusak rumah tangga kamu dan aku harap kamu juga jangan mengganggu rumah tanggaku. Cerita kita sudah berakhir 3 tahun yang lalu sejak kamu pergi meninggalkanku dan memilih menerima wanita pilihan orangtua kamu"
"Awalnya aku tidak mengetahui bahwa kamu mempunyai hubungan dengan Pak Rendy Din, makanya sejak pertemuan kita kembali aku sering mencari dan mengajak kamu bertemu, tapi kamu selalu mengelak. Sampai aku nekat datang kerumah kamu dan akhirnya aku dipukul Mas Nanda. Saat itu aku sangat putus asa Din, tidak tau harus bagaimana lagi agar aku bisa berbicara denganmu. Nomor aku juga sudah kamu blokir" Ivan terus saja berbicara.
Rendy sekarang sudah mengerti pembicaraan mereka. Ternyata istrinya dan Ivan mempunyai hubungan dulu dan bisa dipastikan itu adalah hubungan asmara. Tapi Rendy tidak tau sudah sedalam apa hubungan mereka dulu. Apakah hanya sebatas pacar atau tunangan.
Angga yang menemai Rendy mendengarkan omongan Dinda dan Ivan merasa serba salah dan takut kalau Bos nya itu akan marah kepada istrinya dan Ivan sang mantan kekasih. Angga yang sudah kenal lama dengan Rendy sangat tau kalau saat ini Bosnya sedang menahan amarahnya.
Dinda sudahlah akhiri pembicaraan kalian, kau tidak tau suamimu itu telah mendengar semuanya. Oh tuhan selamatkan rumah tangga mereka yang baru berumur sehari ini. Angga berdoa dalam hati.
"Cukup Van, aku tidak mau mendengar penjelasan kamu. Kalau kamu ingin meminta maaf, baik aku sudah memaafkanmu. Tapi tolong lupakan semua, itu hanya masa lalu. Saat ini kamu sudah menikah dan aku juga baru saja menikah kemarin. Kita mempunyai jalan masing-masing. Kita tidak bisa dan aku juga tidak mau kembali kemasa lalu. Aku mencintai Mas Rendy Van, aku mencintai suamiku. Tolong kamu ingat itu" Dinda sengaja mengucapkan kata-kata itu agar Ivan segera menghapus perasaan dan keinginan ivan untuk kembali padanya. Dia benar benar ingin menyelesaikan semuanya.
Rendy yang mendengar Dinda mengatakan mencintainya tiba tiba merasa senang. Amarah yang dia tahan dari tadi hilang. Wajahnya memerah karena merasa malu sendiri. Dinda mencintainya... ye.. Rendy bersorak dalam hati.
Angga menarik nafas lega. Dinda mengeluarkan kata ajimat itu. Walau Angga tau Dinda mengatakan itu hanya agar Ivan tidak mengejarnya lagi. Kalau soal hati Dinda, Angga belum yakin Dinda memang sudah mencintai suaminya atau tidak. Tapi ajimat itu telah menyelamatkan Dinda dari amukan suaminya, buktinya si Bos senyum senyum sendiri mendengar kata kata istrinya mencintainya.
Cukup sampai disini pembicaraan kalian. Rendy sudah merasa saatnya dia mendekati istrinya. Dia tidak mau melihat istrinya yang mencintainya itu diganggu Pria lain. Rendy dan Angga berjalan mendekati Dinda dan Ivan. Dinda yang melihat suaminya datang mendekat segera terdiam dan tak mau berbicara lagi.
"Dinda barusan aku menerima telephone dari PT. OMG, mereka akan mengirimkan proposal kerjasama ke kantor jadi kamu harus kembali kekantor dan menerimanya. Sekalian kamu cek isi proposalnya" Perintah Rendy pada sekretaris yang sekarang sudah menjadi istrinya. Dia memang sengaja menyuruh Dinda kembali ke kantor selain karena kasihan melihat Dinda panas panasan dilokasi proyek dia juga tidak mau istrinya itu diganggu pria lain. Tapa Rendy sadari dia sudah terbakar api cemburu.
"Baik Mas, aku akan kembali ke kantor bersama supir. Kamu balik jam berapa ke kantor, apa perlu aku memesan makan siang?" Tanya Dinda lembut kepada suaminya, dia ingin menunjukkan kepada Rendy bahwa perkataannya tadi memang benar. Dinda mencintai suaminya.
"Tidak usah, kami akan makan diluar. Kamu tunggu aku dikantor ya. Nanti aku usahakan jemput kamu tepat waktu" Rendy tersenyum kepada istrinya. Dia ingin memperlihatkan keharmonisan rumah tangga mereka didepan Ivan. Enak saja mau mengganggu istriku. Umpatnya dalam hati.
__ADS_1
Angga tak berhenti tersenyum melihat sikap Bosnya itu. Cemburu sudah menguasaimu Bos! Bagus, tanpa kamu sadari kamu jadi bersikap manis pada istrimu. Awas nanti jatuh cinta.