
Persidangan
Minggu ini akan sangat sibuk dan melelahkan untuk Rendy dan Angga. Mereka bergantian untuk mengurus kantor dan juga mengurus kasus Lisa dan Frengky. Semua saksi dan barang bukti telah mereka pegang dan minggu depan akan dimulai sidang.
Dinda sudah mulai bekerja kembali di kantor setelah istirahat dirumah satu minggu pasca penculikannya kemarin sedangkan Febri, Rendy masih memberi izin libur kepadanya selama satu minggu lagi untuk proses penyembuhan Febri pasca operasi karena tusukan pisau Lisa.
Itu salah satu bukti dari rasa terimakasih Rendy karena Febri telah menyelamatkan istri dan calon anaknya yang ada didalam kandungan.
Satu minggu ini Angga tidak pernah bertemu dengan Febri karena sibuknya Angga membantu Rendy mengurus memperusahaan dan kasus Lisa dan Frengky.
Sampailah dihari persidangan
Kasus Lisa
Untuk kasus tabrak lari Alm. Papanya Dinda yaitu Bapak Aulia Rahman. Orang tua Ivan membantu memberikan barang bukti berupa rekaman cctv pada saat kejadian. Barang bukti lainnya adalah mobil yang menabrak Pak Aulia Rahman atas nama orang tua Ivan dan sampai sekarang masih dipakai oleh Lisa.
Untuk kasus percobaan pembunuhan untuk Dinda di Restourant dan di Cafe pihak Rendy memberikan barang bukti cctv di restouran dan Cafe juga saksi yang melihat kejadian pada saat itu yaitu pemilik restourant dan Febri.
Untuk kasus percobaan pembunuhan, penculikan dan penusukan di Villa barang bukti yang diserahkan adalah rekaman cctv di rumah sakit pada saat Dinda dan Febri diculik, mobil jeep yang digunakan untuk penculikan, pisau yang dipakai untuk menusuk Febri, sementara saksinya yaitu para penjaga yang dibayar mereka untuk menculik Dinda dan Febri dan Febri sendiri sebagai korban dari penusukan.
Kasus Frengky
Untuk kasus penculikan barang buktinya sama dengan Lisa.
Untuk kasus pemerkosaan barang buktinya adalah hasil visum dari tindakan kekerasan yang dia lakukan pada Dinda dan saksinya adalah para penjaga dan Febri yang ada dilokasi kejadian.
Untuk kasus penyuapan dan penggelapan dana pembangunan jalan tol barang buktinya adalah beberapa rekaman cctv di beberapa tempat Frengky dan anak buahnya mencoba menghasut para demonstran dan penggelapan dana barang buktinya adalah kuitansi fiktif yang mereka sementara saksinya adalah para demonstran dan kepala keuangan Bima Corp.
Dikarenakan bukti dan saksi yang lengkap persidangan tidak akan memakan waktu yang lama hanya sekitar 2 minggu dijadwalkan untuk sidang putusan.
Rendy beserta keluarganya, Angga beserta keluarga calon istrinya akan datang menghadiri sidang putusan untuk menentukan hukuman yang akan dijatuhkan kepada Frengky dan Lisa.
__ADS_1
******
Satu hari sebelum sidang putusan
Rendy mengunjungi rumah mertuanya untuk mengabarkan berita ini.
"Ma, Mas Nanda besok akan dilakukan sidang putusan untuk Lisa dan Frengky jam 10 pagi, Mama dan Mas Nanda bersiap-siap ya, besok pagi aku jemput bersama Dinda jam 8 pagi. Setelah itu kita akan sama-sama pergi kepengadilan" ucap Rendy kepada mertua dan kakak iparnya.
"Iya Ren, besok Mas dan Mama akan menunggu kalian jam 8 pagi ya" jawab Nanda.
"Mama siapkan mental ya, jangan terlalu sedih nanti disana. Percaya pada Rendy, Lisa akan mendapatkan hukuman yang seberat beratnya" Rendy memberikan kekuatan pada Mama mertuanya.
"Iya Nak, insyaAllah Mama akan kuat" jawab Mama Dinda.
Setelah pulang dari rumah mertuanya Rendy pulang kerumah bersama istrinya.
Saat mereka sedang berbaring ditempat tidur menjelang tidur. Rendy memeluk istrinya penuh kasih sayang. Perut Dinda kini sudah mulai kelihatan karena usia kandungannya memasuki empat bulan.
Nafsu makan Dinda juga semakin bertambah seiring usia kandungannya, terkadang membuat Rendy kewalahan harus mencari makanan saat malam karena Dinda merasa kelaparan.
"Sayang.... kamu siap untuk hadir dalam persidangan besok?" tanya Rendy sambil membelai lembut rambut istrinya.
"InsyaAllah aku siap Mas, aku harus lebih kuat agar bisa memberi semangat pada Mama yang sangat terpukul karena kematian Papa apalagi setelah mengetahui ternyata Papa merupakan kasus tabrak lari oleh orang yang tak bertanggung jawab dan tak punya perasaan seperti Lisa. Aku harus bisa memberikan semangat pada Mama besok" jawab Dinda.
"Aku sangat beruntung memiliki istri yang baik, sabar dan lemah lembut seperti kamu sayang. Aku gak habis fikir kenapa dulu aku bisa tergoda bujuk rayu Lisa yang ternyata dia adalah wanita yang berhati iblis seperti itu" Wajah Rendy terlihat sendu.
"Ssst... itu semua masa lalu Mas, yang penting kita mengambil hikamah atas kejadian hari ini untuk kita jadikan sebagai bekal rumah tangga kita kedepan. Biarlah kesedihan hari ini terhapus oleh waktu dan menjadi penyemangat kita untuk hidup yang lebih baik lagi dan jadikan kelemahan dan kekhilafan kita dimasa lalu sebagai pengingat dan pelajaran agar kita tidak akan melakukannya lagi besok dan seterusnya" ucap Dinda memberikan ketenangan pada suaminya.
"Terimakasih sayang kamu sudah sangat mengerti aku. Maafkan aku yang belum bisa sempurna menjadi suami kamu" Rendy mencium kening istrinya.
"Kesempurnaan itu hanya milik Allah, kamu tidak perlu sempurna yang penting kamu mau berusaha untuk lebih baik lagi kedepannya. Terimakasih juga kamu sudah menjadi suami yang menyayangi aku dan anak kita" Dinda menarik tangan suaminya dan meletakkannya diatas perutnya.
__ADS_1
Kemudian Rendy membelai perut Dinda memberikan ketenangan dan kehangatan pada istri dan anaknya.
Masa lalu akan kita tinggalkan. Melihat kebelakang bukan untuk mengenang sehingga kita berputus asa tapi untuk menjadikannya pelajaran agar kita jangan sampai masuk kelubang yang sama. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran.
****
Sementara dirumah Febri
"Papa Mama besok akan ikut kepersidangan putusan untuk Lisa dan Frengky?" tanya Angga pada calon mertuanya.
Sudah lama dia tidak berkunjung kerumah Febri dikarenakan kesibukannya. Mereka hanya bertemu dikantor itupun hanya sebentar.
"Papa dan Mama akan ikut besok Ga, kami mau melihat wajah wanita yang telah menusuk putri kami dengan pisau" jawab Papa Febri.
"Mungkin besok akan ramai sekali disana Ma, karena kasus inikan menyangkut Bima Corp. Banyak client ataupum relasi mereka yang datang. Belum lagi para wartawan yang datang mencari berita. Sebaiknya besok kita datang pagi" ucap Angga.
"Jam berapa besok sidang putusan akan mulai digelar Mas?" tanya Febri.
"Mulainya jam 10 tapi jam9 kita harus sudah tiba disana. Besok Mas jemput jam 8 ya. Kamu, Papa dan Mama bersiap-siap nanti Mas jemput kesini" ucap Angga.
"Iya Mas" jawab Febri.
"Pa mengenai acara lamaran keluarga Angga sudah cerita kekeluarga besar Angga. InsyaAllah hari sabtu nanti keluarga Angga akan berkunjung kesini" Angga menyampaikan maksud kedatangan keluarganya.
"Besok kan persoalan persidangan akan selesai, jadi sudah waktunya kami memikirkan masa depan kami" Angga menatap wajah Febri.
"Alhamdulillah... InsyaAllah kami akan menyambut baik kedatangan keluarga Nak Angga" jawab Papa Febri.
"Kalau begitu Angga pamit dulu ya Pa, Ma biar gak kemalaman. Malam ini harus cepat istirahat agar besok punya semangat dan kekuatan dalam persidangan" Angga pamit kepada calon mertuanya dan berjalan kearah mobil diikuti Febri yang mengantarnya sampai teras depan.
"Mas pamit ya Feb" ucapnya.
__ADS_1
"Hati-hati ya Mas, jangan ngebut"
Mungkin malam ini akan menjadi malam yang menegangkan buat semuanya. Mereka sangat menantikan apa hasil persidangan besok dan apa hasil dari keputusan yang akan diberikan Sang Hakim kepada terdakwa. Semoga keputusan yang sepantasnyalah mereka dapatkan.