Cinta Adinda

Cinta Adinda
Limapuluh Satu


__ADS_3

Perencanaan Pembangunan


Kerjasama Baskara Corp dan Bima Corp baru saja dimulai. Pembangunan tol rencananya dilakukan secara bertahap karena masih meminta izin dan proses pembebasan lahan. Baik Rendy dan Bima baru melakukan negosiasi dengan para penduduk yang tanah mereka terkena dalam lahan yang akan dibangun tol.


Mereka sepakat untuk membagi tugas, modal dan juga keuntungan yang akan mereka terima secara proporsional dan apabila ada salah satu pihak yang melanggar isi perjanjian kerjasama maka akan membayar ganti rugi.


Pekerjaan Rendy sedang sibuk-sibuknya. Selain proyek pembangunan hotel, Rendy juga sedang melakukan pembangunan hotel.Tak jarang Rendy dan Dinda pulang malam karena lembur.


Tetapi Dinda selalu setia menemani suaminya memberikan support.


Untung saja hotel saat ini sudah rampung sekitar 75%. Jadi Rendy sudah bisa tidak terlalu sering memantau ke lapangan, dia memberikan amanah kepada Angga untuk memantaunya sedangkan Rendy ingin fokus pada pembangunan tol.


Hubungan Rendy dan Ivan juga sudah tidak ada masalah lagi, sepertinya Ivan memang sudah mundur secara teratur dan sadar Dinda sudah bahagia.


Rendy tidak mempermasalahkannya lagi karena dia memang melihat Ivan benar benar serius dengan perkataannya dulu untuk bekerja secara profesional.


Dan Rendy juga sangat puas dengan cara kerja Ivan sehingga Rendy mempromosikan Perusahaan Ivan kepada Frengky untuk merancang dan menggambar pola jalan Tol.


Baik Rendy, Ivan dan Frengky janji bertemu diluar untuk mengobrol santai membicarakan proyek pembangunan Tol. Mereka akan bertemu di Cafe Pelita.


Ivan membawa beberapa gambar-gambar rancangannya untuk meyakinkan Frengky. Sepertinya Frengky tertarik dengan hasil gambar Ivan.


Mereka sepakat untuk menjalin kerjasama dan akan mengesahkan kerjasama mereka ini sesuai prosedur.


Jadwal pertemuan selanjutnya diatur minggu depan di Perusahaan Rendy.


*****


Seminggu berlalu.


Hari ini akan dilakukan meeting besar yang akan dihadiri 3 perusahaan besar. Baskara Corp, Bima Corp dan PT. ABC.


Dari pagi Dinda yang dibantu Angga sudah sibuk mempersiapkan ruangan rapat, sementara Rendy tengah asik mempelajari berkas-berkas kerjasama ini.

__ADS_1


Sampailah pada waktu yang ditentukan.


Frengky datang bersama sekretarisnya sedangkan Ivan didampingi asistennya. Rendy sendiri akan ditemani Angga dalam meeting kali ini. Bukan karena Rendy takut melihat Dinda bertemu dengan Ivan tetapi karena dia istrinya itu sudah sangat letih menemaninya lembur beberapa hari ini untuk mempersiapkan pertemuan hari ini jadi hari ini Dinda hanya duduk di ruangannya saja mengatur jadwal Rendy selanjutnya.


Dinda pun sangat lega tidak diikutkan dalam meeting kali ini karena dia belum siap untuk bertemu dan menghadapi Frengky. Dia belum berani menceritakan perlakuan yang dia terima dari Frengky.


Meeting akan dimulai pukul 9 pagi. Ivan dan Asistennya sudah tiba duluan, mereka sudah disambut Rendy dan Angga didalam. Kemudian Frengky muncul bersama sekretarisnya.


Saat Frengky datang bersama Sekretarisnya tiba-tiba suasana didalam ruangan terasa berbeda, ada aura dingin yang tercipta. Baik Rendy, Angga maupun Ivan tidak menyangka siapa sekretaris yang dibawa Frengky bersamanya.


"Kenalkan Ren sekretaris aku Lisa. Aku rasa kamu sudah kenal baik dengan Lisa. Lisa baru sebulan ini menjadi sekretaris aku. Sejak malam reuni aku bertemu dengannya dan dia membutuhkan pekerjaan. Aku yang saat itu sedang membutuhkan sekretaris mengajaknya untuk kerja diperusahaanku" ucap Frengky menjelaskan maksud dari tatapan Rendy yang terlihat terkejut.


Sedangkan Ivan terkejut karena mengenal sosok wanita ini adalah seorang wanita yang jahat dan dia sangat membencinya.


"Hai Ren, senang bertemu kamu lagi" ucap Lisa dengan gaya penuh menggoda.


Rendy, Ivan bahkan Angga yang juga kenal siapa Lisa, merasa jijik melihat sikap Lisa tersebut. Dasar wanita murahan.


Mendadak Rendy malas melanjutkan meeting ini, tapi itu akan terlihat tidak profesional. Rendy hanya diam dan tidak menghiraukan kehadiran Lisa yang ada diruangan itu


Rapat dimulai. Ivan menunjukkan rancangan gambar jalan Tol yang sudah dia buat. Baik Rendy ataupum Frengky sangat menyukai rancangan Ivan.


Selama meeting berlangsung Lisa hanya sibuk menatap kearah Rendy tapi Rendy tidak perduli. Tingkah laku Lisa sama sekali tidak mengganggu konsentrasinya. Lisa jadi terlihat sangat kesal dengan sikap Rendy.


Kesepakatan telah dibuat dan disetujui bersama. Pembangunan Tol ini akan memakai arsitek dari perusahaan Ivan dimana Ivan sendirilah yang langsung turun tangan untuk menggambarnya.


Setelah penandatanganan kerjasama. Ivan dan asistennya lebih dulu pamit karena mereka akan lanjut ke lokasi pembangunan hotel milik Rendy.


Angga mengantarkan mereka ke lobi bawah gedung inim Kini diruangan meeting hanya tinggal Rendy, Frengky dan Lisa.


"Permisi aku ke toilet sebentar" ucap Frengky? sepertinya dia memang sudah merencanakan pertemuan Lisa dan Rendy.


Frengky memberi kode kepada Lisa sebelum dia meninggalkan ruangan itu. Lisa langsung memanfaatkan kesempatan yang ada.

__ADS_1


"Ren, untuk masa lalu kita aku minta maaf. Aku menyesal telah mengkhianati kamu" Ucap Lisa dengan mimik wajah memelas.


Palsu... kau hanya berpura-pura. Aku tau apa yang sedang kau fikirkan, batin rendy.


"Aku sudah memaafkannya, semua sudah berlalu tidak ada yang perlu dibahas lagi"


"Tapi Ren.."


Rendy langsung memotong kata-kata Lisa.


"Ingat Lisa ini kantor, tidak pantas membahas masalah pribadi disini. Lagian tidak ada lagi yang perlu kita bahas semua sudah selesai. Aku sudah menikah dan aku bahagia dengan pernikahanku. Bahkan aku sangat bersyukur dan berterimakasih atas pengkhiatanmu dulu. Kau memberi pelajaran yang sangat berharga padaku tentang arti kesetiaan. Jika kau tidak mengkhianatiku dulu mungkin aku tidak akan bertemu dengan istriku" Rendy tersenyum mengejek kepada Lisa.


"Tapi aku masih mencintaimu Rendy" Lisa memasang wajah sedih agar Rendy luluh.


"Aku tidak perlu cintamu, aku sudah mempunyai cinta istriku" Rendy terus mematahkan setiap usaha Lisa merayunya.


Lisa mulai mengeluarkan air mata buayanya.


"Aku sangat menyesal Ren, dan aku sudah menyelesaikan hubunganku dengan pria itu. Aku ingin kembali padamu" isaknya.


"Sudahlah Lisa, hentikan basa basimu. Aku sangat tau akal bulusmu" Rendy tertawa melihat tingkah Lisa.


Tiba-tiba Frengky datang.


"Maaf aku jadi mengganggu pembicaraan kalian. Sepertinya aku harus pergi lebih lama agar kalian bisa bicara dengan bebas" ucap Frengky merasa bersalah.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Freng, aku tidak mempunyai hubungan apapun pada sekretaris kamu ini. Silahkan kamu bawa pergi dia dari ruangan ini" Peritah Rendy pada Frengky.


Frengky menatap pada Lisa.


"Sudahlah Sa, mungkin kisah kalian sudah selesai. Rendy juga sudah menikah. Tidak baik jika kamu bersikap seperti ini. Apalagi istri Rendy ada di kantor ini juga nanti dia bisa salah sangka. Lebih baik kita pulang" Frengky mengajak Lisa pulang.


"Aku pamit Ren, kita lanjutkan kerjasama kita dipertemuan selanjutnya" Frengky menepuk bahu Rendy kemudiam dia melangkah keluar meninggalkan ruangan meeting yang diikuti Lisa yang sedang sibuk menghapus airmatanya.

__ADS_1


__ADS_2