
Malam Pertama
Mereka sampai di apartemen jam 9 malam. Rendy membuka pintu dengan menekan kode sandi setelah itu dia mengganti kode sandinya menjadi tanggal pernikahan mereka agar Dinda juga mudah mengingatnya.
Dinda dan Rendy masuk kedalam kemudian Rendy duduk di sofa.
"Mas mau minum?" Tanya Dinda menawarkan minum kepada suaminya.
"Boleh" jawab Rendy.
Dinda berjalan kedapur yang sangat bersih. Semua alat masak sangat lengkap membuat Dinda tak sabar untuk bereksplorasi didapur untuk menghasilkan makanan yang enak. Sekilas tadi Dinda melihat isi dari apertemen ini.
Apartemen ini memiliki dua kamar dimana didalamnya terdapat kamar mandi. Kemudian ada ruang kerja Rendy. Dapur yang lumayan besar memuat meja makan dengan 4 kursi. Setelah itu ruang TV dan sofa minimalis.
Tidak terlalu banyak perabot disini tapi semuanya lengkap dan sangat nyaman.
Dinda keluar dari dapur dengan membawa gelas yang berisi air untuk minum suaminya.
"Ayo akan kutunjukkan letak kamar kita" Rendy berdiri dan berjalan menuju kamar utama diikuti Dinda dari belakang.
Saat mereka membuka pintu alangkah terkejutnya mereka dengan keadaan kamar. Terlebih Rendy yang sangat yakin sebelum dia tinggalkan kamar ini bentuknya tidak seperti ini.
Kamar menggunakan penerangan yang redup dan dihias dengan bunga bunga. Terlihat sangat romantis membuat pasutri yang baru saja menikah ini merasa grogi dan canggung. Rendy mengganti lampu dengan penerangan penuh.
"Ini kamar mandinya, kalau kamu mau duluan ganti baju silahkan" Rendy juga membuka kamar mandi. Dikamar mandi hanya diberi penerangan lilin dengan aromatherapy. Didalam bathup banyak bertabur bunga. Rendy menghidupkan lampu kamar mandi.
"Aku rasa kita sudah dikerjain Angga dan Febri ini. Mereka pasti sudah merencanakan semua ini" Ucap Rendy.
Dinda masuk ke kamar mandi hendak membersihkan diri. Tiba-tiba dia sangat bingung digaunnya ada bercak darah. Oh Tuhan, dia sedang datang bulan hari ini sementara Dinda tidak mempunyai persiapan.
Diluar Rendy menunggu Dinda yang sedang memakai kamar mandi sambil mencoba menghubungi Angga. Tapi hp nya tidak aktif.
Sial anak ini harus diberi pelajaran besok ni, ucapnya dalam hati.
Pintu kamar mandi terbuka dan kepala Dinda keluar sedikit mencari keberadaan Rendy.
"Ada apa, mengapa kamu mengintip dan tidak keluar dari situ?" Tanya Rendy penasaran.
__ADS_1
"Maaf Mas aku boleh minta tolong sesuatu pada kamu?" Pinta Dinda.
"Apa itu?" tanya Rendy.
"Aku datang bulan hari ini dan aku tidak punya persiapan. Mmm.... kamu mau gak belikan aku pambalut" Dinda takut takut menyampaikan permintaannya.
Lama sekali Rendy berfikir, rasanya dia ingin menolaknya tapi dia kasihan melihat Dinda yang tidak bisa keluar dari kamar mandi dan pasti dia tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini apalagi ini hari pertama. Rendy sangat mengerti keadaan Dinda karena dia sudah berpengalaman dengan para mantannya dulu. Bahkan ada yang kelewat manja dan banyak permintaan. Dinda masih lumayan hanya minta dibelikan pembalut.
"Ya sudah, coba kamu ceritakan bentuk dan merk pembalutnya?" akhirnya Rendy menjawab permintaan Dinda.
"Mas aku biasanya pakai merk XXX yang ada ekstrak daun sirihnya, warna kemasannya kuning ada hijaunya" Dinda menyebutkan ciri-ciri pembalut yang sering dia pakai.
Untung didepan apartemen ada mini market yang buka 24 jam. Rendy langsung berlari menuju mini market dan membeli pembalut sesuai ciri cirinya tapi ada 2 macam ni yang biasa dan bersayap? Aneh pembalut saja ada sayapnya. Emangnya burung? eh bukan dink itukan sangkar burung lho Rendy kog malah mikirnya kemana mana.
Akhirnya Rendy membeli keduanya dan membayarnya. Untung saja sudah malam jadi sepi pembelinya kalau tidak aku pasti malu tapi demi istri. Hiii... mengapa hatiku berbunga-bunga ya mengucapkan kata istri.
Rendy sampai di apartemennya dan langsung memberikan pembalut yang dibelinya kepada Dinda.
"Ini Din, cepatan kamu keluar dari kamar mandi nanti kamu masuk angin lagi" Hati Dinda merasa hangat suaminya perhatian dengannya, takut dia masuk angin.
"Seminggu kedepan kita sibuk dikantor kalau kamu sakit bisa repot" ucap Rendy
Dinda mengganti gaunnya yang sudah kotor karena kena bercak darah. Duh mana aku buru-buru lagi tadi masuk kamar mandi lupa bawa baju ganti. Dinda keluar dengan menggunakan handuk yang seadanya hanya bisa menutupi tubuhnya. Dia berjalan pelan pelan, rasanya sangat malu menujukkan auratnya pada suaminya itu. Dinda tau mereka sudah halal tapi ini pertama kali baginya seperti ini.
Rendy yang sedang memainkan hpnya mendadak terdiam dan terkejut melihat penampilan Dinda keluar dari kamar mandi.
Dinda hanya memakai handuk untuk menutupi tubuhnya. Rendy menelan salivanya dan berusaha menahan gejolak dari bawah. Untuk menghilangkan kecanggungan yang terjadi Rendy langsung berlari kekamar mandi.
"Lama amat sih, aku sudah kebelet pipis" Rendy hanya berpura pura.
5 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan melihat Dinda masih dengan kondisi yang sama memakai handuk. Bisa gawat ini kalau terus seperti ini.
"Kenapa kamu belum pakai baju juga, mau menggodaku?" Tanya Rendy.
"Nggak Mas.. Maaf, aku gak tau bajuku diletak Febri dan Angga dimana?" Dinda tertunduk pasrah.
Rendy menuju walk in closet tapi ternyata ruangan itu terkunci dan dia tidak menemukan kuncinya dimana.
__ADS_1
Sialan Angga benar benar ni anak ngerjain aku dan Dinda.
Dinda yang melihat Rendy mondar mandir mencari kunci jadi semakin resah.
"Dapat kuncinya Mas?" tanya Dinda.
"Nggak ada, Angga pasti ni yang ngumpetin, ditelpon hpnya mati, awas nih anak besok" ucap nya
"Sebentar aku telpon Febri ya?" Dinda mencoba mnghubungi Febri tapi hpnya mati juga.
Kemudian Dinda membaca pesan dari Febri.
Febri
Din baju ganti kamu dan Pak Bos udah aku letak di bawah laci disamping tempat tidur. Selamat malam pertama 😍😍😍
iiiih nih anak kerjasama lagi sama Angga, dasar...
"Nyambung?" tanya Rendy.
"Nggak Mas mati juga hpnya. Tapi dia kirim pesan katanya baju kita diletak dibawah laci samping tempat tidur"
Rendy langsung membuka laci yang dimaksud benar saja ini baju gantinya. Tapi setelah Rendy mengeluarkan isinya alangkah terkejutnya mereka melihat baju yang dimaksud.
Sepasang pakaian dalam tipis dan lingerie transparan berwarna hitam untuk Dinda sedang Rendy hanya disediakan boxer.
"Apa ini Mas, kog bajunya seperti ini?" Dinda panik melihat baju yang ada dihadapannya.
"Sudahlah kamu pakai saja. Lagian kita kan tidak akan melakukan apapun malam ini karena kamu juga sedang datang bulan" ucap Rendy.
Dinda mengambil baju tidur itu dan memakainya dikamar mandi, sedang Rendy mengganti pakaiannya dengan boxer dikamar kemudian masuk kedalam selimut.
Tak lama kemudian Dinda keluar dengan menggunakan pakaian sexy itu berjalan malu malu langsung naik ketempat tidur. Dinda menarik selimut dan segera masuk kedalamnya menyembunyikan tubuhnya.
Mereka saling diam suasana canggung datang kembali. Rendy berjuang keras untuk menahan hasratnya. Dia adalah pria normal walau dulu dia terbiasa dengan kehidupan bebas bersama mantan mantannya tapi tetap saja melihat Dinda memakai baju itu dapat membangkitkan sesuatu dibawah sana.
Baru kali ini Rendy melihat Dinda tidak memakai jilbab dan dia terpesona. Dinda sangat cantik, dengan rambut lurus hitam dan panjang tubuhnya yang mulus dan montok. Sangat sexy bahkan lebih sexy dari deretan para mantannya. Selama ini Dinda selalu menutupi bentuk tubuhnya dengan pakaian longgar dan tertutup.
__ADS_1
Oh kuatkan aku Tuhan, tidak mungkin aku melakukannya dengan paksaan. Rendy tidak mau melakukannya kalau Dinda belum bisa mencintainya. Dia tidak mau memaksa Dinda melayani kebutuhan biologisnya secara terpaksa. Dinda seorang wanita yang selalu menggunakan perasaanya saat melakukan itu, tidak sama dengan pria yang bisa melakukannya hanya karena nafsu.
Akhirnya karena mereka lelah dengan pesta pernikahan mereka sejak dari tadi pagi sampai malam ini baru bisa istirahat, mereka pun sama sama tertidur.