
Masa Lalu
Dinda balik ke kantor diantar supir. Selang beberapa waktu utusan dari PT. OMG datang sesuai dengan pesan Rendy, Dinda memeriksanya setelah itu berkas dia letakkan diatas meja kerja Rendy.
Dinda ingat dengan Febri, dia mengirim pesan untuk makan siang bareng karena Febri masih punya hutang penjelasan tentang tragedi tadi malam. Tragedi baju tidur.
Dinda segera mengirim pesan.
Dinda
Feb, nanti kita makan bareng ya.
Febri
Hello.... ini hari pertama kamu berubah status lho jadi "ISTRI". Sana gih makan siang sama suami kamu.
Dinda
Dia lagi kelapangan sama Angga
Febri
Cius lo??? Tega bener suamimu meninggalkan kau makan sendiri 😢
Dinda
Jangan lebay deh Feb. Jam 12 teng aku tunggu dibawah ya, kita makan siang di cafe depan aja. Ada yang mau aku ceritain ðŸ˜
Febri
About first Night Beib???
Dinda
In you'r dream
Febri
Ok deh. Aku siap siap ya
Sesuai dengan janji mereka, Dinda dan Febri bertemu dilobi bawah kemudian menyebrang jalan ke cafe depan. Mereka sengaja cari tempat yang sepi dan diujung biar nyaman ngobrolnya.
"Tumben kamu ngajak makan diluar gak dikantin? Ada yang mau kamu ceritain? Sesuatu yang gak boleh orang kantor dengar?" Ajaib memang nih anak kayak punya indra ke enam tau aja kemana arah dan tujuan Dinda mengajaknya makan diluar kantor. Itulah Febri selalu mengerti sebelum dijelaskan.
"Iya Feb" Pelayan datang kemudian mereka memesan menu makan siang.
"Mau cerita apa? Aku jadi penasaran. Tentang tadi malam ya, gimana berhasil?" Febri mengedipkan matanya.
"Ih kamu ya memang bikin aku kesal. Pasti kamu udah kerjasama kan sama Angga. Soalnya tadi pagi dia senyum senyum mesum gitu pas lihat kami datang" Febri tertawa lepas.
"Kalian sengaja kan nyembunyiin kunci? Aku terpaksa pakai baju yang kamu sediain, malu banget pakai baju kayak gitu. Seumur hidup baru kali itu Feb..." Dinda menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Gak apa apa kale Din, doi juga udah jadi suami kamu, halaaal. Nikmati aja, berhasil kan?" Tanya Febri penasaran.
"Aku datang bulan"
"Whats? kacian banget si Bos. Cuma bisa memandang tanpa menyicipi" Febri tertawa
__ADS_1
"Gak asik ah ceritanya"
"Aku juga bukan mau cerita itu"
"Ada yang lain lagi say?" Tanya Febri
"Iya dan cerita ini lebih bahaya" Dinda terlihat ketakutan. Febri menatapnya penasaran.
"Trus... trus... ceritalah..." Tanya Febri lagi.
"Hari ini proyek pembangunan hotel dimulai Feb, kamu pasti dah tau disana aku ketemu siapa?"
"Ivan?" Febri menebak dan Dinda mengangguk.
"Itu kan sudah kita ramalkan Din dari kemarin makanya kamu menerima ajakan si Bos menikah untuk menghindari kejarannya kan?"
"Masalahnya dia gak mau berhenti Feb" Dinda merasa putus asa.
"Tadi pas di lapangan aku hampir terjatuh eh dia memeluk aku didepan Mas Rendy"
"Whats????"
"Aku takut banget, wajah Mas Rendy terlihat kesal. Aku langsung jalan disamping Mas Rendy dan dia megang tangan aku terus didepan Angga"
"Ya iyalah dia marah istrinya dipegang cowok lain secara dia nyentuh kamu aja belum"
"Yang buat aku lebih panik, saat Mas Rendy menerima telephone dia dan Angga menjauh meninggalkan aku berdua aja sama Ivan. Ivan langsung ngambil kesempatan. Dia utarakan keinginannya untuk kembali padaku. Dia meminta maaf atas kesalahannya dulu, dia bilang rumah tangganya gak bahagia, dia maeih mencintaiku dan ingin kembali padaku"
"Gila tuh cowok" Febri terlihat geram.
"Ngapain kamu takut, apa yang kamu lakukan sudah benar Din. Kamu kan tidak pernah meladenin keinginan Ivan. Jalan satu satunya kamu harus jujur sama Pak Rendy kalau Ivan itu mantan pacar kamu"
"Gimana memulai ceritanya ya Feb, aku takut"
"Kamu tinggal cari waktu yang tepat terus cerita tentang masa lalu kamu dan alasan kamu menerima lamaran Pak Rendy" Febri berusaha memberi semangat pada sahabatnga itu.
"Ya sudah kami fikirkan pelan pelan aja. Sekarang kita makan dulu yuk" Mereka pun mulai menikmati makanan yang baru saja dihidangkan.
Selesai makan siang mereka kembali ke kantor.
Dinda menyiapkan pekerjaannya sampai sore, tiba tiba ada pesan masuk ke handphonenya.
Bos Beku
Din aku pulangnya telat gak bisa jemput kamu, kamu pulang sama supir aja ya.
Dinda
Iya Mas.
Jam 5 sore Dinda sudah meninggalkan kantor menuju rumahnya diantar Pak supir.
Dinda masuk ke apartemen mereka, ganti baju rumahan setelah itu bersihin kamar mereka yang penuh dengan bunga bunga yang sudah layu karena sudah 2 hari. Bathup juga sudah dia bersihin dan setelah itu Dinda mandi.
Setelah mandi Dinda pergi kedapur masak makan malam mereka. Malam ini dia mau masak tumis kangkung dan semur ayam. 3 tahun berhenti kerja dan fokus merawat ibunya mengasah Dinda jadi semakin mahir dan pinter memasak. Masakannya selalu dipuji Mama dan kakaknya.
Jam 7.30 malam Rendy pulang kerumah. Ternyata punya istri itu memang berbeda. Begitu masuk apartemen aku langsung menyium wangi masakan dan dihadiahi pemandangan wanita cantik sedang memasak di dapur.
__ADS_1
Dinda memakai baju kaos dan celana pendek yang ditutupi celemek, rambut panjang lurus dan hitam itu diikat satu dibelakang. Sangat cantik istriku ini.
"Eh Mas sudah pulang?" Dinda terkejut melihat suaminya sudab duduk disofa sambil menghidupkan TV.
"Sebentar ya, masakan aku sudah mau selesai" Dinda mematikan kompor, meletakkan makanan kedalam piring kemudian menatanya di meja makan. Setelah itu baru dia samperi suaminya.
"Mandi dulu mas, biar aku siapkan air nya"
Rendy masuk kekamar menyusul istrinya. Setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dinda sudah meletakkan baju Rendy diatas tempat tidur kemudian kembali ke dapur. Menyiapkan makan malam mereka.
Rendy yang baru selesai mandi merasa lebih segar. Saat keluar kamar mandi dia melihat bajunya sudah disediakan Dinda. Emang enak ya menikah saat letih pulang kerja ada yang menyambut dengan senyuman. Setelah mandi pakaian sudah disediakan, kalau lapar sudah dimasakkan, tidur sudah ada temannya dan bisa dipeluk lagi. Gak nyesal deh aku menuruti keinginan Papa untuk menikah. Tau enak gini dari dulu aku nikah. Rendy tersenyum tipis mengingatnya.
Setelah selesai ganti baju Rendy keluar kamar mencari istrinya.
"Makan yuk Mas, aku udah lapar" ajak Dinda
Rendy duduk didepan meja makan dan melihat makanan yang dihidangkan Dinda. Wanginya menggugah selera.
Dinda mengambil piring Rendy kemudian mengambilkan makan suaminya dan Rendy memperhatikan Dinda melayaninya. Kalau terus seperti ini aku akan cepat jatuh cinta padamu Din. Ucapnya dalam hati.
Rendy makan dengan lahapnya bahkan dia nambah makannya. Sepertinya lapar sekali.
"Enak atau lapar Mas?" Tanya Dinda.
"Lapar, kamu lupa tadi aku kerja dilapangan" ucapnya datar. Akh kenapa aku sulit sekali mengakui masakannya ini enak.
Dinda hanya menatap suaminya dan tersenyum. Walau suaminya tidak bilang enak pada masakannya tapi Dinda senang Rendy lahap makannya
Setelah selesai makan Rendy melangkah kedepan menuju ruang kerjanya.
Dinda membersihkan meja makan dan mencuci piring. Dia bingung mau ngapain lagi, mau tidur belum ngantuk. Akhirnya Dinda menonton tv.
Jam9 malam Dinda menghampiri suaminya keruang kerja.
"Mas mau aku buatkan minum?" tanya Dinda.
"Boleh" Rendy memeriksa berkas pembangunan hotel yang sedang berlangsung.
"Mau teh atu kopi Mas?"
"Teh juga boleh"
Dinda berjalan kedapur, memanaskan air setelag itu membuat teh dan mengantarkannya pada suaminya.
"Jangan sampai larut malam Mas kerjanya. Aku tidur duluan ya" Dinda pamit sama suaminya.
Rendy memandang kepergian istrinya. Meminum teh yang dibuat istrinya, nikmat. Rendy memikirkan omongan istrinya dengan Ivan tadi Pagi. Benarkah Dinda sudah mencintainya, kalau ternyata bohong apakah Dinda masih mencintai mantan pacarnya itu.
Mengapa Dinda tidak mau cerita padaku tentang masa lalunya?
Rendy sulit untuk fokus kerja lagi akhirnya dia meninggalkan ruang kerjanya itu dan masuk ke kamar.
Rendy naik keatas tempat tidur dan berbaring disamping Dinda. Dia melihat Dinda sudah tidur nyenyak. Dibelainya rambut Dinda yang panjang, diciumnya, wangi shampo dan dia suka wanginya.
Ini pertama kali Rendy menyentuh Dinda dan Dinda tidak mengetahuinya karena dia sedang tidur.
Takut Dinda terbangun Rendy mencoba tidur dan karena hari ini dia sangat letih tak perlu menunggu waktu lama Rendy pun ikut tertidur.
__ADS_1