Cinta Adinda

Cinta Adinda
Enampuluh Satu


__ADS_3

Masalah Pelik


Rendy dan Angga sudah sampai dilokasi pembangunan Tol. Disana sudah banyak para demonstran yang menuntut haknya.


Pembangunan Tol ini memang atas nama Baskara Corp tetapi menjalan kerjasama dengan Bima Corp.


Mereka membagi tugas kalau untuk penyelesaian pembebasan lahan itu Frengky sementara untuk pembangunan Tol sendiri yang memantau Rendy dengan memakai arsitek dari PT.ABC yaitu Ivan.


Rendy mengundang para perwakilan demonstran sebanyak sepuluh orang untuk hadir dalam pertemuan yang membahas masalah pembebasan lahan.


Sementara ini Rendy hanya berusaha menenangkan mereka.


"Selamat siang Bapak-Bapak sekalian, Saya Rendy Pramata Baskara selaku CEO dari Barsakar Corp. Menghimbau kepada Bapak-Bapak agar tenang. Mari kita bicarakan masalah ini dengan kepala dingin. Saya yakin akan ada jalan keluarnya. Saya tidak pernah berniat untuk merugikan Bapak-Bapam sekalian" ucap Rendy menenangkan.


Salah satu dari para demonstran berteriak.


"Bayar ganti rugi lahan kami yang terkena proyek pembangunan Tol ini secara layak, jangan cuma janji palsu. Kami akan menuntut hak kami" ucap seorang pria.


"Kami tidak akan meninggalkan rumah dan tanah kami jika kami tidak mendapatkan ganti rugi yang setimpal" Teriak peserta demonstran lain.


" Tenang-tenang.... Saya akan bicarakan hal ini dengan rekanan Baskara Corp dan akan segera menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi. Untuk itu saya akan mengundang 10 orang perwakilan dari Bapak-Bapak sekalian agar hadir dalam pertemuan yang akan kami jadwalkan nanti. Coba Bapak-Bapak rundingkan dan putuskan siapa perwakilan tersebut yang akan ikut pertemuan dengan kami" Rendy mulai menguasai keadaan.


"Tolong laporkan nama para perwakilan kaliam kepada Asisten saya Angga Prasetya, setelah itu nanti beliau yang akan menginformasikan waktu dan tempat untuk kita bertemu membahas masalah ganti rugi ini" Suasana sudah mulai kondusif.


"Cukup disini dulu pembicaraan kita kali ini, selanjutnya akan berjalan sesuai dengan intruksi dari saya tadi. Sekian, Terimakasih". Rendy mengakhiri kata sambutannya.


Setelah itu para karyawan yang turun tangan menyelesaikan sisanya. Disana sudah ada Kepala Departemen Komunikasi, Departemen Umum dan Departemen Hukum. Mereka akan menenangkan dan membubarkan para demonstran.


"Ga undang perwakilan dari mereka, kamu atur waktu dan tempatnya. Saya akan menjumpai Frengky. Meminta penjelasan dia mengenai hal ini" Perintah Rendy.


"Satu lagi, coba kamu selidiki latar belakang terjadinya masalah ini, saya yakin tidak akan ada asap kalau tidak ada api" ucap Rendy tegas.


"Baik Pak, akan saya selidiki dan jalankan sesuai perintah Bapak" ucap Angga dengan serius, karena ini bukan saatnya untuk bercanda dengan Rendy.


Rendy mencoba menghubungu Frengky tetapi nomor nya tidak aktif.


Ada apa dengan kamu Freng? Tiba-tiba dia teringat nasehat Papa dan Kakaknya mengenai Bima Corp dan Frengky.


Kamu jangan main-main denganku Freng, walaupun kamu temanku aku akan menghabisimu atau siapapun orang yang mencoba menghianatiku. Bisik Rendy

__ADS_1


Rendy mengendarai mobil menuju perusahaan Bima Corp. Dia tidak suka berlarut atau berlama lama menghadapi masalah. Rendy tipe pengusaha yang tidak mau mengelak pada masalah dan akan sesegera mungkin menyelesaikan masalah itu dengan tuntas. Itu salah satu kunci kesuksesannya.


Sesampainga Rendy di kantor Bima Corp, Rendy langsung naik dan masuk keruangan CEO perusahaan itu.


Dilantai teratas gedung itu Rendy bertemu dengan Lisa, sekretaris Frengky.


"Saya ingin bertemu dengan Frengky, cepat kamu hubungi dia sekarang" Perintah Rendy.


"Frengky sedang rapat Ren, tidak bisa diganggu" jawab Lisa dengan gaya yang menggoda.


"Ini kantor tolong bersikap yang sopan" ucap Rendy membentak.


"Baiklah kalau begitu Pak Rendy, silahkan anda menunggu diruangan Pak Frengky" Lisa mempersilahkan Rendy masuk dan duduk di sofa didalam ruang kerja Frengky.


Lisa masuk keruangan meeting dan berbisik kepada Frengky.


"Freng, Rendy ada diruangan kamu. Dia ingin bertemu kamu" ucapnya.


"aku sedang rapat, sebentar lagi siap. Kamu temani dia dulu. Sekalian ambil kesempatan ini untuk memikatnya kembali" Frengky memberikan kesempatan waktu untuk Lisa bisa berdua dengan Rendy.


Lisa melangkah keruangan Frengky dengan penuh percaya diri. Lihat saja Rendy hari ini kau akan kembali padaku.


"Sebentar lagi Pak Frengky selesai rapat, apakah Bapak mau minum sesuatu?" tanya Lisa menawarkan.


"Teh atau Kopi?"


"Kopi saja" jawab Rendy.


Lisa kemudian keluar dari ruangan itu dan berjalan ke pantry untuk membuatkan minum.


Hp Rendy berdering.


"Halo.." ucap Rendy membuka pembicaraan.


"Halo Bos, para demonstran sudah pulang. Saya sudah dapat nama-nama perwakilan dari mereka yang akan rapat dengan kita nanti Bos" Angga melaporkan.


"Bagus" ucap Rendy.


"Bos dimana, apa perlu saya susul?" Tanya Angga. Melihat wajah marah Rendy tadi sebelum meninggalkan lokasi, Angga mempunyai firasat buruk pada Bosnya itu. Dia sangat hapal sifat Bosnya itu. Pasti Rendy segera ingin menyelesaikan permasalahan ini secepatnya.

__ADS_1


"Saya sedang dikantor Frengky, tapi dia sedang rapat. Saya masih menunggunya diruangannya" jawab Rendy.


"Apa tidak sebaiknya anda pulang saja Bos, besok saja kembali kesana lagian Pak Frengky juga tidak ada" Angga memberi solusi.


"Tidak usah Ga, sebentar lagi juga Frengky selesai rapatnya" ujarnya


Saat ini dia sedang bersama Ivan, karena masalah yang terjadi tadi Ivan sempat dihubungi. Bagaimanapun dia juga bagian dari kerjasama ini, sekalian survey lokasi pembangunan Tol nanti.


Ivan mendengar pembicaraan Angga dan Rendy. Angga terlihat sangat khawatir dengan keadaan Rendy.


"Ada apa Pak Angga sepertinya Anda sangat khawatir sekali?" tanya nya.


"Pak Rendy sedang di perusahaan Bima Corp, tapi Pak Frengky tidak ada dan dia sedang menunggu beliau diruangannya. Itu artinya Pak Rendy sedang ditemani Lisa..." Mengingat hal itu Angga segera berlari ke mobilnya. Dia takut firasat buruknya benar-benar terjadi.


Mendengar kata Lisa Ivan juga merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Ivan segera berlari menyusul Angga.


"Saya ikut Pak Angga" ucap Ivan tegas.


******


Lisa masuk keruangan dengan membawa secangkir kopi dan menyajikannya didepan Rendy.


"Silahkan diminum Pak" ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


Rendy meminum kopi yang baru saja dihidangkan. Lisa berpura-pura hendak akan meninggalkan ruangan itu tiba-tiba dia mendengar suara susatu di belakangnya.


Rendy sudah terbaring hampir tak sadarkan diri di Sofa. Kepalanya terasa begitu pusing dan pandangannya berputar-putar.


Lisa tersenyum dan tertawa kemenangan. Kamu sudah dalam genggamanku sayang... Ucapnya dalam hati.


Dengan tertatih Lisa berusaha memeluk dan membawa Rendy masuk keruangan pribadi yang ada didalam ruangan Frengky.


Rendy dibaringkanngnya diatas tempat tidur. Dibukanya semua kancing baju Rendy, dilepaskannya pakaian Rendy dan juga pakaiannya.


Lisa membuka kamera hpnya dan mengambil beberapa gambar dengan berbagai fose untuk siasat dia selanjutnya.


Lihatlah sayang, kamu pasti akan kembali padaku. Tawanya dalam hati.


Tiba-tiba brak...... *&€£¥))₩

__ADS_1


__ADS_2