Cinta Adinda

Cinta Adinda
Enampuluh Enam


__ADS_3

Firasat Orangtua


Siang harinya setelah makan siang, Dinda beristirahar tidur dikamar Rendy. Karena memang kondisinya yang sedang hamil gampang sekali terlihat lelah dan ngantuk.


Papa, Ronald dan Rendy sedang ngobrol serius diruang kerja papanya yang kini dipakai Ronald saat dia bekerja dirumah.


"Papa dengar kemarin ada ribut-ribut soal pembebasan lahan?" tanya Papanya memulai pembicaraan.


"Iya Pa, mereka menuntut ganti rugi yang sangat tinggi" jawab Rendy.


"Mas curiga ada seseorang yang mendalanginya ini?" ungkap Ronald


"Benar Mas, aku sudah menyelidikinya ternyata Frengky dalang dari semuanya" jawab Rendy.


"Firasat Papa sudah tidak enak waktu dengar dari kakak kamu kalau kamu menjalin kerjasama dengan bajing** itu" Papa tampak kesal.


"Dan satu lagi yang mungkin kalian tidak tau, tapi tolong jangan sampai Dinda tau. Frengky mempekerjakan Lisa sebagai sekretarisnya" ungkap Rendy pada Papa dan kakaknya.


"Lisa mantan Pacar kamu itu" tanya Papa.


"Iya Pa, kemarin Lisa menjebak aku saat aku dikantor Frengky. Dia memberikan obat tidur diminumku kemudian dia membawaku yang sedang mulai tidak sadar ke ruang pribadi Frengky. Saat aku sudah tidak sadar Lisa melucuti pakaianku dan pakaiannya kemudian ingin menjebakku" Rendy menceritakan kejadian kemarin dikantor Frengky.


"Bangs**!!" ucap Ronald


"Dasar wanita murahan, untung saja dulu kamu putus dengannya kalau tidak Papa gak bisa bayangkan rumah tangga apa yang akan kamu jalani" Papa Rendy semakin geram mendengar cerita Rendy.


"Untung saja waktu itu Angga datang menyelamatkanku Pa, Mas, kalau tidak aku tak tau bagaimana sekarang rumah tanggaku dengan Dinda".


"Dengar Ren, kamu harus lebih berhati-hati pada Frengky dan Lisa, Papa yakin mereka bekerjasama untuk menghancurkanmu. Dan kamu juga harus jaga Dinda dengan baik. Seorang musuh biasanya akan mencari kelemahan lawannya. Papa takut sasaran mereka adalah Dinda, apalagi saat ini Dinda sedang hamil" Papa Rendy berusaha mengingatkan anaknya.


"Iya Pa, saat ini aku dan Angga sedang mencari bukti-bukti kecurangan Frengky, kami akan memakai jalur hukum untuk menjerat mereka"


"Jika kamu butuh bantuan segera hubungi Mas, Mas siap membantu kamu kapan saja" ucap kakaknya pada Rendy.


"Iya Mas" jawab Rendy pada kakaknya.


****


Rendy dan Dinda pulang dari rumah orangtuanya pada malam hari setelah mereka selesai makan malam bersama seluruh keluarga.


"Ingat pesan Papa tadi siang Ren. Kamu harus lebih berhati-hati dan jaga Dinda dan kandungannya" Papa mengingatkan Rendy kembali.

__ADS_1


"Iya Pa"


Rendy dan Dinda berpamitan dan segera pulang ke apartemennya.


Sebelum tidur Rendy terus memikirkan langkah apa yang akan dia ambil besok.


Esok hari di Baskara Corp


Sudah beberapa hari ini Rendy tidak bisa menghubungi Frengky lagi, utusan yang dia kirim untuk bertemu Frengky juga tidak bisa menjumpainya dengan alasan Frengky sedang keluar kota.


Sepertinya Frengky memang tidak mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.


Rendy memanggil Angga dan Dinda yang sudah mulai masuk kerja hari ini.


"Ya Bos" ucap Angga.


"Ga segera kamu siapkan meeting dengan Departemen yang berhubungan dengan masalah ini. 1 jam lagi kita ketemu diruangan meeting" perintah Rendy.


"Siap Bos" jawab Angga.


"Din, kamu hubungi Departemen Hukum, Komunikasi dan Keuangan. Suruh mereka membawa semua bahan untuk dibahas didalam rapat nanti"


Baru satu hari dia masuk tapi sudah sangat sibuk, wajar saja karena masalah yang sedang dihadapi perusahaan suaminya memang sangat pelik.


Mereka bubar dari ruangan Rendy dan masing-masing menjalankan tugasnya sesuai perintah Rendy sebagai atasan mereka.


Satu jam kemudian diruangan meeting.


"Bapak-Bapak sekalian rapat kali ini kita akan membahas mengenai ganti rugi pembebasan lahan. Pertama saya ingin bertanya pada Departemem Hukum. Sudah sejauh mana langkah kalian untuk mengatasi ini?" tanya Rendy


"Kami sedang mencari bukti-bukti kecurangan dari Bima Corp Pak dalam menghasut para demonstran dan semua masih dalam penyelidikan. Kalau semua sudah rampung dan jelas saya akan segera laporkan kepada Bapak" lapor Kadep Hukum.


"Bagaimana dengan Departemen Komunikasi?" tanya Rendy


"Departemen Komunikasi sudah melakukan negosiasi dengan para demonstran dan mereka setuju untuk dibayar sesuai dengan perintah Bapak, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Mereka sudah menandatangani kesepakatan ganti rugi" lapor Kadep Komunikasi.


"Bagus. Lalu Departemen Keuangan?" Rendy bertanya kepada mereka satu persatu.


"Kami sudah menghitung semua jumlah ganti rugi pada mereka Pak tinggal Bapak Acc, akan segera kita cairkan dan bayarkan pada penduduk yang terkena pembebasan lahan. Dan Mengenai penggelapan dana kita oleh Bima Corp, kita juga sudah menghitung jumlahnya" Ucap Kadep Keuangan sambil menyerahkan berkas keuangan yang harus diperiksa Rendy.


Rendy menerima laporan dari keuangan.

__ADS_1


"Oh iya Kadep Hukum, bagaimana masalah penggelapan dana ganti rugi oleh Bima Corp?" tanya Rendy.


"Sementara ini kita masih ingin bernegosiasi kepada pihak Bima Corp meminta mereka transfaran dan mengganti semua dana yang digelapkan, tapi kalau mereka tidak menanggapi permintaan kita terpaksa kita akan mengambil jalur hukum Pak. Kita akan menuntut mereka dengan ancaman pidana"


"Sudah bisa bertemu dengan perwakilan mereka?" Rendy kembali bertanya.


"Belum Pak, sepertinya mereka mengelak. Untuk bertemu dengan Pak Frengky selaku CEO Bima Corp saja sangat sulit. Dia selalu tidak ada di tempat. Alasannya sedang keluar kota" Kadep Hukum menjelaskan secara terperinci.


"Ga kamu cari informasi tentang keberadaan Frengky, saya tidak mau dihindari terus. Kita harus segera menyelesaikan ini. Walau dia teman saya tapi saya tidak akan melepaskannya" perintah Rendy pada Angga.


"Baik Pak" ucap Angga.


"Saya rasa cukup sampai disini rapat kita ini. Setiap Departemen, selesaikan semua dengan baik, saya tidak mau ada kesalahan lagi" Perintah Rendy tegas dan singkat.


"Baik Pak" Mereka menjawab secara serentak perintah Rendy.


Rendy segera meninggalkan ruangan meeting menuju ruangannya. Disusul oleh peserta rapat, mereka bubar dan kembali keruangannya masing-masing.


******


Perusahaan Corp


"Freng, pihak Rendy terus mencari kamu, sampai kapan kita harus begini? tanya Lisa


"Akh... Sial, mengapa dia bisa mengetahuinya" Frengky memukul meja.


"Rendy mempunyai banyak mata-mata freng, pasti dia mendapatkan dari informannya" ucap Lisa.


"Hubungi orang-orang kita suruh mereka menghapus semua jejak kita. Hilangkan semua barang bukti" perintah Frengky.


"Baskara Corp mengirimkan kita surat peringatan, kalau kita mengabaikannya perusahaan kamu akan dituntut secara hukum telah melanggar konktar perjanjian kerjasama dan kamu akan membayar ganti rugi yang besar. Belum lagi uang ganti rugi yang telah kamu gelapkan. Kita harus segera mengambil tindakan!" Lisa menyampaikan peringatan yang diberikan perusahaan Rendy kepada Frengky.


"Sial....Sial...Sial..." Frengky sangat kesal.


"Kamu tau tugas kamu Lisa?" tanya Frengky.


Lisa menggangguk mengerti.


"Jalankan sesuai rencana kita, kita harus segera menyelesaikannya walaupun itu harus dengan kekerasan" ancam frengky.


"Kita tidak bisa berlama-lama. Dan jangan sampai gagal lagi. Mereka harus hancur!! Bagaimana pun caranya" ucap Frengky

__ADS_1


__ADS_2