Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tigapuluh Delapan


__ADS_3

Bali I'm Coming


Setelah selesai menyusun barang Dinda berjalan menuju dapur dan menyiapkan sarapan pagi.


Dia masak sop ayam untuk menu sarapan pagi ini.


Dinda mulai memasak nasi di rice cooker. Kemudian mengeluarkan ayam dari kulkas, memotong kentang dan wortel, membuat bumbu sop setelah itu baru mulai memasak semua bahan yang sudah dia siapkan. Tak lupa juga dia menyiapkan kopi untuk suaminya.


Setelah selesai shalat Rendy keluar kamar dan masuk keruang kerja. Sebelum berangkat ke Bali dia ingin membereskan pekerjaannya yang tertunda, menyiapkan berkas yang mungkin dibutuhkan Angga nanti saat dia dan Dinda pergi ke Bali.


Karena keasikan bekerja dia sampai lupa waktu. Jam 8 Dinda memanggilnya untuk sarapan pagi.


Mereka sarapan dengan santai karena hari ini harus libur dan mereka masih punya waktu untuk sedikit bersantai sebelum waktu keberangkatan.


Masakan yang pernah Dinda buat dan hidangkan untuk Rendy semuanga enak. Dinda memang pintar memasak. Dia tau cara melayani suaminya dan mengurus rumah tangga.


Rendy merasa sangat beruntung menikah dengan Dinda. Benar-benar keputusan tepat yang dia ambil untuk melamar Dinda menjadi istrinya. Dia tidak salah pilih.


"Mas mandi duluan, pakaian sudah aku siapkan diatas tempat tidur. Aku beresin ini semua dulu ya. Kita kan mau pergi seminggu nanti kalau ada masakan sisa akan basi kita tinggalkan" ucapnya.


Rendy berjalan ke kamar kemudian mandi dan bersiap-siap. Sedangkan Dinda membersihkan meja makan membuang makanan sisa dan mencuci piring. Dinda keluar untuk membuang sampah, takut membusuk karena mereka tinggal seminggu.


Setelah semua selesai baru Dinda masuk ke kamar dan mandi kemudian bersiap menyusul Rendy yang sudah duluan selesai. Rendy memeriksa semua kelengkapan mereka untuk pergi. Tiket ke Bali dan koper mereka.


Jam9 pagi mereka bergerak menuju bandara mengejar penerbangan, mereka tidak ingin terlambat. Setelah check in dan menunggu diruang tunggu penerbangan akhirnya sampai juga waktu keberangkatan mereka.


Bali I'm Coming.... Teriak Dinda dalam hati


Dia sangat senang karena ini adalah perjalanannya pertama ke kota itu. Kota yang dikenal para wisatawan sebagai surga dunia karena terkenal dengan banyaknya pemandangan indah di pulau dewata itu.


Rendy melihat istrinya sangat senang dengan perjalanan ini dan dia bahagia akan itu. Sabar sayang aku akan membuat banyak kejutan untukmu disana.


Selamat datang cinta tetaplah bersama kami sampai maut memisahkan. Kamu memang bukan yang pertama mengisi hatiku tapi jadilah yang terakhir untukku, menemaniku sampai tua.

__ADS_1


*****


Jam 2 waktu setempat Rendy dan Dinda sudah sampai di hotel bintang lima yang berada dipinggir Pantai Kuta. Rendy sudah memesan kamar yang Lux dengan pemandangan yang cantik langsung bisa menatap indahnya pantai kuta.


Kamar dengan fasilitas terbaik di hotel ini dimana ada kolam renang privat didalamnya. Rendy sengaja memilih kamar ini agar mereka bisa lebih intim dan leluasa berenang bebas berdua saja.


Dinda yang baru pertama kali menyaksikan dan mengalami hal ini merasa sangat takjub. Dia sangat tau suaminya itu mampu untuk melakukan ini semua tapi dia tidak pernah menyangkanya sama sekali.


"Kita istirahat dulu ya, nanti malam kita akan makan malam bersama client di hotel ini" ucap Rendy.


Dinda mengeluarkan baju santai untuk suaminya agar suaminya bisa istirahat sambil menghabiskan waktu menunggu malam tiba. Setelah berganti pakaian Rendy dan Dinda duduk dibalkon kamar hotel menikmati indahnya pantai kuta. Siang itu harinya sangat cerah, banyak para wisatawan yang berjemur dan bermain dipantai.


"Mas nanti pertemuannya formal ya? biar aku bisa menyesuaikan pakaianku" Tanya Dinda.


"Iya, kamu dandan yang cantik biar mereka tau kalau istriku cantik" Rendy tersenyum


Sejak kedatangan Ivan kemarin Dinda merasa ada yang berbeda dengan suaminya. Jadi lebih ceria dan lembut.


"Mas aku boleh tanya sesuatu?" Dinda melirik suaminya.


"Mmm... kemarin kamu cerita apa sama Ivan?" Tanya Dinda penasaran.


"Rahasia" Rendy mencoba menggoda Dinda.


Tuh kan Mas Rendy emang beda, biasanya dia gak pernah bercanda seperti ini.


"Mas ini...... Katanya harus terbuka dan jujur. Masak masih pakai rahasia-rahasiaan" Dinda merapatkan tubuhnya disebelah Rendy.


Rendy melemaskan badannya yang kaku mencoba untuk lebih santai kemudian menarik nafas panjang.


"Aku melihat perdebatan kalian dari dalam ruanganku. Makanya aku sengaja menyuruhnya masuk. Aku tau beberapa hari ini kamu selalu menghindar darinya. Setiap aku ajak ke lapangan pasti aja banyak alasannya"


Dinda menganggukkan kepalanya, membernarkan perkataan suaminya.

__ADS_1


"Kufikir tidak bisa selamanya begini, tidak mungkin harus menghindar terus. Beberapa hari ini aku mencari cara tapi belum aku temukan. Ketepatan kemarin dia datang dan aku melihat semuanya. Aku rasa sudah tiba waktunya aku harus menghentikannya"


"Tapi kamu tidak memutuskan kerjasama perusahaan kan Mas?"


"Kamu masih perhatian padanya? Katanya udah gak ada rasa, kog khawatir gitu?" Rendy tersenyum, lucu melihat perubahan wajah istrinya.


"Bu...bukan itu maksudku. Aku merasa gak enak aja masalah pribadi jadi menghalangi urusan kantor. Gak profesional" Dinda mencari alasan.


"Pada dasarnya cara kerja dia bagus. Dia mengerti apa yang aku inginkan dan gambar-gambarnya juga bagus, aku suka, makanya aku melanjutkan kerjasama ini"


"Trus apa yang Mas katakan agar dia berhenti menggangguku"


"Bukan hanya menggangu kamu, tapi mengganggu kita. Mengganggu rumah tangga kita" Rendy menegaskan.


"Iya mengganggu rumah tangga kita" koreksi Dinda.


"Aku bilang kamu sudah cerita padaku mengenai masa lalu kalian. Dulu kalian pernah pacaran dan putus karena terhalang restu orangtua"


Dinda sangat serius mendengarkan cerita suaminya.


"Tapi itu semua kan hanya masa lalu. Saat ini dia sudah menikah dan kamu juga sudah menikah. Kita memiliki rumah tangga masing-masing. Aku memintanya untuk tidak mengganggu pernikahan kita kalau tidak???" Rendy sengaja menggantung perkataannya, ingin melihat reaksi istrinya.


"Kalau tidak apa Mas?" tanya Dinda penasaran.


"Kalau tidak aku akan menghajarnya lebih parah dari Mas Nanda memukulnya kemarin dan aku akan menghentikan kerjasama perusaahaan"


"Trus dia jawab apa Mas?" Dinda masih terlihat penasaran.


"Uh... mau tau banget ya?" Goda Rendy lagi.


"iiiih... Mas ini. Aku kan penasaran. Karena setelah keluar dari ruangan kamu, Dia terlihat sedih dan meminta maaf padaku"


"Sama. Dia juga meminta maaf padaku, katanya dia sadar bahwa kalian tidak bisa bersama lagi" ucap Rendy.

__ADS_1


"Kita baru satu minggu menikah, dan baru saja melewati gelombang ombak yang kecil. Mungkin didepan sana akan ada gelombang yang lebih besar lagi. Kita harus siap dan kuat kalau ingin rumah tangga kita selamat" Rendy merangkul tubuh Dinda merapatkan bahunya menghapus jarak diantara mereka dan duduk menatap kearah tepi pantai.


Aaah romantisnya.....


__ADS_2