Cinta Adinda

Cinta Adinda
Empatpuluh Empat


__ADS_3

Ombak kehidupan


Angga datang pagi-pagi sekali ingin menyampaikan bahwa hari ini akan ada meeting dengan perusahaan Bima Corp. Bima Corp adalah perusahaan keluarga Frengky dan saat ini yang menjabat sebagai CEO nya adalah Frengky teman kuliah Rendy.


Rencananya perusahaan mereka akan menjalin kesama dalam pembangunan jalan Tol. Meeting dijadwalkan jam 8 pagi di perusahaan Baskara Corp.


Angga membawa semua berkas yang dibutuhkan untuk dibahas dalam rapat nanti. Waktunya sudah sangat mepet, walau Rendy sudah mengenal CEO nya tapi dia harus bersikap profesional. Rendy sangat tidak suka jika dalam meeting dia tidak ada persiapan. Oleh sebab itu pagi ini mereka berangkat kerja.


Angga yang membawa mobil sementara Dinda dan Rendy duduk dibelakang. Dinda dan Rendy tidak sempat sarapan di apartemen. Dinda sempat membawa beberapa potong sandwich menjadi bekal pagi ini.


Dinda tak ingin suaminya itu sakit, karena kalau sudah asik kerja biasanya Rendy suka lupa makan dan menjaga kesehatan.


Sembari membaca berkas didalam mobil Rendy memakan sandwich yang dibawa Dinda, begitu juga dengan Dinda.


Dinda mengecek email di laptopnya. Beberapa email dikirim Angga dan yang lainngya dikirim oleh departemen dan para klient Baskara Corp.


Sebelum jam 8 mereka sudah sampai di kantor. Angga membantu Dinda menyiapkan ruang pertemuan, tempat meeting diselenggarakan.


Utusan dari perusahaan Bima Corp sudah sampai. Angga langsung mempersilahkan mereka untuk masuk lebih dulu keruangan meeting.


Menunggu Rendy datang Frengky keluar hendak ke toilet yang terletak disamping ruang meeting. Tak sengaja dia berpapasan dengan Dinda.


"Selamat Pagi Ny. Rendy" Sapanya.


Dinda selalu merasa risih dengan tatapan Frengky. Entah mengapa seperti ingin mengintimidasi. Tetapi karena mengingat bahwa Frengky adalah teman Rendy, Dinda berusaha untuk tetap ramah.


"Pagi Pak Frengky" jawabnya.


Frengky melihat sekelilingnya sepi, dia berusaha menjegat Dinda di tengah jalan menuju toilet. Frengky menutup jalan keluar Dinda dengan tubuh besarnya membuat Dinda ketakutan.


"Aku sudah menduga kau manis adalah wanita penggoda. Dari awal pertemuan sudah kukatakan padamu tapi kau pura-pura jual mahal. Buktinya sekarang kau sudah berhasil menggoda Rendy dan menjadikan dia suamimu"


Jantung Dinda berdetak sangat kencang. Sebenarnya dia sangat takut tetapi tidak berani berteriak.


"Ayo sebutkan berapa hargamu? Aku akan memberikan penawaran lebih tinggi dari Rendy" Frengky mengedipkan sebelah matanya.


"Tolong Pak Frengky jaga sikap Anda. Ini Kantor dan saya adalah wanita yang sudah bersuami. Saya ridak ingin orang orang melihat kita dan berfikiran macam-macam" Dinda mencoba melawan.


"Masih sombong. Jangan munafik manis" Rendy semakin mendekat.


"Stop, jangan mendekat atau saya akan menjerit" Ancam Dinda.

__ADS_1


Sambil tersenyum nakal Frengky menghentikan langkahnya. Dinda segera mengambil kesempatan untuk berlari menjauh dari bahaya.


Rendy yang sedang menuju ruang meeting berpapasan dengan Dinda, dia melihat wajah istrinya itu sangat pucat.


"Kamu kenapa sayang, sakit?" Tanya Rendy.


"Haah nggak Mas" Jawab Dinda berusaha menetralkan detak jantungnya.


"Ya sudah aku meeting dulu ya biar Angga saja yang menemaniku. Kamu bereskan kerjaan kamu yang sudah ditinggal seminggu"


Rendy memegang pipi istrinya dengan lembut dan perhatian.


"Iya Mas" Dinda berusaha tersenyum menutupi rasa takutnya yang belum hilang.


Dinda segera bergegas menuju meja kerjanya dan menyelesaikan satu persatu kerjaannya yang tertunda selama dia pergi.


Rendy dan Frengky sudah berada dalam ruangan yang sama. Mereka memulai rapat yang membahas tentang kerjasama perusahaan mereka.


Menyusun rancangan-rancangan proyek yang akan mereka bangun.


Setelah meeting selesai mereka terlibat dalam pembicaraan santai.


"Undangan apa Freng?" Rendy balik bertanya.


"Minggu ini akan ada reuni kampus, berarti kamu belum terima undangannya" Frengky meyakinkan.


"Maaf aku cuti seminggu honeymoon bersama istriku ke Bali" jawabnya.


"Waah yang pengantin baru" Ledek Frengky pada temannya itu


"Kapan acaranya?"


"Sabtu ini di Hotel Cendana"


"Nanti aku cek ya, mungkin undanganku tertinggal di Meja kerjaku" tutur Rendy.


"Aku balik dulu ya Ren, jam 1 aku ada janji lagi sama yang lain" Frengky mengedipkan matanya jahil.


"Kamu emang gak pernah berubah. Kita ini udah tua bro, udah saatnya serius. Jangan main-main melulu" Rendy mencoba mengingatkan temannya itu.


"Ah gak asik lo, jangan karena udah nikah kamu jadi penakut. Ingat Bro masih banyak cewek-cewek diluar sana yang tergila gila pada kita. Cepat amat sih lo tobat" Frengky menepuk bahu Rendy dan dia berjalan keluar dari ruangannya. Rendy menatap kepergian temannya itu.

__ADS_1


Rendy bertemu Frengky saat mereka dibangku kuliah, dia yang mengenalkan wanita, minuman dan dunia malam padanya saat dia melakukan aksi pemberontakan pada orangtuanya.


Dan itu berlanjut sampai mereka sudah sama-sama sukses menjadi pemimpin di perusaah mereka masing-masing. Tapi Rendy berhenti satu tahun yang lalu saat dia merasa hampa. Tiba-tiba dia lelah berpetualang dari satu wanita ke wanita lain dan memantapkan hatinya pada Lisa pacarnya. Tapi ternyata Lisa mengkhianatinya. Rendy melihat Lisa berselingkuh dengan pria tua dan saat itu hati Rendy tertutup untuk wanita. Hatinya menjadi dingin, sampai takdir yang mempertemukannya dengan Dinda dan sekarang Dinda sudah menjadi istrinya. Istri yang sangat dicintainya.


Angga yang sudah dari tadi meninggalkan Rendy diruang meeting bersama Frengky kini sudah berdiri di depan meja kerja Dinda.


"Eh Bu Bos mana oleh-oleh untukku?" Tanya nya.


"Ini Angga, kami tidak akan melupakanmu" jawab Dinda.


"Ya iyalah, awas kalau kalian lupa. Aku udah bela belain mengurus perusahaan ini sendiri tanpa pernah mengganggu honeymoon kalian"


"Iya... Iya... makasih ya Angga yang baik. Kamu sudah menyelamtkan perusahaan suamiku" ujar Dinda sambil tertawa.


"Cie..cie... segitu perhatiannya sama suaminya. Udah lega ya ngaku-ngaku istrinya" ledek Angga.


"Pasti donk, kan aku memang istrinya" Dinda memberikan penekana pada kata istri.


"iyain aja deh, dari pada aku kena marah sama suami kamu" Tiba-tiba Rendy menepuk kepala Angga dari belakang.


"Siapa sih....?" Angga melihat kebelakang dan tak berani marah.


"Eh si Bos" ucapnya serba salah.


"Keruangan aku dulu. Kamu harus laporan" perintah Rendy.


"Okeh Bos" jawab Angga dan ikut jalan dibelakang Rendy.


Sesampainya diruangan Rendy, Angga tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya.


"Jadi gimana Bos, berhasil kejutannya?" Tanya nya.


Angga tau Rendy akan memberi kejutan pada Dinda disana karena Angga mempunyai andil yang cukup besar dalam kejutan itu. Angga yang memesan tiket,l dan hotel yang romantis sesuai dengan permintaan Rendy.


"Seperti yang kamu lihat?" Rendy tersenyum bahagia


"Aku bisa melihatnya dari tadi Bos sejak aku sampai diapartemen kalian. Aku melihat percik percik cinta kalian sudah bertautan" Angga merasa senang Bosnya itu bahagia. Sejak menikah dengan Dinda, Angga melihat banyak sekali terjadi perubahan pada Rendy. Rendy jadi lebih bahagia, gampang tersenyum, tidak mudah marah dan lebih suka bercanda. Hidup bos nya itu lebih berwarna.


Cinta memang bisa merubah segalanya. Bahkan Bos yang keras dan dingin seperti es bisa cair karena cinta.


Itulah hebatnya cinta....

__ADS_1


__ADS_2