
H-1 Pernikahan
Rumah Dinda sudah ramai, keluarga dari luar kota sudah berdatangan kerumah Dinda sebahagian ada uang menginap dirumah papanya Andin sepupunta Dinda. Pernikahan Dinda akan dilangsungkan besok pagu dirumah orangtuanya Rendy.
Hari ini libur karena hari Sabtu. Febri sudah janjian untuk datang kerumah Dinda. Rencananya hari ini dia akan dijemput Angga untuk membawa barang-barang Dinda ke apartemen Rendy.
Karena Rendy dan Dinda dipingit jadi mereka belum bisa ketemu. Makanya Dinda meminta bantuan Febri untuk menyusun barangnya diapartemen Rendy. Agar besok ketika mereka pulang ke apartemen setelah akad nikah semua barang Dinda sudah tersusun rapi.
Febri sangat senang sekali karena hari ini dia mempunya kesempatan untuk jalan dengan Angga. Walau dalam rangka membantu Dinda pindahan ke apartemen Bos mereka.
Jam 10 Angga sudah sampai dirumah Dinda, beberapa kemudian Febri keluar bersama Dinda dengan membawa beberapa koper besar yang berisi barang-barang Dinda. Padahal Rendy sudah menawarkan Dinda untuk memberi semua keperluannya yang baru yang akan dia pakai di apartemen Rendy tapi Dinda menolaknya karena menurut dia itu mubajir, pemborosan dan buang buang uang. Lebih baik uangnya disumbangkan ke panti asuhan.
"Titip sahabat aku ini ya Ga, jangan kamu apa apain dia. Ini makhluk langka harus dilestarikan jangan sampai punah"
"Emang aku binatang Din harus dilestarikan. Kalau takut punah yah mending dinikahkan Din biar lahir Febri Febri Junior penerus bangsa"
"Bisa rusak bangsa kalau kebanyak penerusnya seperti kamu" Cibir Dinda.
Angga tertawa mendengar obrolan kedua sahabat ini dan dia melirik kearah Febri, asik juga ni anak. Sepertinya enak diajak ngobrol.
"Eh Pak Angga, saya Febri bagian HRD. Mungkin Bapak baru mengenal saya, saya mengerti kog Pak dikantor kan banyak karyawannya pasti Bapak tidak mengenalnya saru persatu" Febri mengenalkan diri.
"Saya Angga"
"Udah tau Pak, sering lihat" Dinda tertawa melihat perkenalan Febri dan Angga.
"Feb tolong susunin barang-barang aku di apartemen Mas Rendy ya. Kalau gak muat jangan dipaksa biar aja didalam koper ntar Bos Beku marah lagi barangnya di obrak abrik" Ucap Dinda
"Siap 86 Bu Bos" Dinda mengangkat tangannya ke kepala memberi hormat.
Angga tertawa melihat tingkah Febri. Kocak juga ni anak, cantik dan lucu.
Angga dan Febri melaju menuju apartemen Rendy. Angga yang menjadi asisten Rendy sudah sering datang ke apartemen ini sehingga Angga bisa tau kode sandi apartemennya.
Angga menekan kode sandi dan pintu pun terbuka. Mereka bedua masuk kedalam apartemen dengan membawa barang barang Dinda.
__ADS_1
Angga menunjukkan kamar Rendy yang nanti akan menjadi kamar pengantin Rendy dan Dinda. Karena hanya berdua didalam kamar Febri merasa resah. Dia tidak terbiasa berdua saja dengan pria apalagi ini didalam kamar walau bukan kamar mereka tapi dia takut terbawa suasana dan terjadi hal hal yang mereka inginkan. Apa coba???
Fikiran Febri terlalu jauh melalangbuana.
Febri mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Angga melihat boneka beruang kecil. Angga penasaran dengan tingkah laku Febri.
"Kamu kayak anak-anak aja Feb kemana mana bawa boneka" Tanya Angga.
"Oh ini sebenarnya boneka ponakan saya Pak tadi saya pinjam buat jaga jaga"
"Jaga jaga gimana maksud kamu?" Angga semakin heran mendengar kata kata Febri.
"Saya tadi sudah berfikir Pak, kita pasti cuma berdua disini. Kan katanya kalau 2 orang yang bukan muhrim sedang bersama yang ketiganya setan. Saya takut sama setan Pak. Dari pada lihat setan mending saya bawa boneka ini sebagai orang ketiga diantara kita" Ucap Febri dengan polos.
Seketika tawa Angga pecah, pemikiran dari mana nih anak otaknya korslet kali ni, benar kata Dinda ni anak unik model langka perlu dilestarikan.
"Febri...Febri... saya tidak akan berbuat macam macam sama kamu, kamu lupa disini ada cctv?" tanya Rendy.
"Oh iya Pak saya lupa" Febri menepuk jidatnya.
*****
Rendy yang sudah dari kemarin tidur dirumah Mamanya sesuai permintaan keluarganya dengan alasan nanti sulit menanyakan seluruh persiapan pesta. Sifat Rendy yang ingin perfect mengakibatkan Rendy akan selalu marah karena tidak sesuai dengan keinginannya. Untuk menghindari itu Mamanya meminta Rendy yang langsung turun tangan mengatur semuanya.
Rumah Papanya sudah dihias dengan cantik. Sesuai dengan konsep yang Dinda inginkan "sederhana". EO sudah mendesign tempat untuk ijab kabul. Kemudian halaman rumah yang sudah disulap seperti konsep pesta taman kecil kecilan karena tamu nya hanya sedikit.
Dibuat senyaman mungkin agar Papa Rendy juga bisa leluasa mengikuti acara pernikahan Rendy dari awal sampai akhir dengan menggunakan kursi roda. Papa Rendy belum boleh terlalu banyak berjalan karena kalau dia lelah bisa mengakibatkan sesak. Jantungnya sudah sangat lemah.
Setelah selesai memeriksa semua Rendy masuk kekamarnya untuk istirahat.
Sudah hampir 2 hari dia tidak bertemu Dinda dan sudah seharian juga tidak bisa berhubungan dengan Dinda. Rasa kesalnya dari kemarin belum reda juga. Tiba-tiba Rendy merasa gelisah dan badmood.
Ada apa ini? Mengapa aku seperti ini? Rendy berguling guling diatas tempat tidur sampai akhirnya dia lelah dan tertidur.
****
__ADS_1
Kamar di apartemen Rendy sudah disulap Febri dan Angga seperti kamar di hotel. Mereka menghias kamar tersebut dengan bunga bunga agar tercipta suasana romantis saat pasangan pengantin itu tidur bersama dimalam pertama.
Rasain kalian berdua kami akan mengerjain kalian habis habisan. Kami akan membuat kalian saling jatuh cinta.
Angga dan Febri mengangkat tangannya untuk Tos mengikrarkan tanda mereka bekerjasama mengerjain Rendy dan Dinda teman mereka.
Kamar mandi juga mereka hias. Bathupnya diisi penuh air kemudian mereka meletakkan bunga diatasnya dan memberi aroma theraphy agar kamar mandinya wangi.
Setelah akad nikah dan acara syukuran pasti pasangan pengantin kelelahan. Mereka butuh meregangkan otot.
Sungguh Angga dan Febri merupaka teman yang baik.
"Sudah selesai Pak semua" Febri tampak kelahan.
Lagian ini juga sudah sore, sudah waktunya mereka pulang istirahat karena besok pagi pagi mereja harus cepat datang menghadiri pesta pernikahan Rendy si Bos Beku dengan sekretarisnya Dinda.
Febri dan Angga meninggalkan apartemen Rendy kemudian Angga mengantarkan Febri kerumahnya setelah itu baru Angga pulang ke apartemennya.
Semoga Bos suka dengan usaha yang mereka lakukan tadi. Kalau tidak siap siap saja hari senin kena semprot dikantor batin Angga.
**** Dirumah Dinda
Malam ini dibuat acara doa untuk Alm. Papa Dinda acara yang hanya dihadiri keluarga saja.
Sebelum tidur Mama Dinda masuk kekamar Dinda
Dinda yang sudah berbaring langsung duduk ditepi ranjang bersama Mamanya.
"Sayang ini malam terakhir kamu sebagai seorang wanita lajang. Besok setatus kamu akan berubah menjadi istri. Pesan Mama layanilah suamimu dengan tulus dan ikhlas. Karena surga seoranf wanita ada pada suaminya Nak. Apa yang kamu lakukan untuk suami kamu akan dicatat sebagai ibadah. Dalam setiap rumah tangga pasti akan ada gelombang ombak. Kadang gelombang itu kecil tapi terkadang besar. Jika kalian mengalami masalah berusaha untuk segera menyelesaikannya jangan disimpan berlarur larut. Jika kalian terbentur dan buntu pasrahkan semua pada Allah" Dinda menangis mendengat nasehat Mamanya.
Hari ini lepas sudah tanggung jawab Mama padamu sebagai orangtua. Besok tanggungjawab itu akan dipikul suami mu. Ringankan bebannya ya Nak. Jangan suka membantah perintah suami. Lakukan semua dengan izin dan ridhonya. InsyaAllah rumah tangga kalian sakinah mawaddah warahmah"
Rini memeluk anak gadisnya itu. Berat rasanya melepas putri kesayangannya untuk menikah tapi sudah saatnya Dinda membangun rumah tangganya sendiri.
Dia hanya bisa berdoa semoga anaknya bahagia.
__ADS_1