
Serba Salah
Kebiasaan Dinda yang selalu terlihat mengantuk dan kuat makan berlangsung selama beberapa hari. Rendy juga merasa gairah Dinda juga semakin bertambah. Bahkan kemarin dia tanpa malu-malu memulai duluan kegiatan olahraga malam mereka.
Hal yang tak pernah dia lakukan. Biasanya selalu Rendy yang memulai duluan Dinda hanya mengikuti sesuai irama tp kemarin Dinda mengambil alih dari awal sampai akhir percintaan mereka.
Rendy sangat terkesima melihat aksi istrinya itu dan dia sangat menikmatinya tapi dia juga sangat penasaran mengapa akhir-akhir ini Dinda bersikap aneh.
Dan yang paling aneh juga terjadi tadi pagi saat mereka sarapan pagi. Dinda memasak nasi goreng dan itu adalah menu favourite Rendy selama menikah dengan Dinda.
Setiap kali Dinda masak nasi goreng pasti Rendy akan makan lebih dari sepiring. Tapi tadi pagi Rendy makan hanya sepiring karena dia takut nasi goreng yang Dinda makan tidak akan cukup untuk mereka berdua.
Belakangan ini porsi makan Dinda lebih banyak membuat Rendy menahan keinginannya untuk menambah porsinya. Rendy mengalah agar Dinda yang memakan jatah makanan Dia.
Tapi anehnya Dinda menangis sedih karena menurut dia Rendy tidak tambah makan karena masakannya tidak enak. Aneh kan??? Rendy jarang lho melihat Dinda menangis karena Dinda bukan tipe wanita yang cengeng dan lemah.
Hanya karena hal sepele pagi Dinda menangis tersedu sedu. Membuat Rendy merasa serba salah.
Sayang kamu kenapa seperti ini? Rendy tidak menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri.
Seharian Dinda ngambek kepada Rendy. Itu juga aneh? karena Dinda tidak pernah bersikap manja. Dia selalu memperhatikan semua keperluan Rendy. Hari ini Dinda mencuekin Rendy.
Rendy mengacak acak rambutnya frustasi. Bingung harus bersikap bagaimana.
Pulang kerja Dinda merengek untuk singgah kerumah Mamanya. Demi keinginan istri Rendy memenuhinya.
Setelah adzan maghrib mereka sampai dirumah orangtua Dinda.
Sesampainya dirumah Mamanya Dinda langsung masuk ke kamarnya. Membuat Mama, Kakak dan Kakak iparnya merasa aneh dan menduga bahwa Rendy dan Dinda sedang berantem.
"Assalamu'alaikum Ma, Mas Nanda dan Mbak Lila" Rendy memberi salam dan mencium tangan mertuanya.
"Wa'alaikumsalam Ren. Kalian kenapa nak, berantem?" tanya Mamanya.
__ADS_1
"Nggak Ma" jawab Rendy
"Jadi mengapa sikap Dinda seperti itu? Biasanya dia akan bertingkah seperti itu kalau Dia sedang kesal dan marah" Rini merasa penasaran dengan anak bungsunya itu.
"Rendy juga bingung dan serba salah Ma seharian ini melihat sikap Dinda" Rendy mulai bercerita pada mertuanya.
"Sudah seminggu Rendy memperhatikan sikap Dinda yang jadi lebih suka tidur dan malas malasan padahal kan biasanya tidak seperti itu Ma, dah gitu nafsu makannya Dinda lebih meningkat Ma. Mama pernah gak melihat Dinda makan 1 box pizza tambah ayam KF* dan kentang goreng sekaligus? trus makan sate padang dan martabak telur?" Rendy menarik nafas panjang.
"Makannya tidak pernah cukup satu porsi Ma. dan yang paling aneh itu hari ini. Dinda masak nasi goreng. Biasanya Rendy selalu makan dua porsi tapi karena Rendy tau akhir-akhir ini nafsu makan Dinda meningkat, Rendy sengaja mengalah hanya makan sepiring nasi goreng. Dinda nangis Ma hanya gara-gara itu. Katanya masakannya tidak enak" Rendy menggaruk kepalanya yang tak gatal karena pusing menghadapi tingkah laku istrinya.
Mama Dinda yang mendengarkan keluhan menantunya tersenyum penuh arti.
"Kamu ingat gak kapan Dinda terakhir datang bulan?" tanya Mama.
"Rendy tidak ingat Ma, tapi apa hubungannya?" Rendy bertanya balik.
"Coba ingat-ingat dulu kapan Dinda datang bulan?"
"Sepertinya memang sudah lama Ma?" Rendy mengingat ingat. Yang jelas dia ingat, dia dan Dinda memadu kasih hampir setiap malam karena belakangan ini Dinda sangat bersemangat bercinta. Ya sudah lama Dinda tidak datang bulan tapi apa hubungannya? Rendy semakin bingung.
"Dari semua cerita kamu mengenai sikap Dinda yang aneh belakangan ini Mama menyimpulkan kalau Dinda itu sedang hamil nak" ungkap Mama.
"Tapi Dinda tidak ada merasakan mual dan pusing Ma seperti yang dialami Mbak Lila" jawab Rendy.
"Tidak semua wanita hamil mengalami hal yang sama. Dinda salah satunya. Tetapi ciri-ciri wanita hamil lainnya ada pada Dinda. Nafsu makan yang bertambah dan lebih sensitif. Wanita hamil mengalami hal seperti itu" ucap Mama Dinda menjelaskan.
Kalau memang apa yang dikatakan Mama benar Rendy sangat senang sekali. Rasanya pengen sekali dia bersorak sambil menari nari tapi dia sadar sedang berada dirumah mertuanya dan dihadapannya saat ini ada Mama dan kakak iparnya.
"Nanti setelah pulang dari sini, coba kamu singgah ke apotek beli testpack untuk wanita hamil ya, besok pagi setelah Dinda bangun tidur suruh Dinda menggunakannya" suruh Mama.
"Tapi jangan beritahu Dinda dulu ya Ma biar jadi kejutan aja buat Dia" Rendy memohon kepada mertuanya.
Nah sekarang kamu susul Dinda ke kamar, shalat maghrib dan istirahat. Mama akan menyiapkan makanan kesukaan Dinda biar kita makan malam bersama malam ini"
__ADS_1
Akhirnya satu masalah terpecahkan, semoga dugaan mertuanya benar. Dia dan keluarganya pasti senang mendapatkan kabar berita seperti ini. Rendy tersenyum dalam hati.
Rendy bergegas masuk ke kamar Dinda untuk melaksanankan shalat maghrib. Dia melihat Dinda sedang tertidur dengan keadaan masih memakai mukena.
Tigapuluh menit kemudian Mama memanggil Rendy dan Dinda untuk makan malam bersama. Pelan pelan Rendy membangunkan Dinda. Dia takut Dinda marah lagi kepadanya.
"Sayang... bangun. Mama memanggil kita untuk makan malam" Rendy membelai kepala istrinya yang tertutup mukena.
Dinda terbangun dan mendengar Mamanya memanggil namanya.
"Sudah jam berapa Mas?
"Jam 8 malam sayang, kamu lapar? yuk kita makan, Mama udah dari tadi memanggil kita" ajak Rendy.
Mereka kemudian keluar dari kamar dan menuju meja makan.
Dinda yang melihat Mamanya memasak gulai ayam merasa sangat senang karena ini adalah makanan kesukaannya.
Dengan semangat empat lima Dinda langsung duduk dan mengambil makanannya tanpa memperdulikan Rendy.
"Sayang piring suami kamu masih kosong" Mama mengingatkan Dinda
"Gak apa apa Ma, Rendy bisa ambil sendiri" jawab Rendy, dia tidak ingin mengganggu Dinda yang sedang semangat makan.
Sepertinya ini memang keputusan terbaiknya memenuhi keinginan istrinya untuk pulang kerumah mertuanya
Karena dia mendapatkan solusi dari kebingungannya beberap hari ini sekaligus dia dapat melihat wajah istrinya senang bertemu dengan keluarganya dan makan masakan Mamanya apalagi kata Mama ini menu makanan favourite Dinda, gulai ayam.
Mereka makan malam bersama dirumah Mama Dinda.
Setelah selesai makan malam Dinda mengajak Rendy pulang ke apartemen. Katanya dia gerah pengen cepat cepat pulang ganti baju dan istirahat di apartemen.
Dinda dan Rendy pamit kepada Mama dan Kakaknya. Mereka pulang ke apartemen tapi sesuai dengan perkataan Mama mertuanya Rendy singgah sebentar ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan yang disuruh Mertuanya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah seperti biasanya Dinda mandi dan berganti baju kemudian langsung tertidur meninggalkan Rendy terpaku sendiri melihat tingkah istrinya itu.
Sabarkan aku Tuhan....